Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Sosialisasi Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Bagi Pendidik di Lingkungan SD Negeri Sukaraja Kabupaten Musi Rawas Utara Wahidin Wahidin; Sulistiyono Sulistiyono; Minarni Minarni
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3292

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik mengenai pentingnya literasi dan strategi pelaksanaannya di sekolah. Literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah cermah dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru yang antusias mengikuti kegiatan sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menunjukkan komitmen terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Hal ini penting karena guru memiliki peran strategis sebagai motor penggerak literasi, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah secara umum. Sosialisasi ini juga menjadi momentum bagi guru untuk bekerja sama dengan pihak lain, seperti kepala sekolah, pustakawan, dan orang tua siswa. Kolaborasi ini memastikan keberlanjutan program literasi dan membangun ekosistem sekolah yang mendukung tumbuhnya minat baca siswa.
Pendampingan Karang Taruna Desa Sukaraja dalam Mengembangkan Program Pemberdayaan Pemuda Wahidin Wahidin; Episiasi Episiasi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3509

Abstract

Kegiatan pendampingan karang taruna desa sukaraja bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan peran pemuda dalam pembangunan desa melalui pengembangan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi karang taruna adalah rendahnya partisipasi pemuda serta keterbatasan dalam perencanaan dan pelaksanaan program yang berdampak nyata. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode pelatihan, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan asistensi langsung dalam merancang serta melaksanakan program pemberdayaan. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan pengurus Karang Taruna dalam manajemen organisasi, perencanaan kegiatan, serta kolaborasi dengan pihak eksternal. Selain itu, sejumlah program berbasis potensi lokal berhasil dirancang dan mulai diimplementasikan, seperti pelatihan kewirausahaan, pengelolaan media sosial, dan pengembangan kegiatan olahraga dan seni. Pendampingan ini membuktikan bahwa dengan dukungan dan metode yang tepat, Karang Taruna dapat menjadi motor penggerak pemberdayaan pemuda di tingkat desa.
Pendampingan Guru SD Negeri Kalibening dalam Implementasi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) Berbasis Proyek Zico Fakhrur Rozi; Wahidin Wahidin; Nopa Nopiyanti; Rama Saputra; Nugroho Aji Waluyo
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i1.3876

Abstract

The mentoring program for teachers at SD Negeri Kalibening aims to improve their understanding and skills in implementing deep learning through project-based learning (PjBL). The limited experience of teachers in designing and carrying out PjBL serves as the basis for the need for structured training. This community service program was conducted in three training sessions involving seminars, workshops, discussions, and simulated practice using a drill-practice approach. This approach enabled teachers to learn PjBL concepts, develop teaching materials, and implement project-based learning gradually and repeatedly. Evaluation through pre-tests and post-tests showed an increase in the average score from 91 to 105, indicating improved teacher understanding and competence after the mentoring program. In addition, teachers were able to develop lesson plans, student worksheets, and authentic assessment instruments that better aligned with the principles of deep learning. The program also encouraged teachers to design learning activities that are relevant to students’ real-life contexts, thus supporting the creation of meaningful learning experiences. Overall, this mentoring program effectively enhanced the readiness of SD Negeri Kalibening teachers to implement PjBL as part of deep learning in the classroom.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Dan Peran Guru BK Terhadap Pembentukan Sikap Disiplin Siswa Di Sekolah Farensa Cahyo Aufa; Allin Aufa Salsabila; Wahidin Wahidin; Erna Risfaula Kusumawati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.14863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua dan peran guru bimbingan konseling (BK) terhadap pembentukan sikap disiplin siswa kelas X di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kabupaten Semarang. Latar belakang masalah didasari rendahnya disiplin siswa, seperti absensi tanpa keterangan (15-20 siswa per minggu pada Oktober 2025), keterlambatan, dan pelanggaran lain, yang dipengaruhi faktor keluarga dan sekolah di era globalisasi. Tujuan penelitian mencakup analisis pengaruh parsial pola asuh orang tua (X1), peran guru BK (X2), serta kontribusi simultan terhadap sikap disiplin siswa (Y). Metode penelitian bersifat kuantitatif korelasional kausal dengan desain survei. Populasi 120 siswa kelas X, sampel purposive, data primer via angket Likert 4 poin (valid dan reliabel, Cronbach Alpha 0.664-0.810). Analisis menggunakan regresi linear berganda IBM SPSS 22, dengan uji asumsi klasik terpenuhi (normalitas sig. 0.200, VIF 1.016, no heteroskedastisitas). Hasil menunjukkan pola asuh orang tua (sig. 0.745) dan peran guru BK (sig. 0.357) tidak berpengaruh signifikan secara parsial, serta simultan (F sig. 0.307). Namun, R² 0.895 mengindikasikan kontribusi 89.5% terhadap variasi disiplin siswa. Kesimpulan menekankan perlunya kolaborasi orang tua-sekolah dan optimalisasi layanan BK untuk atasi faktor eksternal seperti peer group. Hasil ini penting bagi pengembangan program karakter disiplin di sekolah vokasi.
KEBIJAKAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DI SMP ISLAM AL-ISTIQOMAH KARAWANG: TINJAUAN ASPEK PERENCANAAN, PENGADAAN, INVENTARISASI, PEMANFAATAN, PEMELIHARAAN, DAN EVALUASI Nabilah Choirunnisa; Ajat Rukajat; Wahidin Wahidin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54606

Abstract

This study aims to describe the policy of managing facilities and infrastructure at SMP Islam Al-Istiqomah Karawang from the aspects of planning, procurement, inventory, utilization, maintenance, and evaluation. A descriptive qualitative method with a case study approach was used. Data were collected through semi-structured interviews, direct observation, and inventory document review. The informants included the principal, vice principal for facilities, three teachers, and three students. The results show that: (1) Planning is conducted through participatory needs identification with priority scales based on actual facility conditions, though not yet supported by written blueprint documents; (2) Procurement relies on BOS funds and foundation resources with clear procedures but constrained by budget limitations; (3) Inventory is managed manually through secondary inventory documents with annual updates; (4) Facility utilization applies internal rules including restrictions on Smart TV use for learning only; (5) Maintenance is conducted through biannual inspections, but repair delays occur due to budget limitations; (6) Evaluation is carried out through quarterly coordination meetings. Overall, the facilities management policy is functioning but requires strengthening in written documentation and maintenance consistency.
STRATEGI PENGELOLAAN BUKU DIGITAL PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN SLiMS DI BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA KEMENDIKDASMEN Fauzan Nur Aidin; Acep Nurlaeli; Wahidin Wahidin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.60156

Abstract

This study aims to analyze the strategy for managing digital library books using the Senayan Library Management System (SLiMS) at the Library of the Language Development and Cultivation Agency, Ministry of Primary and Secondary Education (Kemendikdasmen). The study is motivated by the importance of systematic digital collection management amid the rapid digital transformation of library services, as well as the technical and managerial obstacles faced by librarians in optimizing the automation system. A qualitative approach was applied using a descriptive qualitative method and a naturalistic field research design. Data were collected through observation, semi-structured interviews with the head of the library, librarians, and library users, and documentation studies. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that digital book management through SLiMS covers the stages of planning, acquisition, metadata processing, storage, access services through OPAC and QR Code, and digital preservation. The main obstacles identified are the limited number of librarians with digital management competencies and inadequate server capacity. Efforts to address these obstacles include improving human resource competence through training, strengthening server infrastructure, and standardizing metadata processing procedures. This research is expected to serve as a strategic reference for the development of digital collection management in government library institutions.