Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Dan Perencanaan Implementasi Radio Trunking Digital Pada Uptd Pemadam Kebakaran Untuk Wilayah Dki Jakarta Harry Pratama; Heroe Wijanto; Kris Sujatmoko
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio Trunking Digital adalah salah satu teknologi telekomunikasi wireless digital yang distandarkan oleh badan standardisasi eropa yaitu European Telecommunication Standard Institute ( ETSI ). Radio trunking digital diciptakan untuk memenuhi kebutuhan jaringan telekomunikasi wireless khusus. Di Negara eropa, teknologi ini ditujukan untuk keperluan militer, kepolisian, bandara, perusahaan pertambangan dan perusahaan transportasi. Tetra dapat melayani layanan voice dan data. Salah satu hasil pengerjaan tugas akhir ini adalah jumlah base station yang diperlukan untuk mengcover dan menampung permintaan trafik yang dibuthkan oleh Unit Pelaksana Teknis ( UPTD ) Pemadam Kebakaran di wilayah DKI Jakarta. Untuk mendapatkan jumlah sel yang paling optimum, digunakan dua buah metode yaitu Planning Base on Capacity dan metode Planning Base on Coverage. Metode planning Base on capacity adalah metode planning yang menitikberatkan pada kemampuan suatu site untuk melayani penggunaan kanal trafik. Sedangkan planning base on coverage adalah suatu metode planning yang menitikberatkan kemampuaan site untuk mengcover suatu lokasi yang diukur berdasarkan parameter-parameter radio. Setelah dilakukan perencanaan dengan kedua metode tersebut kemudian hasilnya dibandingkan dan selanjutnya ditentukan berapa jumlah site yang paling optimum untuk mengcover dan menampung penggunaan saluran di daerah tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan diatas, parameter yang harus diperhatikan adalah, sensitifitas penerima, Free Space Loss, MAPL, traffic tiap pelanggan, jumlah pelanggan, luas wilayah dan EIRP. Hasil pengerjaan tugas akhir ini adalah jumlah base station yang diperlukan untuk mencover area Wilayah DKI Jakarta serta dapat menampung permintaan trafik dari pengguna. Pada skenario 1, dibutuhkan 6 site dengan lokasi plotting pada Sudin dan pos pemadam agar memudahkan monitoring dan controling. Pada skenario ini dihasilkan sinyal terima paling rendah sebesar -95 dBm, number of server pada overlaping zone sebesar 4 server dan Bit of Error Rate sebesar 0<= BER< 0,09. Pada sisi backhaul, dari 6 link yang direncanakan terdapat 1 link yg mengalami pelemahan sinyal terima sebesar 0,4. Pada skenario 2, dibutuhkan 5 site dengan lokasi plotting pada Sudin, pos pemadam serta lokasi lain yang strategis.Skenario menghasilkan sinyal terima paling rendah sebesar -95 dBm, number of server pada ov erlaping zone sebesar 4 server serta Bit of Error Rate sebesar 0<= BER< 0,09. Pada sisi backhaul, semua link yang direncanakan memenuhi batas clearence dan tidak mengalami pelemahan sinyal terima. 
Perancangan Dan Realsasi Antena Ultra-wideband 800-2400 Mhz Untuk Aplikasi Kognitif Radio Putra Kurniawan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperluan masyarakat akan komunikasi nirkabel atau wireless belakangan ini semakin meningkat dan sudah seperti kebutuhan utama. Dengan adanya sarana telekomunikasi yang handal dan murah membuat masyarakat menjadi lebih mudah untuk melakukan komunikasi. Karena itu, informasi yang dapat di transmisikan mulai berubah dari komunikasi suara menuju data dan multimedia. Namun ketersediaan spektrum frekuensi berbanding terbalik dengan kebutuhan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi akan sarana telekomunikasi nirkabel, maka bandwidth yang dibutuhkan semakin besar. Tetapi, sebagian besar spektrum frekuensi sudah dialokasikan pengguna tertentu, atau layanan tertentu. Masih jarang tersedianya jenis antena yang mampu mendukung teknologi cognitive radio dikarenakan Bandwidth yang kecil. Dalam tugas akhir ini, dengan menggunakan simulator elektromagnetik, akan dirancang dan disimulasikan antena mikrostrip UWB dengan coplanar waveguide untuk aplikasi Radio Cognitive yang dapat digunakan pada frekuensi 800-2400 MHz. Hasil dari perancangan dan realisasi antena yang bekerja dari frekuensi 800-2400 MHz dengan pola radiasi omnidirectional; gain ≥ 3dBi ; impedansi input = 50 Ω ; dan VSWR ≤ 2.0. Kata kunci : cognitive radio, antenna microstrip, antennaUWB with coplanar waveguide.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Bentuk E Modifikasi Dengan Elemen Parasit Untuk Radio Altimeter Pada Frekuensi 4.2 – 4.4 Ghz Sitia Gamawati Erta Lestari; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio altimeter adalah sebuah perangkat yang sangat penting dalam dunia penerbangan. Pada umumnya, radio altimeter penerbangan memiliki antena pengirim dan penerima yang terpisah. Antena yang dibutuhkan untuk digunakan pada sistem radio altimeter adalah antena yang mampu menghasilkan pola radiasi unidireksional dengan bandwidth yang lebar. Antena mikrostrip dipilih karena kelebihannya yaitu memiliki masa ringan dan mudah untuk dipabrikasi. Tugas akhir ini merancang dan merealisasikan antena mikrostrip untuk aplikasi radio altimeter. Perancangan dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak CST Studio Suite untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan melalui simulasi. Antena yang dirancang untuk mampu bekerja pada frekuensi 4.3 GHz, dengan return loss < -10 dB, VSWR < 2, bandwidth 100 MHz, gain ≥ 9.25 dBi, pola radiasi unidireksional, dan polarisasi linier. Substrat yang digunakan adalah Rogers RT5880 yang memiliki permitivitas relatif (ℰr) sebesar 2.2 dan ketebalan sebesar 1,57 mm. Antena hasil realisasi perancangan pada tugas akhir ini memiliki return loss sebesar -15.121 dB, VSWR sebesar 1.425, bandwidth 185.188 MHz, dan gain sebesar 9.276 dBi. Antena mikrostrip parasitik ini menghasilkan pola radiasi unidireksional dan polarisasi linier vertikal. Kata kunci : radio altimeter, antena mikrostrip, elemen parasit
Analisis Perencanaan Jaringan Lte Multi-rat Umts Existing Study Kasus Di Kota Bandung Iqbal Tawakal; Heroe Wijanto; Hafiddudin Hafiddudin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan jaringan LTE pada frekuensi 1800 MHz di kota Bandung ini dilakukan berdasarkan metode konvensional yaitu berdasarkan kriteria coverage dan capacity dari segi radio access serta memperhitungkan interferensi inter-RAT UMTS release 5 site existing berdasarkan salah satu operator di Indonesia ini. Perencanaan jaringan LTE ini menggunakan bandwidth selebar 20 MHz dan antenna mimo 2x2. Dengan skenario ini dapat meningkatkan kapasitas dan data rate pada user. Parameter yang dianalisis adalah jumlah site, RSRP, CINR, BLER dan persentase user reject berdasarkan simulasi menggunakan skema Mimo 2x2 dan Bandwidth 20MHz pada Software. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan LTE multi-RAT di daerah Kecamatan Sukajadi yang membutuhkan site sebanyak 2, mendapatkan nilai rata-rata dari RSRP level -96.42dbm, mendapatkan nilai rata-rata dari C/(I+N) 4.81db, mendapatkan nilai rata-rata dari BLER 0.03 dan rata-rata persentase connected user 98,4 %. Sedangkan daerah Kecamatan Buah Batu dibutuhkan site sebanyak 4, mendapatkan nilai rata-rata dari RSRP level -76.7dbm, mendapatkan nilai rata-rata dari C/(I+N) 3.46db, mendapatkan nilai rata-rata dari BLER 0.03 dan rata-rata persentase connected user 98,7%. Kemudian daerah Kecamatan Bojongloa Keler dibutuhkan site sebanyak 3, mendapatkan nilai rata-rata dari RSRP level -75.72dbm, mendapatkan nilai rata-rata dari C/(I+N) 3.46db, mendapatkan nilai rata-rata dari BLER 0.04 dan rata-rata persentase connected user 99%. Kata Kunci : LTE, inter-RAT, multi-RAT, bandwith, throughput, BLER, RSRP dan C/(I+N).
