Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Nilai CTDI di Udara dengan Variasi Faktor Eksposi dan Tebal Slice pada Pesawat CT-Scan Merek GE Optima 660 Harmayeni, Harmayeni; Milvita, Dian; Sandy, Kri Yudi Pati
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.52-56.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis nilai CTDI di udara dengan variasi faktor eksposi dan tebal slice pada pesawat CT-Scan merek GE Optima 660. Pengukuran CTDI pada pesawat CT-Scan menggunakan detektor Unfors RaySafe Xi di Instalasi Radiologi Semen Padang Hospital. Posisi pengukuran yang dilakukan adalah di udara pada pusat rotasi di pertengahan gantry. Hasil yang didapatkan yaitu nilai CTDI di udara meningkat dengan bertambahnya faktor eksposi yang diberikan. Nilai CTDI di udara yang diperoleh tidak jauh berbeda untuk setiap variasi tebal slice yang diberikan. Dosis radiasi udara yang dikeluarkan oleh CT-Scan merek GE Optima 660 masih di bawah batas yang diperbolehkan oleh Perka BAPETEN No. 2 Tahun 2018.Katakunci: CTDI , faktor eksposi, pesawat CT-Scan, Unfors RaySafe Xi
Analisis Nilai Noise dari Citra Pesawat CT-Scan pada Beberapa Rekonstruksi Kernel dengan Variasi Slice Thickness Almuslimiati, Almuslimiati; Milvita, Dian; Prasetio, Heru
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.57-63.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis nilai noise dari citra pesawat CT-Scan pada beberaparekonstruksi kernel dengan variasi slice thickness. Penelitian dilakukan dengan menggunakan fantom sebagai bahan pengganti pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan rekonstruksi kernel terhadap nilai noise. Nilai noise ysng didapatkan dibandingkan dengan batas toleransi yang diizinkan oleh BAPETEN. Slice thickness terbaik akan ditentukan dari masing-masing rekonstruksi yang digunakan. Penelitian dilakukan pada arus 250 mAs dan tegangan 120 kV dengan menggunakan rekonstruksi kernel standar, lung, soft, edge, bone dan chest serta variasi slice thickness dari 1 mm – 10 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rekonstruksi kernel yang digunakan memberikan pengaruh berupa peningkatan nilai noise. Nilai noise yang didapatkan masih dalam batas toleransi yang diizinkan oleh BAPETEN. Slice thickness yang paling baik adalah dengan ketebalan 6 mm, karena pada ketebalan ini dihasilkan nilai noise yang paling sedikit. Penggunaan slice thickness yang tidak terlalu tebal akan membuat citra menghasilkan detail-detail gambar yang tinggi dan sebaliknya, untuk itu perlu adanya optimasi penggunaan slice thickness agar bagian tubuh yang menjadi objek pemeriksaan dapat didiagnosis dengan baik.Kata kunci : fantom, noise, rekonstruksi kernel, slice thickness
Analisis Kurva Profile Dose Menggunakan Lapangan Radiasi Elektron pada Pesawat LINAC Tipe Clinac-Cx di Rs Unand Sumitra, Nanang; Milvita, Dian; Kanie, Muhammad Al Jabbar
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.73-78.2020

Abstract

Telah dilakukan analisis kurva profile dose menggunakan lapangan radiasi elektron pada pesawat LINAC tipe Clinac-CX di RS Unand. Penelitian ini menggunakan berkas elektron energi 9, 12, 15,18 MeV pada lapangan radiasi no off-set, off-set 1 cm, off-set 3 cm yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh energi dan lapangan radiasi terhadap nilai symmetri, flatness dan penumbra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai symmetry dan flatness pada tiap energi dan lapangan radiasi masih dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh AAPM TG-40 yaitu 3%. Begitu juga dengan nilai penumbra yang diperoleh masih dalam batas toleransi yaitu (10-15) mm. Research on the analysis of profile dose curves has been carried out using electron radiation fields on LINAC Clinac-CX type aircraft at Unand Hospital.  This study uses electron beam energy 9, 12, 15.18 MeV using a radiation field no off-set, off-set 1 cm, off-set 3 cm which aims to determine the effect of energy and radiation field on the symmetry, flatness and penumbra values. The results showed that the symmetry and flatness values in each energy and radiation field were still within the tolerance limits set by the AAPM TG-40 at 3%. As well the penumbra value obtained is still within the tolerance range of 10-15 mm.
