Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Concept of Al-'Ilm Al-Ushuliy: The Significance of Ushul Al-Fiqh in the Paradigm of Unity of Science Majid, Ilham
Journal of Pesantren and Diniyah Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Pesantren and Diniyah Studies
Publisher : Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63245/jpds.v1i1.1

Abstract

This research explores the significance of ushul al-fiqh within the paradigm of the unity of knowledge (Unity of Science), focusing on the integration between Islamic law and other sciences. The main concern is how ushul al-fiqh can provide a holistic theoretical foundation for religious values such as wisdom, justice, and public welfare in everyday life. This study employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach, utilizing a literature review to explore the meaning, perception, and complex context within a research framework. Key findings indicate that ushul al-fiqh plays a crucial role in understanding the fundamentals of Islamic law and integrating religious aspects, reason, and practical experience in life. This research aims to identify and analyze the principles of ushul al-fiqh that can support the integration of various scientific disciplines and assess their relevance in contemporary knowledge. The unity of knowledge in this research refers to efforts to amalgamate various disciplines into an interconnected entity. This involves integrating Islamic law (ushul al-fiqh) with other sciences, such as logic, Arabic grammar, theology, jurisprudence, and Qur'anic and Hadith studies. In this context, the unity of knowledge aims to create coherence among various branches of knowledge to provide a holistic understanding of religious values such as wisdom, justice, and public welfare in everyday life.
Pengembangan E-Modul Pembelajaran Biologi Kelas X SMA Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal Menggunakan Aplikasi Canva Design Sahil, Jailan; Haerullah, Ade; Hasan, Said; Majid, Ilham
EDUKASI Vol 21, No 3 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v21i3.6747

Abstract

Upaya pengembangan e-modul biologi berbasis potensi dan kearifan lokal masih belum banyak digunakan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah yang berada di Kota Ternate, salah satunya adalah mata pelajaran biologi. Dengan perkembangan dan kemajuan pendidikan dan tuntutan kurikulum saat ini maka guru dituntut mampu berinovasi dengan mendesain bahan ajar misalnya membuat bahan ajar menggunakan aplikasi canva design. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul mata pelajaran biologi yang mengintegrasikan potensi dan kearifan lokal Ternate dalam setiap sub topik yang diajarkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (RD) dengan meggunakan model ADDIE. Pengembangan e-modul pembelajaran biologi kelas X SMA berbasis potensi dan kearifan lokal sebagai penunjang pembelajaran abad 21 ini menggunakan model pengembangan addie, data penelitian diperoleh secara langsung dari lokasi penelitian yang kemudian dianalisis dengan menggunakan referensi yang sesuai untuk menghasilkan e-modul pembelajaran biologi yang dikembangkan. Hasil penilaian kelayakan e-modul pembelajaran biologi berdasarkan uji validasi ahli  secara keseluruhan dari kesepuluh aspek penilaian e-modul pembelajaran biologi berbasis potensi dan kearifan lokal  sebagai penunjang pembelajaran abad 21 di SMA yang dikembangkan memiliki kategori sangat valid dengan rata-rata persentase secara keseluruhan yaitu 81%. Hasi uji respon pengguna  dari kalangan guru yang mengajar mata pelajaran biologi mendapatkan persentase 82% ini memberikan informasi bahwa e-modul pembelajaran biologi yang dikembangakan sudah layak untuk digunakan.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa SMA Negeri 3 Halmahera Selatan Pada Materi Keseimbangan Lingkungan Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Sinyo, Yumima; Majid, Ilham
EDUKASI Vol 21, No 3 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v21i3.6839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 3 Halmahera Selatan melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan yaitu bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus dilakukan melalui empat tahap yakni (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA di SMA Negeri 3 Halmahera Selatan  pada materi perubahan keseimbangan lingkungan. Hasil observasi  aktivitas  siswa pada siklus I yaitu  53% yang tergolong kurang sedangkan pada siklus II yaitu meningkat menjadi 100%. Sedangkan hasil observasi aktivitas  guru siklus I yaitu 64%, siklus II meningkat menjadi 100%. Sedangkan hasil belajar siswa dengan mengunakan model  Problem Based Learning (PBL) pada siklus I sebanyak 13 orang yang belum tuntas atau sebanyak 65% yang belum mencapai KKM. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebanyak 19 orang yang tuntas atau sebanyak 95%  siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  dapat meningkatkan  hasil belajar.
Pemanfaatan Endocarpium Buah Kenari (Canarium indicum L.) Menjadi Briket Dan Validasi Poster Edukasi Bagi Masyarakat Hasanudin, Mahyono; Tolangara, Abdulrasyid; Majid, Ilham; Alting, Ummi Kalsum
EDUKASI Vol 22, No 1 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v22i1.8441

Abstract

Walnuts are a native Indonesian plant that grows widely in eastern Indonesia such as North Sulawesi and North Maluku. In biology, the walnut shell is called the endocarpium and acts as a fuel substitute for kerosene. Currently, endocarpium is unused waste, so it is necessary to process it into a useful product with high economic value, in the form of briquettes as an alternative fuel. The aim of this research is to describe the use of walnut endocarpium as briquettes and to describe the results of validation of learning posters in the community. The research was carried out for 3 months, June to August 2023 and took place in the biology laboratory of FKIP Unkhair for the process of cleaning the endocarpium, drying, carbonization and making briquettes. The research results show that the endocarpium of walnuts from Makian Island can be used to make briquettes with a height of 5 cm and a diameter of 16 cm. Empirical test results show that using 2 briquettes can boil 300 ml of water in 1.38 seconds. The poster validation results are categorized as valid to very valid, and suitable for use as learning media in the community.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA NEGERI 12 HALMAHERA TIMUR Jurubasa, Nadila; Majid, Ilham; Yusuf, Yusmar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5899

Abstract

 Meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dibutuhkan suatu pembelajaran yang efektif. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X semester II SMA Negeri 12 Halmahera Timur pada materi Ekosistem. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X IPA di SMA Negeri 12 Halmahera Timur pada materi ekositem. Hasil observasi  aktivitas  siswa pada siklus I yaitu  69%, siklus II yaitu meningkat menjadi 84%. Sedangkan hasil observasi aktivitas  guru siklus I yaitu 85%, siklus II meningkat menjadi 100%. Hasil belajar siswa dengan menggunakan model  Problem Based Learning (PBL) pada siklus I sebanyak 13 orang yang belum tuntas atau sebanyak 65% yang belum mencapai ketuntasan belajar atau belum mencapai KKM. Sedangkan pada siklus II sudah mengalami peningkatan hasil belajar siswa sebanyak 19 orang yang tuntas atau sebanyak 95% siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.
KAJIAN ANTROPOGENIK TERHADAP PEMANFAATAN TERUMBU KARANG DI DESA WOSI, HALMAHERA SELATAN (Suatu kajian kerusakan terumbu karang di daerah pesisir Halmahera) Ahmad, Zulkifli; Majid, Ilham; Jaman, Hardi R.
JURNAL BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu sumber daya alam yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di daerah pesisir Halmahera. Salah satu pemanfaatan oleh masyarakat Desa Wosi, Halmahera Selatan adalah sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan pondasi rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan aktivitas masyarakat terhadap pemanfaatan terumbu karang di Desa Wosi Kecamatan Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan. Instrumen pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket/kuesioner dan wawancara dengan  sejumlah masyarakat. Analisis angket/kuesioner dilakukan dengan menggunakan rumus prosentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Pengetahuan masyarakat terhadap terumbu karang di Desa Wosi Kecamatan Gane Timur termasuk dalam kriteria cukup yaitu dengan nilai rata-rata 60%; (2) Aktivitas masyarakat terhadap pemanfaatan terumbu karang meliputi; Indikator pemanfaatan terumbu karang sebagai bahan bangunan dan pondasi rumah termasuk dalam kriteria cukup (nilai rata-rata 63%), indikator jual beli terumbu karang termasuk dalam kriteria rendah (52%), dan budidaya terumbu karang termasuk dalam kriteria sangat rendah (3.23%). Sementara pada kriteria skala Likert untuk seluruh indikator pengetahuan dan aktivitas pemanfaatan terumbu karang menunjukkan kriteria sangat tinggi (X 4,531 atau 127.242 4.531 dan X 3,5685 atau 97.742 3.5685).Kata kunci : Antropogenik, Halmahera Selatan, kerusakan, pemanfaatan, terumbu karang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI RUANG LINGKUP BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DIKELAS X SMA NEGERI 6 KOTA TERNATE Abija, Nurkila; Majid, Ilham; Papuangan, Nurmaya
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5890

Abstract

Model discovery learning merupakan model pembelajaran yang melatihkan pada peserta didik belajar mandiri untuk meningkatkan keterampilan dan proses kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 6 Kota Ternate pada materi ruang lingkup biologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bersifat reflektif dan kolaboratif yang terdiri dari empat tahapan, yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 6 Kota Ternate pada materi ruang lingkup biologi. Hasil belajar peserta didik dengan mengunakan model  discovery learning pada siklus I sebanyak 2 peserta didik atau sebesar 10% yang mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan pada siklus II sudah mengalami peningkatan hasil belajar peserta didik sebanyak 18 peserta didik atau sebesar 86% yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus I yaitu 52%, siklus II yaitu meningkat menjadi 98%. Sedangkan hasil observasi aktivitas guru siklus I yaitu 56%, siklus II meningkat menjadi 88% sehingga model discovery learning dinyatakan dapat meningkatkan hasil  belajar peserta didik.
KONSERVASI HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI KOTA TERNATE TERINTEGRASI DENGAN KURIKULUM SEKOLAH Majid, Ilham; Al Muhdar, Mimien Henie Irawati; Rohman, Fachtur; Syamsuri, Istamar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.162

Abstract

Ekosistem hutan mangrove berfungsi sebagai perlindungan pantai secara alami untuk mengurangi resiko terhadap bahaya abrasi. Kota Ternate adalah sala satu kota pesisir yang memiliki hutan mangrove dengan luas 14,65 Ha namun luas kawasan mangrove tersebut telah mengalami kerusakan disebabkan oleh tebang habis, konversi menjadi lahan pertanian, perikanan, pemukiman, pembuangan sampah padat dan cair, pencemaran tumpahan minyak, dan reklamasi pantai, Pendekatan konservasi yang dilakukan untuk memulihkan serta menjaga dan melindungi hutan mangrove di Kota Ternate adalah dengan pendekatan pendidikan konservasi di sekolah formal melalui pengembangan kurikulum.
Analisis Yuridis Hak Kesehatan Perempuan dalam Prespektif Hukum Majid, Ilham; Fernando Mote, Herry Hendry; Novara Jaya, Andi Ervin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8243

Abstract

Perempuan seringkali dianggap sebagai kelompok rentan karena mereka sering mengalami ketidakadilan dan diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam konteks kesehatan, Perempuan juga dianggap sebagai kelompok rentan karena mereka memiliki beberapa kondisi khusus seperti menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause yang memerlukan perhatian khusus. Upaya untuk melindungi hak kesehatan perempuan sudah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, implementasi dari peraturan-peraturan tersebut masih terbatas dan belum sepenuhnya memenuhi hak kesehatan perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan hak kesehatan perempuan di Indonesia, terutama terkait dengan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, dan untuk mengetahui peran hukum dalam melindungi dan memenuhi hak kesehatan perempuan. Tipe penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, memberikan gambaran secara rinci, sistematis dan menyeluruh tentang manusia dan keadaan/gejala-gejala lainnya. Penelitian ini berusaha menggambarkan masalah hukum, sistem hukum dan mengkajinya atau menganalisisnya sesuai dengan kebutuhan dari penelitian.
Effects of Biology Learning Models on Metacognitive Skills of Senior High School Students Ilham Majid; Roswita M Aboe; Anissa Novita Sari
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/nk3tdy23

Abstract

The main problem in this study is that many students still rely on memorisation without understanding the concepts deeply, so their ability to plan, monitor and evaluate learning is less developed. In addition, conventional learning models that are often applied in schools tend to provide less opportunity for students to develop metacognitive skills optimally. Therefore, innovation is needed in learning models that can encourage students to think critically and reflect on their learning process. The purpose of this study was to determine the effect of STAD, guided inquiry, and combined STAD and guided inquiry learning models on the metacognitive skills of high school students in Ternate, Indonesia. The research used a quantitative method with a quasi-experimental nonequivalent control group design. The sample consisted of 92 active students in the even semester, selected through purposive sampling. In addition, metacognitive skills were measured using rubrics integrated with test questions. The results showed that the STAD learning model, guided inquiry and a combination of STAD and guided inquiry learning models can improve students' metacognitive skills with a value of Fhitung = 9.317.  In addition, the use of STAD learning model, guided inquiry, and the combination of both models showed better metacognitive skills compared to the use of conventional methods. The conclusion of this research is that the learning model applied affects metacognition skills. The combination of STAD and guided inquiry learning models showed the highest achievement of metacognition skills compared to guided inquiry, STAD, and conventional learning models. However, the STAD and guided inquiry learning models showed the effect of metacognition scores that were not significantly different.