Claim Missing Document
Check
Articles

LEMBAR KEGIATAN BELAJAR IPA BERBASIS “SINAU” PADA ANAK-ANAK KOMUNITAS SEDULUR SIKEP DI KECAMATAN SUKOLILO, KABUPATEN PATI Anang Christian Widyanarko; Widha Sunarno; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9584

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) karakteristik lembar kegiatan belajar IPA berbasis “sinau” pada anak-anak komunitas Sedulur Sikep; 2) kelayakan lembar kegiatan belajar IPA berbasis “sinau” pada anak-anak komunitas Sedulur Sikep; 3) efektivitas lembar kegiatan belajar IPA berbasis “sinau” pada anak- anak komunitas Sedulur Sikep. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada model 4-D yang dimodifikasi sesuai dengan kondisi di lapangan. Penelitian dibagi menjadi 4 tahap: 1) pendefinisian (define); 2) perancangan (design); 3) pengembangan (develop); dan 4) penyebaran (disseminate). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) karakteristik lembar kegiatan belajar IPA berbasis “sinau” pada anak-anak komunitas Sedulur Sikep adalah mudah diterima dan dipahami, serta tidak melanggar aturan adat; 2) lembar kegiatan belajar IPA berbasis “sinau” dengan materi konsep dasar air pada anak-anak komunitas Sedulur Sikep dapat diterapkan setelah mendapat penilaian layak dari ahli materi, akademisi pengamat budaya dan tokoh masyarakat Sedulur Sikep, karena sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, tidak melanggar aturan adat dan tidak melanggar prinsip “sinau”; 3) lembar kegiatan belajar IPA berbasis “sinau” efektif digunakan pada anak-anak Komunitas Sedulur Sikep karena menggunakan metode eksperimen berbasis lingkungan yang dimodifikasi sesuai kondisi, sehingga anak-anak Sedulur Sikep mudah menerima dan memahami. Mereka menganggap seperti bermain, sangat antusias karena menjumpai sesuatu yang baru dan belum pernah dilakukan, mudah dilakukan karena menggunakan bahan dan media yang mudah ditemukan di sekitar mereka, tanpa mereka sadari bahwa mereka telah mempelajari konsep dasar IPA seperti yang diberikan di sekolah formal.
PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF MENGGUNAKAN TPS (THINK PAIR AND SHARE) DAN TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DAN INTERAKSI SOSIAL Mohammad Isnaini; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9618

Abstract

Permasalahan pembelajaran yang terjadi pada madrasah adalah masih rendahnya aktivitas belajar siswa sehingga hasil akhir belajar belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan kooperatif menggunakan TPS dan TAI, kemampuan berpikir siswa, dan interaksi sosial siswa serta interaksi-interaksinya terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) SAKTI Ngebel Ponorogo tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Pembelajaran pada kelas eksperimen 1 pendekatan kooperatif menggunakan TPS dan pada kelas eksperimen 2 pendekatan kooperatif menggunakan TAI. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk data prestasi belajar dan kemampuan berpikir, kemudian untuk angket untuk data interaksi sosial dan prestasi afektif siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan: 1) pembelajaran dengan TPS mempunyai prestasi belajar kognitif lebih tinggi dari TAI tetapi tidak berpengaruh terhadap prestasi afektif, 2) tidak ada pengaruh antara kemampuan berpikir konkret dan abstrak terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa, 3) siswa yang interaksi sosial tinggi mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar afektif dari siswa yang interaksi sosial rendah tetapi tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar kognitif, 4) tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran menggunakan TPS dan TAI dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif; 6) ada interaksi antara kemampuan berpikir dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif siswa, 7) TPS dan TAI, kemampuan berpikir dan interaksi sosial tidak memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MENGGUNAKAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Herry Kiswanto; Widha Sunarno; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i3.9444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan metode proyek dan eksperimen, kreativitas, kemampuan berpikir kritis siwa dan interaksinya terhadap prestasi belajar pada materi tekanan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Tambakrejo tahun pelajaran 2013/2014, sejumlah delapan kelas. Sampel penelitian ditentukan secara acak, satu kelas eksperimen 1 menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan metode proyek dan satu kelas eksperimen 2 menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data untuk  prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis menggunakan tes, sedangkan kreativitas menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan: (1) tidak ada perbedaan pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan metode proyek dan eksperimen terhadap prestasi belajar siswa; (2) Tidak ada perbedaan pengaruh kreativitas tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa; (3) ada perbedaan pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa; (4) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa; (5) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar siswa; (6) tidak ada interaksi antara kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar siswa; (7) ada interaksi antara metode pembelajaran, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP N 1 SUKOLILO Ratna Kumala Sari; Widha Sunarno; Sri Dwiastuti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37753

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, keefektifan dan studi kelayakan untuk modul keterampilan proses sains yang terintegrasi dengan isu pencemaran lingkungan (SPSM-EP). Ini adalah penelitian dan pengembangan dengan studi kasus one-shot sebagai desain pra-eksperimental. Model Four-D (Thiagarajan, 1974) yang terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan dan diseminasi yang digunakan untuk pengembangan SPSM-EP. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Sukolilo dan data dikumpulkan dan dianalisis dengan deskripsi kualitatif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPSM-EP memiliki kontribusi dan efektif untuk meningkatkan berpikir kritis siswa dan hasil belajar. Efektivitas SPSM-EP menunjukkan peningkatan berpikir kritis dan hasil belajar. Efektivitas SPSM-EP terhadap berpikir kritis siswa ditentukan oleh persentase siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal tes berpikir kritis. Pikiran kritis siswa meningkat relatif tinggi dalam setiap aktivitas belajar dengan 77,57%, 83,83%, 93,45%. Efektivitas SPSM-EP terhadap hasil belajar siswa ditentukan oleh persentase siswa yang mencapai nilai kognitif, psikomotor dan hasil afektif. Hasil belajar siswa meningkat cukup tinggi yaitu 83,60%, 88%, 92% untuk kognitif, 86%, 92%, 92,2% untuk psikomotor dan 89%, 93%, 96% untuk hasil belajar afektif. Para ahli, teman sejawat, mahasiswa, pascasarjana dan guru sarjana bertekad untuk melakukan studi kelayakan untuk SPSM-EP. Para ahli melakukan studi kelayakan untuk SPSM-EP berdasarkan konten, desain dan bahasa. Hasil studi kelayakan dari para ahli adalah 92,5% untuk materi, 92% untuk desain dan 100% untuk bahasa. Hasil studi kelayakan dari teman sejawat, mahasiswa, pascasarjana dan sarjana adalah 96%, 98%, 96% dan 88%. Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa SPSM-EP layak untuk digunakan bagi siswa.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DISKUSI DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN AKTIVITASBELAJAR SISWA Agustania Puspita; Widha Sunarno; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9508

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode demonstrasi diskusi dan eksperimen, kemampuan awal, aktivitas belajar, dan interaksinya terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan metode eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X bidang keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Pawyatan Daha 2 Kediri yang terdiri dari 4 kelas. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XTKJ1 yang pembelajarannya dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode demonstrasi diskusi dan XTKJ2 yang pembelajarannya dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode eksperimen. Data diperoleh dari hasil tes kognitif untuk kemampuan awal, angket untuk aktivitas belajar siswa, dan tes kognitif untuk prestasi belajar siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) tidak ada perbedaan pengaruh pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan metode demonstrasi diskusi dan eksperimen terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,131); (2) ada perbedaan pengaruh antara kemampuan awal tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,001); (3) tidak ada perbedaan pengaruh antara aktivitas belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,902); (4) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,821); (5) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,111); (6) tidak ada interaksi antara kemampuan awal dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,579); (7) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran, kemampuan awal, dan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar (pvalue = 0,581).
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN HIDROLISIS GARAM BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING (GUIDEDINQUIRY) UNTUK SISWA MADRASAH ALIYAH KELAS XI Isworini Isworini; Widha Sunarno; Sulistyo Saputro
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9542

Abstract

Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) ini bertujuan untuk: (1) menghasilkanmodulpembelajaran hidrolisis garam berbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa Madrasah Aliyah kelas XI; (2) mengetahui kelayakan modul hasil pengembangan untuk media pembelajaran hidrolisis garam di Madrasah Aliyah; (3) mengetahui efektivitas modulhasil pengembangan untuk pembelajaran hidrolisis garam di Madrasah Aliyah. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D (Four-D model)yang terdiri atas empat tahap yaitu define, design, develop, disseminate. Tahap disseminate pada penelitian ini tidak dilakukan, karena penelitian ini hanya sebatas uji kelayakan dan efektivitas media pembelajaran berupa modul. Dalam penelitian ini yang bertindak sebagai responden adalah ahli Materi, ahli Pembelajaran, ahli Grafika, Teman Sejawat, siswaMAN Tempursari Kab. Ngawi, siswa MAN Ngawi, dan siswa MAN Paron. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2013 sampai Desember 2014. Instrumen penelitian menggunakan instrumen nontes yaitu dokumentasi, angket dan lembar observasi serta instrumen tes yaitu pretest dan posttest. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah 1) modul pembelajaran hidrolisis garamberbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa madrasah aliyah kelas XI; 2) modul pembelajaran hidrolisis garam hasil pengembangan dinyatakan layak digunakan untuk pembelajaran hidrolisis garam di Madrasah Aliyah, berdasarkan uji kelayakan oleh responden. Berdasarkan hasil penilaian ahli Materi diperoleh persentase kelayakan84,1% dengan kriteria sangat layak; ahli Media Pembelajaran diperoleh persentase kelayakan 87,06% dengan kriteria sangat layak; Berdasarkan hasil penilaian ahli Grafika diperoleh persentase kelayakan 81% dengan kriteria sangat layak; uji coba skala Kecil diperoleh persentase kelayakan 76% dengan kriteria layak; uji coba teman sejawat diperoleh persentase kelayakan 81,9% dengan kriteria sangat layak; uji coba skala Menengah diperoleh persentase kelayakan 91,0% dengan kriteria sangat layak;uji coba skala besar di MAN Tempursari diperoleh persentase kelayakan91,0%dengan kriteria sangat layak; 3) Modul pembelajaran hidrolisis garam berbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa kelas XIMadrasah Aliyah telah teruji keefektivannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata hasilbelajarsiswa dan tingkat ketuntasan belajar siswa. Dari hasil uji di atas dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran hidrolisis garam berbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa madrasah aliyah kelas XI yang dikembangkan layak digunakan untuk pembelajaran hidrolisis garam dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI POLUSI SERTA DAMPAKNYA PADA MANUSIA DAN LINGKUNGAN SISWA KELAS XI SMK PANCASILA PURWODADI Mingle A Pistanty; Widha Sunarno; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9574

Abstract

Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan, mengetahui kelayakan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada  materi polusi serta dampaknya pada  manusia dan lingkungan, mengetahui efektivitas modul IPA berbasis  Problem Based  Learning  untuk  meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Research and Development yang dikemukakan oleh Thiagarajan, meliputi tahapan define, design, develop, disseminate. Pengembangan modul dinilai berdasarkaan kelayakan materi, perangkat pembelajaran, media, dan bahasa oleh 3 dosen, 1 pakar bahasa, dan 1 guru. Pengumpulan data  kemampuan  memecahkan  masalah  menggunakan  tes.  Tahap  pengembangan  modul  IPA  berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan menggunakan model 4D meliputi tahapan define berupa analisis kebutuhan, tahap design berupa penyusunan draft modul, tahap develop berupa validasi draft modul, setelah valid dilakukan uji coba skala terbatas pada 10 siswa yang kemudian memperoleh kritik dan saran. Perbaikan draft  modul  dilakukan  sesuai  kritik  dan  saran  menjadi  draft  2  produk  dan  tahap  terakhir  dilakukan disseminate  pada  30  siswa  untuk  mengetahui  efektivitas  modul.  Modul  yang  dikembangkan  memiliki kualitas dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Ada peningkatan kemampuan memecahkan masalah selama pembelajaran menggunakan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi polusi serta dampaknya pada manusia dan lingkungan, ditunjukkan oleh besarnya N-gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TIPE CONNECTED BERBASIS IQRA TEMA LINGKUNGAN PANTAI UNTUK MEMBERDAYAKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SMP/MTs KELAS VII SEMESTER II Ambarsari Indraningrum; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul  IPA terpadu tipe Connected  berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II; (2) mengembangkan modul  IPA terpadu tipe Connected  berbasis Iqra tema Lingkungan Pantai yang layak untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II. (3) mengetahui efektivitas modul IPA terpadu tipe Connected berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa SMP/MTs Kelas VII Semester II. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research & Development / R&D) oleh Thiagarajan (1974), pengembangan yang digunakan adalah model 4-D, dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Sampel penelitian pengembangan meliputi:1) 2 validator ahli (ahli materi dan ahli media), 2 guru IPA, dan 2 teman sejawat, 2) sampel uji coba terbatas sejumlah 10 siswa kelas VIIB SMP Institut Indonesia Kutoarjo, dan 3) sampel uji lapangan operasional sejumlah 30 siswa kelas VIIA SMP Institut Indonesia Kutoarjo. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar observasi, dan tes. Uji coba pemakaian menggunakan  one group pretest-posttest design. Analisis data yang digunakan pada tahap define adalah analisis data deskriptif, pada tahap design dengan analisis SK dan KD untuk menentukan desain awal modul, pada tahap develop analisis data hasil validasi modul, data respon siswa dan data pemberdayaan karakter religius berupa data angket yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 4, dan pada tahap disseminate data yang didapatkan berupa data angket yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 4.  Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:1) modul IPA terpadu tipe Connected berbasis Iqra tema lingkungan pantai untuk memberdayakan karakter religius siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan pada langkah pembelajaran Iqra, dan mengintegrasikan karakter religius pada setiap tahapnya, 2) modul dikategorikan layak karena telah melalui beberapa uji kelayakan. Uji kelayakan modul dinilai oleh validator ahli (ahli materi dan ahli media), 2 guru IPA, dan 2 teman sejawat. Berdasarkan uji kelayakan modul memiliki kategori layak yang didukung dengan hasil perhitungan dengan rata-rata presentase sebesar 90% yang dikategorikan “sangat baik”. Modul mendapatkan respon dari siswa dan guru dalam proses pembelajaran yang dinilai dari angket respon yang mengkategorikan modul sangat baik, serta didukung dengan hasil disseminate yang diserahkan pada 5 guru IPA yang mengkategorikan modul baik,3) efektifitas modul berbasis Iqra dengan tema lingkungan pantai untuk memberdayakan  karakter religius siswa didapatkan N-gain score sebesar 0, 58 untuk hasil belajar,serta pencapaian KKM didapatkan hasil 96,7%. Sedangkan hasil angket siswa dan lembar observasi terhadap pemberdayaan karakter religius didapatkan rata-rata keseluruhan nilai sebesar 85,3% yang dikategorikan “sangat baik” sehingga karakter religius dapat terberdayakan.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KETRAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DALAM MENINGKATKAN BERFIKIR KRITIS SISWA SMK KELAS XI Atna Fresh Violina Marrysca; Suparmi Suparmi; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul fisika berbasis keterampilan proses sains (KPS), untuk mengetahui kelayakan modul fisika berbasis KPS yang memenuhi kriteria baik, dan untuk mengetahui efektivitas dengan menggunakan modul fisika berbasis KPS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa tingkat SMK kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Modul fisika berbasis KPS untuk meningkatkan berpikir kritis siswa tingkat SMK yang dikembangkan melalui model 4-D (Four D models) menurut Thiagarajan yang terdiri dari tahap pendefinisian (define) menentukan kebutuhan dalam proses pembelajaran, tahap perencanaan (design) merencanakan bentuk modul yang akan dikembangkan, tahap pengembangan (develop) menghasilkan produk pengembangan modul, dan tahap diseminasi (disseminate) menyebarkan modul ke guru lain. Modul fisika dikembangkan menggunakan pendekatan keterampilan proses sains dengan langkah pembelajaran mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, eksperimen, mengidentifikasi variabel, menganalisis data, dan menyimpulkan. Modul divalidasi untuk kelayakannya berdasarkan aspek materi, media, dan bahasa  Ujicoba modul diterapkan di SMK Kriya Sahid Sukoharjo. Setelah divalidasi dan memenuhi kriteria kelayakan modul, dilakukan uji coba kelompok kecil dengan subjek 10 siswa. Setelah direvisi, dilanjutkan uji coba kelompok besar dengan subjek 21 siswa. Data yang diperoleh pada penelitian adalah data pretest-posttest hasil belajar siswa, validasi ahli, angket respon siswa. Hasil penelitian: 1) karakteristik modul berbasis keterampilan proses sains mengandung pertanyaan, materi, evaluasi dan uji kompetensi yang dilengkapi gambar dengan langkah pembelajaran yang digunakan pada modul mengacu pada pendekatan keterampilan proses sains, 2) kelayakan modul berbasis keterampilan proses sains dari hasil validasi materi, media, dan bahasa memenuhi kriteria sangat baik, 3) efektivitas modul berbasis keterampilan proses sains didapatkan nilai N-gain dari uji coba lapangan operasional sebesar 0,12 dikategorikan ˝sedang˝ dengan signifikansi sebesar p=0,000. Berdasarkan hasil gain score menunjukkan modul fisika berbasis keterampilan proses sains dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menghasilkan produk sebuah modul pembelajaran cetak pada materi suhu dan kalor dengan berbasis KPS.
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL POE (PREDICTION, OBSERVATION, AND EXPLANATION) MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN PROYEK DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN SIKAP ILMIAH SISWA Siti Rohmani; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9564

Abstract

Prestasi belajar siswa di SMKN 1 Mojosongo masih rendah, dikarenakan siswa kurang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sehingga belum bisa mencapai hasil akhir yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model POE menggunakan metode proyek dan eksperimen, kreativitas siswa, dan sikap ilmiah siswa serta interaksi-interaksinya terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMKN 1 Mojosongo Boyolali tahun pelajaran 2012/2013, terdiri dari 15 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Pembelajaran pada kelas eksperimen 1 menggunakan metode eksperimen dengan model pembelajaran POE dan pada kelas eksperimen 2 menggunakan metode proyek dengan model pembelajaran POE. Data prestasi belajar kognitif dikumpulkan dengan metode tes, metode angket untuk sikap ilmiah, kreativitas belajar, prestasi belajar afektif, sedangkan prestasi belajar psikomotor menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2. Dari hasil olah data dapat disimpulkan: 1) ada pengaruh pembelajaran dengan metode eksperimen dan metode proyek terhadap prestasi belajar; 2)siswa yang kreativitasnya tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang kreativitasnya rendah; 3) Siswa yang sikap ilmiahnya tinggi mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang sikap ilmiahnya rendah; 4) tidak ada interaksi antara metode belajar dengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa; 5) tidak ada interaksi antara metode belajar dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa; 6) ada interaksi antara kreativitas dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotorik, tetapi tidak pada aspek kognitif; 7) tidak ada interaksi antara metode, kreativitas, dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar.