Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Model Talking Stick untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Peserta Didik Kelas 5 Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Mutiara Nusyabana; Fajar Nugraha
Jurnal PGMI UNIGA Vol 5 No 1 (2026): Jurnal PGMI UNIGA
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara peserta didik kelas V SDN 2 Pelitaasih pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Masalah utama meliputi kurangnya rasa percaya diri siswa serta penggunaan metode pembelajaran konvensional yang monoton. Tujuannya untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran Talking Stick terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest) terhadap 17 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes lisan, dan angket. Dengan hasil signifikansi 0,000 < 0,05, kesimpulanya terdapat perbedaan signifikan setelah pemberian perlakuan. Peningkatan kemampuan dibuktikan dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 (kategori sedang). Selain itu, angket respon siswa menunjukkan persentase 78% (kriteria baik), sementara keterampilan berbicara mencapai 77%. Simpulannya, model Talking Stick efektif meningkatkan keberanian, antusiasme, dan kemampuan berbicara siswa secara sistematis, sehingga sangat direkomendasikan untuk diterapkan di tingkat sekolah dasar. Kata Kunci: Talking Stick, Keterampilan Berbicara, Bahasa Indonesia, Sekolah Dasar.
Identifikasi Gugus Fungsi Fraksi Etil Asetat dan Fraksi n-Heksan Hylocereus polyrhizus (F.A.C.Weber) Britton & Rose Sri Wahdaningsih; Fajar Nugraha; Hadi Kurniawan; Anis Marselia; Dian Novita Sari
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.11192

Abstract

Buah naga merah diketahui memiliki manfaat pada daging maupun kulit buahnya. Kulit buah naga merah yang sering dibuang sebagai limbah ternyata memiliki aktivitas antioksidan yang lebih banyak daripada daging buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang ada pada fraksi etil asetat dan n-heksan kulit buah naga merah. Analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer FTIR dengan metode pelet KBr. Hasil yang diperoleh bersifat kualitatif yaitu berupa spektrum inframerah. Hasil identifikasi gugus fungsi dari fraksi etil asetat kulit buah naga merah adalah gugus fungsi O–H, C–H alkana, C=O, C–O, dan C–H aromatik. Hasil identifikasi gugus fungsi dari fraksi n-heksan kulit buah naga merah adalah gugus fungsi O-H , C-H alkana, C-H alkena, C-O, dan C=O. Senyawa yang terkandung pada fraksi etil asetat kulit buah naga merah adalah fenolik, flavonoid, terpenoid, steroid, dan alkaloid. Senyawa yang terkandung pada fraksi n-heksan kulit buah naga merah adalah flavonoid, terpenoid, dan steroid. Kata Kunci: Kulit Buah Naga Merah, Fraksinasi, Spektrum, Fourier Transform Infrared  Red dragon fruit is known have benefits in the flesh and peel of the fruit. The peel of the red dragon fruit, which is often disposed of as waste, has more antioxidant activity than its flesh. This study aimed to identify the functional groups in the ethyl acetate and n-hexane fractions of red dragon fruit peel. Functional group analysis was done by using FTIR spectrophotometer with KBr pellet method. The results obtained were qualitative in the form of an infrared spectrum. The results of the identification of functional groups from the ethyl acetate fraction of red dragon fruit peel were O–H, C–H alkanes, C=O, C–O, and C–H aromatics functional groups. The results of the identification of functional groups from the n-hexane fraction of red dragon fruit peel were O-H, C-H alkanes, C-H alkenes, C-O, and C=O functional groups. The compounds that contained in the ethyl acetate fraction of red dragon fruit peel are phenolics, flavonoids, terpenoids, steroids, and alkaloids. The compounds that contained in the n-hexane fraction of red dragon fruit peel are flavonoids, terpenoids, and steroids.
Analisis Sibutramin Hcl Dalam Jamu Pelangsing Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri Uv - Vis Sintya Maulidiyah; Fajar Nugraha; Hadi Kurniawan
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20478

Abstract

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam PERMENKES No 07 tahun 2012 melarang penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) di dalam jamu. Namun, sibutramin HCl sering ditemukan dalam jamu diet dan pelangsing, obat ini mampu menekan nafsu makan sehingga dapat melangsingkan badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan sibutramin HCl di dalam jamu dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil pembacaan KLT dengan fase gerak etil : kloroform (3 : 7) dan silica gel GF254  memberikan hasil sampel C positif mengandung Sibutramin HCl dengan Rf 0,826. Validasi metode analisis yang dilakukan meliputi Linieritas, LOD dan LOQ, Akurasi serta Presisi. Linieritas menghasilkan persaman regresi y = 0,0648x + 0,0583 sehingga r = 0,9989, LOD dan LOQ hasil 0,6228 dan 1,8873 ppm, akurasi dan presisi menghasilkan %recovery dalam rentang 106,65% - 110,59% serta %RSD 1,473%, 5,196% dan 1,533%. Hasil uji kadar sampel jamu C menghasilkan rata-rata kadar (mg) sebesar 2,662 mg dan %kadar 1,331% per 200 mg. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat Sibutramin HCl di dalam jamu pelangsing sampel C dengan kadar 5,95 mg per kemasan. Kata Kunci: Jamu Pelangsing; Kromatografi Lapis Tipis; Sibutramin HCl; Spektrofotometri UV-Vis The Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) in PERMENKES No. 07 of 2012 prohibits the addition of Chemical Drugs (BKO) in herbal medicine. However, Sibutramine HCl is often found in diet and slimming herbal medicine, this drug is able to suppress appetite so that it can slim the body. This study aims to identify the content of Sibutramine HCl in herbal medicine using the Thin Layer Chromatography (TLC) and UV-Vis Spectrophotometry methods. The results of TLC readings with a mobile phase of ethyl: chloroform (3: 7) and silica gel GF254 gave positive sample C results containing Sibutramine HCl with Rf 0.826. Validation of the analysis method carried out included Linearity, LOD and LOQ, Accuracy and Precision. Linearity produces a regression equation of y = 0.0648x + 0.0583 so that r = 0.9989, LOD and LOQ results of 0.6228 and 1.8873 ppm, accuracy and precision produce % recovery in the range of 106.65% - 110.59% and % RSD of 1.473%, 5.196% and 1.533%. The results of the test of the content of herbal medicine sample C produced an average content (mg) of 2.662 mg and a% content of 1.331% per 200 mg. The conclusion of this study is that there is Sibutramine HCl in the slimming herbal medicine sample C with a content of 5.95 mg per package.
Peningkatan Kemampuan Problem Solving melalui Model Problem Based Learning pada Pembelajaran IPS Sekolah Dasar Rifai, Fikri Ahmad; Fajar Nugraha; Hatma Heris Mahendra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.51572

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low problem-solving skills of fourth-grade students in Social Studies (IPS) learning at SDN 2 Cigantang, where only 28.57% of students achieved the Minimum Completeness Criteria in the pre-test. This study aims to describe the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model in improving students' problem-solving skills. The research method used was Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles including planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects consisted of 35 fourth-grade students at SDN 2 Cigantang. Data collection techniques were conducted through observation, tests, and documentation. The results showed that the implementation of the Problem Based Learning model successfully improved students' problem-solving skills. The learning completeness percentage increased from 28.57% in the pre-cycle to 62.86% in Cycle I and reached 91.43% in Cycle II. Thus, the Problem Based Learning model is proven effective in improving students' problem-solving skills in Social Studies learning. Keywords: Problem Based Learning; problem solving; Social Studies learning ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan problem solving siswa kelas IV pada pembelajaran IPS di SDN 2 Cigantang yang ditunjukkan oleh hanya 28,57% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum pada tes awal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan problem solving siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa kelas IV SDN 2 Cigantang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan problem solving siswa. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 28,57% pada pra-siklus menjadi 62,86% pada Siklus I dan mencapai 91,43% pada Siklus II. Dengan demikian, model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan problem solving siswa pada pembelajaran IPS serta dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang aktif dan berpusat pada peserta didik di sekolah dasar. Kata kunci: Problem Based Learning; problem solving; pembelajaran IPS