Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Konsentrasi Radionuklida (Ra-226, Th-232, K-40, dan Cs-137) pada Bahan Pangan Menggunakan Spektrometer Gamma di Pasar Raya Kota Padang Muthmainnah, Muthmainnah; Milvita, Dian; Wiyono, Muji
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.394-400.2020

Abstract

Telah dilakukan penentuan konsentrasi radionuklida (Ra-226, Th-232, K-40, dan Cs-137) pada beberapa bahan pangan seperti cabe, beras, ikan laut, ikan tawar, singkong, dan daun singkong menggunakan spektrometer gamma di Pasar Raya Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan data awal konsentrasi radionuklida pada bahan pangan di Pasar Raya Kota Padang. Hasil konsentrasi Ra-226 dan Th-232 dianalisis berdasarkan IAEA TE 1788 dan hasil konsentrasi Cs-137 dianalisis berdasarkan PERMENKES RI No 1031 tahun 2011. Pengukuran konsentrasi radionuklida menggunakan spektrometer gamma. Penelitian diawali dengan preparasi sampel, kalibrasi spektrometer gamma, dan pengukuran konsentrasi radionukida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radionuklida yang terdeteksi pada bahan pangan yaitu Ra-226 dan K-40, sedangkan Th-232 dan Cs-137 tidak terdeteksi. Ra-226 terdeteksi pada semua bahan pangan dengan konsentrasi tertinggi pada ikan tawar yaitu 2,73 ± 0,57 Bq/kg dan konsentrasi terendah pada beras yaitu 1,12 ± 0,28 Bq/kg. Konsentrasi Ra-226 yang terdeteksi pada bahan pangan melebihi batas yang ditetapkan IAEA TE 1788. K-40 terdeteksi pada semua bahan pangan dengan konsentrasi tertinggi pada cabe yaitu 958,06 ± 69,84 Bq/kg dan konsentrasi terendah pada beras yaitu 28,44 ± 2,45 Bq/kg.  The determination of radionuclides concentration (Ra-226, Th-232, K-40, and Cs-137) of some foodstuffs such as chilies, rice, sea fish, freshwater fish, cassava, and cassava leaves using gamma spectrometers in Pasar Raya Padang City has been carried out. This study purposed to determine the initial data of radionuclides concentration in foodstuffs at Pasar Raya, Padang City. The result of Ra-226 and Th-232 concentration compared with IAEA TE 1788 and the result of Cs-137 concentration compared with PERMENKES RI No 1031 of 2011. The radionuclides concentration measured using a gamma spectrometer. This study was started by preparing the sample, calibrating the Gamma Spectrometer, and measuring the concentration of the radionuclides. The results showed that the radionuclides detected in foodstuffs were Ra-226 and K-40, while Th-232 and Cs-137 were not detected. The Ra-226 detected in all of the foodstuffs. The highest concentration was 2.73 ± 0.57 Bq/kg in freshwater fish, and the lowest concentration was 1.12 ± 0.28 Bq/kg in chili. The concentration of Ra-226 detected on foodstuffs exceeds the specified limit of IAEA TE 1788. The K-40 detected in all of the foodstuffs with the highest concentration was 958.06 ± 69.84 Bq /kg in chili, and the lowest concentration was 28.44 ± 2.45 Bq/kg in rice.
Evaluasi Penerapan Proteksi Radiasi pada Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri, dan RS UNAND Syahda, Aprizka Smartalova; Milvita, Dian; Prasetio, Heru
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.517-523.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan proteksi radiasi pada pekerja radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri dan RS UNAND.  Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi, mengestimasi efek yang diterima pekerja radiasi serta mengevaluasi penerapan prinsip proteksi radiasi bagi pekerja radiasi.  Pada penelitian digunakan data sekunder untuk dosis radiasi perorangan pekerja radiasi dan data primer untuk laju paparan radiasi di instalasi radiologi menggunakan surveymeter fluke dengan tegangan pesawat sinar-X 80 kV.  Hasil penelitian menunjukkan dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi pada ketiga rumah sakit dalam waktu 3 bulan di bawah Nilai Batas Dosis (NBD) yaitu (0-0,46) mSv dengan acuan NBD berdasarkan Perka BAPETEN No. 4 Tahun 2013 yaitu 20 mSv dalam satu tahun.  Efek radiasi yang diterima pekerja radiasi diperkirakan efek stokastik karena dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi rendah.  Penerapan proteksi radiasi terkait waktu, jarak, dan penggunaan perisai radiasi ruang memenuhi standar BAPETEN No. 4 Tahun 2013, akan tetapi penggunaan APD sebagai perisai diri belum mengikuti standar. A research on the application of protection from radiation has been done in the radiology installation at Naili DBS Hospital, Selaguri Hospital, and University of Andalas Hospital.  This study aims to evaluate the radiation dose received by radiation workers, to estimate the effect of the radiation to the radiation workers and to evaluate the principal application of radiation protection to radiation workers. The research uses primary data for the radiation exposure rate in radiology installation by using survey meter fluke with 80 kV of X-ray energy and secondary data for the radiation dose for each individual. The result shows that the radiation dose received by the radiation workers on the aforementioned hospitals are below the Dose Limits (NBD) based on Perka BAPETEN No. 4 of 2013, which is (0–0.46) mSv for 3 months compared to 20 mSv for year which is the maximum amount allowed. The radiation effect sustained by the radiation workers is projected to be stochastic, due to the low rate of radiation dose rate. The application of radiation protection related to time, distance and the usage of a radiation shield meets the required standard of BAPETEN, but the usage of personal protective equipment as a self-defence mechanism has not met the required standard yet.
Analisis Radiofarmaka Tc-99m Hynic Folate Pada Pasien Kanker Prostat Menggunakan Teknik Region Of Interest (ROI) Sari, Silvia Novita; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.29-33.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis biodistribusi 99mTc-HYNIC Folate pada pasien kanker prostat menggunakan teknik region of interest (ROI). Penelitian dilakukan terhadap 15 data pasien kanker prostat tahun 2013 dalam menentukan biodistribusi 99mTc-HYNIC Folate pasien kanker prostat. Citra pasien diolah menggunakan teknik ROI dan menggunakan software Statistica 10. Hasil penelitian menunjukkan biodistribusi dari radiofarmaka 99mTc-HYNIC Folate berbeda-beda pada daerah kepala, dada, perut, panggul bagian anterior maupun posterior. Akumulasi radiofarmaka pada bagian anterior seluruh tubuh yaitu 6,818 mCi lebih tinggi dibandingkan seluruh tubuh bagian posterior yaitu 5,109 mCi. Korelasi antara dosis injeksi dengan akumulasi radiofarmaka 99mTc-HYNIC Folate pada seluruh tubuh anterior dan posterior didapatkan hubungan lemah dan tidak signifikan (tidak bermakna) pada setiap tubuh pasien kanker postat. A study on the analysis biodistribution of 99mTc-HYNIC Folate in prostate cancer patients using the region of interest (ROI) technique in the in-vivo laboratory of the TNK group on the TNKBN PTKMR-Batan group, Pasar Jum’at, South Jakarta. The study was conducted on 15 data on prostate cancer patients in 2013 using 99mTc-HYNIC Folate radiopharmaceutical that was injected into the patient’s body. The patient image was processed using the ROI technique using the Statistica 10 software. The results showed the highest biodistribution of the 99mTc-HYNIC Folate radiopharmaceutical in the abdominal area. The radiopharmaceutical accumulation entire body’s anterior 6.818 mCi higher than the whole posterior part of  the body, namely 5.19 mCi. The correlation between the injection dose and the radiopharmaceutical accumulation of 99mTc-HYNIC Folate in the entire anterior and posterior body was weak and insignificant in very prostate cancer patient body.
Analisis Tc-99m Sestamibi Pada Perempuan Kanker Payudara Menggunakan Teknik Region of Interest (ROI) di Laboratorium In-vivo PTKMR-BATAN Halimatussyakdiah, Ajirma; Milvita, Dian; Nazir, Fadil
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.545-549.2020

Abstract

Telah dilakukan pengambilan data sekunder 15 orang volunteer perempuan kanker payudara untuk menganalisis radiofarmaka Tc-99m Sestamibi yang diinjeksikan ke dalam tubuh. Alat yang digunakan pada penelitian adalah kamera gamma. Hasil citra pasien diolah menggunakan teknik ROI. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa biodistribusi radiofarmaka Tc-99m Sestamibi pada tubuh bagian anterior dan posterior  menyebar di daerah bagian perut dengan rentang nilai 150663,496 – 238402,782 cacahan dan di daerah bagian kepala dengan rentang nilai 28331,023 - 42080,541 cacahan. Akumulasi radiofarmaka yang didapat menunjukkan bahwa pada bagian anterior nilainya lebih tinggi dibandingkan posterior. Hubungan yang terbentuk antara dosis injeksi dengan akumulasi radiofarmaka di dalam tubuh volunteer adalah rendah dan tidak signifikan. Secondary data were collected from 15 female breast cancer volunteers to analyze the radiopharmaceutical of Tc-99m Sestamibi was injected into the body. The instrument used in this research is a gamma camera. The result obtained show that radiopharmacy distribution of Tc-99m Sestamibi on the anterior and posterior body is spread in the abdominal area with a value range of 150663.496 – 238402.782 counts and   the area of the head with value range of 28331.023 – 42080.541 counts. The accumulation of radiopharmacy indicated that the anterior value was higher than the posterior. The relationship between injection dose and accumulation of radiopharmacy was low and insignificant.
Perbandingan Tangkapan Dosis Radiasi OSLD NanoDots, TLD-100, dan TLD-100H pada Pemeriksaan Foto Thorax Pasien Anak Vinanda, Putri Trisa; Milvita, Dian; Sofyan, Hasnel
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.137-141.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan tangkapan dosis radiasi yang diterima oleh pasien thorax anak menggunakan OSLD nanoDots, TLD-100, dan TLD-100H. Penelitian bertujuan untuk membandingkan respon dosis radiasi OSLD nanoDots, TLD-100, dan TLD-100 terhadap sinar-X dan mengetahui dosimeter yang lebih sensitif terhadap pemeriksaan dosis radiasi rendah. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur dosis radiasi pada 19 pasien thorax anak usia (0-15) tahun. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa respon setiap dosimeter berbeda-beda, bergantung pada sensitivitas dosimeter tersebut. TLD-100H memiliki sensitivitas yang lebih baik dibandingkan dengan OSLD nanoDots dan TLD-100. Hal ini terbukti, karena TLD-100H menangkap sebagian besar dosis radiasi yang dipancarkan oleh kalibrator. Research comparison the capture dose of radiation received by pediatric thorax patients using OSLD nanoDots, TLD-100, and TLD-100H. This study aimed to compare the dose capture of the three dosimeters and find out which dosimeter is better for capturing the radiation dose of pediatric patients. Data were collected by measuring the radiation dose in 19 pediatric patients (0-15) years old. The measurement results show that each dosimeter’s response is different, depending on the sensitivity of the dosimeter. TLD-100H captures the radiation dose of X-rays better than OSLD nanoDots and TLD-100 because TLD-100H has better sensitivity compared to OSLD nanoDots and TLD100. This is evident, because TLD-100H captures most of the calibrator’s radiation dose compared to OSLD nanoDots and TLD-100.
Estimasi Dosis Radiasi Lensa Mata Menggunakan TLD-100 pada Pasien Brain Scanning CT-Scan Merek Siemens Somatom Perspective Fanis, Anindy Dwitika; Milvita, Dian; Nuraeni, Nunung
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.83-89.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi dosis radiasi yang diterima lensa mata menggunakan TLD-100 pada 20 pasien brain scanning CT-Scan di Instalasi Radiologi RSUP Dr. M. Djamil Kota Padang. Pengukuran dilakukan dengan memasang dosimeter termoluminesensi-100 (TLD-100) pada holder TLD mata ke kepala pasien dengan posisi dekat lensa mata. Data yang telah tersimpan pada TLD-100 kemudian dibaca menggunakan TLD reader. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil pengukuran dosis radiasi yang diterima lensa mata pasien berada di antara 27,90 mGy hingga 47,55 mGy. Dari hasil pengukuran dapat diketahui bahwa tidak ada nilai dosis radiasi yang melebihi Nilai Batas Dosis (NBD) kerusakan lensa mata yang ditetapkan oleh Perka BAPETEN Nomor 4 Tahun 2013, karakterisasi perangkap radiasi yang digunakan memiliki pola kurva pancar yang sama untuk pasien 1-20. Berdasarkan perhitungan statistik, arus tabung memiliki pengaruh terhadap dosis radiasi lensa mata sedangkan waktu penyinaran dan umur pasien tidak memiliki pengaruh terhadap dosis radiasi lensa mata. The reasearch estimated dose of radiation received the lens of the eye used TLD-100 on 20 brain scanning CT-Scan patients in Radiology Installation of RSUP Dr. M. Djamil Padang. Measurement was done using Thermoluminescence Dosemeter-100 (TLD-100) which in TLD eye holder at eye lens of brain scanning patiens. The data that has been stored in TLD-100 then read use TLD reader. Data was processed using Microsoft Excel and dan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Research result of radiation dose are eye lens accept radiation dose range 27,90 mGy till 47,55 mGy. From the measurement result, there is no radiation dose that exceed the threshold value for eye lens damage set by Perka BAPETEN No. 4 at 2013, the radiation trap characterizations used have same pattern for patien 1-20. Based on statistic, the current tube have effect to the radiation dose while time of expose and age of patient have not effect to the radiation dose of eye lens brain scanning patient.
Verifikasi Dosis Radiasi Teknik Penyinaran 3D-CRT pada Pasien Kanker Payudara Menggunakan Film EBT3 di Rumah Sakit UNAND Wessha, Andrea; Milvita, Dian; Ilyas, Muhammad
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.184-190.2021

Abstract

Verifikasi dosis radiasi teknik penyinaran Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy  (3D-CRT) pada pasien kanker payudara telah dilakukan menggunakan film EBT3. Verifikasi dosis radiasi dilakukan di Rumah Sakit Universitas Andalas selama Agustus sampai September 2020. Pengukuran dosis radiasi menggunakan film EBT3 dilakukan untuk memverifikasi dosis radiasi terukur dengan Treatment Planning System (TPS) berdasarkan protokol International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. Nilai dosis radiasi terukur diamati pada setiap lapangan penyinaran yaitu chest-wall dan supraclave. Verifikasi dosis radiasi dari penyinaran dosis radiasi yang terukur menggunakan film EBT3 mendapatkan nilai dosis radiasi yang lebih tinggi dari dosis radiasi TPS. Nilai dari pengukuran dosis radiasi menunjukkan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran chest-wall cenderung tinggi jika dibandingkan dengan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran supraclave. Hasil pengukuran dosis radiasi yang tinggi pada lapangan penyinaran chest-wall disebabkan adanya penggunaan bolus. Berdasarkan hasil pengukuran dosis radiasi tersebut verifikasi dosis radiasi berdasarkan TRS 398 tidak terpenuhi. Diskrepansi dosis radiasi terukur pada setiap pengukuran melebihi standar toleransi TRS 398 yaitu (0-5)% Dose verification of Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) for breast cancer patient has been conducted using film EBT3. The dose radiation had been verificated in Andalas University Hospital from August to September in 2020. Dose radiation measurement using film EBT3 has been verified the dose radiation of Treatment Planning System (TPS) based on International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. The measurable of dose radiation has been observed for chest-wall and supraclave. It was shown that the value of measurable dose radiation is higher than dose radiation in the TPS. The value of dose radiation measurement between chest-wall and supraclave showed different pattern. Measurable dose radiation on Chest-wall is tend to higher value than on supraclave. This pattern is may be due to that radiation treatment on chest-wall was using bolus. Furthermore, the dose radiation discrepancy using film EBT3 exceed the standard limitation base on TRS 398. Thus, the dose verification using film EBT3 is not properly enough for breast cancer patient.
Penentuan Konsentrasi Radionuklida (226Ra, 210Pb, 210Po dan 40K) pada Tembakau Rokok yang Beredar di Kota Padang Menggunakan Spektrometer Gamma dan RAD7 Siyami, Rizka Mutik; Milvita, Dian; Kusdiana, Kusdiana
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.344-350.2021

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konsentrasi radionuklida (226Ra, 210Pb, 210Po dan 40K) pada tembakau rokok di Kota Padang menggunakan spektrometer gamma dan RAD7.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi radionuklida pada tembakau rokok dan mengestimasi dosis efektif tahunan yang diterima perokok.  Pengukuran konsentrasi radionuklida dilakukan pada 3 merek tembakau rokok, diawali dengan preparasi sampel, kalibrasi spektrometer gamma dan RAD7, serta pengukuran konsentrasi radionuklida.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 226Ra terukur pada semua sampel dengan nilai tertinggi ialah (2,29 ± 0,56) Bq/kg.  Konsentrasi 210Po terukur pada semua sampel dengan nilai tertinggi yaitu 1,61 Bq/kg.  Konsentrasi 40K terukur di semua sampel tembakau rokok dengan nilai tertinggi ialah (1.069,05 ± 101,97) Bq/kg. Konsentrasi radionuklida 210Pb tidak terukur pada semua sampel.  Estimasi dosis efektif tahunan yang diterima perokok paling tinggi berasal dari radionuklida 226Ra yaitu 36,1 μSv/tahun, estimasi dosis efektif tahunan total ialah 88,5 μSv/tahun.  Nilai konsentrasi radionuklida yang terukur melebihi batas konsentrasi radionuklida oleh IAEA TE 1788, sedangkan nilai estimasi dosis efektif tahunan yang didapatkan tidak melebihi batas dosis yang ditetapkan UNSCEAR 2010.
Penentuan Aktivitas Spesifik Radionuklida Alam pada Sumber Air Panas di Nagari Pariangan Sumatera Barat Yuliandari, Annisa; Milvita, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.371-376.2021

Abstract

Telah dilakukan  penelitian tentang penentuan aktivitas spesifik radionuklida alam pada sumber air panas di Nagari Pariangan Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas spesifik radionuklida 222Rn, 226Ra,232Th dan 40K. Penelitian ini menggunakan sampel air yang diambil dari tiga sumber air yang berbeda. Aktivitas spesifik air diukur menggunakan dua alat yaitu Durridge Rad7 Radon Detector dengan protokol WAT250 untuk radionuklida 222Rn dan menggunakan spektrometer gamma untuk radionuklida 226Ra,232Th dan 40K. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan pengukuran yaitu nilai aktivitas spesifik222Rn berada pada rentang 1,76-8,42 Bq/L yang menunjukkan bahwa aktivitas spesifik 222Rn  berada di bawah ambang batas yang direkomendasikan oleh Environmental Protection Agency (EPA) yaitu 11 Bq/L. Aktivitas spesifik radionuklida 226Ra berada di bawah batasan minimum yang dapat terdeteksi oleh spektrometer gamma yaitu 0,50 Bq/L. Aktivitas spesifik untuk radionuklida 232Th berkisar antara 0,50 ± 0,22 sampai 0,57 ± 0,20 Bq/L dan aktivitas spesifik 40K berkisar antara 1,24 ± 0,49 Bq/L sampai 62,49 ± 6,78 Bq/L. Nilai aktivitas spesifik226Ra,232Th dan 40Kmasih berada di bawah ambang batas yang direkomendasikan oleh PERKA BAPETEN No 9 tahun 2009 tentang intervensi terhadap paparan radiasi yang berasal dari TENORM yaitu 1000 Bq/L untuk 226Ra dan 232Th serta 10.000 Bq/L untuk 40K.
