Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Kadar Kalium Ekstrak Kombinasi Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) dan Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Secara Spektrofotometri Serapan Atom: Analysis of Potassium Levels in Combination Extracts of Banana Peels (Musa paradisiaca L.) and Pineapple Peels (Ananas comosus (L.) Merr) by Atomic Absorption Spectrophotometry Fajar Nugraha; Pratiwi Apridamayanti; Hadi Kurniawan; Inarah Fajriaty; Siti Nani Nurbaeti; Liza Pratiwi; Safrilla Anggraeni
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.791

Abstract

Penggunaan buah pisang dan nanas yang banyak untuk berbagai olahan makanan akan menghasilkan penumpukan limbah kulit. Limbah kulit pisang dan nanas diketahui mengandung unsur kalium yang dapat diolah kembali untuk menjadi produk yang bermanfaat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat kadar kalium terhadap ekstrak kombinasi kulit pisang dan kulit nanas dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Metode: pembuatan ekstrak kental dilakukan dengan metode infundasi atau infusa yang dikeringkan. Ekstrak kental didestruksi dengan cara pengabuan menggunakan tanur. Kemudian dilakukan pengujian kadar kalium menggunakan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 766,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan kalium pada ekstrak kental didapatkan sebanyak 47,483 mg/g ekstrak. Kesimpulan: ekstrak kombinasi kulit pisang dan kulit nanas mengandung kalium yang berpotensi dalam menunjang kebutuhan kalium di dalam tubuh.
Studi Penggunaan Obat Golongan Statin pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak: Study of Drug Use Classification Statins in Heart Disease Patients Coronary in the ICCU Room RSUD dr. Soedarso Pontianak Dhenaya Pradina; Shoma Rizkifani; Siti Nani Nurbaeti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1979

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) is a cardiovascular disease that occurs due to narrowing of the coronary arteries from atherosclerosis process. High levels of lipids in the blood can be the one of the key factor that can increase the risk of cardiovascular disease, one of which is CHD. So this problem is used as the main target in CHD treatment. One of the drugs used in the treatment of CHD is the statin group. This study aims to examine the pattern of statins use in CHD patients in the ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak. Data collection was done retrospectively based on the medical records of CHD patients in 2021. This study is an observational cross-sectional descriptive study. Data was collected using a total sampling technique, and a sample of 45 patients who met the inclusion criteria were obtained. The results showed that the most widely used statin class of drugs in CHD patients in the ICCU was Atorvastatin (95.55%) compared to Simvastatin (4.44%) with the dose used was Atorvastatin 20 mg (66.66%), Atorvastatin 40 mg (28.88%), and Simvastatin 20 mg (4.4%). The frequency of using Atorvastatin and Simvastatin in the ICCU is once a day orally. The conclusion of this study is based on medical record data of CHD patients in the ICCU room at RSUD dr. Soedarso Pontianak, the most widely used statin class drug is Atorvastatin with an average dose of 20 mg of Atorvastatin at a frequency of administration once a day orally. Keywords:          Coronary Heart Disease, Statin Class, Atorvastatin, Simvastatin   Abstrak Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang terjadi karena penyempitan pada arteri koroner yang berasal dari proses aterosklerosis. Tingginya kadar lipid dalam darah menjadi aspek kunci yang dapat memberikan risiko penyakit kardiovaskular salah satunya pada PJK. Sehingga masalah ini digunakan sebagai target utama pada pengobatan PJK. Salah satu obat yang digunakan pada pengobatan PJK adalah golongan statin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pola golongan statin digunakan oleh pasien PJK di ICCU RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif menurut rekam medis pasien PJK tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi cross-sectional dengan sifat deskriptif. Teknik total sampling ini digunakan dalam  proses pengumpulan data, dan diperoleh 45 sampel pasien yang masuk pada kriteria inklusi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan obat golongan statin yang digunakan pada pasien PJK di ICCU adalah Atorvastatin (95,55%) dan Simvastatin (4,44%) dengan dosis yang digunakan adalah Atorvastatin 20 mg (66,66%), Atorvastatin 40 mg (28,88%), dan Simvastatin 20 mg (4,4%). Frekuensi penggunaan Atorvastatin dan Simvastatin di ICCU adalah 1 kali sehari secara per oral. Kesimpulan pada penelitian ini adalah berdasarkan data rekam medis pasien PJK di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak, obat golongan statin yang paling banyak dikonsumsi adalah Atorvastatin dengan rata-rata penggunaan dosis Atorvastatin 20 mg pada frekuensi pemberian 1 kali sehari secara per oral. Kata Kunci:         Atorvastatin, Golongan Statin, Penyakit Jantung Koroner, Simvastatin
PERANCANGAN HEWAN MODEL MALNUTRISI ENERGI PROTEIN UNTUK PENGUJIAN PRODUK ANTISTUNTING IH, Hariyanto; Fajriati, Inarah; Nugraha, Fajar; Hadi, Kurniawan; Nurbaeti, Siti Nani; Ardianto, Verdi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i3.47063

Abstract

Produk antistunting menjadi inovasi dalam mengatasi permasalahan malnutrisi, namun keterbatasan pemodelan hewan uji menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan produk tersebut. Penelitian ini bertujuan menciptakan hewan model malnutrisi melalui formulasi pakan rendah protein. Formulasi pakan rendah protein dari tepung maizena dan tapioka diberikan kepada hewan uji yang dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok maizena dan kelompok tapioka. Induksi pakan dilakukan 15 hari dimana kelompok normal diberikan pakan CP551, sedangkan dua kelompok uji masing-masing diberikan pakan formulasi. Perubahan bobot badan tikus dianalisis selama 15 hari perlakuan. Parameter malnutrisi, yaitu kadar hemoglobin, albumin dan protein total pada darah hari ke-0 (sebelum perlakuan) dan hari ke-15 (setelah perlakuan) diukur dan dibandingkan. Hasil pengamatan bobot badan menunjukkan kedua pakan formulasi rendah protein dapat menciptakan kondisi malnutrisi setelah dibandingkan terhadap kelompok normal (p<0,05). Persentase penurunan kadar hemoglobin, albumin dan protein total terbesar ditunjukkan oleh kelompok maizena dengan nilai penurunan masing-masing sebesar 5,68%; 12,70% dan 7,64% dibandingkan kelompok tapioka dengan penurunan masing-masing sebesar 0,53%; 2,30% dan 4,74%. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan perubahan bobot badan antara dua kelompok uji (p>0,05). Formulasi pakan rendah protein dari tepung maizena dan tapioka dapat menciptakan kondisi malnutrisi pada hewan uji dengan formulasi terbaik diberikan oleh pakan maizena.
Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Jamu Serbuk Instan Imunostimulan di Desa Tebang Kacang IH, Hariyanto; Isnindar, Isnindar; Nurbaeti, Siti Nani; Luliana, Sri; Yuswar, Muhammad Akib; Kurniawan, Hadi; Ropiqa, Meri
Jurnal Pengabdi Vol 7, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v7i2.72379

Abstract

Abstrak: Masyarakat indonesia telah lama menggunakan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya pencegahan timbulnya penyakit dan menjaga kesehatannya. Salah satunya adalah meniran (Phillanthus niruri L.) dan jahe (Zingiber Officinale) dimana kombinasi tanaman tersebut telah terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Namun dalam pegolahannya masih dalam bentuk yang sederhana, oleh karena itu diperlukan edukasi dan pendampingan pemanfaatan TOGA menjadi bentuk yang lebih praktis, mudah dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi seperti serbuk instan. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dan pendampingan pembuatan meniran dan jahe menjadi serbuk instan sebagai imunostimulan di desa tebang kacang. Sasaran dari kegiatan PKM ini adalah ibu-ibu kader PKK yang ada di Desa Tebang Kacang. Metode dari PKM ini adalah penyuluhan dan workshop dengan tahapan kegiatan yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan (penyuluhan dan workshop atau pendampingan pembuatan jamu serbuk instan), serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan  adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan dari nilai post-test rata-rata peserta, yaitu 65, jika dibandingkan terhadap nilai rata-rata pre-test, yaitu sebesar 53,33. Evaluasi kepuasan peserta dari kuesioner juga menunjukkan bahwa, materi yang disampaikan mudah dipahami, bermanfaat, menambah keterampilan, produk yang dihasilkan memiliki rasa yang enak dan dapat meningkatkan perekonomian desa.  Kata Kunci:  Serbuk Instan, Imunostimulan , Meniran, Jahe dan Desa Tebang Kacang  Abstract: Indonesians have long used family medicinal plants (TOGA) to prevent disease and maintain health. A few of them are meniran (Phillanthus niruri L.) and ginger (Zingiber Officinale). Their combination has been proven to increase the body's immune system. However, their processing was still in a simple form; therefore, education and assistance are needed to use TOGA in a more practical, easier, and highly economical value, such as instant powder. Therefore, this community service activity aims to educate and assist in making meniran and ginger into instant powder as an immunostimulant in the Tebang Kacang village. The targets of this program are PKK cadre mothers in Tebang Kacang Village. The method of this PKM is counseling and workshops with activity stages, namely preparation of activities, implementation of activities (counseling and workshops or assistance in making instant powdered herbal medicine), and evaluation of activities. The activity results showed an increase in participants' knowledge as indicated by the participants' average post-test score, which was 65%, compared to the average pre-test score, which was 53.33.% Evaluation of participant satisfaction from the questionnaire also shows that the material presented is easy to understand, valuable, increases skills, the product produced has a good taste, and can improve the village economy.  Keywords: Instant Powder, Immunostimulant, Meniran, Ginger and Tebang Kacang Village.  
Edukasi Imunisasi Dasar Lengkap pada Anak bagi Anggota PKK Wajok Hilir Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah: Basic Immunization Education in Children for PKK Members at Wajok Hilir, Jongkat District, Mempawah Regency Ropiqa, Meri; Wahdaningsih, Sri; Nurbaeti, Siti Nani; Rizkifani, Shoma; Agustriangga, Muhammad Rafly; Indriyani, Risa
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i3.6426

Abstract

Immunization is a safe and effective method to protect a person from dangerous diseases before exposure to disease-causing agents. Immunization for children is essential to strengthen the body's defense system so it's immune to disease attacks. Community Service Activities (PKM) aim to equip the Wajok Hilir cadres or PKK mothers with information, education, and skills regarding complete basic immunization information for children. This PKM activity consists of several activities, including designing educational methods, creating complete basic immunization educational media, administering pretest and posttest, and evaluating the level of understanding. The results show that there has been an increase in the understanding of cadres or PKK mothers with the indicator that the average pretest score is 39.58 and the average posttest score is 65.72. The conclusion, there has been an increase in the understanding of the Wajok Hilir cadres or PKK mothers.
MOLECULAR DOCKING SENYAWA PADA KOMPOSISI CINCALOK TERHADAP RESEPTOR PLASMODIUM FALCIPARUM DIHYDROOROTATE DEHYDROGENASE Reynaldi, Muhammad Andre; Faradilla, Aulia; Nurbaeti, Siti Nani; IH, Harianto; Fajriaty, Inarah
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cincalok merupakan makanan khas Kalimantan dengan komposisi udang rebon yang kaya astaxanthin, cabai yang kaya capsaicin, dan bawang putih yang kaya allicin. Penelitian ini dilakukan molecular docking senyawa tersebut terhadap reseptor penyakit malaria (Plasmodium Falciparum Dihydroorotate Dehydrogenase). Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan calon kandidat obat baru dalam mengatasi penyakit malaria secara in silico pada senyawa yang   terkandung dalam cincalok. Metode yang digunakan pada penelitian ini secara molecular docking menggunakan perangkat lunak autodock vina 1.1.2., dengan senyawa uji (astaxanthin, capsaicin, dan allicin) dan kontrol pembanding (artimisinin dan klorokuin). Hasil penelitian ini berdasarkan binding affinity yang diperoleh menunjukkan bahwa senyawa capsaicin memiliki nilai affinity paling negatif (-8,2 kkal/mol) dibandingkan astaxanthin (-6,5 kkal/mol) dan allicin (-4,7 kkal/mol) bahkan melebihi klorokuin (-7,2 kkal/mol) dan mendekati binding affinity artimisinin (-8,4 kkal/mol). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu senyawa yang terkandung dalam cincalok diprediksi berpotensi untuk berikatan terhadap reseptor malaria.
FORMULATION OF FACE PACK POWDER USING SIMPLEX LATTICE DESIGN METHOD Fitri, Aulia Kemala; Pratiwi, Liza; Nurbaeti, Siti Nani
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Face pack powder is a cosmetic preparation that has been developed in the pharmaceutical industry. In powder dosage formulations, the important components used are binders. This study aimed to obtain an optimal formulation of face pack powder with a combination of binders. The binders combined in this study were carbopol, hydroxypropyl methylcellulose (HPMC), and sodium carboxymethyl cellulose (CMC-Na). The binder combination in the formula was predicted with simplex lattice design (SLD) mehod of Design-Expert ® software. The applied method for making the face pack powder was wet granulation based on 13 runs of software with responses in the form of pH and moisture content. The results showed that the pH of the preparations was in the range of 5.2-6.3 and that the water content was 1.54-2.87%. The pH and water content data were then entered into the software to obtain the optimum composition with a carbopol : HPMC : CMC-Na ratio of 3:1:1. The optimum formulation of the face pack powder is with white color, smooth texture, vanilla scent, pH 5.4, and 1.64% moisture content. The optimum formula data was then analyzed using one-sample t-test to verify that the predicted formula and the experimental results do not differ significantly (p0.05) so that it could be used to design the optimum formula
ANALYSIS OF THE INTERACTION OF ALICIN BINDINGS ON PPARG USING MOLECULAR DYNAMICS SIMULATION Reynaldi, Muhammad Andre; Faradilla, Aulia; Nurbaeti, Siti Nani; IH, Hariyanto; Fajriaty, Inarah; Riza, Hafrizal
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allicin is one of the compounds contained in garlic which previous research predicted could be obtained using PPARG (Peroxisome Proliferatr Activated Receptor Gamma). However, short research requires further analysis, namely molecular dynamics. This research aims to analyze the interaction of allicin binding to PPARG used molecular dynamics. The dynamic molecular method used Gromac 2023 software with the chemical structure of allicin obtained from Pubchem data, while PPARG data was obtained from RCSB website. The results obtained from this study indicate that allicin interacts with similar amino acids as pioglitazone. However, its energy affinity is not as great as pioglitazoe. Based on the results of this research, it shows that allicin is predicted to be able to interact with PPARG in a molecular dynamic mannerKeywords: Allicin, PPARG, Molecular dynamics.
Kajian Interaksi Obat Antihipertensi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif di Ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak: Antihypertensive Drug Interaction Study in Congestive Heart Failure Patients in the ICCU Room of RSUD dr. Soedarso Pontianak Mulatsih, Elisabeth indah; Rizkifani, Shoma; Nurbaeti, Siti Nani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.1970

Abstract

Treatment therapy that uses various types of drugs is known as polypharmacy. Patients with congestive heart failure are at risk of experiencing interactions between drugs that can have beneficial or detrimental effects on patients. This study aims to describe the number of interaction events in patients with congestive heart failure who are treated in the ICCU room at RSUD dr. Soedarso for the period from January to December 2021. Retrospective data collection and purposive sampling technique. 130 data met the inclusion criteria. Data were analyzed using Microsoft Excel, chi square test, Stockley's Drug Interaction E-book edition 8, the Drug Interaction Checker application, accessed through Medscape.com and drugs.com. The results showed that the potential for drug interactions of 130 patients on the use of antihypertensive drugs had 634 interactions, 458 pharmacodynamic interactions (72.23%), 35 pharmacokinetic interactions (5.52%), and 141 unknown interactions. (22.23%), The chi square test showed a p-value <0.001. This study concludes the percentage of drug interactions that occur in GJK patients in the ICCU room at RSUD dr. Soedarso in pharmacodynamics.   Keywords:          Antihypertensive, Pharmacodynamics, Congestive Heart Failure, Interaction   Abstrak Terapi pengobatan yang menggunakan berbagai jenis obat dikenal dengan nama polifarmasi. Penderita gagal jantung kongestif memiliki risiko mengalami interaksi antar obat yang dapat memberikan efek menguntungkan atau merugikan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah kejadian interaksi pada pasien gagal jantung kongestif yang dirawat di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso periode Januari hingga Desember 2021. Pengambilan data secara retrospektif dan teknik purposive sampling. Data yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 130. Data melalui  analisis dengan menggunakan Microsoft Excel, uji chi squareE-book Stockley’s Drug Interaction edisi 8, aplikasi Drug Interaction Checker yang dapat diakses melalui Medscape.com dan drugs.com. Hasil penelitian menunjukkan potensi interaksi obat dari 130 pasien pada penggunaan obat  antihipertensi memiliki total kejadian sebanyak 634 interaksi, dan interaksi farmakodinamik sebanyak 458 kejadian (72,23%), farmakokinetik sebanyak 35 kejadian (5,52%), dan tidak diketahui sebanyak 141 kejadian (22,23%), uji chi square memberikan hasil p-value <0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persentase interaksi obat yang banyak terjadi pada pasien GJK di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso secara farmakodinamik.   Kata Kunci:         Antihipertensi, Farmakodinamik, Gagal Jantung Kongestif, Interaksi
EDUKASI KEAMANAN DALAM PENGGUNAAN OBAT SIRUP BAGI KADER PUSKESMAS ALIANYANG DI KOTA PONTIANAK Rizkifani, Shoma; Nurbaeti, Siti Nani; Wahdaningsih, Sri; Ropiqa, Meri; Indriyani, Risa; Agustriangga, Muhammad Rafly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19282

Abstract

ABSTRAKCemaran etilen glikol pada obat sirup disinyalir sebagai salah satu penyebab gangguan ginjal akut yang berujung kematian pada anak. Gangguan ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney) merupakan gangguan yang gempar dibicarakan sebab menewaskan seratus lebih anak di Indonesia. Gangguan ginjal akut yang menyebabkan kematian tersebut diduga kuat terjadi karena adanya kandungan senyawa ethyleme glycol (EG), diethylene glycol (DEG) dan ethylene glycol butyl ether (EGBE) pada obat sirup. BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, menjadi konsumen cerdas, dan memperoleh obat melalui sarana resmi, yaitu di apotek, toko obat berizin, puskesmas atau rumah sakit terdekat. Masalah tersebut tidak saja dipandang sebagai masalah kesehatan, tetapi telah menjadi tanggung jawab bersama diantaranya dari institusi pendidikan seperti Fakultas Kedokteran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk membekali kader Puskesmas Alianyang dengan informasi, edukasi dan keterampilan terkait informasi penggunaan obat sirup yang aman. Dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya adalah perancangan metode edukasi, pembuatan media edukasi penggunaan obat sirup yang aman, dan pemberian pre-test, post-tes. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman kader dengan indikator nilai rata-rata pre-test adalah 56,67 dan nilai rata-rata post-test adalah 58,75. Kesimpulannya trerjadi peningkatan pemahaman kader Puskesmas Alianyang Kata Kunci: sirup; edukasi; puskesmas; kemanan ABSTRACTEthylene glycol contamination in drug syrup is suspected as one of the causes of acute kidney failure which leads to death in children. Atypical Progressive Acute Kidney Disorder (Atypical Progressive Acute Kidney) is a disorder that is being talked about because it kills more than one hundred children in Indonesia. The acute kidney disorder that caused the death is strongly suspected to have occurred because of the compounds ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG) and ethylene glycol butyl ether (EGBE) in the syrup. BPOM urges the public to be more vigilant, to be smart consumers, and to obtain medicines through official means, namely at pharmacies, licensed drugstores, health centers or the nearest hospital. This problem is not only seen as a health problem, but has become a shared responsibility, including from educational institutions such as the Faculty of Medicine. Community Service Activities (PKM) aim to equip Alianyang Health Center cadres with information, education and skills related to information on the safe use of syrup drugs. In carrying out this PKM activity, it consists of several activities including designing educational methods, making educational media on the safe use of syrup drugs, and administering pre-test, post-test. The results showed an increase in understanding of cadres with an indicator of the average pre-test score of 56.67 and the average post-test score of 58.75. In conclusion, there has been an increase in the understanding of Alianyang Health Center cadres. Keywords: syrup; education; public health center