Claim Missing Document
Check
Articles

Dynamics of Governance and Private Partnership in Social Programme Implementation: A Comparative Study-Regency of Sinjai, Takalar and Bantaeng in Indonesia Rusliadi, Rusliadi; Lestari, Dian; Amiruddin, Iswadi; Puspita, Dian Permata
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 6 No 1 (2024): JGLP, MEI 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v6i1.1326

Abstract

This study aims to identify and analyze the collaboration between the government and the private sector in managing non-cash basic food assistance programs in three Regencies in Indonesia, namely Sinjai, Takalar, and Bantaeng Regencies. The program in the food sector began in 1998, aimed at ensuring the availability of rice at affordable prices for the poor, known as the Non-Cash Food Assistance program (Bantuan Pangan Non-Tunai, BPNT). It is hoped that the parties that cooperate in the delivery of the Non-Cash Food Assistance program (Bantuan Pangan Non-Tunai, BPNT) services will develop collaborative partnerships and depend on regional readiness. On the other hand, this has a negative impact because implementers in the regions are more flexible in controlling without oversight from the central government. Using a multi-case approach, this research employs a qualitative-explorative research method to examine Indonesia's non-cash food assistance program as a national initiative to fight poverty. Data was collected from interviews, field observations and applicable literature, then Nvivo 12 Pro was used to analyze the results. The study findings show that cooperation between the public and private sectors in the regions in implementing the basic food assistance program is still not optimal. The practice of corruption in program implementation is still an obstacle to implementation. Society accepts not according to the provisions, and the quality of commodities is far from expectations.
The Effect of Using Different Probiotic Products in Biofloc Systems on the Growth of Snakehead (Channa striata) Zahlan, Alfadita; Rusliadi, Rusliadi; Putra, Iskandar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Snakehead (Channa striata) is one of the popular freshwater commodities in Indonesia, but its cultivation is still relatively low due to its relatively slow growth. Biofloc technology, which relies on microorganisms such as probiotic bacteria, is a potential solution to increase cultivation efficiency. This study aims to evaluate the effect of using various types of probiotics in the biofloc system on the growth of cork fish and to determine which type of probiotic is most effective. The research was conducted at the Cultivation Technology Laboratory, Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau, for 56 days from August to October 2024. The method used was experimental with a completely randomized design (CRD), using four treatments (P0 = control, P1 = Probio-7, P2 = Multi-Cell, P3 = Aquaenzyme) and three replications. The results showed that probiotics had a significant effect on growth parameters. The best treatment was P2 (probiotic Sel Multi), which produced the highest absolute weight (2.97 g), absolute length (3.63 cm), specific growth rate (2.02%), lowest feed conversion ratio (1.65), and highest survival rate (86.66%).
The Effect of Using Different Probiotic Products in Biofloc Systems on the Growth of Snakehead (Channa striata) Zahlan, Alfadita; Rusliadi, Rusliadi; Putra, Iskandar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Snakehead (Channa striata) is one of the popular freshwater commodities in Indonesia, but its cultivation is still relatively low due to its relatively slow growth. Biofloc technology, which relies on microorganisms such as probiotic bacteria, is a potential solution to increase cultivation efficiency. This study aims to evaluate the effect of using various types of probiotics in the biofloc system on the growth of cork fish and to determine which type of probiotic is most effective. The research was conducted at the Cultivation Technology Laboratory, Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau, for 56 days from August to October 2024. The method used was experimental with a completely randomized design (CRD), using four treatments (P0 = control, P1 = Probio-7, P2 = Multi-Cell, P3 = Aquaenzyme) and three replications. The results showed that probiotics had a significant effect on growth parameters. The best treatment was P2 (probiotic Sel Multi), which produced the highest absolute weight (2.97 g), absolute length (3.63 cm), specific growth rate (2.02%), lowest feed conversion ratio (1.65), and highest survival rate (86.66%).
Pengaruh Penambahan Dosis Bioboost yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dengan Sistem Resirkulasi Akuaponik Sodipta, Yae Lia Sohni; Pamukas, Niken Ayu; Rusliadi, Rusliadi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 3 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.3.367-374

Abstract

Ikan nilem merupakan ikan endemik Indonesia yang mampu bertahan hidup di sungai maupun di rawa-rawa. Budidaya ikan nilem umumnya terkendala oleh penurunan kualitas air akibat penumpukan sisa-sisa metabolisme dari ikan itu sendiri. Probiotik mempunyai peranan dalam perbaikan kualitas air, meningkatkan biosecurity, peningkatan produktivitas, penurunan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pakan dan penurunan biaya pakan. Salah satu probiotik yang digunakan untuk mengatasi permasalahan pada pemeliharaan ikan nilem adalah Bioboost. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis Bioboost terbaik untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nilem (Osteochilus hasselti) dengan sistem resirkulasi akuaponik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober s.d November 2024 di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis Bioboost yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0 (Tanpa Bioboost), P1 (0,10 mL/L), P2 (0,25 mL/L), P3 (0,30 mL/L), dan P4 (0,40 mL/L) pemeliharaan dilakukan selama 56 hari. Hasil yang didapatkan penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah P3 (0,30 mL/L) dengan rata-rata bobot mutlak 4,14±0,06 g, rata-rata panjang mutlak 2,00±0,13 cm, laju pertumbuhan spesifik 1,99±0,02 %, efisiensi pakan 38,90±1,10 % dan konversi pakan 2,57±0,07 %. dengan suhu kualitas air berkisar antara 25,5-29oC, pH 6-7,5, DO 1,6-7,3 mg/L, amonia 0,045-0,154 mg/L, nitrat 0,019-1,083 mg/L dan nitrit 0,457-1,096 mg/L. Penambahan dosis 0,30 mL/L mempengaruhi pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nilem
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT (ETLE) DI KOTA MAKASSAR Saharuddin, A; Rusliadi, Rusliadi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i3.22631

Abstract

Implementasi ETLE tidak hanya melibatkan kepolisian sebagai aktor utama penegakan hukum, tetapi juga menuntut kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan melalui integrasi sanksi administratif berupa pemblokiran STNK. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ETLE di Kota Makassar dari perspektif collaborative governance dengan menggunakan kerangka teori Ansell dan Gash yang mencakup kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, proses kolaboratif, dan outcome kolaborasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas operator ETLE dan pengendara di Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dengan mengaitkan temuan empiris pada indikator collaborative governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ETLE di Kota Makassar telah membentuk kolaborasi lintas sektor yang relatif efektif, ditandai oleh kejelasan pembagian peran, integrasi sistem penegakan hukum dan administrasi pajak, serta komitmen kelembagaan yang berkelanjutan. ETLE berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas penegakan hukum dan kepatuhan lalu lintas. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan keterbatasan pada aspek partisipasi publik dan inklusivitas kebijakan, terutama bagi masyarakat dengan tingkat literasi digital yang rendah. Oleh karena itu, penguatan aspek partisipatif dan keadilan sosial menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan dan legitimasi kebijakan ETLE.Kata Kunci : Electronic Traffic Law Enforcement, Collaborative Governance, Penegakan Hukum Lalu Lintas, Kolaborasi Lintas Sektor
IMPLEMENTASI TONGKRONGAN SEHAT: INOVASI KETAHANAN PANGAN DAN NILAI TAMBAH BERBASIS SOLAR DRIYER DI KAMPUNG TANAMA oktavianus, Petrus; Rusliadi, Rusliadi; Suloi, Andi Fitra
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2727

