p-Index From 2021 - 2026
6.755
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Akademika Biologi Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi REINWARDTIA Jurnal Biodjati JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Dinamika Ilmu Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Saintek Lahan Kering Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Jurnal Biologi Tropika NICHE Journal of Tropical Biology JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Klabat Journal of Nursing Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains Jurnal Pendidikan Jasmani Khatulistiwa Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju (JPMIM) Life Science Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Journal Liaison Academia and Society The Journal of Nursing and Midwifery Sciences Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora EL Islam IERA, Islamic Education and Research Academy Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Jurnal Faidatuna Indonesian Journal of Islamic Teaching Al-Hayat: Journal of Islamic Education ILJ: Islamic Learning Journal Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Algoritma Reed Solomon Codes pada Sistem Informasi Pemanggilan Data Peserta Wisudawan-Wisudawati menggunakan QR Codes Jumari, Jumari; Fauziah, Fauziah; Hayati, Nur
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 6, No 1 (2022): January-March
Publisher : KITA Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v6i1.388

Abstract

This study aims to optimize the use of information systems for data management calling for graduates by using a QR code. At the analysis stage, it was found a problem that in calling the graduation participants still used the manual method, this caused the names of the graduates to be confused during the summoning procession. Based on the background of the problem, the researcher aims to make the calling process more efficient, replacing the system that uses QR code technology. The researcher uses the Reed Solomon method as error correction in the QR code Encoding process. This research was conducted through testing of 100 data and a total of 4000 times of testing including error correction, scan distance, and the condition of the card or paper. The results of the test are scans that are read in good condition with a correction level with distance testing of 6cm, 12cm, 18cm, 24cm and 30cm with errors L = 63.6%, M = 74%, Q = 79.8%, H = 93.8%while in damaged condition L = 42.8% ,M = 53.6% ,Q = 65.4%,H = 87.6%Therefore, this error fix affects the QR Code.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Passing Bawah Permainan Bola Voli Melalui Media Balon jumari, jumari; Qomariyah, Siti
Jurnal Pendidikan Jasmani Khatulistiwa Vol 2, No 1: : Mei 2021 Jurnal Pendidikan Jasmani Khatulistiwa
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.129 KB) | DOI: 10.26418/jpjk.v2i1.47110

Abstract

Permasalahan yang terdapat pada peserta didik yaitu pada saat melakukan passing bola bawah tidak dapat dilakukan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan passing bawah, sampel pada penelitian ini peserta didik di SDN 13 Singkawang. Metode penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas, objek penelitan ini yaitu guru yang bekerja sama dengan peserta didik kelas V yang berjumlah 25 peserta didik. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa pada siklus I terdapat 64% siswa yang tuntas dengan jumlah 16 siswa dari 25 siswa, kemudian dilanjutkan dengan siklus II yang menunjukan peningkatan ketuntasan siswa sebesar 92% dengan jumlah 23 siswa dengan nilai rata-rata 76,4 dalam kemampuan teknik passing bawah. Dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran kreatif  dengan menambahkan media balon dapat  memberikan dampak positif bagi peserta didik dan meningkatkan motivasi dalam pembelajaran bola voli khususnya passing bawah.  
Manajemen Stress dan Kecemasan di Masa Pandemi Covid-19 di RT 004/036 Desa Bojong Kulur Kecamatan Gunung Putri Bogor Jumari, Jumari; Koto, Yeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 2 No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 02 Nomer 03 Tahun 2021
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.802 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v2i03.1536

Abstract

Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit sedangkan Sedangkan kecemasan adalah suatu istilah yang menggambarkan gangguan psikologis, yang dapat memiliki karakteristik. Stres dan kecemasan yang terjadi disaat masa pandemi ini banyak penyebabnya, kurangnya pengetahuan dan kontrol diri dari dalam diri warga setempat membuat dosen STIKIM mengadakan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk mengedukasi warga Desa Bojong Kulur, Bogor tentang bagaimana mengelola manajemen stress dan kecemasan di masa pandemi Covid-19, meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait manajemen stress dan kecemasan di masa pandemic Covid-19, dan meningkatkan ketahanan mental dan koping adaptif masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Metode pengabdian kepada masyarakat ini yaitu ceramah, diskusi, dan tanya jawab saat berlangsungnya kegiatan. Hasil yang dari kegiatan pengabdian ini warga mengetahui gejala-gejala umum stress dan kecemasan dan mengetahui tips- tips untuk mengontrol stress di masa pandemi Covid-19.
Keanekaragaman Jenis Lichen di Kota Semarang Mafaza, Husna; Murningsih, Murningsih; Jumari, Jumari
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29985

Abstract

Lichen is often used as a bioindicator of air pollution in an area because it is sensitive to pollution. The morphological structure of lichen that does not have a cuticle, stomata, and absorptive organ, forces lichens to survive under the stress of pollutants found in the air. The sensitivity of lichen to air pollution can be seen through changes in diversity. The purpose of this study was to examine the diversity of species of lichens, to assess the environmental conditions and shade trees as habitat for lichens in the city of Semarang. The research was conducted from October to November 2017 using the purposive random sampling method. Sampling was conducted at three research stations, namely: Mangkang Terminal, Simpang Lima Area, and Undalang Tembalang Campus. Based on the results of research at the three observation stations, 18 lichen species were obtained, 13 species were identified and 5 species were not identified. Lichen obtained as many as 8 families, namely Arthoniaceae, Caloplacaceae, Physciaceae, Graphidaceae, Lecanoraceae, Lecidellaceae, Leprariaceae and Parmeliaceae. These types of lichen belong to the talus group foliose and crustose. The shade tree that is most overgrown with lichens is mahogany (Swietenia mahagoni). The Shannon-Wiener diversity index values in the three research stations were: Terminal Mangkang (1.88), Simpang Lima Region (2.95), and Undip Tembalang Campus (3.71). The highest number of species and number of individuals is at the Undip Tembalang Campus, with a total of 17 species and 295 individuals lichen. Dirinaria spp. is the most found species in all three research stations. Lichen sering dipakai sebagai bioindikator pencemaran udara di suatu daerah karena sifatnya yang sensitif terhadap polusi. Struktur morfologi lichen yang tidak memiliki lapisan kutikula, stomata, dan organ absorptif, memaksa lichen untuk bertahan hidup di bawah cekaman polutan yang terdapat di udara. Sensitivitas lichen terhadap pencemaran udara dapat dilihat melalui perubahan keanekaragamannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman jenis lichen, mengkaji kondisi lingkungan dan pohon peneduh sebagai habitat lichen di Kota Semarang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2017 menggunakan metode purposive random sampling. Sampling dilakukan di tiga stasiun penelitian, yakni: Terminal Mangkang, Kawasan Simpang Lima, dan Kampus Undip Tembalang. Berdasarkan hasil penelitian di ketiga stasiun pengamatan, diperoleh 18 spesies lichen, 13 spesies berhasil diidentifikasi dan 5 spesies belum teridentifikasi. Lichen yang diperoleh sebanyak 8 famili yakni Arthoniaceae, Caloplacaceae, Physciaceae, Graphidaceae, Lecanoraceae, Lecidellaceae, Leprariaceae dan Parmeliaceae. Jenis lichen tersebut termasuk dalam kelompok talus foliose dan crustose. Pohon peneduh yang paling banyak ditumbuhi lichen adalah mahoni (Swietenia mahagoni). Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener di ketiga stasiun penelitian yaitu: Terminal Mangkang (1,88), Kawasan Simpang Lima (2,95), dan Kampus Undip Tembalang (3,71). Jumlah jenis dan jumlah individu tertinggi terdapat di Kampus Undip Tembalang, dengan total 17 spesies dan 295 individu lichen. Dirinaria spp. merupakan spesies yang paling banyak ditemukan di ketiga stasiun penelitian.
DINAMIKA KEBERADAAN SAWAH di KECAMATAN TEMBALANG SEMARANG TAHUN 1972 – 2014 Yuniarti Yuniarti; Tri Retnaningsih Suprobowati; Jumari Jumari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawah adalah ekosistem lahan basah yang mempunyai fungsi penyedia pangan,  menampung dan mendistribusikan air aliran permukaan, mengurangi laju aliran permukaan dan erosi. Luas lahan pertanian di kota Semarang akhir – akhir ini telah mengalami perubahan seperti keberadaan sawah di kecamatan Tembalang. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan suatu kota di Jawa Tengah khususnya di kota Semarang sebagai penyebabnya . Pembangunan fisik di berbagai bidang semakin dibutuhkan. Akibatnya permintaan lahan menjadi cukup besar yang menyebabkan penurunan luas keberadaan sawah khususnya di daerah Tembalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika keberadaan sawah di Kecamatan Tembalang dari tahun 1972 – 2014. Penelitian ini menggunakan metode pembacaan interpretasi Citra Landsat per-10 th dimulai dari tahun 1972 – 2014 dan grafik. Hasil dari interpretasi Citra Landsat adalah telah terjadi kenaikan luas sawah di 30 tahun pertama dan mengalami penurunan luas keberadaan sawah di 10tahun terakhir secara drastis di kecamatan Tembalang.. Perubahan sangat nyata dimulai pada tahun 1972-1984 terjadi kenaikan sebesar 18,33% seluas 22ha. Sepuluh tahun kedua antara tahun 1984-1994 terjadi kenaikan luas sawah terbesar yaitu 87,32 % seluas 124 ha. Rentang 10 tahun berikutnya 1994-2004 terjadi kenaikan luas lahan sawah seluas 122 ha sebesar 45,86 %. Baru pada 10 tahun terakhir terjadi penurunan yang sangat signifikan yaitu sebesar 30,80 % seluas 119 ha. Kata kunci: Dinamika, sawah, Tembalang.
Keanekaragaman Jenis Penyusun Vegetasi Riparian Bagian Hulu Sungai Panjang Kabupaten Semarang Moonica Dwi Ristawan; Murningsih Murningsih; Jumari Jumari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 10 No. 1 Januari 2021
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.655 KB)

Abstract

Sungai Panjang merupakan salah satu sungai di Kabupaten Semarang dan bermuara ke danau Rawa Pening. Bagian hulu Sungai Panjang melewati Desa Duren di kecamatan Bandungan. Vegetasi riparian merupakan vegetasi yang berada di tepian sungai dan berfungsi dalam menjaga ekosistem riparian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis penyusun vegetasi riparian pada hulu Sungai Panjang dan mengetahui kondisi faktor lingkungan bagian hulu Sungai Panjang. Penelitian dilakukan di kecamatan Bandungan dan Laboratorium Ekologi dan Biosistematik Biologi Undip. Penelitian dilakukan dengan melakukan sampling dengan metode plot dalam 3 stasiun pengamatan, masing-masing stasiun diamati dalam 6 plot. Plot ukuran 10 x 10 m untuk pohon, plot ukuran 5 x 5 m untuk perdu dan plot ukuran 1 x 1 m untuk herba. Pengamatan meliputi nama jenis dan jumlah individu tiap plot tiap stata tumbuhan Hasil yang didapatkan kemudian diidentifikasi dan dihitung keanekaragamannya dengan indeks Shannon-Wiener. Hasil yang didapatkan pada tingat pohon ditemukan 9 spesies dari 8 famili, pada tingkat semak ditemukan 10 spesies dari 9 famili, pada tingkat herba ditemukan 11 spesies dari 8 famili. Indeks keanekaragaman (H’) tertinggi untuk habitus pohon terdapat pada lokasi stasiun 3 yaitu 1,03, (H’) tertinggi untuk habitus semak perdu terdapat pada stasiun 3 yaitu 1,62, (H’) tertinggi untuk habitus herba terdapat pada stasiun 2 yaitu 1,84.
Struktur dan Komposisi Vegetasi Pohon pada Habitat Uwi-Uwian (Dioscorea spp.) di Kelurahan Jabungan dan Hutan Kampus Undip Tembalang, Semarang Dhita Gustiani; Jumari Jumari; Murningsih Murningsih
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 1 Januari 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.447 KB)

Abstract

Dioscorea merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang prospektif untuk dijadikan sebagai sumber bahan pangan lokal. Beberapa wilayah yang masih ditemukan Dioscorea diantaranya di Kelurahan Jabungan Banyumanik dan Hutan Kampus Undip Tembalang, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan struktur dan komunitas vegetasi pohon serta faktor lingkungan pada kedua lokasi. Metode penelitian yang digunakan dalam sampling vegetasi pohon adalah metode systematic sampling. Jumlah jenis, jumlah individu, serta diameter batang setinggi dada atau diameter of breast high (DBH) pohon diukur untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) setiap jenis. Indeks keanekaragaman dan indeks kesamaan komunitas juga dihitung untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis pohon pada setiap lokasi. Faktor lingkungan meliputi suhu, kelembaban, intensitas cahaya, kemiringan, dan pH tanah diukur sebanyak 3 kali lalu dirata-ratakan. Hasil yang diperoleh, pada lokasi 1 (Kelurahan Jabungan) terdapat 8 jenis pohon dengan total individu 105. Pada lokasi 2 (Hutan Kampus Unip) terdapat 11 jenis pohon dengan total individu 104. Jenis dengan INP tertinggi pada lokasi 1 adalah jati, dan pada lokasi 2 adalah pisang. Indeks keanekaragaman pada stasiun 1 adalah 0,87 dan pada lokasi 2 adalah 1,54 yang mengindikasikan bahwa tingkat keanekaragaman pada kedua lokasi adalah rendah. Indeks kesamaan sebesar 0,3158 atau 31,58% yang mengindikasikan tingkat kesamaan jenis pada kedua lokasi berbeda nyata. Faktor geografis yakni titik koordinat pada 7o LS – 110o BT, ketinggian 142 – 197 mdpl, dan kemiringan 25 – 39o serta faktor lingkungan meliputi suhu sebesar 36oC, kelembaban 56%, intensitas cahaya 9200 - >20.000 lux, dan kondisi tanah mendukung untuk pertumbuhan Dioscorea.
KEANEKARAGAMAN ANGGREK (Orchidaceae) DI CAGAR ALAM GEBUGAN, JAWA TENGAH Tria Farokhah; Sri Utami; Jumari Jumari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No.2 April 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek  merupakan  tumbuhan  yang  mempunyai  nilai  estetika  tinggi.  Pengambilan anggrek secara langsung oleh masyarakat dari habitat aslinya, menyebabkan keberadaan aggrek di alam terancam. Potensi keanekaragaman   anggrek   yang   ada di   kawasan Cagar  Alam Gebugan perlu digali supaya kelestariannya tetap terjaga. Tujuan penelitian ini  adalah  untuk  mengetahui  keanekaragaman  serta kelimpahan  jenis  anggrek  serta mengetahui kondisi lingkungan di Cagar Alam Gebugan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan plot kuadrat dan penentuan letak plot secara sistematik pada 2 stasiun yang memiliki perbedaan ketinggian (900 m dpl dan 1045 m dpl). Dibuat 5 plot dengan ukuran 10 m x 10 m di masing-masing stasiun dengan jarak tiap plot 50 meter. Jenis anggrek  yang  ditemukan  di  Cagar  Alam  Gebugan  12  jenis  anggrek,  diantaranya 11 spesies anggrek epifit dan 1 spesies anggrek terestrial. Kelimpahan individu jenis anggrek relatif lebih tinggi pada tempat yang memiliki ketinggian yang lebih tinggi. Micropera sp merupakan jenis anggrek yang kelimpahannya paling tinggi dan Corymborkis veratrifolia merupakan jenis anggrek dengan kelimpahan terendah. Kondisi lingkungan Cagar Alam Gebugan sesuai untuk menjadi tempat hidup anggrek.
Keanekaragaman Vegetasi Riparian Sungai Panjang Bagian Hilir di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Famella Beatris Putri Nurika; Erry Wiryani; Jumari Jumari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 1 Januari 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.73 KB)

Abstract

Sungai Panjang merupakan salah satu sungai yang berumuara ke Danau Rawa Pening. Salah satu wilayah yang dilalui Sungai Panjang bagian hilir adalah Desa Bejalen di Kecamatan Ambarawa kabupaten Semarang. Sejauh ini belum banyak didapatkan informasi mengenai komposisi vegetasi riparian di kawasan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah mengkaji keanekaragaman vegetasi riparian yang ada di Sungai Panjang bagian hilir. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2018 di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang dan Laboratorium Ekologi dan Biosistematik Departemen Biologi Undip. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode plot dengan jumlah plot sebanyak18 dan terbagi dalam 3 stasiun penelitian. Ukuran plot 10 m x 10 m untuk pohon, sub plot 5 m x 5m untuk perdu dan subplot 1 m x 1 m untuk herba. Hasil penelitian didapatkan 11 spesies tanaman pohon, 15 spesies tanaman perdu dan 23 spesies tanaman herba. 
Komposisi Struktur Vegetasi di Kawasan Wisata Alam Wono Lestari, Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Fina Athaula Nurjanah Jatmiko; Jumari Jumari; Erry Wiryani
Jurnal Akademika Biologi Vol. 9 No. 1 Januari 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.773 KB)

Abstract

Kawasan Wisata Alam Wono Lestari merupakan salah satu kawasan hutan wisata yang terletak di Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kawasan Wono Lestari dibedakan menjadi dua stasiun yaitu hutan pinus dan hutan campuran sebagai objek penelitian. Tujuan penelitian adalah mengkaji komposisi vegetasi, struktur vegetasi, dan cadangan karbon pada kawasan area wisata alam Wono Lestari Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan plot 10m x 10m untuk pohon, 5m x 5m untuk perdu, dan 1m x 1m untuk herba. Peletakan plot kuadrat dilakukan secara sistematis pada garis transek. Pengamatan tiap plot terdiri dari nama jenis, jumlah individu, DBA pada pohon, covering pada perdu dan herba. Analisis data meliputi kerapatan, dominansi, frekuensi, dan indeks nilai penting serta indeks keanekaragaman Shannon-Wienner. Penentuan potensi cadangan karbon setiap unit contoh diambil data pohon berdiri, necromass, serasah dan contoh tanah. Pada penelitian ini, ditemukan 21 famili terdiri dari 5 jenis pohon, 20 jenis perdu, dan 18 jenis herba. Jenis pinus secara konsisten mempunyai INP tertinggi pada tingkat pohon pada Hutan pinus (242,90%) dan hutan campuran (185%). Jenis kirinyuh mempunyai INP tertinggi pada tingkat perdu di hutan pinus (118%) dan jenis tanaman remujung mempunyai INP tertinggi pada tingkat perdu di hutan campuran (73%). Jenis rumput jariji mempunyai INP tertinggi pada tingkat herba di hutan pinus (86%) dan jenis remujung yang mempunyai INP tertinggi pada tingkat herba di hutan campuran (73%). Rata-rata simpanan karbon hutan pinus adalah 10,89 ton/ha, sedangkan simpanan karbon hutan campuran adalah 18,93 ton/ha.
Co-Authors Abd Haris, Abd Adrian Hartanto, Adrian Akifa Syahrir Annisa, Erisa Veriany Nur Arief Budiman Arini, Aprilia Dwi Aswad, Yusrin Awaludin, Rizky Azzahra, Aliya Ikrimah Barber, Paul Hendry Binti Rosyidah, Binti Damanhuri Darmawati Darmawati Dede Setiadi Dewi Fadilasari Dhita Gustiani EDI GUHARDJA Eka Firmansyah Pratama Eko Baroto Walujo Endah Dwi Hastuti Endayanti, Masriani Erma Prihastanti Erry Wiryani Fajrin, Wahyutri Imelda Famella Beatris Putri Nurika Farah Diba Setiana Farokhah, Tria Fauziah Fauziah Fiakhsani Fiakhsani Fina Athaula Nurjanah Jatmiko Fitri, Karmila Nur Fitriani, Yessy Fitriani, Yessy Gani, Saifuddin A. halawa, analiser Hamdiyah, Liwa’ul Hendro Christi Suhry Hery Widijanto Hidayat, Tauhid Hidayati, Denok Trisni Hidayati, Eisya Hanina I Putu Sriartha IIS SHOLIKHATI Imam Muhayat Irda Sayuti Istiyana, Linda Juliangkary, Eliska Karina Natalia Karyadi Baskoro Khoeron, Khoeron Kholifah, Rizqi Widya Nur Lilih Khotimperwati Luawo, Herman Priyono Mafaza, Husna Mariana Sada Miftahul Jannah Missriani Missriani, Missriani Moonica Dwi Ristawan Muhammad Nur Faiz, Muhammad Nur Muhammad Nur Irsyad, Muhammad Nur Mukhlishah, Ulfatul Murningsih Murningsih Murningsih, Murningsih Ni Kadek Dita Cahyani, Ni Kadek Dita Ntoi, Melisa Nur Eni Lestari Nur Hayati Nurwijayanti Oktavia, Amelia Oktiawati, Anisa PENIDDA, ELBIBIYA IZZUL Peniwidiyanti, Peniwidiyanti Pujilestari, Pujilestari Pulungan, Dina Delda Sari Putri, Nabilla Rahim, Aulia Ratnawati Ratnawati Rejeki Siti Ferniah Retno Lestari Riche Hariyati Rosichin Mansur Rully Rahadian Sahroni, Deni Samirah, Ayu Santoso, Eka Andy Santoso, Eka Andy Sapto P Putro Sari Pulungan, Dina Delda Sepsamli, Letus Siburian, Jhonson Monang Simamora, Antonius Managam SIMANULLANG, SUBUR Sinaga, Joslen Siti Qomariyah Siti Sumadiyah Slamet Ifandi, Slamet Sri Utami Sri Utami Sri Widodo Agung Suedy Sudarsono Sugianto, Deny Nugroho Suwandi Suwandi Tasdidi, Rufiqutis Tri Retnaningsih Soeprobowati Tri Retnaningsih Suprobowati Tria Farokhah Tyas Rini Saraswati Wahyu Wahyu Wawan Sujarwo Weka Indra Dharmawan Weni Lestari, Weni widad, Zuha el Wisalyakarini, Priscilla Citta Kirana Y Purwanto, Y Yeni Koto Yuniarti Yuniarti Yuniati, Ratna Zega, Enita Setiawati