Analisis Dosis Radiasi Paru-Paru Pasien Kanker Payudara dengan Teknik Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) Berdasarkan Grafik Dose Volume Histogram (DVH) Febrietri, Ovia; Milvita, Dian; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.110-117.2020

Abstract

Telah dilakukan analisis dosis radiasi pada paru-paru enam orang pasien kanker payudara yang mendapat terapi radiasi sinar-X 6 MV dengan teknik penyinaran Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT). Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi asas optimasi dan limitasi dalam proteksi radiasi dengan mengevaluasi dosis radiasi yang diterima target kanker berdasarkan ICRU Report 62, dan dosis yang diterima paru-paru pasien kanker payudara berdasarkan QUANTEC, serta mengetahui efek yang ditimbulkan pasca terapi. Pengambilan data dilakukan pada hasil kurva Dose Volume Histogram (DVH) yang didapatkan dari perencanaan penyinaran oleh dokter dan fisikawan medis di Rumah Sakit Universitas Andalas. Hasil penelitian yang didapatkan pengobatan pasien memenuhi asas optimasi karena mendapatkan dosis radiasi yang maksimal pada daerah target kanker. Nilai dosis radiasi yang diterima paru-paru pada tiga orang pasien tidak memenuhi asas limitasi karena melebihi aturan yang ditetapkan oleh QUANTEC, dan salah satu dari pasien mengalami pneumonitis. Hasil evaluasi dosis radiasi pada Planning Target Volume (PTV) dan paru-paru yaitu dosis radiasi yang diterima paru-paru pasien melebihi aturan QUANTEC dan menjadi salah satu risiko terjadinya pneumonitis. Radiation doses in the lungs of six breast cancer patients who received 6-MV X-ray radiation therapy with the Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) radiation technique has been analysed. This study aims to fulfill the principles of optimization and limitation in radiation protection by evaluating the radiation dose received by the cancer target based on ICRU Report 62, and the dose received by the breast cancer patient's lungs based on QUANTEC, as well as knowing the effects caused post-therapy. Data collection was performed on the results of the Dose Volume Histogram (DVH) curve obtained from radiation planning by doctors and medical physicists at Andalas University Hospital. The results of the study found that the treatment of patients fulfills the principle of optimization because they get the maximum radiation dose in the cancer target area. The value of the radiation dose received by the lungs in three patients did not meet the limitation principle because it exceeded the rules set by QUANTEC, and one of the patients had pneumonitis. The results of the radiation doses on the Planning Target Volume (PTV) and lungs, is the radiation dose received by the patient's lungs exceeds the QUANTEC rule and increases the risks of pneumonitis.
Pemetaan Tingkat Radioaktivitas Lingkungan pada Tanah di Kota Padang Despriani, Yola; Milvita, Dian; Kusdiana, Kusdiana; Pradana, Radhia
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.190-195.2020

Abstract

Telah dilakukan pemetaan tingkat radioaktivitas lingkungan pada tanah di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas spesifik dari radionuklida alam Ra-226, Th-232, K-40 dan radionuklida buatan Cs-137 yang terdapat pada tanah di Kota Padang, kemudian ditinjau berdasarkan PERKA BAPETEN No. 9 tahun 2009.  Sampel tanah dikumpulkan dari 20 lokasi pada kedalaman 0-5 cm. Aktivitas spesifik sampel tanah diukur menggunakan seperangkat spektrometer gamma selama 17 jam.  Peta tingkat radioaktivitas dibuat menggunakan aplikasi MapInfo 10.5.  Hasil pengukuran menunjukkan aktivitas spesifik tertinggi terdapat pada radionuklida K-40 berkisar antara 38,04 ± 22,86 sampai 1042,08 ± 76 Bq/kg, dan terendah pada radionuklida Cs-137 berkisar antara 0 sampai 1,66 ± 0,15 Bq/kg.  Aktivitas spesifik Ra-226 berkisar antara 4,05 ± 0,29 sampai 53,44 ± 2,91 Bq/kg dan Th-232 berkisar antara 6,33 ± 0,45 sampai 109,39 ± 5,75 Bq/kg.  Berdasarkan PERKA BAPETEN No. 9 tahun 2009, aktivitas spesifik radionuklida yang terdapat di dalam sampel tanah Kota Padang masih berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan yaitu untuk Ra-226 dan Th-232 adalah 1000 Bq/kg dan untuk K-40 adalah 10000 Bq/kg. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat radioaktivitas pada tanah di Kota Padang masih dalam batas aman dan belum menimbulkan bahaya kesehatan terhadap masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Measurement the level of environmental radioactivity of soil samples in Padang City has been done.  The purpose of this research is to determine the specific activity of natural radionuclide such as Ra-226, Th-232, K-40 and anthropogenic radionuclide such as Cs-137 contained in soil samples of Padang City, then compared it with PERKA BAPETEN No 9/2009.  The soil samples were collected from 20 locations with depth of 0-5 cm.  Specific activity of soil samples was measured using gamma spectrometer for 17 hours.  Map of radioactivity level were made using MapInfo 10.5 application.  The highest specific activity was found in K-40 ranged from 38.04 ± 22.86 Bq/kg to 1042.08 ± 76 Bq/kg, and the lowest in Cs-137 ranged from 0 to 1.66 ± 0.15 Bq/kg.  the specific radioactivity of Ra-226 ranged from 4.05 ± 0.29 to 53.44 ± 2.91 Bq/kg and Th-232 ranged from 6.33 ± 0.45 to 109.39 ± 5.75 Bq/kg.  Based on the head of BAPETEN regulation No 9/2009, the specific activity of radionuclide in soil from Padang City is currently below the limit which are 1000 Bq/kg for Ra-226 and Th-232 and 10000 Bq/kg for K-40.  It can be concluded that the level of radioactivity of soil in Padang City is still in safe limit and has not caused health hazard to people living in the area.
Verifikasi Nilai Dosis Radiasi Berkas Elektron Pesawat LINAC dengan Luas Lapangan Blok Cerrobend (6×6) cm2 dan (8×8) cm2 Berdasarkan Protokol IAEA TRS 398 Ramona, Fransischa; Milvita, Dian; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.238-243.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian  verifikasi nilai dosis radiasi berkas elektron pesawat LINAC dengan luas lapangan blok cerrobend (8×8) cm2, (6×6) cm2 dan tanpa blok (10×10) cm2. Penelitian bertujuan memperoleh  nilai dosis radiasi menggunakan blok cerrobend dan tanpa blok agar sesuai dengan dosis radiasi Treatment Planning System (TPS) dan batas toleransi yang ditetapkan protokol IAEA TRS 398 yaitu ±2%.  Pada penelitian digunakan energi berkas elektron (4, 6, 9, dan 12) MeV menggunakan slab phantom dengan detektor ionisasi chamber plane parallel.  Ketebalan blok cerrobend yang digunakan adalah 1,83 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis radiasi yang dihasilkan menggunakan blok cerrobend lebih tinggi daripada tanpa menggunakan blok cerrobend. Hal ini karena semakin luas ukuran lapangan radiasi, maka akan semakin rendah dosis radiasi yang diterima dan semakin banyak radiasi hambur terjadi.  Nilai deviasi dosis radiasi yang terukur pada slab phantom terhadap dosis radiasi TPS masih memenuhi toleransi yang ditetapkan oleh protokol IAEA TRS 398 yaitu  -0,81 % sampai dengan 1,36%. Verification of radiation values of instrument LINAC electron beam with field size of the cerrobend block (8×8) cm2, (6×6) cm2and without block (10×10) cm2 has been conducted.  This study aims to get the value of radiation dose using cerrobend blocks and without block to equal with dose radiation Treatment Planning System (TPS) and the tolerance limits established protocol IAEA TRS 398 which is ± 2%. The study use electron beam energy (4, 6, 9, and 12) MeV using slab phantom with ionization chamber plane parallel detectors.  The thickness of the cerrobend block use  1.83 cm. The results show that using cerrobend block produce a greater dose radiation than without block.  This due to the larger the size of the radiation field, the lower the dose received and the more scaterring radiation. Deviation value dose radiation of measurement in slab phantom to dose radiation TPS still within the tolerance by protocol IAEA TRS 398 that is -0.81% to 1.36%.
Analisis Konsentrasi Gas Radon (Rn-222) Menggunakan Detektor Jejak Nuklir CR-39 Di Objek Wisata Lobang Jepang Bukittinggi Putri, Suriza; Milvita, Dian; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.250-256.2020

Abstract

Pengukuran konsentrasi gas radon telah dilakukan di objek wisata Lobang Jepang Bukittinggi. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui estimasi dosis efektif yang diterima pengunjung dan pemandu selama memasuki objek wisata tersebut. Pengukuran gas radon dilakukan dengan metode pasif menggunakan 50 detektor jejak nuklir CR-39 yang dipasang selama 14 hari di sepanjang lintasan objek wisata tersebut. Hasil pengukuran konsentrasi gas radon terkecil yaitu 2469,87 ± 174,65 Bq/m3 sampai dengan yang terbesar yaitu 80641,18 ± 5702,19 Bq/m3. Adapun estimasi dosis efektif gas radon terhadap pengunjung yaitu 1,4 x 10-2  mSv/tahun. Nilai ini tidak melebihi dari batas yang direkomendasikan oleh UNSCEAR tahun 2000. Akan tetapi, estimasi dosis gas radon yang diterima pemandu yang didapatkan melebihi dari batas rekomendasi UNSCEAR tahun 2000. The measurement of radon gas concentration has been done in tourism object Lobang Jepang Bukittinggi. This measurement aims to determine the estimated effective dose received by visitors and guides during entering the tourism object. The radon gas measurements are carried out by the passive method using 50 CR-39 nuclear track detectors installed for 14 days along the lines of the tourism object. The smallest results of the radon gas concentration measurement are 2469.87 ± 174.65 Bq/m3 up to the largest that is 80641.18 ± 5702.19 Bq/m3. Furthermore, the estimated effective dose of radon gas to visitors is 1.4 x 10-2 mSv/year. This value does not exceed the limit recommended by UNSCEAR in 2000. However, the estimated radon gas dose received by the guide obtained exceeds the UNSCEAR recommendation limit in 2000.
Kalibrasi TLD Badge di Udara dan Permukaan Fantom Menggunakan Sumber Radiasi Pesawat Sinar-X Konvensional Dewi, Rahmawati; Prasetio, Heru; Milvita, Dian; Rahayu, Irma Dwi; Pardi, Pardi; Mustofa, Yahya
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.257-263.2020

Abstract

Telah dilakukan kalibrasi TLD Badge di udara dan permukaan fantom menggunakan sumber radiasi pesawat sinar-X konvensional tipe Allenger 100R. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi TLD Badge dengan menentukan besarnya nilai faktor kalibrasi, mengetahui besarnya faktor hamburan balik (backscatter factor) serta mengetahui estimasi dosis radiasi di permukaan fantom. Penelitian menggunakan solid water phantom sebagai pengganti tubuh radiografer, TLD Badge sebagai detektor yang akan dikalibrasi dan detektor Unfors-X2 sebagai detektor standar. Dosis radiasi yang digunakan pada penelitian (0,5; 1; 3; 5; 7,5) mGy dengan tegangan (50; 60; 70; 80; 90; 100) kV. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa TLD Badge berada dalam kondisi baik dan besarnya faktor kalibrasi TLD Badge  yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan estimasi dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi. Besarnya nilai faktor kalibrasi berdasarkan tegangan referensi 70 kV diperoleh sebesar 0,018 mGy/nC  mendekati dengan nilai faktor kalibrasi TLD Badge yang telah dilakukan oleh pihak PTKMR BATAN yaitu 0,020 mGy/nC. Nilai backscatter factor TLD Badge memiliki pola yang sama dengan protokol IAEA TRS No.457. Backscatter factor TLD Badge yang diperoleh dapat menambah literatur backscatter factor di protokol IAEA TRS No.457 untuk luas lapangan radiasi 350 cm x 350 cm . TLD Badge has been calibrated in air and phantom surface using radiation source of x-ray conventional type allenger 100R. The study aims to determine of the condition of the TLD Badge by determining the value of the calibration factor, knowing the magnitude of the backscatter factor and knowing the estimated radiation dose on the phantom surface The study uses solid water phantom as a substitute for the body of the radiographer, TLD Badge as a detector to be calibrated and Unfors-X2 detector as a standard detector. The radiation dose used in this study (0.5; 1; 3; 5; 7.5) mGy with voltage (50; 60; 70; 80; 90; 100) kV. Calibration results show that the TLD Badge is in good condition and the magnitude of the TLD Badge calibration factor obtained could be used to determine the estimated radiation dose received by the radiation worker. The value of the calibration factor based on the 70kV reference voltage obtained by 0.018 mGy /nC is close to the TLD Badge calibration factor value that has been carried out by PTKMR BATAN which is 0.020 mGy /nC. Backscatter factor value TLD Badge has the same pattern as the IAEA TRS protocol No.457. The TLD Badge backscatter factor obtained can add to the backscatter factor literature in the IAEA TRS protocol No.457 for the 350 cm x 350 cm radiation field area.
Estimasi Laju Dosis Radiasi yang Lolos Melalui Dinding Primer dan Sekunder Berdasarkan Beban Kerja Pesawat Teleterapi Co-60 di Instalasi Radioterapi RSUP. Dr. M. Djamil Padang (Studi Kasus Januari - Juni 2019) Ramadhani, Santri; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Mursiyatun, Mursiyatun
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.284-291.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding primer dan sekunder, berdasarkan beban kerja pesawat teletrapi Co-60 di instalasi radioterapi RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian menggunakan data sekunder berupa data dosis pasien, pekerja radiasi periode Januari-Juni 2019 dan data desain dinding ruang penyinaran Co-60. Metode perhitungan menggunakan persamaan analitik dari SRS No. 47 IAEA. Hasil yang didapatkan adalah nilai beban kerja pesawat Co-60 per minggu berkisar antara (6,4-288) Gy m2 per minggu. Nilai ini masih berada di bawah rekomendasi NCRP No. 49. Hasil perhitungan estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding primer berkisar antara (5,35 × 10-9–1,99 × 10-6) Sv per minggu, sedangkan estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding sekunder akibat radisi bocor berkisar antara (2,27 × 10-14- 2,41 × 10-6) Sv per minggu dan melalui dinding sekunder akibat radiasi hambur berkisar antara (1,56 × 10-17- 1,94 × 10-9) Sv per minggu. Nilai estimasi laju dosis radiasi yang didapatkan masih berada di bawah nilai batas dosis (NBD) yang ditetapkan oleh BAPETEN No. 3 Tahun 2013 pasal 30 dan 31 tentang limitasi dosis radiasi untuk pekerja radiasi dan masyarakat umum. Research has been conducted on the estimation of the rate of radiation doses that pass through the primary and secondary walls, based on the workload of the Co-60 teletherapy instrument in the radiotherapy installation of RSUP. Dr. M. Djamil Padang. The research using secondary data, that are the patient dose and radiation workers for the January-June 2019 period and Co-60 wall design data. The method of calculation was analytic equations from Safety Report Series (SRS) International Atomic Energy Agency (IAEA) No. 47. The result show that the workload value of Co-60 ranges from (6.4-288) Gy m2 week. This value was still lower than the recommendation of NCRP No. 49. The results of the calculation of the estimated radiation dose rate that passes through the primary wall obtained ranged between (5.35 × 10-9-1.99 × 10-6) Sv per week, while through the secondary wall due to the leakage of radiation ranged between (2.27× 10-14–2.41 × 10-6) Sv per week and through the secondary wall due to scattering radiation ranged between (1.56 × 10-17–1.94 × 10-9) Sv per week. The estimated value of the radiation dose obtained is still lower than the value of dose limit (NBD) determined by BAPETEN No. 3 of 2013 articles 30 and 31 concerning the limitation of radiation doses for radiation workers and general public.
Estimasi Dosis Radiasi 3D Energi Foton Berbasis Percentage Depth Dose (PDD) dan Profile Dose untuk Treatment Planning System (TPS) Pesawat LINAC Primadila, Ervy; Milvita, Dian; Prasetio, Heru; Kanie, Muhammad Al Jabbar
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.323-330.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi dosis radiasi 3D energi foton berbasis percentage depth dose (PDD) dan profile dose untuk treatment planning system (TPS) pesawat LINAC menggunakan Matlab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempermudah dan meningkatkan ketelitian pada pembacaan distribusi dosis radiasi permukaan di beberapa kedalaman secara langsung dalam satu kurva.  Estimasi dosis radiasi dilakukan menggunakan data PDD dan data profile dose pada kedalaman 5, 10, 15, 20, dan 25 cm.  Data PDD dan profile dose diambil dengan berkas foton 6 MV dan 10 MV pada luas lapangan 10x10 cm2 dan source surface distance (SSD) 100 cm.  Teknik yang digunakan dalam pengolahan data PDD dan profile dose adalah teknik interpolasi agar data-data tersebut memiliki nilai dengan interval 0,1 mm.  Interval 0,1 mm berguna untuk memberikan jarak antar titik distribusi dosis radiasi bernilai sebesar 0,1 mm.  Hasil penelitian adalah estimasi dosis radiasi 3D yang menunjukkan distribusi dosis radiasi permukaan pada setiap kedalaman yang digunakan dalam penelitian.  Estimasi dosis radiasi pada setiap kedalaman memiliki pola distribusi dosis radiasi yang menyerupai pola distribusi dosis radiasi pada TPS standar di Rumah Sakit Universitas Andalas. Estimasi dosis radiasi menunjukkan bahwa distribusi dosis radiasi akan semakin lebar dan nilai dosis radiasi menjadi semakin menurun seiring peningkatan kedalaman target penyinaran.  A research has been conducted on estimating the 3D radiation dose with photon energy based percentage depth dose (PDD) and profile dose for treatment planning system (TPS) of LINAC using Matlab.  The purpose of this study is to simplify and improve accuracy in reading the distribution of surface radiation dose at several depths directly in one curve.  Estimating of radiation dose is done using percentage depth dose (PDD) and profile dose data at depths of 5, 10, 15, 20, and 25 cm.  PDD and profile dose data were obtained using photon energy 6 MV and 10 MV in field size of 10x10 cm2 and source surface distance (SSD) of 100 cm.  The technique used in processing PDD and profile dose is interpolation technique, so that the data have values with interval of 0.1 mm.  The interval of 0.1 mm is useful for giving the distance between points of radiation dose distribution is 0.1 mm.  The results were estimating of 3D radiation dose at each depth used in the study.  The radiation dose estimation for each depth produced has a radiation dose distribution pattern similar to the radiation dose distribution pattern at a standard TPS at Andalas University Hospital.  The radiation dose estimation show that the distribution of radiation dose will get wider and the value of radiation dose will decrease with increasing depth of the radiation target.
Co-Authors Abrar, Luthfia Aqila Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ajirma Halimatussyakdiah Alimin Mahyudin Almahdi Mousa Almuhayar, Mawanda Almuslimiati Almuslimiati Almuslimiati, Almuslimiati Alvionita, Vinny Alya Nabilla Amatulhaq, Seruni Amel Oktavia S Amel Oktavia S. Andrea Wessha Andriani, Chintia Rahmi Anggi Effina Anindy Dwitika Fanis Annisa Yuliandari Aprizka Smartalova Syahda Arizola Septi Vandra Arizola Septi Vandra Asma Ul Husna, Indah Astuti Astuti - Azyyati Bahirah Azyyati Bahirah, Azyyati Candra, Ega Septryan Chavied Varuna Chavied Varuna Chavied Varuna, Chavied Chintia Rahmi Andriani Cindy Wulanda Harwin Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Darlina Darlina Darlina Darlina Dedi Mardiansyah Defira, Eli Delvihardini, Rani Despriani, Yola Devi Yunita Devi Yunita Dewanti, Wafi Muthia Dewi Kartikasari Dewi Kartikasari Dewi, Rahmawati Dian Fitriyani Dinda Dyesti Aprilyanti Dinda Dyesti Aprilyanti Dira Rizki Martem Dira Rizki Martem, Dira Rizki Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati, Dyah Effendi, Erawan Effina, Anggi Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Emidatul Manzil Eri Hiswara Eri Hiswara Ervy Primadila Fadhil Nazir Fadhil Nazir, Fadhil Fadil Nasir Fadil Nasir Fadil Nasir, Fadil Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fandi Aulia Ilham Fandi Aulia Ilham, Fandi Aulia Fani Anjelina Fanis, Anindy Dwitika Fathanah, Nurul Fauzana, Suci Febrietri, Ovia Fenta, Ira Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona, Fiqi Fransischa Ramona Friska Wilfianda Putri Friska Wilfianda Putri, Friska Wilfianda Gatot Suhariyono Geby Sri Ayu Oktavia Hadi, Bagus Sidik Waskito Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah, Hajjatun Halimatussyakdiah, Ajirma Harli Handa Hidayat Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Harmayeni Harmayeni Harmayeni, Harmayeni Harwin, Cindy Wulanda Hasanah.Kr, Nurul Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hayu Tyas Utami Helfi Yanti Helfi Yanti, Helfi Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati2 Helfi Yuliati2, Helfi Helga Silvia Helga Silvia Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Hidayat, Harli Handa Hidayat, Maulidia I Gde Sukadana Iin Kurnia Iin Kurnia Ike Putri Liasari Imam Taufiq Imam Taufiq Imam Wahyudi Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Indah Asma Ul Husna Indriani, Widia Ira Fenta Irma Dwi Rahayu Ivone Chirsnia Ivone Chirsnia Kanie, Muhammad Al Jabbar Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy, Kri Yudi Pati Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana, Kusdiana Latifah Aulia Rasyada Liasari, Ike Putri Luthfia Aqila Abrar M. Ali Shafii Mahmudi Rio Putra Mahmudi Rio Putra, Mahmudi Rio Manzil, Emidatul MARIA BINTANG Marzuki Marzuki Maulidia Hidayat Mawanda Almuhayar Maya Putri Sahfira Meqorry Yusfi Merli Azizah Merli Azizah, Merli Milda Utari Milda Utari, Milda Mohammad Ali Shafii Mona Vadila Mona Vadila Monaliza - Monaliza -, Monaliza Morry Wulandarisman Mousa, Almahdi Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Ilyas muhammad ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Iqbal S Muhammad Rizqi Widisaputra Muji Wiyono Muldarisnur, Mulda Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mustofa, Yahya Muthiah Hidayat Muthiah Hidayat Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutya Handayani Mutya Handayani, Mutya Mutya Vonnisa Nabila Fauzi Syafitri Nanang Sumitra Nasution, Rihadatul Aisy Syofyani Nini Firmawati Nisaul Chaira Yeni Nola Leona Gemi Nola Leona Gemi, Nola Novita, Rahmi Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni, Nunung Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Annisa Nurul Hasanah.Kr Oktavia S, Amel Oktavia, Amel Ovia Febrietri Pahrudin Pahrudin Pahrudin, Pahrudin Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Pradana, Radhia Pratama, Ida Bagus Gede Putra Primadila, Ervy Putri Trisa Vinanda Putri, Rahmiatul Putri, Suriza Radhia Pradana Rahayu, Irma Dwi Rahmat Rasyid Rahmawati Dewi Rahmawati, Indy Rahmi Desi Martha Rahmi Desi Martha Ramacos Fardela Ramadhani, Santri Ramadhani, Syarifah Ramona, Fransischa Rasyada, Latifah Aulia Regiska, Nadia Relis, Septya Annisa Resky Maulanda Septiani Resky Maulanda Septiani, Resky Maulanda Ridwan, Ridwan Rika Susanti Rima Ramadayani Rima Ramadayani, Rima Rizka Mutik Siyami S, Amel Oktavia S, Muhammad Iqbal S., Amel Oktavia Sahfira, Maya Putri Santri Ramadhani Sari, Silvia Novita Sari, Suci Indah Seruni Amatulhaq Silvia Eka Putri Silvia Eka Putri, Silvia Eka Silvia Novita Sari Siyami, Rizka Mutik Solly Aryza Sri Handani Sri Herlinda Sri Herlinda Sri Herlinda, Sri Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi D.T. Basa Sri Oktamuliani Suci Fauzana Sumitra, Nanang Suriza Putri Suryawati Arifin Suryawati Arifin, Suryawati Suwarni - Suwarni - Suyati - Suyati Suyati Syafitri, Nabila Fauzi Syahda, Aprizka Smartalova Taufiq, Vara Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Vadila, Mona Vadila, Mona Vara Taufiq Vinanda, Putri Trisa Vinny Alvionita Vinny Alvionita Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wessha, Andrea Widia Indriani Widisaputra, Muhammad Rizqi Wildian Wildian Wiyono, Muji Wulandarisman, Morry Yahya Mustofa Yeni, Nisaul Chaira Yola Despriani Yosi Sudarsi Asril Yosi Sudarsi Asril, Yosi Sudarsi Yudayanti, Ila Yudayanti Yuliandari, Annisa Yulma Susanto, Riyan Yusfi, Meqqory Yusuf, Khalid Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi