Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Media Pembelajaran Animasi Berbasis Adobe Flash CS 6 pada Materi Jaringan Komputer untuk Siswa SMK Nurhasanah, Nurhasanah; Nur Fitrianingsih; Ahyar, Ahyar
Inventor: Jurnal Inovasi dan Tren Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 1 No. 3 (2023): Edisi Oktober
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/inventor.v1i3.1173

Abstract

This study aims to design adobe flash CS 6-based animation learning media and determine the feasibility of adobe flash-based animation learning media. The final result of this research is Adobe Flash CS 6-based animation learning media on computer network material for class X TKJ at SMKN 1 Kota Bima which has been tested for feasibility. This study uses the R&D method with the ADDIE model. The stages in this study include five stages, namely (1) the analysis stage (needs analysis), (2) design, (3) development (product development), (4) implementation (product trial) , and (5) evaluation (product maintenance). Based on the final assessment of media experts I and media experts II with a percentage of 92.5%, media experts stated that Adobe Flash-based animation learning media on computer network material that had been developed was declared very feasible. Based on the final assessment of the material experts with a percentage of 90% stated that Adobe Flash CS6-based animation learning media on computer network material that had been developed was declared Very Feasible. While the final result of the small group respondents' assessment of Adobe Flash CS6-based animation learning media on computer network material with a percentage of 81.25% was declared Feasible. The final result of the large group respondent's assessment of the android-based computer assembly learning media with a percentage of 85.87% was stated to be Very Feasible. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran animasi berbasis adobe flash CS 6 dan mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran animasi berbasis adobe flash. Hasil akhir dari penelitian ini adalah Media Pembelajaran animasi berbasis adobe flash pada materi jaringan komputer kelas X TKJ di SMKN 1 kota bima yang telah teruji kelayakannya. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE Tnahapan dalam penelitian ini meliputi lima tahapan, yaitu (1) tahap analisys (analisis kebutuhan), (2) design, (3) development (pengembangan produk), (4) implementation (uji coba produk), dan (5) evaluation (pemeliharaan produk). Berdasarkan penilaian akhir dari Ahli media I dan Ahli media II dengan persentase 92,5% ahli media menyatakan bahwa media pembelajaran animasi berbasis adobe flash CS 6 pada materi jaringan komputer yang telah dikembangan dinyatakan Sangan Layak. Berdasarkan penilaian akhir dari Ahli materi dengan persentase 90% menyatakan bahwa media pembelajaran animasi berbasis adobe flash CS 6 pada materi jaringan komputer yang telah dikembangkan dinyatakan Sangat Layak. Sedangkan hasil akhir dari penilaian responden kelompok kecil terhadap media pembelajaran animasi berbasis adobe flash CS 6 pada materi jaringan komputer dengan persentase 81,25% dinyatakan Layak. Hasil akhir dari penilaian responden kelompok besar terhadap media pembelajaran perakitan komputer berbasis android dengan persentase 85,87% dinyatakan Sangat Layak.
Implementation of Artificial Intelligence Technology as a Learning Means for Students at SMAN 2 Monta Bima Nurfidari; Ahyar, Ahyar; Ita Fitriati
Expert Net: Exploration Journal of Technological Education Trends Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/expertnet.v1i1.121

Abstract

With the rapid and significant development of the times, many software and sites have emerged in the form of websites based on AI (Artificial Intelligence), one of which is Chatgpt and Perplexity AI, which are commonly known as artificial intelligence that can help with assignments and teaching materials. , according to human desires and needs in a short time, depending on how the user describes the prompt to the AI. AI can also be useful and can be implemented in the world of education, in schools it can increase students' understanding of Artificial Intelligence (AI) through the use of AI tools. This research aims to implement Artificial Intelligence technology as a learning tool, and it is hoped that students will be able to use AI, especially to support the learning of class Intelligence), and Data Analysis. With sampling with a total of 13 students and 1 teacher. The results of the research are that students understand and are able to operate several AI (Artificial Intelligence) tools, one example is Chatgpt and Perplexity AI, and understand how to utilize their respective Android systems. With this, students become active during the teaching and learning process, especially when collecting school assignments.   ABSTRAK Dengan perkembangan zaman yang sangat pesat dan cukup signifikan, sudah banyak bermunculan  software maupun situs dalam bentuk  website yang berbasis AI (Artificial intellegence), salah satunya adalah Chatgpt dan perplexity AI, yang biasa di kenal sebagai  kecerdasan buatan yang dapat membantu mengerjakan tugas maupun bahan ajar, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan manusia dalam waktu yang singkat, tergantung bagaimana user mendeskipsikan promp pada AI. AI juga bisa bermanfaat dan dapat diimplementasikan pada dunia pendidikan, di sekolah dapat meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Artificial Intelligence (AI) melalui Penggunaan Tools AI. Penelitian ini bertujuan untuk mengimpelmentasikan teknologi Artificiall Intelegence sebagai sarana belajar, dan diharapkan siswa dapat menggunakan AI, utamanya untuk mendukung pembelajaran siswa kelas X SMAN 2 Monta, Metode penelitian yang di gunakan  adalah metode kualitatif, dengan cara observasi, pengumpulan data, impelementasi AI (Artificial Intelegence), dan Analisis data. Dengan sampling dengan jumlah  13 siswa dan 1 orang guru. Hasil penelitian siswa paham dan mampu mengoperasikan beberapa tools AI (Artificiall Intelegence), salah satu contohnya adalah Chatgpt dan Perplexity AI, Dan paham dalam memanfaatkan sistem Android-nya masing-masing. Dengan ini siswa menjadi aktif ketika proses belajar-mengajar, lebih-lebih ketika mengumpulkan tugas sekolah.
Sorong Serah Aji Krama Tradition of Lombok Sasak Marriage to Revive Islamic Culture Ahyar, Ahyar; Abdullah, Subhan
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 21, No 2 (2019): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v21i2.6961

Abstract

Sorong serah aji krama is a tradition of Lombok Sasak tribe community and as a symbol of appreciation in the marriage process of the Sasak tribe community. The symbol of this award is marked by the presence of aji krama. It does not merely have the symbolic meaning of the prospective groom to the bride but implied the symbolic meta meaning. That is, there is a profound meaning of the process of sorong serah aji krama that must be understood, internalized, and implemented in the marriage life of the prospective couple. To that end, this study wants to find the symbolic meta meaning of the tradition of sorong serah aji krama of the Sasak tribe community. This research used descriptive qualitative research. The result shows that the tradition of sorong serah aji krama is not only interpreted as mere preservation of a symbolic material tradition, namely the giving of dowry but also as a meta symbolic of the self-esteem as a human being in the life of the household. The Sasak tribe community views this tradition as the honor and respect of the groom to the bride. Tradisi sorong serah aji krama merupakan tradisi masyarakat suku Sasak Lombok dan sebagai simbol penghargaan dalam proses perkawinan masyarakat suku Sasak. Simbol penghargaan ini ditandai dengan adanya aji krama. Aji krama tidak semata-mata memiliki makna simbolik dari calon mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan melainkan tersirat makna meta simbolik. Yakni, ada makna yang mendalam atas proses sorong serah aji krama yang harus dipahami, diinternalisasikan, dan dilaksanakan dalam kehidupan berumah tangga calon mempelai. Untuk itu, penelitian ini ingin menemukan makna meta simbolik tradisi sorong serah aji krama pada masyarakat suku Sasak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa tradisi sorong serah aji krama tidak hanya dimaknai sekedar mempertahankan tradisi yang bersifat material simbolik, yakni pemberian maskawin semata, melainkan dimaknai sebagai meta sombolik akan harga diri sebagai manusia dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Masyarakat suku Sasak memandang tradisi ini sebagai penghargaan dan penghormatan calon mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan.
Job Equalization Policy Implementation and Competency Development of Civil Servants: A Case Study of Policy Analysts in East Manggarai Regency Ahyar, Ahyar; Putra, Raniasa; Abduh, Muhammad
ARISTO Vol 14 No 2 (2026): July : Forthcoming
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v14i2.12244

Abstract

This study investigates the implementation of the job equalization policy and the development of civil servant competencies in East Manggarai Regency, with a focus on the functional position of policy analysts. The research is motivated by concerns that the nationwide conversion of structural positions to functional ones, while administratively mandated, may not be accompanied by adequate competency development, particularly in under-resourced regions. Employing a qualitative case study design, the study collected data through interviews, document analysis, and field observations, and analyzed the findings using thematic coding supported by Edwards III’s implementation model, Kingdon’s Multiple Streams Framework, and Spencer’s competency theory. The results reveal that although structural transitions were formally implemented, the substantive preparation for new functional roles remains insufficient. Communication was top-down and unclear; training opportunities were severely limited; and performance indicators were misaligned with functional responsibilities. Most policy analysts lacked the technical and behavioral competencies required for their roles, resulting in diminished organizational performance and weakened public service outcomes. The absence of institutional support mechanisms, such as mentoring and performance benchmarks, further hindered adaptation and professional growth.The study concludes that successful implementation of job equalization policies requires more than administrative compliance—it demands strategic investment in human capital, institutional learning, and localized policy adaptation. This research contributes to public administration literature by illustrating how structural reforms must be paired with competency development to realize their intended impact, especially in decentralized, capacity-constrained environments. Keywords: Job Equalization Policy; Policy Analyst; Competency Development; Public Sector Reform; Implementation; Bureaucratic Transformation;
Menggagas Model Student-Centered Learning dalam Pembelajaran PAI di Pesantren Lombok Utara Paridi, Paridi; Muhammad, Muhammad; Ahyar, Ahyar
Empiricism Journal Vol. 6 No. 3: September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mt0a5x85

Abstract

Pesantren di Lombok Utara memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moralitas, dan identitas keislaman masyarakat Sasak. Namun, hingga kini sistem pembelajarannya masih didominasi pendekatan teacher-centered, sementara penerapan Student-Centered Learning (SCL) dalam konteks pesantren belum banyak dikaji secara sistematis. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada madrasah atau sekolah umum, tanpa menelaah integrasi pedagogi modern dengan tradisi keilmuan Islam klasik (turats). Kesenjangan ini menunjukkan adanya kebutuhan akan model konseptual yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan tuntutan kompetensi abad ke-21.Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual kritis dengan metode telaah pustaka sistematis terhadap 32 sumber ilmiah nasional dan internasional. Sintesis teori dilakukan melalui triangulasi teori, yang melibatkan konstruktivisme, teori kognitif sosial, dan filsafat pendidikan Islam; serta triangulasi empiris dan kontekstual berdasarkan studi implementasi SCL di madrasah dan pesantren Indonesia. Proses analisis dilakukan secara deduktif-komparatif untuk mengidentifikasi pola kesesuaian dan peluang adaptasi model pembelajaran.Hasil penelitian menghasilkan empat model konseptual integratif, yaitu, Blended Learning Pesantren, Problem-Based Learning Islami (PBL-I), Peer Teaching Terstruktur, dan Proyek Sosial Keagamaan (Service Learning Islami). Keempat model ini dirancang untuk memperkuat keterlibatan aktif, kolaborasi sosial, serta refleksi spiritual santri dengan tetap berlandaskan nilai-nilai pesantren. Validasi argumentatif menunjukkan bahwa model SCL-Pesantren memiliki konsistensi teoritis, relevansi empiris, dan potensi implementatif tinggi dalam konteks pendidikan Islam lokal.Penelitian ini menutup celah akademik dalam studi integrasi pedagogi Islam dan SCL, sekaligus memberikan kerangka konseptual berbasis bukti (evidence-based conceptual framework) untuk pengembangan kurikulum pesantren yang adaptif terhadap tantangan era digital dan pembelajaran abad ke-21. Gagging a Student-Centered Learning Model in Islamic Education Learning at Islamic Boarding Schools in North Lombok Abstract Islamic boarding schools in North Lombok have a strategic role in shaping the character, morality, and Islamic identity of the Sasak community. However, until now, the learning system is still dominated by a teacher-centered approach, while the application of Student-Centered Learning (SCL) in the context of pesantren has not been studied systematically. Most previous research has focused on madrassas or public schools, without examining the integration of modern pedagogy with classical Islamic scientific traditions (turats). This gap shows the need for a conceptual model that is able to bridge the tradition of pesantren with the demands of 21st century competencies. This study uses a critical conceptual approach with a systematic literature review method on 32 national and international scientific sources. The synthesis of theories is carried out through theoretical triangulation, which involves constructivism, social cognitive theory, and Islamic philosophy of education; and empirical and contextual triangulation based on SCL implementation studies in Indonesian madrassas and Islamic boarding schools. The analysis process was carried out in a deductive-comparative manner to identify patterns of suitability and opportunities for adaptation of the learning model. The results of the research produced four integrative conceptual models, namely, Blended Learning Islamic Boarding School, Islamic Problem-Based Learning (PBL-I), Structured Peer Teaching, and Socio-Religious Project (Islamic Service Learning). These four models are designed to strengthen active involvement, social collaboration, and spiritual reflection of students while still being based on pesantren values. Argumentative validation shows that the SCL-Pesantren model has theoretical consistency, empirical relevance, and high implementability potential in the context of local Islamic education. This research closes the academic gap in the study of the integration of Islamic pedagogy and SCL, while providing an evidence-based conceptual framework for the development of Islamic boarding school curricula that are adaptive to the challenges of the digital era and 21st century learning.
Pendidikan Agama Islam Berwawasan Global Sebagai Paradigma Respon Terhadap Globalisasi Dan Digitalisasi Juliadi, Juliadi; Muhammad, Muhammad; Ahyar, Ahyar
Empiricism Journal Vol. 6 No. 3: September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/hngvpx30

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan global-transformatif yang mengintegrasikan spiritualitas kontekstual, literasi digital etis, dan kompetensi reflektif. Studi terdahulu menunjukkan tiga keterbatasan utama: (1) fokus normatif pada pelestarian nilai tanpa refleksi adaptif, (2) adopsi teknologi tanpa kajian etis dan spiritual, dan (3) fragmentasi antara kajian nilai dan kompetensi global, sehingga belum ada model konseptual yang menghubungkan ketiga ranah tersebut secara simultan. Penelitian ini mengisi research gap tersebut dengan menawarkan kerangka konseptual yang memandang PAI sebagai ruang dialektika antara nilai keislaman, teknologi, dan keterampilan berpikir kritis, bukan sebagai entitas terpisah. Analisis literatur primer dan sekunder (2019–2024) menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI, pembaruan kurikulum abad ke-21, dan dampak globalisasi terhadap identitas keislaman generasi muda masih jarang dikaitkan dengan dimensi reflektif-spiritual secara sistemik. Paradigma global-transformatif yang diusulkan memperluas wacana epistemologi pendidikan Islam dengan menegaskan literasi digital sebagai bagian integral dari integrasi ilmu dan nilai, sekaligus menawarkan arah praktis bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang adaptif, etis, dan kontekstual. Temuan ini memiliki implikasi teoretis bagi kerangka akademik PAI dan implikasi praktis bagi guru, lembaga pendidikan, serta kebijakan pendidikan Islam di era Society 5.0. Global-Minded Islamic Religious Education as a Response Paradigm to Globalization and Digitalization Abstract This study aims to formulate a global-transformative paradigm for Islamic Religious Education (PAI) that integrates contextualized spirituality, ethical digital literacy, and reflective competence. Previous studies reveal three main limitations: (1) a normative focus on preserving values without adaptive reflection, (2) the adoption of technology without ethical and spiritual considerations, and (3) fragmentation between value studies and global competence, leaving a gap in conceptual models that simultaneously link these three domains. This research addresses this research gap by proposing a conceptual framework that views PAI as a dialectical space where Islamic values, technology, and critical thinking skills mutually shape one another, rather than functioning as separate entities. Analysis of primary and secondary literature (2019–2024) indicates that the integration of digital technology in PAI, 21st-century curriculum updates, and the impact of globalization on Islamic identity are rarely connected to reflective-spiritual dimensions systematically. The proposed global-transformative paradigm extends the discourse on Islamic educational epistemology by positioning digital literacy as an integral part of the integration between knowledge and values, while also offering practical guidance for curriculum development and adaptive, ethical, and contextual teaching strategies. These findings have theoretical implications for academic frameworks in PAI and practical implications for teachers, educational institutions, and Islamic education policy in the era of Society 5.0.
Transformasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Pada Usaha Tembe Nggoli Sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Raba Kota Bima Anggriani, Yayan; Sa'ban, Faisal; Khairunnisah, Khairunnisah; Kharismafullah, Kharismafullah; Kurniawan, Edi; Ahyar, Ahyar
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital menjadi elemen penting untuk meningkatkan daya saing usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk usaha yang berlandaskan budaya lokal. Tembe nggoli, kain tenun tradisional Khas Masyarakat Mbojo, memiliki nilai historis dan simbolik yang mendalam, tetapi masih mengalami kesulitan dalam mengakses pasar dan menghadirkan inovasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan transformasi digital yang berbasis kearifan lokal dalam usaha tembe nggoli serta kontribusinya terhadap penguatan ekonomi Masyarakat di Kecamatan Raba, Kota Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial digital bisa memperluas cakupan pemasaran dan meningkatkan nilai ekonomi tembe nggoli tanpa menghilangkan identitas budaya. Meskipun demikian, rendahnya Tingkat literasi digital, infrastruktur teknologi yang tidak memadai, dan kurangnya pendampingan menjadi tantanga utama. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa pendekatan transformasi digital yang kontekstual menggabungkan teknologi dengan nilai budaya lokal sebagai strategi dalam pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Developing TaRL Audio Strategies Integrated with Bima Local Wisdom for Visual Impairment Students Ilyas, Ilyas; Ahyar, Ahyar; Nofaizzi, Mafrur Udif; Syarifudin, Syarifudin; Hakim, Arif Rahman; Muslim, Muslim
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 18, No 1 (2025): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v18i1.37049

Abstract

Listening literacy is a fundamental skill that plays a crucial role in the cognitive development and communication skills of blind students. For blind students, listening literacy is the primary means of learning and understanding various social and cultural contexts in their environment. Their reliance on hearing makes audio media a crucial learning instrument. However, the availability of appropriate audio learning media for blind students is still very limited. In Bima, there is no audio media for children's stories containing Bima local wisdom for learning for blind students. Consequently, the Research and Development Agency of the Ministry of Education and Culture noted that more than 60% of blind elementary school students have not been able to achieve the minimum standard in listening skills for audio-based narrative and descriptive texts. This study aims to produce audio media for children's stories based on Teaching at the Right Level (TaRL) containing the Bima local wisdom of Ngaha Aina Ngoho as a means of improving listening literacy for blind students. The method used is the 4D development model (define, design, develop, disseminate). The define stage reveals the limitations of contextual media that suit students' needs. In the design stage, a story script was prepared with three levels of difficulty based on the results of the TaRL assessment. The development stage showed validation results from six experts with an average score of 90.7% (very feasible category), and a limited trial on five students obtained an average N-Gain of 0.67 (medium-high category). In the dissemination stage, the media received a positive response from teachers because it was considered practical, relevant, and interesting. This audio media for children's stories containing the local wisdom of Bima Ngaha Aina Ngoho will certainly be very useful as a learning medium for blind students in listening literacy.
Kepemimpinan Visioner Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus Yayasan Pondok Pesantren Pondok Tahfidz Baqiyatussalaf Rumah Qur’an Nahdlatul Wathan Lombok) Satriawan, Satriawan; Idrus, S. Ali Jadid; Ahyar, Ahyar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4487

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan faktor strategis dalam menentukan arah, keberlanjutan, dan mutu pengembangan lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial, budaya, dan globalisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, praktik, dan implikasi kepemimpinan visioner dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam dengan studi kasus di Yayasan Pondok Tahfidz Baqiyatussalaf Rumah Qur’an Nahdlatul Wathan Lombok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner di yayasan tersebut diwujudkan melalui perumusan visi keislaman yang futuristik, penguatan budaya organisasi Qur’ani, pengelolaan sumber daya manusia secara partisipatif, serta pengembangan inovasi kelembagaan yang adaptif terhadap tuntutan zaman. Kepemimpinan visioner tidak hanya berperan sebagai pengarah kebijakan kelembagaan, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan inspiratif dalam menjaga identitas keislaman sekaligus mendorong profesionalisme pengelolaan pendidikan. Dengan demikian, kepemimpinan visioner menjadi pilar utama dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan, berkarakter, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGEMBANGAKAN BUKU CERITA ANAK MODEL TaRL BERMUATAN KEARIFAN LOKAL BIMA Ahyar, Ahyar; Syarifuddin, Syarifuddin; Hendrawansyah, Hendrawansyah; Hakim, Arif Rahman; Muslim, Muslim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35019

Abstract

Abstrak: Keterbatasan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan konteks lokal menjadi tantangan utama dalam meningkatkan literasi membaca di SDN Sie, Kabupaten Bima. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengembangkan buku cerita anak berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) yang terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal Bima. Kegiatan melibatkan 20 orang guru sebagai peserta dan dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu pelatihan, pendampingan, dan pengembangan produk. Evaluasi capaian kegiatan dilaksanakan melalui pretest dan postet. Indikator keberhasilannya secara klasikal apanila 50% mencapai kategori tuntas. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis yang signifikan. Rata-rata skor pretest sebesar 4,55 (SD = 1,57) menjadi 8,45 (SD = 1,28) pada posttest, dengan rata-rata kenaikan 3,9 poin. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan, dan 70% di antaranya berhasil mencapai kategori tuntas. Dengan demikian, kegiatan ini dinyatakan berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Produk berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal yang dihasilkan diharapkan dapat berfungsi sebagai bahan bacaan yang lebih menarik, kontekstual, dan relevan untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dasar, khususnya di wilayah Bima.Abstract: The limited availability of engaging reading materials relevant to the local context remains a major challenge in improving reading literacy at SDN Sie, Bima Regency. This community service program aimed to strengthen teachers’ capacity in developing children’s storybooks based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach, integrated with Bima’s local wisdom values. The activity involved 20 teachers as participants and was implemented through three approaches: training, mentoring, and product development. Evaluation of program outcomes was carried out using pretest and posttest instruments. The indicator of success was determined classically, in which the program was considered successful if at least 50% of participants achieved the mastery category. The implementation results indicated a significant improvement in writing skills. The average pretest score of 4.55 (SD = 1.57) increased to 8.45 (SD = 1.28) in the posttest, with an average gain of 3.9 points. All participants showed improvement, and 70% successfully reached the mastery category. Therefore, the program was declared successful in achieving its intended goals. The resulting product, a children’s storybook integrating local wisdom, is expected to serve as a more engaging, contextual, and relevant reading material to promote literacy culture in elementary schools, particularly in the Bima region.
Co-Authors - Afrizal Abd. Haris Abdullah, Subhan Abza, M. Thohar Al Adam Malik Agustinasari Agustinasari Akhwan Mashudi Alfatih, Muhammad`` Anas, Norazmi Anggriani, Yayan Arif Rahman Hakim Asa nur Safitri Batubara, Nadia Chairy Berutu, Syanti Laura Cahyani, Ari Destriafiani, Mellysa Fadhilah, Janatun Fahrudin Fahrudin Fattah, Ammar Abdul Fauziah, Arum Filiana, Filiana Fitri, Raya Idul H, Hadian Pratama Hairunisa, Anis halim, sahril Hendra Yulia Rahman, Hendra Yulia Hendrawansyah, Hendrawansyah Heni Pujiastuti Hery Widijanto Ibrahim, Abdullah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idrus, S. Ali Jadid Ilyas Ilyas Ita Fitriati Joko Setyono juliadi, juliadi Khairunnisah Khairunnisah Khan, Shabeer Kharismafullah Kharismafullah Lukman Hakim M. Yogi Riyantama Isjoni Madani, Riska Mirasari, Titi Mokhtar, Wan Khairul Aiman Wan Muhammad Abduh Muhammad Muhammad Muktakin, Islahul Mulyati, Asrah Muslih Muslih Muslim Muslim Nabila, Ghina Ningsih, Wirda Nofaizzi, Mafrur Udif Nur Fitrianingsih Nurfidari Nurhasanah Nurhasanah Nurrahmah Nurrahmah, Nurrahmah NURUL HIDAYAH Nurul Yakin Paridi, Paridi Ramli Ramli Raniasa Putra Ratnasari, Iis Sa'ban, Faisal Safitri, Asa Nur Safitri, Yolanda Saidaturrahmah, Saidaturrahmah Samosir, Hasrat Efendi Saparudin Saparudin Satriawan Satriawan, Satriawan Sayekti, Imam Septiyaningsih, Rina Shutan Fitrah Arthadi Sihkabuden Sihkabuden, Sihkabuden Siti Rahmawati Subki, Subki Suryani, Didik Rezki Syafruddin Syafruddin Syahraini Putri Syaoki, Muhammad Syarif Hidayatullah Syarifuddin Syarifuddin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Tanjung, Sapna Thohri , Muhammad Utomo, Agung Panji Wahyudin Wahyudin Yerry Soepriyanto Yulia Anita Siregar Yusnadi, Yusnadi