Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EDUKASI PENANGANAN BENIH CABAI KATOKKON PADA KELOMPOK WANITA TANI LEMBANG SANDANA, TANA TORAJA Karuru, Perdy; Taufik, Muhammad; Kannapadang, Sepsriyanti; Pasanda, Afra Andre; Gusnawaty HS, Gusnawaty HS; Aku, Achmad Selamet
Jurnal Pengabdi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v7i1.73152

Abstract

The katokkon chili plant (Capsicum chinense Jacq.) is a crop commodity that has high economic value. This type of chili is suitable for planting in high-altitude areas such as the Tanah Toraja region. However, its productivity is still low compared to its production potential, which can reach tens of tons/ha. The low level of knowledge and skills of chili farmers is one of the problems in increasing the productivity of katokkon chilies. The service aims to educate katokkong chili farmers in Lembang Sandana on good seed treatment. The methods used are outreach activities, education, and training on how to treat katokkong chili seeds and make appropriate chili seedling media. Pre- and post-tests were carried out to measure the level of success in implementing activities. Socialization carried out with target partners and collaboration resulted in collaborative support by the head of the Lembang and target partners for implementing kosabangsa. The results of education and training show that 94% of target partners have understood and implemented seed treatment methods such as using growth regulators, soaking in warm water (hot water treatment) and sowing seeds in rockwool media, as well as making growing media using a ratio of buffalo manure. , top soil and husk (1:2:1, v/v) appropriately. The education carried out by the kosabangsa service team has increased the level of knowledge and skills of farmers regarding how to treat katokkon seeds properly
Virus Gemini Laporan pertama infeksi virus gemini pada tanaman tomat di Sulawesi Tenggara Taufik, Muhammad; HS, Gusnawaty; Hasan, Asmar; Bande, La Ode Santiaji; Hisein, Siti Anima; Hasdiana, Hasdiana; Ulfa, Nur Isnaini; Hartono, Sedyo
Agrokompleks Vol 24 No 1 (2024): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i1.730

Abstract

Begomovirus termasuk genus dari famili Geminiviridae juga dikenal dengan nama Geminivirus. Geminivirus adalah penyebab penyakit pada beberapa komoditas sayuran termasuk tomat. Infeksi Geminivirus dapat menyebabkan kerugian berkisar 85% bahkan gagal panen, khususnya infeksi terjadi pada tanaman muda. Penularan Geminivirus di pertanaman dimediasi oleh serangga vektor kutukebul Bemisia tabaci (Hemiptera:Aleyrodidae). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi infeksi Geminivirus dan serangga vektor pada pertanaman tomat. Lokasi pengamatan di Desa Wolasi dan Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Sampel daun tomat yang bergejala Geminivirus dimasukkan ke dalam kantong plastik sampel ziplock yang telah diisi CaCl2, kemudian dimasukkan di dalam kotak pendingin. Sampel tomat yang bergejala Geminivirus dideteksi dengan teknik polymerase chain reaction (PCR) di Laboratorium Virologi, Faperta Universitas Gadjah Mada. Primer yang digunakan adalah primer universal Geminivirus pAV494 dan pAC1048. Gejala Geminivirus yang ditemukan pada tanaman tomat adalah mosaik ringan atau menguning, daun mengecil, malformasi daun, daun agak menggulung ke atas, dan tulang daun mengalami penebalan. Serangga vektor kutukebul (Bemisia tabaci) dan kelompok telur hampir selalu ditemukan di pertanaman tomat. Teknik PCR berhasil mengamplifikasi DNA Geminivirus yang berukuran 500bp. Kejadian penyakit Geminivirus pada tanaman tomat di Desa Wolasi dan Lamomea adalah 40% dan 34%, secara berturut turut. Penelitian ini telah mengonfirmasi keberadaan infeksi Geminivirus yang pertama kali pada pertanaman tomat di Sulawesi Tenggara.
Potensi teknik proteksi silang terhadap jumlah stomata dan luas daun yang terinfeksi virus gemini pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) Huttni, Lita Oktafiana; Taufik, Muhammad; HS, Gusnawaty; Hasan, Asmar; Botek, Muhammad
Agrokompleks Vol 24 No 1 (2024): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i1.749