Abstract

Program Tongkrongan SEHAT dilaksanakan pada kelompok petani pala dan pemuda Kampung Tanama, Fakfak, dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan dan nilai tambah pala melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan serta penguatan kapasitas masyarakat. Kampung Tanama menghadapi tantangan berupa tingkat kemiskinan tinggi, kondisi tanah berbatu, curah hujan tinggi, dan keterbatasan teknologi pertanian. Permasalahan utama mitra meliputi ketidakstabilan waktu pengeringan pala akibat cuaca, mutu pala yang rendah karena aflatoksin dan pengeringan tidak merata, minimnya pemahaman SOP pengolahan, keterbatasan lahan tanam, rendahnya partisipasi pemuda, serta belum adanya integrasi teknologi hidroponik dan PLTS. Program menawarkan solusi berupa pembangunan rumah pengering pala berbasis PLTS, sistem hidroponik tenaga surya, standarisasi proses pengeringan, pelatihan hidroponik dan PLTS, penguatan kelembagaan kelompok, serta pendampingan usaha. Hasil program menunjukkan penurunan waktu pengeringan dari 4–5 hari menjadi 2–3 hari, peningkatan kapasitas pengeringan hingga 30%, serta meningkatnya pemahaman mitra terhadap teknologi energi terbarukan dan pertanian modern. Keberlanjutan program didukung oleh pemanfaatan energi terbarukan, ketersediaan modul PLTS, kelembagaan kelompok, dan dukungan pemerintah kampung.Abstract. The Tongkrongan SEHAT program was implemented among nutmeg farmer groups and youth in Tanama Village, Fakfak, aiming to enhance food security and increase the added value of nutmeg through the application of appropriate technology based on renewable energy and community capacity building. Tanama Village faces several challenges, including high poverty levels, rocky soil conditions, high rainfall, and limited access to agricultural technology. Key problems identified include unstable nutmeg drying time due to weather conditions, low product quality caused by aflatoxin contamination and uneven drying, limited knowledge of standard operating procedures, restricted planting areas, low youth participation in agriculture, and the absence of integrated hydroponic and solar power technologies. The program introduced solar-powered nutmeg drying facilities, smart solar-based hydroponic systems, drying standardization, hydroponic and solar power training, organizational strengthening, and business mentoring. The results show a reduction in drying time from 4–5 days to 2–3 days, a 30% increase in drying capacity, and improved community awareness of renewable energy and modern agricultural practices. Program sustainability is supported by renewable energy use, technical modules, strong local institutions, and village government commitment. 
Potensi Energi PLTS Rooftop dalam Rangka Mewujudkan Efisiensi Energi di Lingkungan Politeknik Negeri Fakfak Rusliadi, Rusliadi; La ELo, Yulianto; Husnah, Nurul; Wahyudi, Riva; Lembang, Naomi; Herman HR
Jurnal JEETech Vol. 6 No. 2 (2025): Nomor 2 November
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jeetech.v6i2.6204

Abstract

Pertembuhan populasi dan kemajuan teknologi yang sangat signifikan menjadikan kebutuhan energi yang sebelumnya bergantung pada energi fosil semakin meningkat. Ketergantungan ini menyebabkan adanya kekhawatiran akan sumber daya alam yang terbatas dan juga emisi karbon yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan transisi energi ke energi terbarukan yang juga merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan energi nasional. Salah satu solusi yang paling potensial adalah Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) yang sumber energinya berasal dari energi matahari. Indonesia memiliki peluang lebih tinggi untuk radiasi matahari rata -rata 4,8 kWh/m² per hari. Fakta ini meningkatkan urgensi penggunaan energi matahari di daerah seperti Kabupaten Fakfak di Papua Barat. Ini juga merupakan tantangan dalam ketersediaan energi karena ketergantungannya pada jaringan listrik tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif potensial energi matahari sebagai pembangkit tenaga listrik serta mengebangkan system PLTS rooftop yang optimal pada lingkungan politeknik negeri fakfak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literaur, pengamatan lokasi, pengumpulan data radiasi matahari dari BMKG dan analisis konsumsi energi kampus. Penelitian ini dilengkapi dengan perangkat lunak PVSYST untuk mensimulasikan dan menetukan desain yang efisien. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perkiraan iradiasi pertahun mencapai 2091,9 kWh dengan energi efektif yang dapat disalurkan sebesar 61.393 kWh/Tahun atau dapat mensuplai energi sebesar 170 kWh/Hari. Adapun rugi-rugi daya yang muncul akibat pengaruh suhu sebesar -10,73% dan konversi daya oleh inverter sebesar -4,62%.
PEMASANGAN PLTS OFF-GRID UNTUK PENGOPERASIAN MESIN PRODUKSI ES BALOK KELOMPOK NELAYAN TUBUDIN Lembang, Naomi; Husnah, Nurul; Aminullah, Arif; H. R., Herman; Rusliadi, Rusliadi; Wahyudi, Riva; Lembang, Desi; Lobo, Osmar Buntu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35944

