Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Hidup Gizi Seimbang, Dukungan Sosial Dan Lingkungan Fisik Terhadap Kejadian Obesitas Sentral Pada Pegawai Dinkes Kota Depok Apriningsih, Apriningsih; Arini, Firlia Ayu; Octaria, Yessi Crosita; Fithri, Nayla K
Jumantik Vol 10 No 2 (2023): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i2.6275

Abstract

Prevalensi obesitas di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1993 dan tingkat kenaikannya sebesar 1,5–2 kali lebih tinggi daripada yang terlihat secara global. Kementerian Kesehatan telah meluncurkan beberapa program untuk mencegah dan mengendalikan status gizi lebih dan obesitas melalui program Germas, Gizi seimbang, isi piringku, dan banyak lagi. Namun program tersebut perlu didukung dengan dukungan sosial organisasi dan lingkungan fisik yang mendukung pencapaian program tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi obesitas sentral pada pegawai kesehatan pemerintah kota (pemkot) Depok dan menganalisis faktor yang berhubungan untuk program pencegahan obesitas dan diperlukan untuk saran masukan pada kebijakan sistem di lingkungan pemkot Depok dan berkontribusi dalam program peningkatan status kesehatan dan gizi Masyarakat. Penelitian menggunakan rancangan analitik kuantitatif desain cross sectional. Populasi penelitian adalah pegawai dinas kesehatan Kota Depok, UPT Puskesmas Cinere dan Beji. Jumlah sampel 97 pegawai  diambil menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2023. Analisis regresi logistic multivariat didapatkan faktor kebiasaan makan sehat (p-value: 0,00;POR 0,19 CI: 0,05—0,64) sebagai faktor dominan untuk mencegah obesitas central selain itu faktor dukungan sosial (p-value:0,00;POR0,16, CI:0,04—0,58),melakukan aktifitas fisik berat (p-value:0,00;POR 0,13 CI: 0,04—0,43), dan dukungan fasillitas fisik (p-value:0,01;POR 0,03 CI:0,00—0,46) menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas sentral pada pegawai pemkot Depok. Terdapat faktor konfounding dalam model pencegahan obesitas sentral yaitu jenis kelamin, kebiasaan konsumsi makanan berisiko terhadap kesehatan dan merokok.Kebiasaan makan sehat bergizi seimbang,aktifitas fisik berat, dukungan sosial dan dukungan fasilitas fisik menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan obesitas pada pegawai pemkot Depok.
Faktor Risiko Peningkatan Tekanan Darah Remaja di MTs. Daarul Hikmah Tangerang Selatan Arini, Firlia Ayu; Wahyudi, Chandra Tri; Sofianita, Nur Intania; Fatmawati, Iin; Crosita, Yessi; Simanungkalit, Sintha Fransiske
Jumantik Vol 11 No 2 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i2.7378

Abstract

Peningkatan tekanan darah di usia remaja dapat menjadi kasus hipertensi di usia dewasa yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Pola makan, aktivitas fisik dan status gizi menentukan risiko peningkatan tekanan darah di usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor terkait peningkatan tekanan darah pada remaja di Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Daarul Hikmah Pamulang, Tangerang Selatan. Desain penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 136 responden usia 13-14 tahun yang diambil secara purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji beda rata-rata independent t test untuk uji bivariat dan General Linear Model untuk uji multivariat, dengan tingkat kepercayaan 95%. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi prehipertensi dan hipertensi pada remaja di lokasi penelitian sebesar 19,1%.  Tidak terdapat perbedaan signifikan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik dengan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, kebiasaan sarapan dan status gizi. Namun pada hasil analisis multivariat dibuktikan bahwa, tekanan darah sistolik lebih tinggi 8,69 mmHg (p value=0,018)  dan tekanan darah diastolik lebih tinggi 8,27 mmHg (p value=0,009) pada yang gizi lebih. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan dini dengan menjaga status gizi baik melalui upaya membiasakan gaya hidup sehat pada remaja.
Health Cadres Empowerment with Complementary Food Workshops and Cooking Class Firlia Ayu Arini; Nur Intania Sofianita; Apriningsih Apriningsih; Nanang Nasrullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.25520

Abstract

ABSTRACT The first 1000 days of life is the critical period for stunting prevention. After exclusive breastfeeding, the adequacy of complementary feeding determines children's growth. In the community, some problems found in complementary feeding practices, include early introduction and suboptimal feeding, which are low in diversity, frequency, and unsuitable texture for the children’s age group. Every subdistrict has a Posyandu (Health Integrated Service Post) organized by health cadres. To help stunting prevention, it is important to empower the health cadres with a complementary food workshop and cooking class to gain the cadres knowledge and skills that are useful for their role in organizing Posyandu and conducting supplementary feeding program. To analyze the improvement of health cadres' knowledge and skills about complementary feeding using local food. The design of this community service program were a workshop about complementary feeding followed by discussion to compose menus of complementary food  and cook them in the cooking class. A total 16 health cadres participated in this program, they were from Pengasinan and Bedahan Ward, Depok City. To measure the effectiveness of the workshop, we collected pre-post questionnaire about complementary feeding. Based on the paired t-test, there is a significant difference between pre and post-test on the health cadres’ knowledge. The mean of the post-test was 15 score higher than the pre-test. It was concluded that the workshop and cooking class of compelementary food has improved health cadres knowledge. Hopefully, the cadres might educate mothers with children under two about complementary feeding practice at Posyandu to help reduce and prevent stunting. Keywords: Complementary Food, Health Cadre, Workshop, Cooking Class.
The Association Between Fast-Food Consumption and Physical Activity with Overweight Occurrence at School Among 9-11-Year-Old Children in Cakung Payangan Bekasi Iin Fatmawati; Andreas Wisnu Pradhan; Firlia Ayu Arini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2020.11.3.236-246

Abstract

Overweight occurs because of excessive energy intake stored in the form of fat tissue. The national prevalence of overweight and obesity among children aged 5­-12 years old was 10.8% and 8.8%, respectively. Several factors are responsible for increasing the prevalence of overweight, including food consumption and physical activity. The purpose of this study was to examine the association between fast-food consumption and physical activity with the overweight occurrence among school-aged children in Cakung Payangan, Bekasi. This is a cross-sectional study with a total of 80 students recruited through a simple random sampling method. There was a significant association between fast-food consumption and overweight (p = 0.013, CI 95% = 1,420 – 10,977). Also, there was a significant association between physical activity and overweight (p = 0.027, CI 95% = 1,023 – 74,825). Frequent fast-food consumption and mild physical activity have a significant relationship with overweight occurrence among school-aged children.
Low Sun Exposure as a Dominant Risk Factor of Hypertension Among Adolescents in SMPN 21 South Tangerang Novita Harumsari; Firlia Ayu Arini; Aimmatul Fauziyah; Utami Wahyuningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2023.14.2.223-238

Abstract

Hypertension is a global health problem that can occur in adolescents. According to Riskesdas 2018, the national prevalence of hypertension is 34.1%. In Banten Province, it stands at 29.4%, and in South Tangerang City, it’s 27.5%. This study was aimed to determine the association between age, sex, vitamin D intake, fat intake, and sun exposure with the incidence of hypertension among adolescents at SMPN 21 South Tangerang and the dominant factor among these variables that is a risk factor of hypertension. This study used a cross-sectional design with a sample of 102 respondents taken using a stratified random sampling technique. Data were collected through blood pressure measurements, the Sun Exposure Questionnaire (SEQ), and the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Association analysis was conducted using the chi-square test and Fisher's exact test, showing that there was an association between sun exposure (<0.05; OR = 7.902) with the incidence of hypertension, and there were no association between age (p = 0.556), sex (p = 0.386), vitamin D intake (p = 0.760), and fat intake (p = 1.000) with the incidence of hypertension among adolescents at SMPN 21 South Tangerang. The result of multivariate analysis using the regression logistic test showed that sun exposure was the most correlated factor of hypertension among adolescents at SMPN 21 South Tangerang (p = <0.05; OR = 7.949). Respondents should have more sun exposure to prevent hypertension.
Co-Authors A'immatul Fauziyah Abby, Sekarmirah Octila Agrina Herliana Damanik Aisyah, Yonita Laty Alfiani Listiana Putri Alifah Ananda Suwardi Almira Nuraelah Amalia, Salma Haya Andreas Wisnu Pradhan Anita Yuningsih Anugrah, Aulia Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Apriyanti, Resti Ayu Arief Wahyudi Jadmiko Aulia, Andini Rizky Avliya Quratul Marjan Avlya Quratul Marjan Azahra, Nabilla Zalfa Bahrul Ilmi, Ibnu Malkan Chalida Irma Akbar Crosita, Yessi Daniel Happy Putra Dewi, Nadia Fahira Eflita Meiyetriani Eflita Meiyetriani Estrin Handayani Fathurrizky, Fakhrina Fatmawati, Iin Fira Firgicinia Fithri, Nayla K Fitripancari, Aulia Dewi Ghefira Tsana Zahirah Hanifa, Raishi Amatullah Hanna Isabela Hakim Ibnu Malkan Ibnu Malkan Bahrul Ilmi Ibnu Malkan Bahrul Ilmi Ibnu Malkan, Ibnu Ikha Deviyanti P Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Intania Sofianita Iwenda Nalendrya Kadek Ayu Dessyana Khoirul Anwar Khoirul Anwar Krisanti Nurbaiti Laksita Barbara Lia Mulyani Lia Mulyani, Lia Muhammad Tsaqif Ash Shidqi Nanang Nasrulloh Nasrullah, Nanang Nasrulloh, Nanang Nilamwati Adelia Nur Intania Sofianita Nurul Mustika Octaria, Yessi Crosita P, Ikha Deviyanti Puspita, Ikha Deviyanti Putri, Nabila Alifia Putri, Navianur Prilia Rachmawati, Elshinta Resti Ayu Apriyanti Rohmah, Lulu Mamluatur Rumaisyah, Rumaisyah Salsabila Firdausiyah Nur Habieb Sintha Fransiske Simanungkalit Sintha Fransiske Simanungkalit Solehatul Mahmudah Solehatul Mahmudah, Solehatul Suciati, Ranila Sufyan, Dian Luthfiana Taufik Maryusman Utami Wahyuningsih Utami Wahyuningsih Utami Wahyuningsih Wahyudi, Chandra Tri