Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Sabun Natural Sebagai Diversifikasi Produk Minyak Kelapa Kwt Al-Ummahat Desa Lendang Nangka Fitri Danasari, Idiatul; Sri Supartiningsih, Ni Luh; Wuryantoro, Wuryantoro; Sjah, Taslim; Maryati, Sri; Anjani, Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3115

Abstract

Minyak kelapa merupakan produk andalan yang telah diproduksi turun menurun oleh KWT Al-Ummahat di Desa Lendang Nangka, Kabupaten Lombok Timur. Ketersediaan sumberdaya lokal yaitu kelapa menjadi salah satu komoditas yang perlu untuk diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memanfatkan minyak kelapa produk KWT Al-Ummahat menjadi bahan baku dalam pembuatan sabun natural sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu produk penunjang pariwisata Desa Lendang Nangka. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Maret 2024 di sekretariat KWT Al-Ummahat dan dihadiri oleh 20 orang peserta yang merupakan anggota KWT dan pemudi Desa Lendang Nangka.  Kegiatan dilakukan menggunakan metode sosialisasi, tutorial, dan pelatihan. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan, peserta pelatihan kini mengetahui pemanfaatan minyak kelapa menjadi produk inovatif lainnya melalui diversifikasi produk. Sabun minyak kelapa yang dihasilkan kemudian diharapkan dapat menjadi produk penunjang pariwisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Lendang Nangka. Lebih jauh, melalui pelatihan ini menambah pengetahuan dan keterampilan peserta khususnya anggota KWT Al-Ummahat dalam memanfaatkan dan mengolah minyak kelapa yang mereka produksi.
EVALUASI PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN STARTER ECO-FARMING PADA USHATANI SAWI DI DESA BUG-BUG KECAMATAN LINGSAR Tajidan, Tajidan; Halil, Halil; Sukardi, Lalu; Sjah, Taslim; Jinem, Suparmin
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.3962

Abstract

Community service activities (PKM) are beneficial if the PKM work is implemented by partners. Therefore, after the PKM activities have passed, it is necessary to evaluate the use of liquid organic fertilizer with eco-farming starter (POC). The aim of this evaluation is to determine the extent to which POC fertilizer is used in increasing production, production value and performance of caisim mustard plants in farming in Bug-bug Village, Lingsar District. The evaluation technique applied in evaluating PKM implementation is the tiling technique. The tiles measure 100cm x 100cm consisting of 2 (two) tiles using POC and 2 (two) tiles without using POC. The evaluation results show that the use of POC is still applied by 60% of the total number of PKM participants and can increase production and production value by 26.67%, and an incremental benefit cost ratio value of 12.47 is obtained, meaning that the use of POC can attract farmers' interest in implementing it, because can increase production value.
Analisis Efisiensi Pemasaran Bawang Merah Di Kecamatan Sape Kabupaten Bima Dm. Ali, Miftahul Khairat; Hayati, Hayati; Sjah, Taslim
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v10i1.475

Abstract

The aims of this research were to describe and analyze the marketing efficiency of red onion in Sape District, Bima Regency. This research was conducted in Naru Village from November to December 2023 taking into account that Naru Village is one of the red onion producing areas in Sape District, Bima Regency. The sample of farmers and institutions in the research was determined using the snowball sampling method, by searching through marketing channels. The survey was conducted by interviewing these samples The marketing institute for this research was chosen based on the sales flow of red onion in Naru Village, Sape District, Bima Regency. The data collected form primary data and secondary data. From the survey results, it is known that (1) the sales channels of red onion in Naru Village, Sape District, Bima Regency are farmers, collectors, and wholesalers; (2) Marketing margin at the collecting merchant level of 5,000 rupiah per kilogram and marketing margin at the wholesaler level of 3,000 rupiah per kg. (3) The sales efficiency value at the collector level and wholesaler level is efficient, and the red onion sales efficiency value is 3% at the collector level and 5% at the wholesaler level.
Strategi Strategi Peningkatan Efisiensi Dan Efektivitas Operasi Agrorelasi: Agrorelasi Fajriani, Nurdani; Kusman, Hardi; Fadli, Fadli; Sjah, Taslim; Budastra, I Ketut
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v10i2.552

Abstract

This research aims to analyze the business development strategy of an agricultural community, namely Agrorelasi, through SWOT analysis. The research method used was descriptive, with primary and secondary data collection. The results showed that Agrorelasi has strengths in large mass numbers, a lot of networking, actors have extensive knowledge and specific expertise, have a lot of collaboration, and commitment to sustainability. The suggested strategy is to integrate network strengths, optimize sustainability commitments and build strategic partnerships. Overall, the research suggests Agrorelations leverage internal strengths, minimize weaknesses with external support, and build cross-sector collaboration to improve efficiency and effectiveness.
Valuasi Potensi Ekonomi Jasa Lingkungan Mangrove pada Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Lombok Barat Apriadi; Budastra, I Ketut; Sjah, Taslim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/y3kmzg30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi jasa lingkungan ekosistem mangrove serta mengidentifikasi strategi pengelolaan yang mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di Bagek Kembar, Lombok Barat. Analisis dilakukan menggunakan metode narrative literature review terhadap 42 artikel ilmiah yang terbit pada periode 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ekonomi total (TEV) jasa lingkungan mangrove di Bagek Kembar mencapai sekitar Rp 963 juta per tahun, yang mencakup manfaat ekowisata, perikanan, perlindungan pantai, penyerapan karbon, produksi oksigen dan keanekaragaman hayati. Nilai ini relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah studi nasional maupun kisaran valuasi global, sehingga optimalisasi pemanfaatan jasa lingkungan masih perlu ditingkatkan. Permasalahan utama yang ditemukan antara lain lemahnya kapasitas kelembagaan lokal, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya integrasi valuasi ekonomi dalam perencanaan kebijakan daerah. Oleh karena itu, hasil kajian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan kelembagaan, peningkatan infrastruktur ekowisata, integrasi valuasi ekonomi dalam perencanaan daerah, serta penyusunan roadmap multipihak guna mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan mangrove secara berkelanjutan.
Pengembangan Model Agribisns Berkelanjutan Pada Tanaman Jagung sebagai Komoditas Unggulan Pertanian Putri, Raodatul; Sjah, Taslim; Budastra, Ketut
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL ECONOMINA, November 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i11.1801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model agribiзniз berkelanjutan pada komoditaз jagung зebagai upaya memperkuat sistem pemasaran dan distribusi di wilayah Bima dan Dompu, Provinзi Nuзa Tenggara Barat. Meзkipun produksi jagung di kedua daerah terзebut meningkat signifikan, petani maзih menghadapi ketidakзtabilan harga akibat rantai distribusi yang panjang, keterbatasan faзilitaз pascapanen, serta lemahnya kelembagaan ekonomi di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan review literatur, yang menelaah berbagai haзil penelitian, data statistik, serta kebijakan pemerintah terkait sistem agribisnis jagung. Haзil kajian menunjukkan bahwa fluktuaзi harga antara musim panen dan muзim kemarau dapat mencapai зeliзih Rp2.000/kg, yang menyebabkan pendapatan petani tidak stabil. Berdasarkan haзil sintesis, dikembangkan model agribisnis terintegrasi yang melibatkan koperaзi sebagai pengelola pemasaran kolektif, modernisasi paзcapanen melalui pengadaan dryer dan зilo, зerta digitalisasi pasar melalui platform daring. Implementasi model ini berpotensi meningkatkan pendapatan petani sebeзar 25–30%, menurunkan volatilitaз harga hingga 20%, serta memperkuat posisi tawar petani terhadap paзar nasional. Penelitian ini memberikan kontribusi konзeptual bagi pengembangan kebijakan agribisnis berbasis kolaborasi, teknologi, dan keberlanjutan yang dapat diterapkan di wilayah agraris lain dengan karakteristik serupa.
MUNGKINKAH KOPERASI MERAH PUTIH BERHASIL Junaidi, Sri Hidayati; Sjah, Taslim; Budastra, Ketut
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL ECONOMINA, November 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i11.1802

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penguatan koperasi pertanian melalui tiga dimensi kunсi, yaitu akses modal, akses pasar, dan kapasitas kelembagaan. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan Systematiс Literature Review terhadap 19 artikel nasional dan dua dokumen kebijakan terbitan 2019–2025, yang dipilih berdasarkan kelayakan ilmiah, relevansi substansi, serta ketersediaan data empiris. Hasil sintesis memperlihatkan bahwa integrasi pembiayaan inklusif, penguatan rantai nilai berbasis kemitraan, dan tata kelola partisipatif berperan penting dalam memperbaiki kinerja koperasi. Koperasi yang mengadopsi digitalisasi layanan keuangan, transparansi manajerial, serta perluasan jejaring pasar mampu menunjukkan perkembangan yang lebih konsisten dibandingkan koperasi konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi aсuan pengembangan koperasi digital di sektor pertanian apabila didukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ekosistem pembiayaan yang inklusif, dan kolaborasi lintas lembaga. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan digitalisasi tata kelola, pengembangan platform pasar terintegrasi, serta dukungan pembiayaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan koperasi
Analisis Produksi Bawang Merah Di Kecematan Plampang Kabupaten Sumbawa NTB Syafitri, Nur; Sjah, Taslim; Budastra, I Ketut
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 12 (2025): Vol.4 No.12 (2025): JURNAL ECONOMINA, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i12.1818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai salah satu sentra hortikultura penting yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kepada petani bawang merah, didukung data primer dan sekunder, serta dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh variabel luas lahan, penggunaan benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida terhadap tingkat produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan kualitas benih memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan produksi, sementara penggunaan pupuk dan pestisida berpengaruh signifikan namun cenderung fluktuatif tergantung pada dosis dan pola aplikasi yang diterapkan petani. Tenaga kerja juga berkontribusi terhadap peningkatan produksi, meskipun efisiensinya dipengaruhi oleh keterampilan serta intensitas tenaga kerja pada fase budidaya tertentu. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kendala utama yang dihadapi petani meliputi ketersediaan sarana produksi, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), keterbatasan akses pembiayaan, serta fluktuasi harga pasar yang berdampak pada keputusan budidaya dan efisiensi produksi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan strategi peningkatan produktivitas bawang merah melalui penyediaan sarana produksi berkualitas, pelatihan budidaya modern, serta penguatan akses pasar dan lembaga pembiayaan bagi petani di Kecamatan Plampang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pertanian hortikultura yang berkelanjutan di NTB
Strategi Pengembangan Usahatani Nanas Madu Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Di Lombok Timur Amrina Rosada, Nia; Sjah, Taslim; Budastra, Ketut
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 12 (2025): Vol.4 No.12 (2025): JURNAL ECONOMINA, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i12.1822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani nanas madu guna meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Lombok Timur. Komoditas nanas madu memiliki potensi ekonomi tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat, namun produktivitas dan pendapatan petani masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, fluktuasi harga, rendahnya akses teknologi budidaya, serta lemahnya jaringan pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi petani dalam pengembangan usahatani nanas madu. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang paling relevan mencakup peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan budidaya modern, diversifikasi produk olahan seperti jus, selai, dan keripik nanas untuk meningkatkan nilai tambah, serta penguatan kelembagaan kelompok tani guna memperkuat posisi tawar di pasar. Selain itu, dukungan pemerintah melalui penyediaan sarana produksi, fasilitasi akses pembiayaan, dan pembangunan infrastruktur pemasaran sangat diperlukan untuk menciptakan rantai pasok yang efisien. Dengan mengintegrasikan strategi peningkatan keterampilan, inovasi produk, serta penguatan jaringan pemasaran, usahatani nanas madu di Lombok Timur memiliki peluang besar untuk berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan
Challenges and Opportunities for North Lombok Robusta Coffee Zainuri, Zainuri; Sjah, Taslim; Budastra, I Ketut; Dipokusumo, Bambang; Iqlimawati, Iqlimawati
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/g7brmj38

Abstract

Robusta coffee is an important agricultural commodity in North Lombok Regency, Indonesia, contributing to rural livelihoods and regional economic development. However, the performance of the Robusta coffee agribusiness remains constrained by various external challenges while simultaneously presenting emerging opportunities. This study aims to identify and analyze the key challenges and opportunities affecting the development of Robusta coffee in North Lombok, and proposes strategies for expanding market for North Lombok Robusta coffee. The results show that the main challenges identified include fluctuating coffee prices, the low bargaining position of farmers and processors, inconsistent coffee bean quality, and limited access to subsidized fertilizers. Conversely, significant opportunities arise from increasing domestic and global demand for coffee, availability of government support programs, the potential for value-added coffee processing, and improved access to market and technical information. The findings indicate that opportunity-driven strategies, particularly those related to value addition, quality improvement, sustainable input management, and information utilization, can mitigate existing challenges and enhance the competitiveness and sustainability of the Robusta coffee agribusiness in North Lombok. The study provides policy-relevant insights for stakeholders involved in regional coffee development, by outlining concrete intervention areas, such as productivity enhancement, quality improvement, institutional strengthening, and market access expansion, to support value chain upgrading and sustainable Robusta coffee development in North Lombok. The novelty of this study lies in its integration of regency-level analysis of Robusta coffee in North Lombok and reconceptualizes Robusta from a low-value commodity into high-value one through expanding markets with differentiated emerging specialty and sustainable products.