p-Index From 2021 - 2026
8.888
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Akademika Biologi Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi REINWARDTIA Jurnal Biodjati JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Dinamika Ilmu Al-Hayat: Journal of Islamic Education Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Saintek Lahan Kering Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Biologi Tropika NICHE Journal of Tropical Biology JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Klabat Journal of Nursing Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Jurnal Pendidikan Jasmani Khatulistiwa Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju (JPMIM) Life Science Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Journal Liaison Academia and Society The Journal of Nursing and Midwifery Sciences Indonesian Journal of Limnology Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora EL Islam Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling Jurnal Sains Student Research JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA LIMNOTEK Jurnal Ilmiah Nusantara Reinwardtia IERA, Islamic Education and Research Academy Jurnal Faidatuna Indonesian Journal of Islamic Teaching Al-Hayat: Journal of Islamic Education ILJ: Islamic Learning Journal JIEP : Journal of Islamic Education and Pesantren
Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN JENIS DAN PEMANFAATAN BAMBU DI DESA LOPAIT KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH ( SPECIES DIVERSITY AND UTILITY OF BAMBOO AT LOPAIT VILLAGE SEMARANG REGENCY CENTRAL OF JAVA) Dian Setyo Putro; J Jumari; M Murningsih
Jurnal Akademika Biologi Vol. 3 No. 2 April 2014
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.878 KB)

Abstract

Lopait Semarang’s regency society own a strong interaction with bamboo. This research aims to identification species of bamboo in Lopait village, and to share information related to the ussage of the bamboo. Data collection is using explorative survey to investigate species of bamboo in Lopait village. The information related to the ussage of bamboo collected by interview. The collected data was tabulled and described. Result data of interview made in tabulation, categorized on benefits, description of benefit’s and managerial. Based on the investigation, there are 6 species of bamboos, i.e.,  apus bamboo (Gigantochloa apus), betung bamboo (Dendrocalamus asper), black bamboo (Gigantochloa atroviolacea), ampel bamboo (Bambusa vulgaris), ori bamboo (Bambusa arundinaceae), dan atter bamboo (Gigantochloa atter). Bamboo’s usage in Lopait village were categorized into 7, they were handicraft (19 speciess of handicraft), building material (3 speciess of building material), food material (1 species of food material), chemical substance (1 species of chemical substance), food wrap (1 species), firewood, and erotion resistance. Lopait’s society own good knowledge on bamboo cultivation and have ability to manage it traditionally, or create it become valuable handicrafts. Keywords : Diversity of bamboo, bamboo utility and management, etnobotany, Lopait village
Struktur dan Komposisi Vegetasi Pohon pada Habitat Uwi-Uwian (Dioscorea spp.) di Kelurahan Jabungan dan Hutan Kampus Undip Tembalang, Semarang Dhita Gustiani; Jumari Jumari; Murningsih Murningsih
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 1 Januari 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.447 KB)

Abstract

Dioscorea merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang prospektif untuk dijadikan sebagai sumber bahan pangan lokal. Beberapa wilayah yang masih ditemukan Dioscorea diantaranya di Kelurahan Jabungan Banyumanik dan Hutan Kampus Undip Tembalang, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan struktur dan komunitas vegetasi pohon serta faktor lingkungan pada kedua lokasi. Metode penelitian yang digunakan dalam sampling vegetasi pohon adalah metode systematic sampling. Jumlah jenis, jumlah individu, serta diameter batang setinggi dada atau diameter of breast high (DBH) pohon diukur untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) setiap jenis. Indeks keanekaragaman dan indeks kesamaan komunitas juga dihitung untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis pohon pada setiap lokasi. Faktor lingkungan meliputi suhu, kelembaban, intensitas cahaya, kemiringan, dan pH tanah diukur sebanyak 3 kali lalu dirata-ratakan. Hasil yang diperoleh, pada lokasi 1 (Kelurahan Jabungan) terdapat 8 jenis pohon dengan total individu 105. Pada lokasi 2 (Hutan Kampus Unip) terdapat 11 jenis pohon dengan total individu 104. Jenis dengan INP tertinggi pada lokasi 1 adalah jati, dan pada lokasi 2 adalah pisang. Indeks keanekaragaman pada stasiun 1 adalah 0,87 dan pada lokasi 2 adalah 1,54 yang mengindikasikan bahwa tingkat keanekaragaman pada kedua lokasi adalah rendah. Indeks kesamaan sebesar 0,3158 atau 31,58% yang mengindikasikan tingkat kesamaan jenis pada kedua lokasi berbeda nyata. Faktor geografis yakni titik koordinat pada 7o LS – 110o BT, ketinggian 142 – 197 mdpl, dan kemiringan 25 – 39o serta faktor lingkungan meliputi suhu sebesar 36oC, kelembaban 56%, intensitas cahaya 9200 - >20.000 lux, dan kondisi tanah mendukung untuk pertumbuhan Dioscorea.
KEANEKARAGAMAN ANGGREK (Orchidaceae) DI CAGAR ALAM GEBUGAN, JAWA TENGAH Tria Farokhah; Sri Utami; Jumari Jumari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.2 April 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek  merupakan  tumbuhan  yang  mempunyai  nilai  estetika  tinggi.  Pengambilan anggrek secara langsung oleh masyarakat dari habitat aslinya, menyebabkan keberadaan aggrek di alam terancam. Potensi keanekaragaman   anggrek   yang   ada di   kawasan Cagar  Alam Gebugan perlu digali supaya kelestariannya tetap terjaga. Tujuan penelitian ini  adalah  untuk  mengetahui  keanekaragaman  serta kelimpahan  jenis  anggrek  serta mengetahui kondisi lingkungan di Cagar Alam Gebugan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan plot kuadrat dan penentuan letak plot secara sistematik pada 2 stasiun yang memiliki perbedaan ketinggian (900 m dpl dan 1045 m dpl). Dibuat 5 plot dengan ukuran 10 m x 10 m di masing-masing stasiun dengan jarak tiap plot 50 meter. Jenis anggrek  yang  ditemukan  di  Cagar  Alam  Gebugan  12  jenis  anggrek,  diantaranya 11 spesies anggrek epifit dan 1 spesies anggrek terestrial. Kelimpahan individu jenis anggrek relatif lebih tinggi pada tempat yang memiliki ketinggian yang lebih tinggi. Micropera sp merupakan jenis anggrek yang kelimpahannya paling tinggi dan Corymborkis veratrifolia merupakan jenis anggrek dengan kelimpahan terendah. Kondisi lingkungan Cagar Alam Gebugan sesuai untuk menjadi tempat hidup anggrek.
SEBARAN DAN KARAKTER MORFOLOGI Endiandra (LAURACEAE) DARI SUMATRA, KOLEKSI HERBARIUM BOGORIENSE, PUSAT PENELITIAN BIOLOGI-LIPI Nalar Mutiara Esa; J Jumari; M Murningsih; Deby Arifiani
Jurnal Akademika Biologi Vol. 5 No. 4 Oktober 2016
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.473 KB)

Abstract

Herbarium are authentic evidence in the form of plants that serve as a reference of identification to identify plant species. Endiandra is one of genus of family Lauraceae and widely used, however, the name Endiandra still not very well known. Knowledge of the distribution and morphological characters Endiandra in Sumatra necessary to complete the information Endiandra in Malesia region. Research using herbarium specimens Endiandra of Sumatra in the Herbarium Bogoriense with morphological approach and use the information on the specimen label to graph the distribution of heights and distribution maps using ArcGIS software. The characters are important in distinguishing the types Endiandra in Sumatra ie hair; presence or absence of, a lot or a little, the number of lateral veins of leaves and surface texture of the leaves and stems. Endiandra scattered in every province of Sumatra island in the lowlands to highlands 3-1100 meters above sea level from 1200 to 2000 meters above sea level.Keywords: Endiandra, morphology, distribution, Sumatra.
Keanekaragaman Vegetasi Riparian Sungai Panjang Bagian Hilir di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Famella Beatris Putri Nurika; Erry Wiryani; Jumari Jumari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 1 Januari 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.73 KB)

Abstract

Sungai Panjang merupakan salah satu sungai yang berumuara ke Danau Rawa Pening. Salah satu wilayah yang dilalui Sungai Panjang bagian hilir adalah Desa Bejalen di Kecamatan Ambarawa kabupaten Semarang. Sejauh ini belum banyak didapatkan informasi mengenai komposisi vegetasi riparian di kawasan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah mengkaji keanekaragaman vegetasi riparian yang ada di Sungai Panjang bagian hilir. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2018 di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang dan Laboratorium Ekologi dan Biosistematik Departemen Biologi Undip. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode plot dengan jumlah plot sebanyak18 dan terbagi dalam 3 stasiun penelitian. Ukuran plot 10 m x 10 m untuk pohon, sub plot 5 m x 5m untuk perdu dan subplot 1 m x 1 m untuk herba. Hasil penelitian didapatkan 11 spesies tanaman pohon, 15 spesies tanaman perdu dan 23 spesies tanaman herba. 
Komposisi Struktur Vegetasi di Kawasan Wisata Alam Wono Lestari, Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Fina Athaula Nurjanah Jatmiko; Jumari Jumari; Erry Wiryani
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 1 Januari 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.773 KB)

Abstract

Kawasan Wisata Alam Wono Lestari merupakan salah satu kawasan hutan wisata yang terletak di Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kawasan Wono Lestari dibedakan menjadi dua stasiun yaitu hutan pinus dan hutan campuran sebagai objek penelitian. Tujuan penelitian adalah mengkaji komposisi vegetasi, struktur vegetasi, dan cadangan karbon pada kawasan area wisata alam Wono Lestari Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan plot 10m x 10m untuk pohon, 5m x 5m untuk perdu, dan 1m x 1m untuk herba. Peletakan plot kuadrat dilakukan secara sistematis pada garis transek. Pengamatan tiap plot terdiri dari nama jenis, jumlah individu, DBA pada pohon, covering pada perdu dan herba. Analisis data meliputi kerapatan, dominansi, frekuensi, dan indeks nilai penting serta indeks keanekaragaman Shannon-Wienner. Penentuan potensi cadangan karbon setiap unit contoh diambil data pohon berdiri, necromass, serasah dan contoh tanah. Pada penelitian ini, ditemukan 21 famili terdiri dari 5 jenis pohon, 20 jenis perdu, dan 18 jenis herba. Jenis pinus secara konsisten mempunyai INP tertinggi pada tingkat pohon pada Hutan pinus (242,90%) dan hutan campuran (185%). Jenis kirinyuh mempunyai INP tertinggi pada tingkat perdu di hutan pinus (118%) dan jenis tanaman remujung mempunyai INP tertinggi pada tingkat perdu di hutan campuran (73%). Jenis rumput jariji mempunyai INP tertinggi pada tingkat herba di hutan pinus (86%) dan jenis remujung yang mempunyai INP tertinggi pada tingkat herba di hutan campuran (73%). Rata-rata simpanan karbon hutan pinus adalah 10,89 ton/ha, sedangkan simpanan karbon hutan campuran adalah 18,93 ton/ha.
KEANEKARAGAMAN JENIS ANGGOTA LAURACEAE DAN PEMANFAATANNYA DI CAGAR ALAM DUNGUS IWUL KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT Seviana Mulia; M Murningsih; J Jumari; Lade Alhamd
Jurnal Akademika Biologi Vol. 6 No. 1 Januari 2017
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.395 KB)

Abstract

Lauraceae is a group of flower plant that have a significant economic value. In the Natural Preserve of Dungus Iwul has been identified the existence of the Lauraceae family. The purpose of this research is to determine the diversity of Lauraceae species, understand Lauraceae density and frequency in Natural Preserve of Dungus Iwul, and understanding it’s utilization. The observation was done on 1 ha plot sample, which include identification, inventarization, and the collection of the Lauraceae species, the research was done on May until June 2016. There are 48 individual members of the Lauraceae species which is consist of nine species and 4 genera, e.g. Cryptocarya, Litsea, Actinodaphne, Cinnamomum. The highest density value were Litsea racemosa C.T White with 29,79% as relative density and the lowest density were Cinnamomum javanicum Blume and Litsea resinosa Blume with 2,13% as relative density. The species with the highest frequency were Litsea racemosa C.T White with 24,32% as relative frequency value and the species with the lowest frequency were Cinnamomum javanicum Blume dan Litsea resinosa Blume with 2,70% as relative frequency value. The Lauraceae family have benefits such as animal feed, building materials, cover crops, ornamental plants, industrial raw materials, essential oil, and act as a medicine.Keywords :     Lauraceae, Natural Preserve of DungusIwul, species diversity,                                             density and frequency plants utilization.
KEANEKARAGAMAN JENISTUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI JALUR PENDAKIAN SELO KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU, JAWA TENGAH Fitri Kusuma Astuti; M Murningsih; J Jumari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 6 No. 2 April 2017
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.962 KB)

Abstract

Indonesia has a very high biodiversity, as well as ferns (Pteridophyta).Selo climbing lane at Merbabu Montain Nasional Park selected as the study site because of the many ferns that were founded in this area.The purpose of this study was to analyze the diversity of ferns species.in tropical rain forest ecosystem of high mountains and sub-alpine forests ecosystem on Selo climbing lane at Merbabu Mount National Park. There are many human activity in Selo climbing lanesupposed to influence the existing plants. This research was held on August-December 2016. The method usedinventory inSelo climbing lane and Plot, then analyzed using diversity index. The results found 33 species of ferns from 15 families. The diversity of ferns in the tropical rain forest ecosystem of high mountains fall into the medium category except at post II (2412 masl) has low diversity. Diversity in the sub-alpine forest ecosystem can not be calculated. Key word: diversity, fern, Selo climbing lane.
KEANEKARAGAMAN JENIS LICHENES EPIFIT PADA HUTAN KOPI DAN HUTAN CAMPURAN DI NGLIMUT GONOHARJO KENDAL Senjha Mutiara Asih; Jumari J; Murningsih M
Jurnal Akademika Biologi Vol. 2 No. 2 April 2013
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.951 KB)

Abstract

Wana Wisata Nglimut has the hilly of topograpy land and the high biodiversity. One of which them are many groups of Lichenes. This research aims was to determine the diversity of lichenes species and the diversity of thallus lichenes form in coffee plantation and mixture forest of Wana Wisata Nglimut Gonoharjo. The research was done in coffee forest and mixture forest of Wana Wisata Nglimut Gonoharjo, Kendal, Central Java. Lichenes sampling was done in coffee plantation and mixed forests of Wana Nglimut Gonoharjo, Kendal, Central Java. Sampling was done on by square plot, plot determination of the square plot using purposive method. Results of research on diversity lichenes in Wana Wisata Nglimut Gonoharjo Kendal undertaken in mixed forests and coffee plantation, obtained 42 species of lichenes. Nine species lichenes were found in the coffee plantation, and 41 Lichenes are found in mixed forest, and 8 species found in the coffee plantation and mixed forests. The results showed that the crustose type was the type of thallus lichenes that most commonly found in coffee forest whilest foliose type was lichenes that most commontly found in mixture forest.Keywords: Lichenes Epiphytes, Diversity, Wana Wisata Nglimut
Perubahan Tata Guna Lahan Sekitar Danau Galela Tri retnaningsih Soeprobowati; Hendro Christi Suhry; Jumari Jumari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.066 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.1.140-145