Abstract

Abstrak: Tahun 2016 Produksi sumber daya perikanan tangkap di Kabupaten Fakfak sebesar 17.806 ton, Kelompok nelayan Tubudin masih mengandalkan aliran Listrik dari PT. PLN dan Ketika pemadaman terjadi masih membeli solar menghidupkan genset untuk mesin es balok, Ketersediaan es balok menjadi sarana penting bagi nelayan untuk mempertahankan kualitas hasil tangkapan. Tujuan pengabdian melakukan pemasangan PLTS dengan mengetahui kapasitas besaran daya terpasang untuk memenuhi pengoperasian mesin es balok nelayan agar meningkatan ekonomi nelayan dan penghematan biaya operasional serta memperlambat pembusukan dan menjaga kesegaran ikan. Metode pendekatan yang digunaka survey melihat salah satu kondisi rumah warga yang akan dipasangi panel surya, melakukan pemasangan rangkaian panel berupa modul surya berkapasitas 550 Wp sebanyak 9 unit jenis modul monokristalin, jenis Inverter hybrid melalui MCB 50A, dan baterai kapasitas 48v 100ah dengan 6 unit serta kabel untuk penyambungan, evaluasi digunakan berupa kusioner dengan mengajukan 6 pertanyaan (kepuasaan mitra) yaitu metode kuantitatif. Adapun jumlah kelompok nelayan Tubudin menjadi sasaran kegiatan yaitu 1 rumah dengan 1 mitra dengan jumlah nelayan 15 orang sebagai sasaran penyuluhan. Hasil kegiatan yaitu terpasangnya PLTS off-grid untuk pengoperasian mesin produksi es balok nelayan Tubudin, hasil penilaian kepuasan nelayan tubudin tehadap pengabdian pemasangan PLTS untuk mesin es balok diperoleh 98% dengan kriteria sangat memuaskan dan sistem PLTS menghasilkan energi listrik sebesar 19.800 Wh per hari.Abstract: In 2016, the production of fishery resources in Fakfak Regency was 17,806 tons. The Tubudin fishermen group still relied on electricity from PT. PLN and when a blackout occurred, they still bought diesel to power the generator for the ice block machine. The availability of ice blocks became an important means for fishermen to maintain the quality of their catch. The purpose of the community service was to install PLTS by knowing the capacity of the installed power to meet the operation of the fishermen's ice block machine in order to improve the fishermen's economy and save operational costs and slow down spoilage and maintain the freshness of the fish. The approach method used was a survey to see one of the conditions of a resident's house that would be installed with solar panels, installing a series of panels in the form of 9 units of 550 Wp solar modules, a type of monocrystalline module, a hybrid inverter type via a 50A MCB, and a 48v 100ah capacity battery with 6 units and cables for connection, the evaluation used was a questionnaire by asking 6 questions (partner satisfaction) which was a quantitative method. The number of Tubudin fishermen groups targeted by the activity is 1 house with 1 partner with a total of 15 fishermen as the target of the extension. The result of the activity is the installation of an off-grid PLTS for the operation of the Tubudin fishermen's ice block production machine, the results of the Tubudin fishermen's satisfaction assessment of the dedication of the PLTS installation for the ice block machine obtained 98% with very satisfactory criteria and the PLTS system produces 19,800 Wh of electrical energy per day.
Perbaikan Instalasi Listrik Mesjid Al-Barokah Kampung Kapaurtutin Kabupaten Fakfak Rusliadi, Rusliadi; Elo, Yulianto La; Husnah, Nurul; HR, Herman; Aminudin, Arif; Lembang, Naomi; Syamsul, Muhammad Ayyub
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7243

Abstract

Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik menuntut tersedianya layanan yang andal dan aman untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Namun, kebutuhan energi yang besar tidak diimbangi dengan pemahaman masyarakat tentang perawatan serta perbaikan instalasi listrik sesuai standar. Kondisi tersebut terlihat pada instalasi listrik Masjid Al-Barokah yang belum memenuhi ketentuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL), sehingga berpotensi menimbulkan bahaya seperti sengatan listrik atau kebakaran akibat korsleting. Untuk mencegah risiko tersebut, dilakukan kegiatan perbaikan dan penataan ulang instalasi listrik di Masjid Al-Barokah agar jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek keselamatan dan efisiensi energi. Instalasi listrik kini lebih aman, rapi, serta memenuhi standar PUIL. Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan jamaah, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan serta penggunaan energi listrik yang efisien. Dengan pencahayaan yang memadai dan sistem instalasi yang tertata baik, suasana masjid menjadi lebih terang, aman, dan mendukung pelaksanaan ibadah secara khidmat.
Implementasi Pemeliharaan Ikan Patin di Kolam Berbasis Pakan Herbal Kunyit Putih untuk Meningkatkan Produktivitas dan Ketahanan Pangan Kelompok Budidaya Pokdakan Bangun Makmur di Desa Parit Aman, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir Rusliadi, Rusliadi; Masjudi, Heri; Tang, Usman M.; Sari, Mira Rahmita; Renolafitri, Hendrini; Saspriatnadi, Morian; Meldha, Zuqni; Legawati, Lisa; Aprianti, Rahma; Sari, Anelia Diah Wintang
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.419-425

Abstract

Bangun Makmur Fish Farming Group in Parit Aman Village, Bangko District, Rokan Hilir Regency, participated in a community service program focusing on catfish farming technology through the integration of white turmeric-based herbal feed and rabal probiotics. This initiative aimed to enhance productivity, reduce production costs, and strengthen food security and the local economy. The program was implemented through training, field practice, mentoring, and continuous evaluation using a learning by doing approach. The results indicated notable improvements in farming performance. The use of white turmeric herbal feed reduced the Feed Conversion Ratio (FCR) to as low as 1.5, decreased feed costs by 28%, and increased fish harvest weight by 15 25%. The application of rabal probiotics contributed to more stable water quality, lowered fish mortality to below 15%, and improved water-use efficiency. In addition to technical outcomes, group members improved their management capacity by adopting Good Aquaculture Practices (CBIB), digital record-keeping, and online marketing strategies. Overall, the program demonstrated that combining herbal feed and probiotic technology with strengthened management practices is an effective strategy to promote economic independence and establish aquaculture as a sustainable alternative to secure food and livelihoods in rural communities.
Co-Authors Abdul Haris Adilla, Deane Marza aditya, Rendi ahmad yani Aina, Asri Nur Al-Farid, Laren Amir Al-Farid, Laren Amir Al-Farid Alfinda, Rudi Aminudin, Arif Aminullah, Arif Anggani, Dewi Annavi, Riski Aprianti, Rahma Ariansyah, Sepri Asiddiqqi, Hasby Asmara, Sukma Ayyub, Muhammad B Hutabarat, Geral B Sianturi, Benny Buchari, Rd Achmad Candra, Andre Maryan Deni Efizon Devindra, M. Ilham DIAN LESTARI Elo, Yulianto La Eni Sumiarsih Fahrah Syahdinar, Zharin Fathi’ah , Syalaisa Amani Fatmawati, Fatmawati Febriansyah Febriansyah Febriyan , Febriyan Firmansyah, Rodhi H. R., Herman Hasriadi, Hasriadi Herfiko, Zulfa Herman HR HR, Herman Husnah, Nurul Ida Widianingsih Iskandar Putra Iswadi Amiruddin Junita, Riska Kafara, Hajija Jafar Kelkulat, Ramla La Elo, Yulianto Lembang, Desi Lembang, Naomi Lestari M P Alibasayah Lisa Legawati Lubis, Muhammad Reza Idris Manik, Retno Aprita Manurung, Fazhira Ryunisyah Masjudi, Heri Meiza, Maharanny Mestawaty As.A Mestawaty As.A Mifna, Nur Izatul Mokan, Muhammadon Morian Saspriatnadi Mulyadi Mulyadi Mutamima, Anisa Mutamima, Annisa Nainggolan, Evy Purnama Nasution , Indah Dewiana Nasution, Indah Dewiana Niken Ayu Pamukas Novianto, Achmad Mursid Nur, Abidin Nurbaiti, Dinda Nurfadli, Muhammad Oktaviani , Ullia oktavianus, Petrus Padli, Khairul Pajri Ananta Yudha Pasaribu, Jeriko Prastoro, Wiko Prianto, Robi Puspita, Dian Permata Putra, Widodo Rahmini Hustim, Rahmini Ramadhani Ramadhani Renaldi, Irwan Renolafitri, Hendrini Ronal Kurniawan SAHARUDDIN, A Sahputra, Erwin Wahyu Sari, Anelia Diah Wintang sari, Chici Arum Sari, Mira Rahmita Shafiq, Muhammad Sihaloho, Ulfah Oktarida Sitanggang, Rosita Siti Aisyah Situmorang, Romaida Sodipta, Yae Lia Sohni Subaedah, Subaedah Suloi, Andi Fitra Syafrida Syafrida, Syafrida Syahroni, Desty Syamsul, Muhammad Ayyub Syaputra, Mai Liandro Pratama Syarifah Aini Syifa Rachmania Komara Tampubolon, Yohanes Hasiholan Taufik Hidayat Tobing, Olaelita L Ulfa, Fadilah Nur Usman Muhammad Tang Virdina, Mita Wahyudi, Riva Windarti Windarti Yulianto La Elo Yulianto La Elo Yulindra, Ade Zahlan, Alfadita Zuqni Meldha