Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA/MA Muhamad Irkham Luthfi Ansori; Widha Sunarno; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17304

Abstract

Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing pada materi listrik dinamis perlu dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa di Indonesia yang masih rendah khususnya keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi Listrik Dinamis yang masih di bawah KKM khususnya di SMA Muhammadiyah 1 Temanggung. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui: 1) cara mengembangakan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing, 2) kelayakan produk Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing, 3) efektivitas Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA/MA. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) termodifikasi dari Borg and Gall (1983). Sampel penelitian pengembangan meliputi: 1) sampel uji coba produk awal sejumlah 2 validator ahli (materi, media dan bahasa), 2 praktisi pendidikan dan 2 teman sejawat, 2) sampel uji coba lapangan terbatas sejumlah 10 siswa kelas X2 SMA Muhammadiyah 1 Temanggung, dan 3) sampel uji lapangan operasional sejumlah 26 siswa kelas X1 SMA Muhammadiyah 1 Temanggung. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar observasi, wawancara, dan tes. Uji lapangan operasional menggunakan one group pretest-posttest design. Data keterampilan berpikir kritis (hasil belajar kognitif) siswa diuji menggunakan uji t berpasangan dan dihitung dengan N-gain ternormalisasi. Berdasarkan analisa data diperoleh hasil penelitian pengembangan sebagai berikut: 1) Mengembangkan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA/MA yaitu menggunakan teknik R&D (research and development) dari Borg and Gall (1983: 775) termodifikasi melalui 10 tahap dengan tahapan terakhir dilakukan diseminasi saja tanpa dilakukannya implementasi produk, 2) kelayakan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing setelah dilakukannya uji coba produk awal, uji coba lapangan terbatas, uji lapangan operasional dan diseminasi dan implementasi didapatkan rata-rata persentase sebesar 85,11% yang dikategorikan ˝Sangat Baik˝, 3) efektivitas Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa didapatkan nilai N-gain dari keterampilan berpikir kritis (hasil belajar kognitif) sebesar 0,56 dikategorikan ˝Sedang˝ dan hasil belajar afektif dan psikomotor siswa mengalami kenaikan dari pertemuan sebelumnya.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN TEMA PEMBUATAN TAHU KELAS VII SMP NEGERI 2 JATIYOSO Sudarno Sudarno; Widha Sunarno; Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan modul; 2) mengetahui kelayakan modul; 3) mengetahui keefektifan modul untuk pembelajaran IPA terpadu berbasis kontekstual dengan tema pembuatan tahu. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D). Model pengembangan yang dipakai adalah model Four-D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Penelitian ini diawali dengan penelitian pendahuluan berupa studi pustaka dan observasi lapangan yang dilanjutkan dengan menyusun draft modul I. Draft modul I divalidasi oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru IPA, dan teman sejawat dan direvisi menjadi draft modul II. Draft modul II diujicobakan secara terbatas kepada 12 siswa untuk mengetahui keterbacaan dan respon siswa, kemudian direvisi menjadi draft modul III. Draft modul III diujicobakan di lapangan pada 32 siswa. Efektivitas modul dianalisis dengan uji t berpasangan. Modul kemudian disebarkan ke guru IPA untuk mendapat umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengembangan modul IPA terpadu berbasis kontekstual menggunakan model Four-D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran; 2) kelayakan modul hasil pengembangan dikategorikan sangat baik dilihat dari kelayakan isi, penyajian, bahasa, kegrafikan, dan pendekatan pembelajaran; 3) Hasil uji t berpasangan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan modul IPA terpadu berbasis kontekstual. Uji gain score dihasilkan 67% menunjukkan modul IPA terpadu berbasis kontekstual dengan kategori memiliki efektivitas sedang dengan pencapaian KKM 93,75%.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Henry Sugiyarti; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9586

Abstract

Penelitianini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan prestasi belajarpengetahuan, sikap dan ketrampilan pada pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen ditinjau darikreativitas, kemampuan berpikir kritis dan interaksi- interaksinya.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dilakukan di SMAN 2Karanganyar tahun pelajaran 2014/2015.Dalam penelitian ini sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas. Teknik analisis data menggunakan analisis anava 2x2x2.Hasil pada penelitian ini adalah 1) ada perbedaan hasil belajar antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen. 2)ada perbedaannilaipengetahuan, sikap,dan keterampilanantara siswa yang memilikikreativitas tinggi dan rendah.3)ada perbedaan nilaipengetahuan, sikap, dan keterampilan antara siswa yang memilikikemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah, 4)tidak ada interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas terhadap nilaipengetahuan, sikap, dan keterampilan. 5)interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kemampuan berpikir kritis memberikan pengaruh yang signifikanterhadap nilai sikap dan keterampilan, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadapnilaipengetahuan 6) adainteraksi antara kreativitas dan kemampuan berpikir kritis terhadap nilaipengetahuan, tetapi tidak ada interaksi terhadap nilaisikap dan keterampilan7)interaksi antara pendekatan saintifik melalui metode proyek dan eksperimen dengan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, tidak ada pengaruh terhadap nilaipengatahuan, sikap, dan ketrampilan.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA/MA Liyan Desi Yulia; Widha Sunarno; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA; (2) mendapatkan modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA yang telah memenuhi kriteria kelayakan; (3) MeningkatKan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian ini adalah R&D dengan mengacu model 4-D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Modul tersebut disusun menggunakan basis keterampilan proses sains (KPS) yang dimunculkan sebagai kerangka dalam modul karena merupakan bagian dari pendekatan saintifik yang perlu dikembangkan pada kurikulum 2013. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan praktisi pendidikan, serta uji coba (terbatas dan  luas) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada 3 guru fisika SMA di Surakarta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data yang bersifat kuantitatif yaitu lembar validasi dari ahli materi, ahli media, dan bahasa, guru, teman sejawat, angket respon siswa siswa terhadap modul serta soal tes kemampuan pemecahan masalah. Data kualitatif yang diperoleh adalah angket analisis kebutuhan dan validasi draft  modul yang diperoleh dari masukan atau saran dari dosen pembimbing. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu data untuk menilai kriteria kelayakan modul dan data untuk menilai kemampuan pemecahan siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon, angket disseminate dan untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa digunakan pengumpulan data melalui pre-post test tertulis. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika disusun berdasarkan basis keterampilan proses sains. Aspek keterampilan proses sains yang digunakan meliputi observasi, klasifikasi, interpretasi, mengajukan hipotesis, percobaan, pertanyaan, mengkomunikasi dan menerapkan konsep; (2) modul dikategorikan layak dengan hasil perhitungan (ahli materi, ahli media, guru, teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 86,5 > cut off  85,5. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada 3 guru fisika SMA/MA di Surakarta yang mengkategorikan modul baik; (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa didukung dari hasil perhitungan gain (0,47) termasuk kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA KEJU UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VII Koniawan Fajar Rahmanto; Mohammad Masykuri; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju; (2) kelayakan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju; (3) keefektivan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing tema Keju, terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall yang terdiri dari 10 tahapan, yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi hasil uji coba awal, (6) uji lapangan utama, (7) revisi hasil uji lapangan utama, (8) uji lapangan operasional, (9) revisi produk akhir, dan (10) penyebaran produk. Prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall dengan 10 tahapan tersebut dimodifikasi pada jumlah subjek ujicoba. Validasi produk dilakukan oleh 2 ahli materi, 2 ahli penyajian, 1 ahli bahasa, 1 ahli media, 2 ahli pe ndidikan, 1 praktisi guru IPA, dan 2 teman sejawat. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Prambanan dengan subyek ujicoba awal terdiri dari 6 siswa kelas VII dan 1 guru IPA, subjek ujicoba lapangan utama 18 siswa kelas VII dan 2 guru IPA, serta subjek ujicoba lapangan operasional ada 32 siswa kelas VII F dan 1 guru IPA. Uji efektivitas kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan desain non-equivalent control group, yang di analisis menggunakan software SPSS dengan jenis uji Mann Whitney Test untuk keterampilan proses dan sikap, sedangkan kognitif menggunakan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik modul yang dikembangkan memiliki keterpaduan konten IPA tipe connected dengan adanya tahapan inkuiri terbimbing pada modul yang menyajikan fenomena IPA dalam kehidupan sehari- hari; (2) modul layak digunakan ditinjau dari aspek isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan, dengan perolehan skor modul siswa 3,76 (sangat baik) dan skor modul guru adalah 3,75 (sangat baik); (3) modul efektif meningkatkan keterampilan proses sains (sig. 0,000), hasil belajar sikap (sig. 0,000), dan hasil belajar kognitif (sig. 0,000). Besarnya peningkatan dilihat dari gain keterampilan proses sains 0,65 (sedang), gain sikap 0,65 (sedang), dan gain kognitif 0,35 (sedang). Jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada kelas eksperimen 18 siswa (56,25%), sedangkan pada kelas kontrol tidak ada yang mencapai nilai KKM.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN ARIAS UNTUK MEMBERDAYAKAN MOTIVASI DAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM Dyah Erlina Sulistyaningrum; Puguh Karyanto; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem; (2) Mengetahui kelayakan penggunaan modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem; (3) Mengetahui efektivitas penggunaan modul berbasis model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang merujuk pada Borg dan Gall. Rancangan modul dikembangkan menjadi modul Draft 1. Modul Draft 1 divalidasi oleh validator ahli dan praktisi berdasarkan kelayakan isi, bahasa, penyajian, kegrafikan, basis model pembelajaran ARIAS, berpikir kritis dan motivasi belajar siswa kemudian dilakukan uji coba lapangan kecil pada 10 siswa SMA N Kebakkramat. Setelah merevisi modul berdasar saran dan masukan pada uji skala kecil maka direvisi menjadi modul draft II. Modul draft II kemudian diuji utama pada 15 siswa SMA N Kebakkramat. Berdasar saran dan masukan uji lapangan modul draft II direvisi mnenjadi modul draft III. Modul draft III diuji coba sesungguhnya pada 36 siswa kelas X-8 SMA N Kebakkramat. Keefektifan modul terhadap hasil belajar, motivasi dan berpikir kritis siswa dianalisis menggunakan gain score dinormalisasikan untuk pretest-postest kelas uji coba sesungguhnya. Setelah modul direvisi menjadi produk akhir, dilakukan persebaran untuk pengembangan modul lebih luas. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1)Modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem dikembangkan dengan merujuk pada penelitian pengembangan (Research and Development) yang merujuk pada Borg dan Gall; (2) Kualitas modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem yang dikembangkan termasuk kategori sangat baik untuk kelayakan isi, penyajian, kegrafikan, dan sintaks model pembelajaran ARIAS serta menunjukkan kategori baik untuk kelayakan motivasi dan berpikir kritis berdasarkan validator ahli dan praktisi; (3) Modul berbasis model pembelajaran ARIAS untuk memberdayakan motivasi dan berpikir kritis siswa pada materi ekosistem efektif memberdayakan motivasi belajar siswa dengan hasil N-gain score sebesar 0,51 dan efektif memberdayakan berpikir kritis siswa dengan hasil N-gain score sebesar 0,60 dengan kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA ALAT PENDENGARAN MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAMBUNGMACAN Yudi Martana; Baskoro Adi Prayitno; Widha Sunarno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik  modul  IPA terpadu berbasis  inkuiri terbimbing  untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan tema alat pendengaran manusia dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa di SMP; 2) mengetahui kelayakan  modul IPA terpadu untuk meningkatkan keterampilan proses sains  siswa; 3) mengetahui keefektifan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains  siswa. Penelitian pengembangan modul IPA terpadu ini menggunakan prosedur Borg and Gall dimodifikasi terdiri 7 tahap. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) pengembangan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing dengan tema alat pendengaran manusia yang telah dikembangkan  memiliki karakteristik: a) modul yang utuh, berdiri sendiri; b) materi IPA terpadu bersifat  holistik, bermakna,  dan aktif dengan aktivitas modul berupa sintaks pembelajaran  inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains. 2)  modul IPA terpadu  yang dikembangkan layak untuk diterapkan pada tema alat pendengaran manusia. Kelayakan modul IPA terpadu berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori sangat baik pada produk pengembangan, 3) Modul IPA terpadu yang dikembangkan  efektif meningkatkan keterampilan proses sains (sig. 0,000) dan hasil belajar kognitif (sig. 0,000). Besarnya peningkatan dilihat dari gain score keterampilan proses sains siswa 0,38 (sedang) dan gain score hasil belajar kognitif 0,42 (sedang).
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS MASALAH DENGAN TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN Wiji Hastuti; Widha Sunarno; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema pencemaran lingkungan; (2) kelayakan modul IPA terpadu berbasis masalah; (3) keefektifan modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema pencemaran lingkungan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan yang digunakan adalah model Four-D yaitu pendefinisian (define), perencanaan (desain), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Analisis data yang dilakukan selama proses penelitian dan pengembangan, meliputi analisis deskriptif, analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria, dan analisis tes kognitif pretest dan posttest melalui t-test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) karakteirtik modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema pencemaran lingkungan telah berhasil dikembangkan dengan model pengembangan Four-D melalui tahap pembelajaran berbasis masalah, meliputi: orientasi pada masalah, mengorganisasi belajar melalui observasi, membimbing penyelidikan, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. (2) hasil kelayakan modul dari validator sangat baik ditinjau dari komponen isi, keterpaduan, pendekatan, penyajian, kegrafikan, dan bahasa; (3) modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema pencemaran lingkungan efektif memberdayakan kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan hasil Gain score sebesar 0,7391 berarti modul ternomalisasi tinggi dengan tingkat efektifitas 42,5% berarti efektifitas sedang.
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS KARAKTER ISLAMI MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA TEMA ROTASI DAN REVOLUSI BUMI SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Muhammad Ali; Widha Sunarno; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9566

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu: (1) mengembangkan modul IPA berbasis karakter islami melalui pendekatan saintifik pada tema rotasi dan revolusi bumi, (2) hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul IPA berbasis karakter islami melalui pendekatan saintifik pada tema rotasi dan revolusi bumi. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilaksanakan dengan mengacu pada model ADDIE (Analyse, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang dikemukakan oleh Russel dan Molenda. Validasi modul IPA ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, dan peer review. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul IPA dinyatakan layak digunakan dan di implementasikan di kelas VIII.B  SMPN  1  Pulau  Sembilan  Kabupaten  Kotabaru.  Hasil  belajar  siswa  dianalisis  dengan  uji nonparametrik dengan menggunakan uji wilcoxon yang diproses menggunakan software IBM SPSS Statistic 20. Hasil penelitian dan pengembangan yaitu (1) modul IPA berbasis karakter islami (gemar membaca, rasa ingin tahu, jujur, disiplin, dan menghargai karya orang lain) melalui pendekatan saintifik pada tema rotasi dan revolusi bumi dikembangkan menggunakan komponen pendekatan saintifik dengan menggunakan model ADDIE meliputi Analyse, Design, Development, Implementation, dan Evaluation, (2) hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul IPA berbasis karakter islami melalui pendekatan saintifik pada tema rotasi dan revolusi bumi mengalami peningkatan yang signifikansi. Peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari nilai p-value sebesar -4,462 dibawah (<0,05).
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TEMA PEMANASAN GLOBAL BERBASIS KOMIK DI SMPN 4 DELANGGU Kristanti Kristanti; Widha Sunarno; Cari Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9588

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu define, design, develop, disseminate. Penelitian diawali dengan penelitian pendahuluan berupa studi pustaka dan observasi lapangan yang dilanjutkan dengan menyusun draft-1 modul. Draft modul-1 divalidasi oleh ahli materi dan teman sejawat dan direvisi menjadi draft modul-2. Kemudian draft modul-2 diujicobakan secara terbatas dan mendapat masukan yang akan menjadi modul draft-3. Hasil dari draft-3 diujicobakan di kelompok besar di kelas. Pada uji coba kelas besar diadakan pretes dan postes untuk mengetahui keefektifan dari modul. Pada tahap terakhir modul disebarluaskan kepada guru-guru IPA untuk mendapatkan umpan balik.Hasil penelitian menghasilkan kualitas modul hasil pengembangan untuk kelayakan isi 92,85, penyajian 94,28, bahasa 92,85, analisa grafik 85,71, dan pendekatan 95,23, jadi modul termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan uji-t dihasilkan p-value 0.001 yang berarti Ho ditolak maka keputusan uji adalah antara pretes dan postes mempunyai perbedaan efektivitas yang signifikan. Hasil penilaian guru-guru IPA pada tahap penyebaran adalah 84 dengan kategori sangat baik, sehingga modul dapat digunakan dalam proses pembelajaran.