Abstract

Virus gemini merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang menyerang beberapa komoditas sayuran termasuk tanaman cabai. Penyakit ini disebabkan oleh Pepper yellow leaf curl virus (PepYLCV) yang masuk dalam genus Begomovirus dari famili Geminiviridae. Penularan virus sangat efisien terjadi melalui perantara serangga vektor kutukebul (Bemisia tabaci) secara persisten. Penyakit virus gemini dapat menimbulkan kerugian yang besar bahkan gagal panen jika tanaman terinfeksi pada waktu masih sangat muda. Salah satu pengendalian virus gemini yang efektif adalah dengan melakukan teknik proteksi silang. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kemampuan teknik proteksi silang untuk mengurangi keparahan penyakit virus gemini. Lokasi penelitian di Desa Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 10 unit perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi virus gemini, jumlah stomata dan luas daun. Strain lemah mampu menekan laju infeksi strain kuat berdasarkan jumlah stomata dan luas daun sehingga teknik proteksi silang dapat mengurangi keparahan penyakit. Jumlah stomata pada setiap gejala bervariasi tergantung gejala yang ditimbulkan. Daun yang bergejala berat maka jumlah stomatanya lebih sedikit dibandingkan dengan daun yang bergejala sedang dan ringan. Luas daun yang diinokulasi virus dengan strain lemah dengan 1 dan 5 ekor serangga vektor yang disusul dengan virus strain kuat (proteksi silang) memiliki nilai tertinggi yaitu 875,93 cm2 dan 708,37 cm2 dibandingkan dengan luas daun yang diinokulasi virus dengan strain kuat dengan 1 dan 5 ekor serangga vektor yang disusul dengan virus strain lemah yang hanya memiliki nilai 563,50 cm2 dan 556,17 cm2.
Bimbingan Teknis Sistem Peternakan Semi Ekstensif dan Pengolahan Limbah Terfermentasi untuk Mendukung Kebutuhan Pupuk Organik HS, Gusnawaty; Taufik, Muhammad; Aka, Rahim; Amartani, Kalis
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.276

Abstract

Peternakan sapi merupakan sektor yang cukup menjanjikan untuk  dikembangkan karena potensi sumberdaya alam yang mendukung. Untuk mencapai itu maka perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak sapi agar dapat mengelola usaha peternakannya menjadi perternakan yang dapat diandalkan. Saat ini sistem pemeliharaan masih dilakukan secara ekstensif (penggembalaan secara liar di lahan kosong dan tanpa pengandangan) sehingga limbah ternak (feses) belum termanfaatkan. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan memberikan bimbingan teknis kepada para peternak dalam pengelolaan usaha peternakan sapi dengan sistem pemeliharaan semi ekstensif yang terintegrasi dengan sistem pengolahan limbah terfermentasi. Adapun metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan bimbingan teknis khususnya tentang sistem pemeliharaan sapi secara semi ekstensif dan pengolahan limbah terfermentasi. Hasil kegiatan pengabdian ini memperlihatkan perubahan sistem pemeliharaan sapi dari ekstensif menjadi semi ekstensif dan peternak telah memiliki kemampuan dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk terfermentasi yang dapat digunakan sebagai pupuk organik pada berbagai tanaman seperti bawang merah dan tanaman pakan ternak yang dibudidayakan.
Bimbingan Teknis Penggunaan Mulsa dan Irigasi Tetes Pada Sistem Budidaya Cabai Katokkon di Lembang Sandana Toraja Muhammad, Taufik -; Karuru, Perdy; HS, Gusnawaty; Kannapadang, Sepsriyanti; Pasanda, Afra Andre
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 2 (2024): ,Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i2.186

Abstract

Cabai katokkon (Capsicum annum var chinense) memiliki bentuk buah secara morfologi berbeda dengan cabai umumnya yang cenderung lanjong. Cabai Katokkon cenderung bulat dan bergelombang, mirip dengan paprika. Rasa yang pedas menjadi daya tarik tersendiri, serta harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan cabai pada umumnya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah membuat demplot budidaya cabai Katokkon yang diberi mulsa dan sistem penyiraman tetes di desa-lembang Sandana Tana Toraja. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah dan bimbingan teknis pemulsaan menggunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP) dan sistem irigasi tetes. Tim pelaksana dan mitra sasaran berhasil membuat demplot budidaya cabai berukuran 20 × 50 m2 yang telah diberi mulsa dan sistem irigasi tetes. Dilaporkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman cabai Katokkon cukup baik dan mitra sasaran antusias mengikuti ceramah dan bimbingan teknis. Hampir 90% mitra sasaran telah memahami dan mampu mempraktekan teknologi tepat guna yang diberikan oleh tim pelaksana.
Begomoviruses on two chili types in Southeast Sulawesi Indonesia: variation of symptom severity assessment and DNA-betasatellite identification Taufik, Muhammad; Firihu, Muhammad Zamrun; Hasan, Asmar; HS, Gusnawaty; Variani, Viska Inda; Syair, Syair; Botek, Muhammad
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 24 No. 1 (2024): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLANT PE
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.1241-9

Abstract

The association of viral satellite DNA with Begomoviruses influences symptom expression in infected plants. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) is an image processing method used to assess plant health based on the plant’s ability to absorb sunlight for photosynthesis. Therefore, this study aims to assess symptom severity based on symptom variation and NDVI, as well as to detect and identify the presence of beta-satellite DNA associated with chili plants. The study was conducted in North Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province, Indonesia. It involved observations and image recording of symptom variations in the sampled cayenne and big red chili plants, followed by the detection of beta-satellite DNA in the samples using the polymerase chain reaction (PCR). The results confirmed the presence of non-coding satellite DNA associated with the Pepper yellow leaf curl Indonesia virus (PepYLCIV) in all severe, mild, or asymptomatic plant samples. In the phylogenetic tree, the non-coding satellite DNA isolates from Southeast Sulawesi are included in the betasatellite group and exhibit different genetic characteristics from other isolates available in the GenBank database. The cayenne chili with severe symptoms had lower NDVI values than the mild and asymptomatic categories, indicating that this type of chili with severe symptoms had a lower ability to absorb light. Further studies are needed to characterize the alpha-satellite type in the Southeast Sulawesi region for potential use in cross-protection mechanisms against plant virus infections.
Identifikasi kutu daun yang berasosiasi dengan tanaman jeruk Syarni, Elisa; Taufik, Muhammad Taufik; Yusuf, Dewi Nurhayati; Nurulita, Sari; Miftakhurohmah, Miftakhurohmah; Botek, Muhammad; HS, Gusnawaty; Hikamwaty, Aisyah
Agrokompleks Vol 25 No 2 (2025): Vol 25 No 2 (2025): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i2.918

Abstract

Aphids are polyphagous insects commonly found on various plants, including citrus plants. The association between aphids and citrus plants plays a role as pests and vectors of citrus plant diseases, particularly Citrus tristeza virus (CTV). Various aphid species have been reported as CTV vectors, including Aphis gossypii, Toxoptera aurantii, and T. citricidus. So far, no information has been on aphid species associated with citrus plants in Southeast Sulawesi. Therefore, this study aimed to identify aphid species associated with citrus plants. The research method used was observation and collection of aphids found colonizing citrus plants. The collected aphids were then brought to the laboratory for detection using the polymerase chain reaction (PCR) technique. The study results showed that the aphid species associated with citrus plants was Aphis citricidus. The PCR technique successfully detected the genome of aphid vector samples from Konawe and South Konawe (700 bp). This information is a fundamental basis for controlling CTV in mainland Southeast Sulawesi.
Penerapan Aplikasi Trichoderma untuk Meningkatkan Produksi Cabai Bebas Residual Pestisida Kimia di Desa Wolasi, Kecamatan Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan HS, Gusnawaty; Muhammad Taufik; Muhammad Botek
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i1.1226

Abstract

The aim of this community service activity is to empower chili farmers/groups to enhance chili production and produce healthy chili free from pesticide residues using local Trichoderma. The specific target is to improve the knowledge and skills of the partner farmer groups in using Trichoderma sp. and producing organic fertilizer based on local Trichoderma as a biopesticide and biofertilizer, enabling farmers to increase chili production while producing healthy, pesticide-free chili. The community service activities were conducted in Wolasi Village, Wolasi District, South Konawe Regency. The method used was training with demonstrations on plots (demplot). The stages of the activities included: socialization, training on making organic fertilizer based on Trichoderma sp., training on Trichoderma sp. propagation using bran media, and the creation of a demplot for Trichoderma application as a biopesticide and biofertilizer. The expected outcomes include farmers understanding the negative impact of excessive and improper use of chemical pesticides on the environment and chili products, as well as learning safe farming practices using microorganisms like Trichoderma sp.. Farmers will also gain knowledge on the role of Trichoderma sp. in enhancing production, promoting plant growth, and improving plant resistance, along with acquiring skills in propagating and applying Trichoderma sp. and producing organic fertilizer based on Trichoderma sp. for use as a biopesticide and biofertilizer.  
FH PEMBERDAYAAN PETANI LOKAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBASIS FESES KAMBING DI DESA WOWOLI, KABUPATEN KOLAKA Mpia, La; Handayani, Fitrianti; Pagala, Muh. Amrullah; HS, Gusnawaty; Yusuf, Dewi Nurhayati; Afa, Musadia; R, Mustafa; Rahim, Abdul; Awaluddin, Andi; Anci, Anci; Raihan, Raihan
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2226

Abstract

Desa Wowoli yang terletak di Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka merupakan wilayah prioritas Program Kosabangsa tahun 2024. Desa ini merupakan wilayah pertanian dengan potensi perkebunan dan peternakan. Para petani di desa ini menanam berbagai jenis tanaman perkebunan seperti kelapa, kakao, jambu mete, lada, dan komoditas lainnya. Penduduk desa ini juga memiliki potensi peternakan kambing yang berjumlah 1449 ekor. Permasalahan utama petani yaitu langka dan mahalnya pupuk anorganik serta minimnya pengetahuan petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra Kelompok Tani Maju Jaya dan Kelompok Tani Mekar Sari dalam melakukan pembuatan pupuk organik secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di Desa Wowoli, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka. Metode pelaksanaan yaitu sosialisasi tentang manfaat pupuk organik, praktik pelatihan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu para petani di Desa Wowoli mampu mengetahui dan melakukan seluruh tahapan pembuatan pupuk organik meliputi persiapan alat dan bahan, penyusunan bahan secara berlapis, pencampuran, fermentasi dan finalisasi produk. Pertama, petani mengalami peningkatan pengetahuan sekitar 80% tentang pentingnya pupuk organik terhadap budidaya tanaman perkebunan. Kedua, adanya peningkatan keterampilan dalam membuat pupuk organik yang berbahan dasar feses kambing. Ketiga, adanya perubahan sikap dari penggunaan pupuk organik dari feses kambing. Kesimpulannya adalah para petani di Desa Wowoli telah dapat mengetahui dan telah dapat membuat pupuk organik berbahan dasar feses kambing. Para petani juga telah mampu mengaplikasikan pupuk organik tersebut ke tanaman perkebunan.
Status Terkini Penyakit Tristeza Pada Tanaman Jeruk di Sulawesi Tenggara: Current Status of Citrus Tristeza Disease in Southeast Sulawesi Taufik, Muhammad; Yusuf, Dewi Nurhayati; Miftahkuhrohmah, Miftahkuhrohmah; Botek, Muhammad; Gusnawaty HS, Gusnawaty HS; Syarni, Elisa; Nurulita, Sari
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2025): Maret 2025 - IN PROGRESS
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.21.1.28-37

Abstract

Penyakit tristeza yang disebabkan oleh citrus tristeza virus (CTV, genus Closterovirus, famili Closteroviridae) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman jeruk di dunia, termasuk di Indonesia. Hingga kini, informasi dan studi terkait CTV di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status terkini infeksi CTV di Provinsi Sulawesi Tenggara. Survei dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling di empat kabupaten. Deteksi dan identifikasi virus dilakukan dengan teknik double antibody sandwich enzyme-linked immunosorbent assay (DAS-ELISA), reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR), dan analisis perunutan nukleotida. Hasil DAS-ELISA menunjukkan bahwa semua sampel dengan berbagai variasi gejala dari empat kabupaten terkonfirmasi positif terinfeksi CTV dengan nilai  titer virus yang beragam. RT-PCR dengan primer spesifik berhasil mengonfirmasi keberadaan CTV dari semua sampel dengan teramplifikasinya DNA berukuran 630 pb. Analisis sekuen  dan  filogeni menunjukkan bahwa isolat CTV asal Sulawesi Tenggara memiliki kemiripan tertinggi (97.9%) dengan isolat CTV asal India (MT498411.1) dan mengelompok satu grup dengan isolat asal India (MT498411.1), Jepang (U56902.1), dan Cina (MZ692538.1). Hasil penelitian ini mengonfirmasi penyebaran CTV pada empat kabupaten di Sulawesi Tenggara. Data molekuler diharapkan menjadi basis data untuk studi epidemiologi molekuler dan strategi pengendalian penyakit tristeza di Indonesia.