Claim Missing Document
Check
Articles

Triangular Collaboration: Strengthening Financing For Sustainable Development Goals Komara, Syifa Rachmania; Rusliadi, Rusliadi
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v4i2.16844

Abstract

The achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) is imperative for global sustainability, necessitating innovative financing strategies that leverage collaboration among government entities, the private sector, and philanthropic organizations. This research explores the framework of triangular collaboration as a means to enhance funding for SDGs, addressing the complex financial landscape that currently hampers effective implementation. Utilizing a qualitative approach, the study conducts in-depth analyses of existing partnerships through multiple case studies to identify best practices and challenges in mobilizing diverse funding sources. The findings reveal that multi-stakeholder engagement fosters synergies, increases resource allocation efficiency, and drives sustainable development. Furthermore, the research highlights critical policy implications, suggesting that coherent governance frameworks and incentives can optimize collaboration among stakeholders. Recommendations include developing tailored funding models that leverage the strengths of each partner. Ultimately, this research contributes to a nuanced understanding of how triangular partnerships can be effectively utilized to address the financing needs of the SDGs while recognizing inherent limitations and challenges in these collaborations.
Studi Eksegesis 2 Korintus 11:4 Mengenai “Yesus yang Lain” dan Implikasinya terhadap Pembinaan Iman Jemaat Prianto, Robi; Rusliadi, Rusliadi; Tampubolon, Yohanes Hasiholan
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v4i1.158

Abstract

Another Jesus was a false doctrine taught by the false apostles to the Corinthians to lead astray the Lord’s congregation in Corinth. The teachings of the false apostles concerning another Jesus are those that are easy to understand and reasonable. When they believe in “another Jesus," they will be blessed and experience no shortage and no suffering. That is why the apostle emphasized to the Corinthians the when he became a believer in Christ of weakness, the suffering of even death and humiliation was yet to be experienced.  The method used is qualitative research with an exegetical approach through grammatical-historical analysis. The study found that salvation was god’s initiative to rescue mankind trough his sacrifice on the cross. Only Jesus Christ who died on the cross and rose from the dead became the savior of man, not “the other Jesus.” That is why it is important to know Jesus Christ properly and prayerfully. Became through Jesus Christ mankind has gained the gift of salvation and not “another Jesus” as taught by the false apostle. AbstrakYesus yang lain adalah doktrin palsu yang diajarkan oleh para rasul palsu kepada jemaat Korintus untuk menyesatkan jemaat Tuhan di Korintus. Ajaran para rasul palsu tentang Yesus yang lain adalah ajaran yang mudah dimengerti dan masuk akal. Ketika mereka percaya pada “Yesus yang lain”, maka mereka akan diberkati dan tidak mengalami kekurangan dan segala macam penderitaan. Itulah sebabnya, rasul Paulus menekankan kepada orang-orang Korintus bahwa ketika dia menjadi percaya kepada Kristus yang lemah, penderitaan bahkan kematian dan penghinaan belum dialami. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan eksegese melalui analisis gramatikal-historis. Penelitian ini menemukan bahwa keselamatan itu adalah inisiatif Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia melalui pengorbanannya di kayu salib. Hanya Yesus Kristus yang mati di kayu salib dan bangkit dari kematian menjadi penyelamat manusia, bukan “Yesus yang lain.” Itulah mengapa penting untuk mengenal Yesus Kristus dengan benar dan dengan doa. Menjadi melalui Yesus Kristus umat manusia telah memperoleh karunia keselamatan dan bukan “Yesus yang lain” seperti yang diajarkan oleh rasul palsu.
Analisis Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Efisiensi Transformator Distribusi 20 KV pada Gardu Distribusi Tipe BBD Kampung Tanama PT PLN (Persero) ULP Fakfak Rusliadi, Rusliadi; La Elo, Yulianto; Husnah, Nurul; Lembang, Naomi
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 02 (2023): Desember: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v6i02.148

Abstract

Listrik dewasa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Pemanfaatan daya listrik semakin mengalami pertumbuhan sesuai kemajuan teknologi, yang terlihat dari kegiatan industri, perkantoran, bahkan pada pemanfaatan energi konsumen rumah tangga. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan laju pembangunan yang semakin pesat di Kabupaten Fakfak yang membutuhkan daya listrik yang besar, berkelanjutan, dan harus selalu dijaga agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi energi listrik pelanggan. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan suatu sistem tenaga listrik yang handal. Namun, seiring dengan pertambahan kebutuhan pelanggan, mengakibatkan pelaksaaan pendistribusian sistem tenaga listrik tidak lepas dari berbagai macam gangguan yang menyebabkan menurunnya ketidakseimbangan beban listrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengukuran data beban puncak yang digunakan untuk menentukan ketidak seimbangan arus netral hingga perhitungan rugi-rugi daya. Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan diperoleh bahwa ketidakseimbangan beban pada trafo distribusi yang mengakibatkan terjadinya rugi-rugi daya serta timbulnya arus netral pada waktu beban puncak dimana yang terbesar terjadi pada penghantar di jalur 1 pada di siang hari adalah sebesar 12,5% dan pada malam hari adalah sebesar 29,84%. Sedangkan di jalur 2 pada di siang hari adalah sebesar 33,48% dan pada malam hari adalah sebesar 43,30%.
Pengaruh Pembebanan Terhadap Kestabilan Ferekuensi pada Mesin Komatsu-01 PLTD Fakfak Kelkulat, Ramla; Rusliadi, Rusliadi; Husnah, Nurul
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 1 (2024): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v7i1.182

Abstract

Generator merupakan alat yang digunakan untuk mengubah energi gerak mekanik menjadi energi listrik dengan frekuensi putaran rotor sama dengan frekuensi tegangan yang dibangkitkan. Generator menggunakan prinsip elektromagnetik dalam pengoperasian energinya. Permasalahan yang sering muncul pada generator adalah penggunaan beban yang berlebihan sehingga menimbulkan perlambatan pada putaran rotor. Ketika kebutuhan beban meningkat dan tidak dapat dipenuhi oleh generator maka perlu dilakukan pelepasan beban pada system. Hal ini dimaksudkan untuk menstabilkan frekuensi serta keseimbangan antara daya generator dan beban. Pada penelitian ini telah diketahui bahwa pembebanan sangat berpengaruh terhadap frekuensi generator. Berdasarkan hasil pengukuran beban diketahui bahwa beban sebesar 350 kW, 400 kW dan 440 kW menyebabkan terjadinya penurunan frekuensi menjadi 49,8 Hz, 49,2 Hz dan 49 Hz.
Dynamics of Governance and Private Partnership in Social Programme Implementation: A Comparative Study-Regency of Sinjai, Takalar and Bantaeng in Indonesia Rusliadi, Rusliadi; Lestari, Dian; Amiruddin, Iswadi; Puspita, Dian Permata
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 6 No 1 (2024): JGLP, MEI 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v6i1.1326

Abstract

This study aims to identify and analyze the collaboration between the government and the private sector in managing non-cash basic food assistance programs in three Regencies in Indonesia, namely Sinjai, Takalar, and Bantaeng Regencies. The program in the food sector began in 1998, aimed at ensuring the availability of rice at affordable prices for the poor, known as the Non-Cash Food Assistance program (Bantuan Pangan Non-Tunai, BPNT). It is hoped that the parties that cooperate in the delivery of the Non-Cash Food Assistance program (Bantuan Pangan Non-Tunai, BPNT) services will develop collaborative partnerships and depend on regional readiness. On the other hand, this has a negative impact because implementers in the regions are more flexible in controlling without oversight from the central government. Using a multi-case approach, this research employs a qualitative-explorative research method to examine Indonesia's non-cash food assistance program as a national initiative to fight poverty. Data was collected from interviews, field observations and applicable literature, then Nvivo 12 Pro was used to analyze the results. The study findings show that cooperation between the public and private sectors in the regions in implementing the basic food assistance program is still not optimal. The practice of corruption in program implementation is still an obstacle to implementation. Society accepts not according to the provisions, and the quality of commodities is far from expectations.
The Effect of Using Different Probiotic Products in Biofloc Systems on the Growth of Snakehead (Channa striata) Zahlan, Alfadita; Rusliadi, Rusliadi; Putra, Iskandar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Snakehead (Channa striata) is one of the popular freshwater commodities in Indonesia, but its cultivation is still relatively low due to its relatively slow growth. Biofloc technology, which relies on microorganisms such as probiotic bacteria, is a potential solution to increase cultivation efficiency. This study aims to evaluate the effect of using various types of probiotics in the biofloc system on the growth of cork fish and to determine which type of probiotic is most effective. The research was conducted at the Cultivation Technology Laboratory, Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau, for 56 days from August to October 2024. The method used was experimental with a completely randomized design (CRD), using four treatments (P0 = control, P1 = Probio-7, P2 = Multi-Cell, P3 = Aquaenzyme) and three replications. The results showed that probiotics had a significant effect on growth parameters. The best treatment was P2 (probiotic Sel Multi), which produced the highest absolute weight (2.97 g), absolute length (3.63 cm), specific growth rate (2.02%), lowest feed conversion ratio (1.65), and highest survival rate (86.66%).
The Effect of Using Different Probiotic Products in Biofloc Systems on the Growth of Snakehead (Channa striata) Zahlan, Alfadita; Rusliadi, Rusliadi; Putra, Iskandar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Snakehead (Channa striata) is one of the popular freshwater commodities in Indonesia, but its cultivation is still relatively low due to its relatively slow growth. Biofloc technology, which relies on microorganisms such as probiotic bacteria, is a potential solution to increase cultivation efficiency. This study aims to evaluate the effect of using various types of probiotics in the biofloc system on the growth of cork fish and to determine which type of probiotic is most effective. The research was conducted at the Cultivation Technology Laboratory, Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau, for 56 days from August to October 2024. The method used was experimental with a completely randomized design (CRD), using four treatments (P0 = control, P1 = Probio-7, P2 = Multi-Cell, P3 = Aquaenzyme) and three replications. The results showed that probiotics had a significant effect on growth parameters. The best treatment was P2 (probiotic Sel Multi), which produced the highest absolute weight (2.97 g), absolute length (3.63 cm), specific growth rate (2.02%), lowest feed conversion ratio (1.65), and highest survival rate (86.66%).
Pengaruh Penambahan Dosis Bioboost yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dengan Sistem Resirkulasi Akuaponik Sodipta, Yae Lia Sohni; Pamukas, Niken Ayu; Rusliadi, Rusliadi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.367-374

Abstract

Ikan nilem merupakan ikan endemik Indonesia yang mampu bertahan hidup di sungai maupun di rawa-rawa. Budidaya ikan nilem umumnya terkendala oleh penurunan kualitas air akibat penumpukan sisa-sisa metabolisme dari ikan itu sendiri. Probiotik mempunyai peranan dalam perbaikan kualitas air, meningkatkan biosecurity, peningkatan produktivitas, penurunan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pakan dan penurunan biaya pakan. Salah satu probiotik yang digunakan untuk mengatasi permasalahan pada pemeliharaan ikan nilem adalah Bioboost. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis Bioboost terbaik untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nilem (Osteochilus hasselti) dengan sistem resirkulasi akuaponik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober s.d November 2024 di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis Bioboost yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0 (Tanpa Bioboost), P1 (0,10 mL/L), P2 (0,25 mL/L), P3 (0,30 mL/L), dan P4 (0,40 mL/L) pemeliharaan dilakukan selama 56 hari. Hasil yang didapatkan penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah P3 (0,30 mL/L) dengan rata-rata bobot mutlak 4,14±0,06 g, rata-rata panjang mutlak 2,00±0,13 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,99±0,02 %, efisiensi pakan 38,90±1,10 % dan konversi pakan 2,57±0,07 %. dengan suhu kualitas air berkisar antara 25,5-29oC, pH 6-7,5, DO 1,6-7,3 mg/L, amonia 0,045-0,154 mg/L, nitrat 0,019-1,083 mg/L dan nitrit 0,457-1,096 mg/L. Penambahan dosis 0,30 mL/L mempengaruhi pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nilem
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT (ETLE) DI KOTA MAKASSAR Saharuddin, A; Rusliadi, Rusliadi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i3.22631

Abstract

Implementasi ETLE tidak hanya melibatkan kepolisian sebagai aktor utama penegakan hukum, tetapi juga menuntut kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan melalui integrasi sanksi administratif berupa pemblokiran STNK. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ETLE di Kota Makassar dari perspektif collaborative governance dengan menggunakan kerangka teori Ansell dan Gash yang mencakup kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, proses kolaboratif, dan outcome kolaborasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas operator ETLE dan pengendara di Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dengan mengaitkan temuan empiris pada indikator collaborative governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ETLE di Kota Makassar telah membentuk kolaborasi lintas sektor yang relatif efektif, ditandai oleh kejelasan pembagian peran, integrasi sistem penegakan hukum dan administrasi pajak, serta komitmen kelembagaan yang berkelanjutan. ETLE berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas penegakan hukum dan kepatuhan lalu lintas. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan keterbatasan pada aspek partisipasi publik dan inklusivitas kebijakan, terutama bagi masyarakat dengan tingkat literasi digital yang rendah. Oleh karena itu, penguatan aspek partisipatif dan keadilan sosial menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan dan legitimasi kebijakan ETLE.Kata Kunci : Electronic Traffic Law Enforcement, Collaborative Governance, Penegakan Hukum Lalu Lintas, Kolaborasi Lintas Sektor
IMPLEMENTASI TONGKRONGAN SEHAT: INOVASI KETAHANAN PANGAN DAN NILAI TAMBAH BERBASIS SOLAR DRIYER DI KAMPUNG TANAMA oktavianus, Petrus; Rusliadi, Rusliadi; Suloi, Andi Fitra
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2727

Abstract

Program Tongkrongan SEHAT dilaksanakan pada kelompok petani pala dan pemuda Kampung Tanama, Fakfak, dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan dan nilai tambah pala melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan serta penguatan kapasitas masyarakat. Kampung Tanama menghadapi tantangan berupa tingkat kemiskinan tinggi, kondisi tanah berbatu, curah hujan tinggi, dan keterbatasan teknologi pertanian. Permasalahan utama mitra meliputi ketidakstabilan waktu pengeringan pala akibat cuaca, mutu pala yang rendah karena aflatoksin dan pengeringan tidak merata, minimnya pemahaman SOP pengolahan, keterbatasan lahan tanam, rendahnya partisipasi pemuda, serta belum adanya integrasi teknologi hidroponik dan PLTS. Program menawarkan solusi berupa pembangunan rumah pengering pala berbasis PLTS, sistem hidroponik tenaga surya, standarisasi proses pengeringan, pelatihan hidroponik dan PLTS, penguatan kelembagaan kelompok, serta pendampingan usaha. Hasil program menunjukkan penurunan waktu pengeringan dari 45 hari menjadi 23 hari, peningkatan kapasitas pengeringan hingga 30%, serta meningkatnya pemahaman mitra terhadap teknologi energi terbarukan dan pertanian modern. Keberlanjutan program didukung oleh pemanfaatan energi terbarukan, ketersediaan modul PLTS, kelembagaan kelompok, dan dukungan pemerintah kampung.Abstract. The Tongkrongan SEHAT program was implemented among nutmeg farmer groups and youth in Tanama Village, Fakfak, aiming to enhance food security and increase the added value of nutmeg through the application of appropriate technology based on renewable energy and community capacity building. Tanama Village faces several challenges, including high poverty levels, rocky soil conditions, high rainfall, and limited access to agricultural technology. Key problems identified include unstable nutmeg drying time due to weather conditions, low product quality caused by aflatoxin contamination and uneven drying, limited knowledge of standard operating procedures, restricted planting areas, low youth participation in agriculture, and the absence of integrated hydroponic and solar power technologies. The program introduced solar-powered nutmeg drying facilities, smart solar-based hydroponic systems, drying standardization, hydroponic and solar power training, organizational strengthening, and business mentoring. The results show a reduction in drying time from 45 days to 23 days, a 30% increase in drying capacity, and improved community awareness of renewable energy and modern agricultural practices. Program sustainability is supported by renewable energy use, technical modules, strong local institutions, and village government commitment.
Co-Authors Abdul Haris Adilla, Deane Marza aditya, Rendi ahmad yani Al-Farid, Laren Amir Al-Farid, Laren Amir Al-Farid Alfinda, Rudi Aminudin, Arif Anggani, Dewi Annavi, Riski Ariansyah, Sepri Asiddiqqi, Hasby Ayyub, Muhammad B Hutabarat, Geral B Sianturi, Benny Candra, Andre Maryan Deni Efizon Devindra, M. Ilham DIAN LESTARI Dian Permata Puspita Eni Sumiarsih Fahrah Syahdinar, Zharin Fathi’ah , Syalaisa Amani Febriansyah Febriansyah Febriyan , Febriyan Firmansyah, Rodhi Hafizah, Ainna Hasriadi, Hasriadi Herfiko, Zulfa Herman HR HR, Herman Husnah, Nurul Iskandar Putra Iswadi Amiruddin Junita, Riska Kafara, Hajija Jafar Kelkulat, Ramla Lembang, Naomi Lestari M P Alibasayah Lubis, Muhammad Reza Idris Manik, Retno Aprita Manurung, Fazhira Ryunisyah Masjudi, Heri Meiza, Maharanny Mestawaty As.A Mestawaty As.A Mifna, Nur Izatul Mokan, Muhammadon Mulyadi Mulyadi Mutamima, Anisa Mutamima, Annisa Nainggolan, Evy Purnama Nasution , Indah Dewiana Nasution, Indah Dewiana Niken Ayu Pamukas Nur, Abidin Nurbaiti, Dinda Nurfadli, Muhammad Oktaviani , Ullia oktavianus, Petrus Padli, Khairul Pajri Ananta Yudha Pasaribu, Jeriko Prastoro, Wiko Prianto, Robi Putra, Widodo Rahmini Hustim, Rahmini Ramadhani Ramadhani Renaldi, Irwan Ronal Kurniawan SAHARUDDIN, A Sahputra, Erwin Wahyu sari, Chici Arum Sari, Mira Rahmita Shafiq, Muhammad Sihaloho, Ulfah Oktarida Sitanggang, Rosita Siti Aisyah Situmorang, Romaida Sodipta, Yae Lia Sohni Suloi, Andi Fitra Syafrida Syafrida, Syafrida Syahroni, Desty Syamsul, Muhammad Ayyub Syaputra, Mai Liandro Pratama Syarifah Aini Syifa Rachmania Komara Tampubolon, Yohanes Hasiholan Tobing, Olaelita L Ulfa, Fadilah Nur Usman Muhammad Tang Virdina, Mita Wahyudi, Riva Windarti Windarti Yulianto La Elo Yulindra, Ade Zahlan, Alfadita