Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Profil Histopatologi Pasien Endoskopi Upper and Lower Gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Sayuti, Muhammad; Novalia, Vera; Aulia, Nadia; Ilhami Surya Akbar, Teuku; Mimbar Topik, Mohamad
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i6.24235

Abstract

Penyakit sistem gastrointestinal merupakan salah satu masalah kesehatan global. Endoskopi, merupakan prosedur diagnostik sekaligus terapeutik dalam evaluasi saluran cerna bagian atas (Esofagogastroduodenoskopi/EGD) maupun bawah (Kolonoskopi). Selain itu, pemeriksaan histopatologi berperan sebagai gold standard dalam penegakan diagnosis keganasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi hasil histopatologi pasien endoskopi gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara periode Januari 2020 – Juni 2022. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis dari 47 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 46–55 tahun (36,2%) dengan jenis kelamin laki-laki (55,3%). Kolonoskopi merupakan prosedur yang paling banyak dilakukan (72,3%), dengan indikasi utama BAB berdarah (44,6%), sedangkan EGD paling banyak dilakukan pada kasus disfagia (10,6%). Pada EGD, diagnosis yang paling banyak ditemukan adalah tumor gaster dan ulkus peptikum (masing-masing 6,4%), sedangkan pada kolonoskopi adalah tumor rektum (29,8%). Gastritis kronik (15%) merupakan hasil histopatologi yang paling sering dijumpai pada EGD, sementara adenokarsinoma (31,9%) mendominasi pada kolonoskopi. Lokasi temuan paling umum adalah gaster untuk EGD (21%) dan rektum untuk kolonoskopi (38,3%).
Edukasi dan Skrining Kesehatan Kardiometabolik melalui Pemeriksaan Komposisi Tubuh dan Profil Lipid Peserta Jalan Santai Millizia, Anna; Fauzan, Rivhan; Nasution, Muhammad Husni Fansury; Rizaldy, Muhammad Bayu; Darwis, Aryandi; Yuziani, Yuziani; Aulia, Nadia; Aditya, Sherina; Fadila, Alya; Alvira, Mumtaz; Ezyra, Muhammad; Albi, Muhammad Syifa; Faruq, Dafa
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.26124

Abstract

Pendahuluan: Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang berperan penting terhadap terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke. Prevalensi dislipidemia di Indonesia masih tinggi dan meningkat seiring tingginya kasus obesitas, terutama akibat akumulasi lemak tubuh dan lemak visceral yang berhubungan dengan resistensi insulin serta gangguan metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komposisi tubuh dengan profil lipid dan kesadaran gizi seimbang pada masyarakat. Metode: Kegiatan penelitian dilaksanakan pada acara Dies Natalis Universitas Malikussaleh dengan melibatkan 279 peserta. Proses penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran kadar kolesterol dan komposisi tubuh dengan Body Composition Analyzer, pemberian edukasi gizi seimbang, serta evaluasi hasil pemeriksaan. Data dianalisis untuk menilai keterkaitan komposisi tubuh dengan profil lipid. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan variasi usia responden 20–70 tahun dengan kadar lemak tubuh 11–45%, otot rangka 49–82%, serta indeks lemak visceral 1–14. Kadar kolesterol berkisar antara 141–183 mg/dL, dengan kecenderungan lebih tinggi pada responden berusia lanjut, memiliki lemak tubuh dan lemak visceral tinggi, serta massa otot rendah. Temuan ini memperkuat bahwa akumulasi lemak visceral dan rendahnya massa otot meningkatkan risiko dislipidemia, sementara massa otot yang lebih tinggi berperan protektif. Edukasi gizi seimbang turut meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Kesimpulan: Terdapat hubungan erat antara komposisi tubuh dengan kadar kolesterol, di mana lemak tubuh dan visceral tinggi serta massa otot rendah meningkatkan risiko dislipidemia. Intervensi berupa pengendalian obesitas, peningkatan aktivitas fisik, dan edukasi gizi seimbang sangat penting untuk pencegahan penyakit metabolik dan kardiovaskular di masyarakat. Kata kunci: dislipidemia, komposisi tubuh, lemak viseral, otot rangka, kolesterol, gizi seimbang
Comparison of Modern NLP with Classical Machine Learning Algorithms in Evaluating Food Security Programs Sinaga, Anita Sindar; Sijabat, Dameria Esterlina; Saputri, Bella; Aulia, Nadia
Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 Number 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jatika.v6i4.1395

Abstract

The success of food security programs faces various challenges. Most of the available data is in the form of unstructured text reports, news, and policy documents. The BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers) model allows the system to read reports and news by considering the relationship between words in sentences. Compared to Support Vector Machines (SVMs) that rely on numerical data. The dataset is expanded to improve the generalization of the IndoBERT Classifier. There are 6 commodity data and 3 labels used in IndoBERT Modeling, represented by a 768-dimensional feature vector resulting in Accuracy 0.8333 (83.33%) indicating 5 correct predictions, with one misclassification. Tuned Min-Max on Support Vector Machines (SVM) is used in each dimension to find the optimal hyperplane contributing. The feature matrix x with size (39,10) and the target variable y with size (39) show Accuracy 0.92 (92.0%) that the data division process maintains the class proportion consistently. SVM performed better than IndoBERT. Classification evaluation of the models showed IndoBERT with Accuracy 83% and SVM Sccuracy 87%.
Cinderella Complex dan Preferensi Pemilihan Pasangan Hidup Pada Wanita Dewasa Awal Penggemar Drama Korea Aulia, Nadia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v7i1.4701

Abstract

Cinderella Complex adalah kecenderungan wanita untuk bergantung secara fisik, yang ditunjukkan oleh keinginan kuat mereka untuk diperlakukan dan dilindungi orang lain, terutama pria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat ide dan faktor Cinderella Complex dan preferensi pemilihan pasangan di antara wanita dewasa awal yang menyukai drama Korea. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan wawancara mendalam dan metode observasi bersama dengan Cinderella Complex Scale yang digunakan untuk menyaring subjek. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan Kompleks Cinderella pada subjek pertama, SA, di mana ia melihat dirinya sebagai seseorang yang kurang dalam penampilan, mental, dan kecerdasan. Dengan demikian menyebabkan dia berharap seseorang dengan kepribadian stabil menjadi suaminya. Subjek kedua, JM, menunjukkan kecenderungan Cinderella Complex dengan memandang dirinya sebagai wanita yang rapuh dan lemah dengan kurang percaya diri. Dengan demikian menyebabkan JM berharap seseorang dengan kepribadian stabil sebagai suaminya untuk bertindak sebagai panduan dan dukungan psikologis. Subjek ketiga, RW menunjukkan kecenderungan Kompleks Cinderella dengan cara dia mengandalkan almarhum ayah dan pacarnya untuk menyelesaikan masalahnya. Dengan demikian menyebabkan subjek menyukai seseorang yang kepribadiannya persis seperti mendiang ayahnya sehingga ia bisa menjadi penggantinya. Subjek keempat, SM menunjukkan kecenderungan Kompleks Cinderella dengan mematuhi dan mengikuti semua keputusan ayahnya dan karenanya membuatnya tunduk. Itu membuatnya berharap seseorang yang secara finansial stabil sebagai suaminya sehingga dia hanya akan menjadi ibu rumah tangga.
Keabsahan Perjanjian Kredit Mikro Tanggung Renteng pada PT. PNM Mekaar di Nagari Situjuah Gadang Aulia, Nadia; Adriaman, Mahlil
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6226

Abstract

Penelitian ini menganalisis keabsahan perjanjian kredit mikro dengan sistem tanggung renteng pada Program PT. PNM Mekaar di Nagari Situjuah Gadang serta bentuk tanggung jawab hukum para pihak apabila terjadi wanprestasi. Fokus kajian diarahkan pada pemenuhan syarat sah perjanjian menurut Pasal 1320 KUH Perdata, keberlakuan asas kebebasan berkontrak dalam Pasal 1338 KUH Perdata, serta konstruksi perikatan tanggung renteng berdasarkan Pasal 1278–1282 KUH Perdata. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan studi lapangan melalui wawancara semi terstruktur serta observasi terhadap mekanisme pertemuan dan pembayaran kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara formal perjanjian kredit mikro PNM Mekaar memenuhi unsur perjanjian sebagaimana dimaksud Pasal 1313 KUH Perdata dan keempat syarat sah perjanjian pada Pasal 1320 KUH Perdata, termasuk adanya klausul tanggung renteng yang dinyatakan tegas sebagaimana disyaratkan Pasal 1282 KUH Perdata. Namun, pada tataran substansial ditemukan problem ketidakseimbangan posisi tawar akibat penggunaan perjanjian baku (take it or leave it) yang membatasi ruang negosiasi nasabah, sehingga berpotensi menimbulkan kesepakatan yang tidak sepenuhnya lahir dari pemahaman yang memadai. Dalam hal terjadi wanprestasi, tanggung jawab eksternal terhadap kreditur dapat dibebankan kepada seluruh anggota kelompok berdasarkan prinsip tanggung renteng, sedangkan secara internal anggota yang menanggung pembayaran memiliki hak regres terhadap pihak yang wanprestasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keabsahan formal kontrak tidak selalu berbanding lurus dengan keadilan substantif, sehingga diperlukan penguatan perlindungan dan transparansi informasi dalam pelaksanaan kredit mikro berbasis tanggung renteng.