Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DAKWAH SEBAGAI INSTRUMEN REFORMASI POLITIK: STUDI KEPEMIMPINAN UMAR BIN ABDUL AZIZ DAN RELEVANSINYA DALAM DISKURSUS SALAFI KONTEMPORER Rasyid, Daud; Yasin, Rahman; Kohari, Khalis; Roihan, Akmal; Putri, Nazwa Nandika
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v6i3.5266

Abstract

ABSTRACT. Studi hukum Islam (fiqih) kontemporer menghadapi tantangan dalam merespons persoalan baru yang tidak secara eksplisit tercantum dalam teks primer Al-Qur’an dan Sunnah. Artikel ini bertujuan menganalisis peran Perbandingan Mazhab dan epistemologi Ushul Fiqih sebagai metodologi dinamis untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka (library research) yang menelaah literatur klasik dan kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa: (1) Keragaman mazhab fiqih (Hanafi, Maliki, Syafi‘i, Hanbali) merupakan kekayaan intelektual yang lahir dari perbedaan metodologi istinbath hukum yang sah, bukan indikasi perpecahan; (2) Dialektika historis antara Ahl al-Ra’y (nalar) dan Ahl al-Hadits (teks) melahirkan Ushul Fiqih sebagai epistemologi yang menjembatani wahyu dan penalaran kontekstual; (3) Pendekatan Perbandingan Mazhab berbasis Ushul Fiqih menghasilkan solusi hukum yang inklusif, toleran, dan relevan dengan isu modern, seperti ekonomi digital, bioetika, dan keadilan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa revitalisasi Perbandingan Mazhab dan Ushul Fiqih dalam pendidikan dan dakwah Islam penting untuk membentuk Muslim yang kritis, moderat, dan mampu melakukan ijtihad kontekstual.
CEMBURU DAN DIMENSI SPIRITUAL: ANALISIS EMOSI MANUSIA DARI SUDUT PANDANG DAKWAH Maarif, Samsul; Rasyid, Daud; Mahfuz, Mahfuz; Hasanah, Zulfatul; Fahrany, Sofia
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5293

Abstract

Abstrak. Cemburu merupakan salah satu emosi manusiawi yang kompleks dan kerap timbul dalam berbagai situasi sosial. Artikel ini berupaya menganalisis cemburu dari sudut pandang dakwah Islam, dengan menelusuri dimensi psikologis, teologis, dan spiritualnya. Berdasarkan kajian literatur dan pendekatan tafsir tematik, penelitian ini menunjukkan bahwa cemburu, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sarana introspeksi dan penguatan hubungan spiritual dengan Allah SWT. Namun, jika tidak dikendalikan, ia berubah menjadi hasad (iri hati) yang merusak hubungan antarmanusia dan merusak tauhid. Artikel ini merekomendasikan perlunya integrasi pendekatan psikologis dan spiritual dalam dakwah untuk membantu umat mengelola emosi cemburu secara sehat dan Islami.
PSIKOLOGI DAKWAH DALAM PEMBINAAN JAMAAH: PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK PENGUATAN KARAKTER DAN SPIRITUALITAS Yasin, Rahman; Hadi, Abdul; Majid, Zamakhsyari Abdul; Rasyid, Daud; Mahmudah, Rifatul
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i3.5301

Abstract

Pembinaan jamaah dalam dakwah Islam membutuhkan pendekatan yang holistik, yang memperhatikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual. Artikel ini mengkaji prinsip psikologi dakwah sebagai dasar memahami perilaku, motivasi, dan kebutuhan emosional jamaah, sehingga intervensi dakwah dapat lebih efektif. Metode yang digunakan adalah studi literatur interdisipliner, mengaitkan psikologi, pendidikan agama, dan pengalaman praktik dakwah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman psikologis terhadap jamaah meningkatkan keterlibatan, penguatan akhlak, dan keberlanjutan kegiatan dakwah. Kolaborasi antara pendakwah, pengurus, dan komunitas menjadi kunci terciptanya pembinaan yang menyeluruh. Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam psikologi dakwah untuk membangun jamaah yang kuat secara spiritual, sosial, dan emosional.
A Critique of Aaron Rock Singer's Understanding of Islam Wulansari, Intan; Rasyid, Daud; Nazih, Abdullah Ghulam; Nurani, Dewi; Savitaningrum, Retno Kartini
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v7i3.5341

Abstract

This paper critically examines the understanding of Aaron Rock-Singer, a contemporary Western academic in the field of modern Islamic studies, especially related to Islamism and revivalism in the Middle East. His works highlight the role of media, state, and daily practices in shaping Muslim religious authority and identity, especially in the context of modern Egypt. Using a social history approach and discursive theory, Rock-Singer attempts to reconstruct how Islam is practiced in the public sphere. However, this approach has been criticized by various groups, especially Muslim academics and postcolonial thinkers. The criticism is directed at Rock-Singer's tendency to ignore the spiritual, normative and epistemological dimensions of Islamic religious experience, as well as his reliance on the secular-liberal framework of analysis typical of Western academia. This paper aims to comprehensively evaluate Rock-Singer's understanding by addressing methodological and epistemological weaknesses from an internal Islamic perspective. It emphasizes the need for a more dialogical approach between Islamic intellectual traditions and Western academic studies so that the study of Islam does not merely become an object of outside study, but part of an inclusive global intellectual conversation.
Islamization of Knowledge During the Caliphate of Harun Al-Rashid: A Historical Analysis Evalinda, Evalinda; Rasyid, Daud; Nazih, Abdullah Ghulam; Wulansari, Intan; Hayatuddin, Hayatuddin
Journal of Noesantara Islamic Studies Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnis.v2i6.2878

Abstract

This study examines the process of the Islamization of knowledge during the reign of Caliph Harun al-Rashid as a significant phase in the development of Islamic civilization. During this period, the Islamic world absorbed foreign knowledge from Greek, Persian, Indian, and Roman traditions, which was subsequently translated, critically evaluated, and integrated into the Islamic epistemological framework. Employing a qualitative method with a literature-based approach, this research analyzes classical historical sources and contemporary scholarly journals using historical-descriptive analysis. The findings indicate that Bayt al-Hikmah functioned as a major center for translation and scientific development, fostering cross-cultural and interreligious scholarly collaboration and contributing to advances in mathematics, medicine, astronomy, and chemistry. The integration of external knowledge also influenced the development of logic, kalam, and usul al-fiqh, leading to a more rational intellectual tradition. Despite criticism from traditionalist groups, particularly concerning the influence of Greek philosophy, this process strengthened Islamic epistemological boundaries and ensured that scientific development remained aligned with the principle of tawhid.