Pengukuran Konsentrasi Gas Radon (Rn-222) dan Gas Thoron (Rn-220) Menggunakan Detektor CR-39 pada Ruangan Kelas di Kota Lubuk Basung Wulandarisman, Morry; Milvita, Dian; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.113-118.2022

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 pada ruangan kelas di Kota Lubuk Basung.  Penelitian bertujuan untuk menentukan data awal konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) dalam ruangan, kemudian ditinjau berdasarkan ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014.  Pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 sebanyak 50 buah yang dipasang selama 3 bulan pada 9 lokasi sekolah.  Detektor CR-39 selanjutnya dietsa menggunakan larutan NaOH 6,25N selama 7 jam pada suhu 70oC untuk memperjelas jejak partikel alfa dari detektor.  Jejak yang terdapat pada CR-39 dibaca menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400 kali.  Hasil pengukuran konsentrasi gas radon tertinggi yaitu 135±9,55 Bq/m3 dan terendah yaitu 38±2,65 Bq/m3 dengan rerata pada ruangan kelas yaitu 84,06±5,89 Bq/m3.  Konsentrasi gas thoron (Rn-220) tertinggi yaitu 109±7,71 Bq/m3dan terendah yaitu 8±0,57 Bq/m3 dengan rata-rata 61,62±4,38 Bq/m3.  Konsentrasi yang didapatkan tidak melebihi rekomendasi ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014 sebesar 300 Bq/m3 untuk gas radon dan thoron.  
Co-Authors Abrar, Luthfia Aqila Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ajirma Halimatussyakdiah Alimin Mahyudin Almahdi Mousa Almuhayar, Mawanda Almuslimiati Almuslimiati Almuslimiati, Almuslimiati Alvionita, Vinny Alya Nabilla Amatulhaq, Seruni Amel Oktavia S Amel Oktavia S. Andrea Wessha Andriani, Chintia Rahmi Anggi Effina Anindy Dwitika Fanis Annisa Yuliandari Aprizka Smartalova Syahda Arizola Septi Vandra Arizola Septi Vandra Asetiyo, Dini Asma Ul Husna, Indah Astuti Astuti - Azyyati Bahirah Azyyati Bahirah, Azyyati Candra, Ega Septryan Chavied Varuna Chavied Varuna Chavied Varuna, Chavied Chintia Rahmi Andriani Cindy Wulanda Harwin Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Darlina Darlina Darlina Darlina Dedi Mardiansyah Defira, Eli Delvihardini, Rani Despriani, Yola Devi Yunita Devi Yunita Dewanti, Wafi Muthia Dewi Kartikasari Dewi Kartikasari Dewi, Rahmawati Dian Fitriyani Dinda Dyesti Aprilyanti Dinda Dyesti Aprilyanti Dira Rizki Martem Dira Rizki Martem, Dira Rizki Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati, Dyah Effendi, Erawan Effina, Anggi Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Emidatul Manzil Eri Hiswara Eri Hiswara Ervy Primadila Fadhil Nazir Fadhil Nazir, Fadhil Fadil Nasir Fadil Nasir Fadil Nasir, Fadil Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fandi Aulia Ilham Fandi Aulia Ilham, Fandi Aulia Fani Anjelina Fanis, Anindy Dwitika Fathanah, Nurul Fauzana, Suci Febrietri, Ovia Fenta, Ira Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona, Fiqi Fransischa Ramona Friska Wilfianda Putri Friska Wilfianda Putri, Friska Wilfianda Gatot Suhariyono Geby Sri Ayu Oktavia Hadi, Bagus Sidik Waskito Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah, Hajjatun Halimatussyakdiah, Ajirma Harli Handa Hidayat Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Harmayeni Harmayeni Harmayeni, Harmayeni Harwin, Cindy Wulanda Hasanah.Kr, Nurul Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hayu Tyas Utami Helfi Yanti Helfi Yanti, Helfi Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati2 Helfi Yuliati2, Helfi Helga Silvia Helga Silvia Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Hidayat, Harli Handa Hidayat, Maulidia I Gde Sukadana Iin Kurnia Iin Kurnia Ike Putri Liasari Imam Taufiq Imam Taufiq Imam Wahyudi Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Indah Asma Ul Husna Indriani, Widia Ira Fenta Irma Dwi Rahayu Ivone Chirsnia Ivone Chirsnia Kanie, Muhammad Al Jabbar Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy, Kri Yudi Pati Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana, Kusdiana Latifah Aulia Rasyada Liasari, Ike Putri Luthfia Aqila Abrar M. Ali Shafii Mahmudi Rio Putra Mahmudi Rio Putra, Mahmudi Rio Manzil, Emidatul MARIA BINTANG Marzuki Marzuki Maulidia Hidayat Mawanda Almuhayar Maya Putri Sahfira Meqorry Yusfi Merli Azizah Merli Azizah, Merli Milda Utari Milda Utari, Milda Mohammad Ali Shafii Mona Vadila Mona Vadila Monaliza - Monaliza -, Monaliza Morry Wulandarisman Mousa, Almahdi Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Ilyas muhammad ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Iqbal S Muhammad Rizqi Widisaputra Muji Wiyono Muldarisnur, Mulda Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mustofa, Yahya Muthiah Hidayat Muthiah Hidayat Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutya Handayani Mutya Handayani, Mutya Mutya Vonnisa Nabila Fauzi Syafitri Nanang Sumitra Nasution, Rihadatul Aisy Syofyani Nini Firmawati Nisa Oktania, Nisa Nisaul Chaira Yeni Nola Leona Gemi Nola Leona Gemi, Nola Novita, Rahmi Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni, Nunung Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Annisa Nurul Hasanah.Kr Oktavia S, Amel Oktavia, Amel Ovia Febrietri Pahrudin Pahrudin Pahrudin, Pahrudin Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Pradana, Radhia Pratama, Ida Bagus Gede Putra Primadila, Ervy Putri Trisa Vinanda Putri, Rahmiatul Putri, Suriza Radhia Pradana Rahayu, Irma Dwi Rahmat Rasyid Rahmawati Dewi Rahmawati, Indy Rahmi Desi Martha Rahmi Desi Martha Ramacos Fardela Ramadhani, Santri Ramadhani, Syarifah Ramona, Fransischa Rasyada, Latifah Aulia Regiska, Nadia Relis, Septya Annisa Resky Maulanda Septiani Resky Maulanda Septiani, Resky Maulanda Ridwan, Ridwan Rika Susanti Rima Ramadayani Rima Ramadayani, Rima Rizka Mutik Siyami S, Amel Oktavia S, Muhammad Iqbal S., Amel Oktavia Sahfira, Maya Putri Santri Ramadhani Sari, Silvia Novita Sari, Suci Indah Seruni Amatulhaq Silvia Eka Putri Silvia Eka Putri, Silvia Eka Silvia Novita Sari Siyami, Rizka Mutik Solly Aryza Sri Handani Sri Herlinda Sri Herlinda Sri Herlinda, Sri Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi D.T. Basa Sri Oktamuliani Suci Fauzana Sumitra, Nanang Suriza Putri Suryawati Arifin Suryawati Arifin, Suryawati Suwarni - Suwarni - Suyati - Suyati Suyati Syafitri, Nabila Fauzi Syahda, Aprizka Smartalova Taufiq, Vara Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Vadila, Mona Vadila, Mona Vara Taufiq Vinanda, Putri Trisa Vinny Alvionita Vinny Alvionita Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wessha, Andrea Widia Indriani Widisaputra, Muhammad Rizqi Wildian Wildian Wiyono, Muji Wulandarisman, Morry Yahya Mustofa Yeni, Nisaul Chaira Yola Despriani Yosi Sudarsi Asril Yosi Sudarsi Asril, Yosi Sudarsi Yudayanti, Ila Yudayanti Yuliandari, Annisa Yulma Susanto, Riyan Yusfi, Meqqory Yusuf, Khalid Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi