Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penggunaan Urea sebagai Sumber Nitrogen pada Proses Biodegradasi Substrat Lumpur Sawit oleh Jamur Phanerochaete chrysosporium Noferdiman Noferdiman; Yose Rizal; Mirzah Mirzah; Yan Heryandi; Yetti Marlida
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 11 No. 4 (2008): November 2008
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.887 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v11i4.748

Abstract

The research was conducted to study the biodegradation capability on palm oil sludge substrate by Phanerochaete  chrysosporium   with increasing urea  as  nitrogen  source. The  experiment was  designed using Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications, namely : U-0 = 0,0 %  Urea,    U-1=      0,5  %  Urea,    U-2  =  1,0  %  Urea,    U-3  =  1,5  %  Urea  and  U-4  =  2,0  %  Urea. The observed variables were the amount of spore, C/N ratio, pH, crude fiber, crude protein, lignin, cellulose and enzyme activities. The result of this study showed that added urea were significantly (P<0.01) crude fiber, crude protein, lignin, cellulose and enzyme activities. The use of urea on the first level amounting to  1.5  %  in palm  oil  sludge  can  help  Phanerochaete  chrysosporium   to  reduce  crude  fiber to (30,71%),  lignin (29.89  %),  cellulose (36.42  %) and it  can  increase  the  content  of crude  protein    to    (34.50  %), reduction sugar and enzyme activities.
Effect of Glutamate Supplementation in Broiler Chicken Feed to The Quality of Carcass Vebera Maslami; Azhary Noersidiq; Fahrullah Fahrullah; Dwi Kusuma Purnamasari; Yetti Marlida; Mirnawati; Yuliaty Shan Nur
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i2.4873

Abstract

: Glutamate is an alternative feed additive that is safe and environmentally friendly in improving the quality of broiler chicken carcass. This study aims to determine the effect of glutamate produced by Lactobacilus plantarum MV on the quality of broiler chicken carcass. The aim of this research was to get the optimum doses of glutamate in feed broiler for increasing the quality of carcass. The design used was a Completely Randomized Design (CRD), with 6 treatments and 4 replications. This study used 240 broiler chicken strain MB 202 from PT Charoen Phokphand Indonesia, 1 day old and the treatment started at 7 days of age with 5 weeks of treatment. Each experimental unit consisted of 10 chickens. The Glutamate doses in groups were, A (0.4% commercial glutamate; B (0% glutamate); C (0.2% glutamate); D (0.4% glutamate); E (0.6% glutamate); F (0.8% glutamate). The results indicated that glutamate up to 0.8% had significant effects on carcass quality, consisting of reducing abdominal fat (0,64%) and cholesterol (0,64%), as well as increasing meat protein (73,09%) and cooking losses (26.69%). It can be concluded that 0,8% glutamate in broiler feed was increasing the quality of carcass.
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat Yesi Chwenta Sari; Montesqrit Montesqrit; Yetti Marlida; Syafri Nanda
JURNAL TRITON Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i1.412

Abstract

Salah satu potensi sumber daya pakan lokal di daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yaitu dedak padi. Dedak padi merupakan hasil sampingan penggilingan padi menjadi beras yang memiliki kandungan nutrisi cukup baik sebagai pakan ternak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis sifat fisik dedak padi dari beberapa varietas padi lokal di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada bulan September 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan yaitu dedak padi IR 42, dedak padi Kuriak Kusuik, dedak padi Payuang Kuniang, dedak padi Randah Putiah, dedak padi Sokan, dan dedak padi Kuriak Aluih yang diulang 4 kali. Ulangan penelitian adalah waktu pengambilan sampel yang berbeda. Parameter yang diamati meliputi berat jenis, kerapatan tumpukan dan sudut tumpukan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam ANOVA, jika terdapat pengaruh berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap nilai berat jenis dan nilai kerapatan tumpukan serta berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap nilai sudut tumpukan beberapa varietas dedak padi lokal di Kabupaten Agam. Hasil pengamatan nilai berat jenis, kerapatan tumpukan dan sudut tumpukan terbaik yaitu 1.46 kg l-1, 358.84 g l-1, dan 52.92o. Dedak padi dengan kualitas terbaik berdasarkan analisis uji sifat fisik meliputi berat jenis, kerapatan tumpukan dan sudut tumpukan terdapat pada dedak padi varietas padi lokal IR 42.
Isolasi Dan Karakteristik Fungi Lignoselulolitik Dari Limbah Sawit Sebagai Agen Pendegradasi Pakan Berserat Yunilas Yunilas; Lili Warly; Yetti Marlida; Irsan Ryanto
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Volume 12, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v12i2.10112

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakteristik fungi lignoselulolitik dari limbah sawit sebagai pendegradasi serat (senyawa polisakarida). Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi melalui isolasi, karakteristik, uji degradasi lignoselulosa dan identifikasi. Isolasi menggunakan medium selektif yang dimodifikasi mengandung carboxy methyl cellulose (CMC), xylan, lignin dan manan. Dari hasil isolasi diperoleh 16 isolat fungi lignoselulolitik dan 4 diantaranya memiliki kemampuan tinggi dalam mendegradasi lignoselulosa yaitu isolate fungi YLF2, YLF3, YLF4 dan YLF8. Isolat fungi yang diperoleh memiliki karakteristik yang bervariasi meliputi bentuk, permukaan, tepi dan warna koloni. Hasil uji degradasi (hidrolitik) menunjukkan bahwa isolat fungi YLF8 menghasilkan indeks hidrolitik lebih tinggi dibanding fungi lainnya. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa isolat fungi YLF8 termasuk pada strain Trichoderma sp berpotensi sebagai isolat pendegradasi serat dan dapat digunakan sebagai bioktivator dalam fermentasi pakan berserat.Isolation And Characteristic Of Lignocellulolitic Fungi Of Palm Waste As a Fiber Feed Degrading AgentAbstract. This study aims to isolate and characterize lignocellulolytic fungi from palm wastes as fiber degradation (polysaccharide compounds). This research uses exploration method through isolation, characteristic, lignocellulosic degradation test and identification. Isolation using modified selective medium contains carboxy methyl cellulose (CMC), xylan, lignin and manan. From isolation result obtained 16 isolates of lignocellulolytic fungi and 4 of them have high ability in degrading lignocellulose that is fungi YLF2, YLF3, YLF4 and YLF8. The obtained fungi isolates have varying characteristics including shape, surface, edges and colony color. The result of degradation test (hydrolytic) showed that YLF8 fungi isolates yielded higher hydrolytic index than other fungi. Based on the results it can be concluded that the isolates of YLF8 fungi belong to the Trichoderma sp strain potentially as fiber degrading isolates and can be used as bioctivators in fibrous fermentation feed. 
PERBAIKAN KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR LIMBAH KOPI (Coffea canephora) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Trichoderma reesei: Improvement of Crude Protein and Crude Fiber Content in Fermented Coffee (Coffea canephora) Waste Using Trichoderma reesei Liliani, Emili; Marlida, Yetti; Yuniza, Ahadiyah; Ardani, Laily Rinda
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 1 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i1.1149

Abstract

Kulit kopi merupakan limbah yang masih belum banyak dimanfaatkan hingga saat ini. Ketersediaan limbah kopi dan nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya, membuat limbah kopi dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif. Namun, pemanfaatannya sebagai pakan ternak khususnya unggas masih terkendala karena kandungan serat kasar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas limbah kopi sebagai pakan alternatif ternak unggas melalui fermentasi kapang Trichoderma reesei (8,2 x108 CFU/g) dengan dosis dan lama fermentasi yang terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis inokulum (A1=3%, A2=6%, dan A3=9%) dan lama inkubasi (B1=5 hari, B2=10 hari dan B3= 15 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis inokulum dan waktu inkubasi terbaik pada perlakuan A2B1 (dosis inokulum 6%, waktu inkubasi 5 hari) berpengaruh sangat nyata (p<0,05) dalam meningkatkan kandungan protein kasar limbah kopi fermentasi sebesar 12,58%. Sementara itu, dosis inokulum dan waktu inkubasi terbaik pada perlakuan A2B2 (dosis inokulum 6%, waktu inkubasi 10 hari) berpengaruh nyata (p<0,05) dalam menurunkan kandungan serat kasar limbah kopi fermentasi sebesar 27,06%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa interaksi dosis inokulum dan lama inkubasi terbaik mampu memperbaiki kualitas limbah kopi dengan meningkatkan kandungan protein kasar sebesar 12,58% (A2B1) serta menurunkan serat kasar limbah kopi fermentasi sebesar sebesar 27,06% (A2B2).   Kata kunci: Fermentasi, Limbah kopi, Protein kasar, Serat kasar, Trichoderma reesei
PENGARUH DOSIS PEMBERIAN PROBIOTIK CAMPURAN (Lactobacillus harbinensis DAN Saccharaomyces cerevesiae) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA DAN KOLESTEROL DAGING BROILER: Effect of Dosage of Mixed Probiotics (Lactobacillus harbinensis and Saccharaomyces cerevesiae) in Drinking Water on Performance and Cholesterol of Broiler Meat Sayuti, Tiara Sarina Putri; Marlida, Yetti; Heryandi, Yan; Anggraini, Lili
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 1 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i1.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian probiotik campuran (Lactobacillus harbinensis dan Saccharaomyces Cerevesiae) pada air minum terhadap performa broiler (konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum). Penelitian ini menggunakan 100 ekor DOC broiler unsex strain Arbor Acres CP-707, dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan, faktor A: (tanpa pemberian probiotik), B: (0,1 ml probiotik campuran/20 ml air minum/ekor), C: (0,2 ml probiotik campuran/20 ml air minum/ekor), dan D: (0,3 ml probiotik campuran/20 ml air minum/ekor). Analisa data menggunakan tabel ANOVA (analysis of variance) yang dilanjutkan dengan analisis Duncan’s Multi Range Test (DMRT). Pemberian probiotik campuran L. harbinensis dan S. Cerevesiae pada broiler tidak mempengaruhi konsumsi dan konversi pakan, namun meningkatkan pertambahan bobot badan dibanding dengan yang tidak diberi probiotik.   Kata kunci: Lactobacillus harbinensis, Mikroba Campuran, Saccharaomyces Cerevesiae, Performa Broiler
PENGARUH PENGGUNAAN KAPANG TRICHODERMA VIRIDE TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PADA CAMPURAN ONGGOK DAN AMPAS TAHU : The Effect of Using Trichoderma Viride Mold on Crude Protein and Crude Fiber Levels in a Mixture of Tapioca By-Products (Onggok) and Tofu Dregs Indayati, Anis; Marlida, Yetti; Endo Mahata, Maria; Rinda Ardani, Laily
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 1 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i1.1377

Abstract

Limbah industri pengolahan pangan seperti onggok dan ampas tahu dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif khususnya ternak unggas. Namun, pemanfaatan onggok dan ampas tahu terkendala faktor pembatas sebagai pakan unggas karena kedua bahan ini mengandung serat kasar yang tinggi. Selain itu, kandungan protein kasar pada onggok juga rendah dan tinggi asam sianida (HCN). Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas campuran onggok dan ampas tahu sebagai pakan alternatif ternak unggas melalui fermentasi kapang Trichoderma viride (9,2 x108 CFU/g) sebanyak 4% dari substrat dengan campuran dan waktu fermentasi tertentu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor A (komposisi onggok dan ampas tahu): A1 = 80%:20%, A2 = 60%:40%, A3 = 40%:60% dan faktor B (waktu fermentasi): B1 = 3 hari, B2 = 5 hari, B3 = 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi onggok dan ampas tahu 60%:40% dan waktu fermentasi 7 hari berpengaruh nyata (p<0,05) dalam meningkatkan kandungan protein kasar tertinggi menjadi 21,28%. Sementara itu, penurunan kandungan serat kasar terendah (p<0,05) ditunjukkan pada perlakuan komposisi onggok dan ampas tahu 60%:40%, waktu fermentasi 7 hari yaitu sebesar 16,07%. Perlakuan terbaik menurunkan kandungan HCN onggok dari 167,70 ppm menjadi 2,1 ppm setelah fermentasi. Dapat disimpulkan bahwa interaksi komposisi onggok dan ampas tahu dengan waktu fermentasi terbaik mampu memperbaiki kualitas dengan meningkatkan kandungan protein kasar menjadi 21,28%, menurunkan serat kasar menjadi 16,07% dan kandungan HCN onggok menjadi 2,1 ppm.   Kata kunci: Ampas tahu, Fermentasi, Onggok, Protein kasar, Serat kasar, Trichoderma viride
The Potency Of Glutamate Producing Lactic Acid Bacteria Isolated as Additive Feed In Improving Broiler Performance Maslami, Vebera; Marlida, Yetti; Mirnawati, Mirnawati; Shafan Nur, Yuliaty Shafan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 10, No 1 (2023): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v10i1.27551

Abstract

ABSTRACT Glutamate is one of the amino acids that can act as flavor neurotransmitter. Some lactic acid bacteria (LAB) are known as producers of glutamate. Such LAB could be widely found in many fermentation products. The objectives of this study were to isolate and characterize some glutamate producing LAB isolated from West Sumatera fermented food products (dadih, asam durian, ikan budu and tapai). A total of 1,014 LAB was isolated from the fermented food products. Of these, 40 isolates were considered the best based on their ability to produce inhibition zones >2mm in the presence of 2% CaCO3. Qualitative analysis using thin layer chromatography and quantitative analysis using spectrophotometer revealed that 27 of the 40 LAB isolates produce glutamate. The highest glutamate production was found in LAB of dadih origin (coded as N32). N32 produced a glutamate of 38.25 mg/ml. N32 was found to be gram positive, negative for catalase, oxidase and motility, and can utilize sugars in the form of lactose, glucose and mannitol. The N32 was identified to be Lactobacullus sp. Thus N32 (Lactobacullus sp) from dadih has the potential to produce glutamate acid. Keywords: glutamate, building blocks, lactic acid bacteria, food fermentatio
Optimasi Variasi Sumber Karbon dan Nitrogen Isolat Bakteri Endofitik dari Tanaman Bruguiera gymnorrhiza dalam Menghasilkan Crude Enzim Protease Agustien, Anthoni; Marlida, Yetti; Zovia, Miftahul
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9705

Abstract

Enzim protease merupakan salah satu enzim komersial yang memiliki berbagai manfaat dan aplikasi pada bidang industri. Enzim protease dapat dihasilkan oleh mikroorganisme dan dapat dilakukan optimasi untuk menghasilkan aktivitas enzim yang optimum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis sumber karbon dan sumber nitrogen terbaik dalam menghasilkan enzim protease. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan beberapa variasi jenis sumber karbon dan nitrogen untuk melihat aktivitas enzim protease melalui ekstrak kasar enzim (crude enzyme extract) yang dihasilkan. Hasil didapatkan dari  penelitian ini adalah sumber karbon yang terbaik berupa maltosa, sedangkan sumber nitrogen terbaik merupakan kalium nitrat (KNO3) konsentrasi 1% (v/v), dengan aktivitas protease sebesar 1,136 U/mL
Optimasi Enzim Isolat Bakteri Endofitik EUA-136 dari Sonneratia Sp. Penghasil Protease Agustien, Anthoni; Dwitaviani, Rima; Marlida, Yetti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9405

Abstract

Enzim protease memiliki kemampuan untuk memecah protein menjadi oligopeptida dan asam amino. Enzim yang dihasilkan oleh bakteri endofitik dapat diproduksi dalam skala besar tanpa perlu merusak atau menebang tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu, pH, dan waktu inkubasi optimum terhadap isolat bakteri endofitik EUA-136 dalam meningkatkan aktivitas enzim protease. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) tipe rancangan Central Composite Design (CCD) pada software Design Expert 13. Hasil dari penelitian ini didapatkan aktivitas protease dari isolat bakteri endofitik EUA-136 optimum pada suhu 30 ºC, pH 8 dalam waktu inkubasi 15 menit. Keywords: optimasi, protease, bakteri endofitik, response surface methodology