Abstract

Danau Galela adalah salah satu sumberdaya perairan tawar terbesar di Provinsi Maluku Utara. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, Danau Galela mengalami permasalahan degradasi lahan dari lahan hutan dan perkebunan menjadi lahan peruntukan. Hal ini berpengaruh terhadap catchment area dan badan air danau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi dan tataguna lahan pada DTA Danau Galela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratifikas untuk kualitas air, plot kuadrat untuk indeks nilai penting (INP) vegetasi, wawancara dan citra landsat untuk tataguna lahan. Hasil citra landsat menunjukan luasan daerah tangkapan air Danau Galela  3873,81 ha. Luasan Danau Galela, 390 ha.  Vegetasi pada DTA didominasi oleh Cocos nucifera L., Ficus variegata Blume, Arenga pinnata Merr., Kleinhovia hospita L., Eleusine indica, Paspalum conjugatum dan Cyperus rotundus. Tata guna lahan sekitar kawasan berdasarkan hasil wawancara telah berubah dibandingkan 20 hingga 30 tahun lalu.
Co-Authors Abdul Karim Assyafiie Adrian Hartanto, Adrian Akifa Syahrir Al Falah, Mirza Hanif Amirah Mawardi Angga Yuda Saputra Annisa Audita Utomo Annisa, Erisa Veriany Nur Aprilia Dwi Arini ARDIANOR ARDIANOR, ARDIANOR Arief Budiman Astuti, Fitri Kusuma Aswad, Yusrin Awaludin, Rizky Ayu Desi Anggraeni Swastya Putri Azzahra, Aliya Ikrimah Barber, Paul Hendry Binti Rosyidah, Binti Christopher Hardian Widyanta Damanhuri Deby Arifiani Dede Setiadi DENI SAHRONI Deny Nugroho Sugianto Dewi Fadilasari Dhita Gustiani Dian Aghnaita Hasrini Dian Setyo Putro EDI GUHARDJA Eka Andy Santoso Eka Andy Santoso Eka Firmansyah Pratama Eko Baroto Walujo ELBIBIYA IZZUL PENIDDA Endah Dwi Hastuti Endah Dwi Jayanti Endayanti, Masriani Erma Prihastanti Erma Prihastanti Erry Wiryani Erry Wiryani Ersha Farah Dea Faizah, Kurniyatul Fajrin, Wahyutri Imelda Famella Beatris Putri Nurika Farah Diba Setiana Farokhah, Tria Fatma, Lania Yuchanitz Fauziah Fauziah Felicitas Bureng Fiakhsani Fiakhsani Fina Athaula Nurjanah Jatmiko Fitri Adelia Rizqi Fitri Kusuma Astuti Fitri, Karmila Nur Fitriani, Yessy Fitriani, Yessy Fuad Muhammad Fuad Muhammad Gani, Saifuddin A. halawa, analiser Halimatus Sholihah Hamdiyah, Liwa’ul Hendro Christi Suhry Hendro Christi Suhry Henk Heijnis Hery Widijanto Heti Ergiana Hidayat, Tauhid Hidayati, Denok Trisni Hidayati, Eisya Hanina I Putu Sriartha IIS SHOLIKHATI Imam Muhayat Irda Sayuti Istiyana, Linda Jafron Wasiq Hidayat Jafron Wasiq Hidayat Juliangkary, Eliska Karina Natalia Karyadi Baskoro KARYADI BASKORO Khoeron, Khoeron Khoirul Umam Kholifah, Rizqi Widya Nur Khotimperwati, Lilih Kruszewski, Łukasz Lade Alhamd Laode Alhamd Lathiefatul Aghniyah Lilih Khotimperwati Lilih Khotimperwati Lilih Khotimperwati Luawo, Herman Priyono M Murningsih Mafaza, Husna Mariana Sada Miftahul Jannah Missriani Missriani, Missriani Moonica Dwi Ristawan Muhammad Nur Faiz, Muhammad Nur Muhammad Nur Irsyad, Muhammad Nur Mukhlishah, Ulfatul Murningsih M Murningsih Murningsih Murningsih Murningsih Murningsih, M Murningsih, Murningsih Mutia Yuli Farida Nalar Mutiara Esa Nazilatun Nikmah Ni Kadek Dita Cahyani Ni Kadek Dita Cahyani, Ni Kadek Dita Ntoi, Melisa Nur Eni Lestari Nur Hayati Nur ‘Azah Nurwijayanti Oktavia, Amelia Oktiawati, Anisa PENIDDA, ELBIBIYA IZZUL PENIWIDIYANTI PENIWIDIYANTI Peniwidiyanti, Peniwidiyanti Pertiwa, Susy Ika Priscilla Citta Kirana Wisalyakarini Pujilestari, Pujilestari Pulungan, Dina Delda Sari Pusaka, Semerdanta Raditya Pratama Rahim, Aulia Ratna Wulandari Ratnawati Ratnawati Rejeki Siti Ferniah Rejeki Siti Ferniah Retno Lestari Riche Hariyati Riche Hariyati Rina Sunia Setya Rizkiati Khasanah Rully Rahadian Rusmayani, Rusmayani Sahroni, Deni Samirah, Ayu Santoso, Eka Andy Santoso, Eka Andy Sapto P Putro Sari Pulungan, Dina Delda Senjha Mutiara Asih Sepsamli, Letus Seviana Mulia Shafa Tasya Nabila Siburian, Jhonson Monang Simamora, Antonius Managam SIMANULLANG, SUBUR Sinaga, Joslen Sinaga, Khalisa Aini Siti Qomariyah Slamet Ifandi Slamet Ifandi, Slamet Sofia Puspitarini Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Widodo Agung Suedy Sri Widodo Agung Suedy Sri Widodo Agung Suedy Sudarsono Suwandi Suwandi Talitha Fadhila Tasdidi, Rufiqutis Tri Retnaningsih Soeprobowati Tri Retnaningsih Soeprobowati Tri Retnaningsih Soeprobowati Tri Retnaningsih Soeprobowati Tri Retnaningsih Soeprobowati Tri Retnaningsih Soeprobowati Tri Retnaningsih Soeprobowati Tri Retnaningsih Suprobowati Tria Farokhah Tria Farokhah Tyas Rini Saraswati Ummu Salma Nur Tsania Vina Zulkarnain Wahyu Wahyu Wahyutri Imelda Fajrin WAWAN SUJARWO Wawan Sujarwo Weka Indra Dharmawan Weni Lestari Weni Lestari, Weni widad, Zuha el Y Purwanto, Y Yeni Koto Yulita Nurchayati Yuniarti Yuniarti Yuniati, Ratna Yustiawati, Yustiawati Zailani Zailani Zega, Enita Setiawati