Perancangan Filter Square Loop Resonator Pada Frekuensi 2350 Mhz Untuk Aplikasi Satelit Nano Muhammad Purwa Manggala; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Universitas Telkom sedang melakukan penelitian terkait satelit nano dengan ukuran 10cm x 10cm x 10cm  menggunakan  frekuensi  2350     MHz  untuk  transmisi  data  muatan  kamera  dengan  dengan  misi penginderaan jarak jauh. Filter merupakan salah satu bagian transmitter menyeleksi sinyal pada band frekuensi tertentu  agar  tidak  menyebabkan interferensi  dari  frekuensi  yang  berdekatan.  Dalam  proses  implementasi digunakan filter yang menghasilkan dimensi yang kecil serta bandwidth yang sempit. Loop resonator merupakan metode filter yang terdiri atas saluran transmisi yang dibentuk pada loop tertutup melingkar, feed line dan gap kopling. Proses realisasi filter menggunakan material substrat FR4 dan material stripline cooper. Hasil pengukuran realisasi filter menunjukkan performansi filter pada frekuensi tengah 2350 MHz dengan bandwidth 50MHz serta return loss -44 dB lebih baik dari spesifikasi dibawah -15 dB, Insertion loss -6.3 dB atau sekitar 0.5 data yang ditransmisikan, dan impedansi 49 Ohm mendekati nilai impedansi karakteristik sebesar 50 Ohm. Kata Kunci: Satelit nano, filter, mikrostrip, resonator
Perancangan Dan Realisasi Antena Mimo 4x4 Mikrostrip Patch Persegi Panjang 5,2 Ghz Untuk Wifi 802.11N Angga Budiawan Adipurnama; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan transfer data cepat dan dalam jumlah yang banyak pada pengguna Wifi mendorong munculnya teknologi dan standar baru. IEEE telah merilis standar 802.11n, dengan perubahan dari standar sebelumnya adalah datarate lebih tinggi, bandwidth lebih lebar dan mendukung teknologi MIMO. Tantangan dari penggunaan teknik MIMO ini pada terminal pengguna adalah bagaimana mendesain multiple antena yang antarantenanya memiliki nilai mutual coupling kecil namun tidak membuat dimensi antena keseluruhan menjadi terlalu besar. Jurnal ini membahas perancangan antena mikrostrip 4x4 MIMO untuk Wifi yang bekerja di frekuensi 5,180-5,220 GHz. Desain dan simulasi dilakukan pada software CST Studio Suite 2014. Setelah hasil simulasi sesuai spesifikai, kemudian dibuat prototypenya dan dilakukan pengukuran secara langsung. Antena yang direalisasikan memiliki dimensi 49,475 mm x 49,475 mm, dapat bekerja pada frekuensi 5,180-5,220 GHz. Keempat antena memiliki VSWR ≤ 1,5 dan mutual coupling ≤ -20 dB. Bandwidth antena 1 hingga 4 berturut-turut 92 MHz, 96 MHz, 68 MHz, dan 83 MHz. Gain yang dihasilkan antena 1 hingga 4 berturut-turut 3,306 dBi, 3,428 dBi, 3,38 dBi, dan 3,315 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan unidirectional dengan polarisasi elips. Kata kunci : antena MIMO, Wifi, rectangular pacth
Antena Mikrostrip Bentuk-g Monopole Pita-ganda Untuk Lte 1,8 Dan 2,1 Ghz Irfan Ridho Fikri; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu aplikasi antena mikrostrip adalah untuk mendukung sistem komunikasi nirkabel LTE, karena frekuensi operasi sistem tersebut dialokasikan cukup tinggi, sehingga dapat dibuat antena mikrostrip dengan dimensi yang memadai untuk penerapannya Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan, simulasi dan realisasi antena dengan memodifikasi antena monopole berbentuk G yang akan menghasilkan dual frekuensi untuk diaplikasikan pada LTE. Dalam tugas akhir yang berjudul “Antena mikrostrip bentuk-G monopole pita-ganda untuk LTE 1,8 dan 2,1 GHz” perancangan antena menggunakan catuan mikrostrip linefeed dan dilakukan analisis dengan CST Studio Suite dengan spesifikasi return loss ≤ -10 db, VSWR ≤ 2, bandwidth 60 MHz dan 70 MHz, gain ≤ 3 dBi, pola radiasi omnidireksional dan polarisasi linier. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4. Antena yang dihasilkan mempunyai polarisasi linier dengan pola radiasi omnidireksional yang bekerja pada frekuensi 1,8 dan 2,1 GHz. Dengan bandwidth pada frekuensi 1,8 GHz sebesar 121,3 MHz dan pada frekuensi 2,1 GHz sebesar 312,5 GHz. Gain yang dihasilkan pada perancangan antena bentuk G ini pada frekuensi 1,8 GHz adalah sebesar 0,9521 dB sedangkan pada frekuensi 2,1 GHz gain yang dihasilkan sebesar 1,325 dB. Kata kunci: Antena, Mikrostrip, Monopole, Compact G Shape, LTE (Long Term Evolution) Abstract One of the applications the antenna mikrostrip is to support LTE wireless communication system, because the system operation frequency allocated is quite high, so that the antenna can be made mikrostrip with adequate dimensions to its application. This research has been done on the design, simulation and realization of antenna by modifying the antenna-shaped monopole G which will generate a dual frequency for applied on LTE. In the final project, with the title "dual band G-shaped monopole microstrip antenna for LTE 1.8 GHz and 2.1 GHz" antenna design using microstrip supply linefeed and done analysis with CST Studio Suite with specifications return loss ≤ -10 db, VSWR ≤ 2, bandwidth 60 MHz and 70 MHz, gain ≤ 3 dBi, omnidireksional radiatio pattern and linear polarization. The materials used for the substrate is FR-4. The resulting antenna has a linear polarization with omnidireksional radiation pattern that works on a frequency of 1.8 and 2.1 GHz frequency bandwidth. with 1.8 GHz of 121,3 MHz and on the frequency of 2.1 GHz amounted to 312,5 GHz. the resulting Gain on design of antenna shapes the G at the frequency of 1.8 GHz is 0.9521 dB while the 2.1 GHz frequency generated gains of 1.325 dB Keywords: Antenna, Microstrip,Monopole,Compact G Shape, LTE
Antena Mikrostrip Planar Array 2x2 Untuk Wifi 802.11 Ac 5,2 Ghz Yassir Aulia; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi wireless communication pada masa kini tergolong sangatlah cepat. Meningkatnya perkembangan teknologi pada saat ini sangat berpengaruh pada kecepatan dan cakupan transfer data yang ada salah satunya yang ada pada wireless. Penggunaan wireless pada saat ini sudah hampir ada dimana mana dan dimasa mendatang teknologi wireless tersebut akan membutuhkan peningkatan kualitas karena semakin banyak kuantitas dari teknologi tersebut dibutuhkan pula kualitas yang baik. IEEE sebagai lembaga standarisasi internasional untuk perangkat elektronik telah menetapkan sebuah standar khusus untuk mengatur regulasi penggunaan jaringan nirkabel ini. Pada tahun 1997, IEEE telah menyetujui dan menetapkan IEEE 802.11 sebagai standar regulasi untuk penggunaan jaringan nirkabel secara global. [1] Pada penelitian kali ini merancang antena mikrostrip planar array untuk teknologi 802.11 ac pada frekuensi 5.2 GHz. Perancangan antena dilakukan dengan menggunakan substrat FR-4 (Epoxy) dengan konstanta dielektrik εr= 4.6 dan ketebalan h= 1.6 mm. Antena bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan bandwidth diatas 100 Mhz. Antena planar array yang disimulasikan dengan posisi penempatan pada acces point tertentu untuk menganalisa kondisi terbaik dari hasil simulasi. Hasil antena pengukuran menghasilkan antena planar array 2x2 dengan pola radiasi bi-directional, return loss 34.068 dB,, Bandwidth yang didapat 270 Mhz. Nlai VSWR 1,04. Gain 4,06 dBi, nilai impedansi 52.01 –,004 j40 ohm, dan hasil tersebut menunjukkan antena sesuai dengan spesifkasi yang dibutuhkan. 
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Mimo Bowtie Pada Frekuensi 2.3 Ghz Untuk Aplikasi Lte Halomoan Togatorop; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi telekomunikasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah teknologi LTE, teknologi ini menawarkan kualitas komunikasi yang lebih baik dari teknologi-teknologi sebelumnya. Salah satu perangkat yang dibutuhkan pada teknologi tersebut adalah antena. Teknik MIMO adalah teknik antena yang dapat memperbaiki kualitas performansi dan kapasitas dari sistem LTE. Sistem ini menggunakan multiantena baik di sisi transmitter maupun di sisi receiver. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan direalisasikan antenna Mikrostrip MIMO Bowtie untuk LTE pada frekuensi tengah 2,3 GHz, pada range frekuensi 2,2647 GHz - 2,3336 GHz dengan pencapaian gain ≥ 2 dBi dan bandwidth mencapai 60 MHz. Dari hasil simulasi dengan menggunakan software CST, didapatkan bandwidth yang sudah memenuhi syarat VSWR ≤ 1,5 dan Gain sekitar 1.02 dBi. Pada hasil pengukuran antena didapatkan hasil VSWR ≤ 1,5 dengan bandwidth 60 MHz pada antena pertama, 60 MHz pada antena kedua, dan Gain sekitar 1,02 dB pada antena pertama, 1,02 dB pada antena kedua. Pola radiasi berbentuk bidireksional didapat ketika simulasi dan pengukuran. Polarisasi yang didapatkan adalah linier. Dari perancangan frekuensi, Bandwidth dan Gain ini, maka antena ini dapat digunakan sebagai Antena indoor pada teknologi LTE. Kata Kunci: Antena, Mikrostrip MIMO Bowtie,LTE,VSWR
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Polarisasi Sirkular Pada Frekuensi 5,8 Ghz Dengan Catuan Proximity Coupled Untuk Aplikasi First Person View Pesawat Tanpa Awak Pada Sisi Ground Segment Ramtsal Eka Putra; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengambilan video udara seperti pemetaan, aerialshooting, surveillance, atau monitoring suatu lokasi terkadang membutuhkan jarak yang cukup jauh. Permasalahannya adalah sering kali ditemukan kinerja pengambilan gambar  video  dari  UAV  tidak  maksimal  dikarenakan jarak  yang  tidak  mencapai  kemampuan  maksimal  dari transceiver video. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip dengan menggunakan teknik perturbasi yaitu pemotongan bagian tepi pada patch berbentuk sirkular dengan sudut 315° dan 135° untuk mendapatkan polarisasi LHCP terhadap sumbu catuan. Teknik catuan yang digunakan menggunakan proximity coupled dengan ketinggian lapisan atas dan bawah dibuat sama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan teknik perturbasi dapat memodifikasi polarisasi antena mikrosrip menjadi berpolarisasi sirkular dengan parameter dimensi yang mempengaruhi kesirkularan adalah lebar patch (l),  kedalaman perturbasi (tr),  panjang catuan (pl), dan lebar ground (GH,GV). Setelah dirancang, dari hasil simulasi menggunakan software simulasi didapatkan bandwidth impedansi sebesar 471,2 MHz untuk return loss <-10 dB. Gain capaian pada simulasi didapatkan sebesar 8,401 dB pada frekuensi resonansi 5,825 GHz. Pada hasil pengukuran didapatkan bandwidth impedansi sebesar 605 MHz untuk return loss <-10 dB dengan gain capaian sebesar 8,098 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan antena mikrostrip array yang dibuat adalah unidireksional. Polarisasi yang dihasilkan adalah sirkular dengan nilai axial ratio 0.7775 dB pada frekuensi resonansi 5,825 GHz. Kata kunci : antena mikrostrip, polarisasi sirkular, first person view, UAV (Unmanned Aerial Vehicle)
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi