Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMANFAATAN KULIT SINGKONG GUNA MENURUNKAN pH DAN KADAR Fe Mn PADA AIR ASAM TAMBANG PADA PT ANUGERAH KRIDA UTAMA KALIMANTAN TIMUR Mutiara Eli; Magdalena, Henny; Nugroho, Windhu; Devi, Shalaho Dina; Winarno, Agus
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2372

Abstract

Air asam tambang (AAT) adalah air pada kegiatan penambangan atau pengolahan yang bersifat asam atau memiliki keasaman tinggi dan terbentuk sebagai akibat teroksidasinya mineral sulfida disertai keberadaan air. Sumber keasaman adalah mineral sulfida yang dapat teroksidasi. Sumber pengoksidasian yang utama adalah oksigen dalam udara. Air merupakan salah satu reaktan dalam proses pembentukan AAT dan juga sebagai media yang “mencuci” atau melarutkan hasil oksidasi. Sumber air dapat berupa air limpasan hujan atau air tanah atau air proses untuk kasus tailing. Jenis penelitian ini, merupakan jenis penelitian evaluasi dari segi metodenya yang bertujuan untuk mencari, menghitung, menganalisis, dan memberikan solusi berupa evaluasi agar tercapai hal-hal yang semestinya atau sesuai dengan standar yang berlaku. hasil uji menunjukkan bahwa arang aktif tanpa aktivasi kimia lebih memiliki kapasitas adsorpsi yang tinggi dibanding dengan arang aktif aktivasi terhadap konsentrasi logam Fe dimana hasil terbaik yaitu pada menit 30 dengan kapasitas adsorpsi 14,2589 mg/g dan waktu mempengaruhi kapasitas absorbsi pada arang aktif aktivasi kimia dengan lama waktu yang digunakan maka kapasitas adsorpsi semakin meningkat pula. Dan kapasitas absorbsi pada arang aktif tanpa aktivasi kimia memiliki kemampuan adsorpsi yang lebih baik dibandingkan dengan kapasitas adsorpsi arang aktif aktivasi terhadap konsentrasi logam Mn dimana hasil terbaik yaitu pada menit 90 dengan kapasitas adsorpsi yaitu 5,4714 mg/g. Kata Kunci : Pemanfaatan, pH dan kadar Fe Mn, Asam Tambang.
ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LERENG TERHADAP LONGSORAN JALAN TRIKORA DENGAN PENANGANAN DINDING PENAHAN TANAH sebayang, Anakta Hartanta; Oktaviani, Revia; Winarno, Agus; Trides, Tommy; Pontus, Albertus Juvensius; Widiastuti, Masayu
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41798

Abstract

Wilayah Kalimantan Timur yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi ditiap akhir tahun menyebabkan kemungkinan longsoran terjadi begitu besar. Berdasarkan dari data longsoran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020 Hingga tahun 2022 Tercatat ± 3000 bencana longsor yang terjadi di Indonesia Kejadian ini menyebabkan  banyak tempat tinggal dan fasilitas umum yang rusak dan memakan korban jiwa yang cukup banyak. Pada kasus longsor di ruas jalan trikora, Kecamatan Samarinda Seberang, Kalimantan Timur terjadi Sebanyak ± 3 kali. Longsor ini terjadi karena dipengaruhi oleh curah hujan ± 200 mm dan termasuk curah hujan sedang. Longsor menyebabkan seluruh jalan terputus. Dengan cara ini, pemerintah akan melakukan tindakan korektif, salah satunya adalah pembangunan dinding penahan tanah/pipa dengan tujuan untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan lereng, dan untuk menguji kekuatan tanah itu sendiri dan dinding penahan tanah. Metode yang digunakan dalam menentukan keamanan lereng itu sendiri menggunakan metode Mohr-Coloumb dengan bantuan software Plaxis atau Slide. Pengujian kali ini dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan alat Direct Shear Test. Hasil analisis yang didapatkan nilai faktor keamanan lereng yaitu 1.393 dan jika diberi beban 100 Kpa nilai faktor keamanan lereng yaitu 0.819. Untuk kestabilan dinding penahan tanah didapatkan yaitu stabilitas terhadap guling 1.79, stabilitas terhadap geser 0.91, dan stabilitas terhdap daya dukung tanah yaitu 3.44. Faktor Keamanan lereng dengan pile bor 3 meter yaitu 2.459 dan faktor keamanan lereng dengan pile bor 6 meter yaitu 2.630. Hasil perhitungan yang didapatkan nilai faktor keamanan dinding aman terhadap lereng. Kata Kunci: Dinding Penahan Tanah, Faktor Keamanan,Tanah Longsor ABSTRACT The area of East Kalimantan which has a tropical climate with high rainfall at the end of each year causes the possibility of landslides to occur so large. Based on landslide data from the National Disaster Management Agency (BNPB) in 2020 Until 2022, ± 3000 landslides have been recorded in Indonesia. In the case of landslides on the Trikora road, Samarinda Seberang District, East Kalimantan, it occurred ± 3 times. This landslide occurred because it was influenced by ± 200 mm rainfall and included moderate rainfall. The landslide caused all roads to be cut off. In this way, the government will take corrective actions, one of which is the construction of retaining walls/pipes with the aim of preventing further landslides. This study aims to determine the safety factor of the slope, and to test the strength of the soil itself and the retaining wall. The method used in determining the safety of the slope itself uses the Mohr-Coloumb method with the help of Plaxis or Slide software. The test this time was carried out on a laboratory scale using the Direct Shear Test tool. The results of the analysis that the slope safety factor value is 1.393 and if given a load of 100 KPa the slope safety factor value is 0.819. For the stability of the retaining wall, it is obtained that the stability against overturning is 1.79, the stability to shear is 0.91, and the stability to the bearing capacity of the soil is 3.44. The safety factor of the slope with a 3 meter pile drill is 2.459 and the safety factor of the slope with a 6 meter pile drill is 2.630. The calculation results obtained the value of the safety factor of the wall is safe against the slope.Keywords: Safety Factor, RetainingWall, Landslide
Peningkatan Pengetahuan Remaja untuk Mendukung Kelurahan Mojosongo menjadi Desa Bersinar Megasari, Anis Laela; Winarno, Agus; Cahyani, Nurfadila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16741

Abstract

ABSTRAK  Tingginya angka penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Kurangnya pemahaman tentang bahaya narkoba menjadi salah satu alas an masih banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya narkoba dan mendukung rpgram pemerintah dalam mewujudkan desar bersih dari narkoba (bersinar). Metode penyuluhan dipilih sebagai pendekatan utama dalam program pengabdian masyarakat ini. Sasaran kegiatan ini adalah remaja di kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta. Peningkatan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner berupa sepuluh pertanyaan pilihan ganda yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan. Skor pengetahuan diukur dari total skor benar, dengan nilai terendah 0 dan nilai tertinggi 10. Pengumpulan kuesioner didapatkan hasil bahwa peserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba. Hal ini didukung dengan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan sebesar 23, dengan rerata skor pretest 66 dan rerata skor posttest sebesar 90. Adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan diharapkan dapat merubah pola pikir dan sikap terhadap narkoba. Selain itu, adanya peningkatan pengetahuan diharapkan peserta dapat menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka dan mendukung mewujudkan Kelurahan Mojosongo sebagai desa bersinar. Kata Kunci: Desa Bersih Narkoba, Pengetahuan, Penyuluhan, Remaja  ABSTRACT The high rate of drug abuse among teenagers is still a big challenge for the government. Lack of understanding about the dangers of drugs is one of the reasons why there are still so many cases of drug abuse among teenagers. The aim of this activity is to increase teenagers' knowledge regarding the dangers of drugs and support the government's program in realizing a clean village from drugs (shining). The extension method was chosen as the main approach in this community service program. The target of this activity is teenagers in Mojosongo sub-district, Surakarta City. Increased knowledge was measured using a questionnaire in the form of ten multiple choice questions given before and after the extension activities. The knowledge score is measured from the total correct score, with the lowest value being 0 and the highest value being 10. The results from collecting questionnaires showed that participants showed an increase in teenagers' knowledge about the dangers of drugs. This is supported by an increase in the average knowledge score of participants after the counseling was 23.3, with an average pretest score of 66.7 and an average posttest score of 90. The increase in participants' knowledge after being given the counseling is expected to change thought patterns and attitudes towards drugs. Apart from that, with increased knowledge, it is hoped that participants can become agents of change in their community and support the realization of Mojosongo Village as a shining village. Keywords: Drug-Free Village, Counseling, Knowledge, Youth
KAJIAN PENDAHULUAN PENYEDIAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH SEBAGAI SARANA PENUNJANG AGROWISATA KAMPOENG SAWAH ZWAGERI BORNEO Meicahayanti, Ika; Ermawati Rahayu, Dwi; Sukmono, Yudi; Winarno, Agus; Stefanny Malenge, Marieke; Jamayam Rifani, Arizaldi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4650-4659

Abstract

Kampoeng Sawah Zwageri Borneo merupakan tempat wisata yang berada di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Luasnya lahan pertanian menjadikan desa ini memiliki potensi pengembangan agrowisata. Pengembangan agrowisata dilakukan oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang dibentuk oleh masyarakat desa. Dalam pengembangan pariwisata, unsur penting yang perlu diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang memadai untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Salah satunya adalah sarana prasarana penyediaan air bersih. Kampoeng Sawah Zwageri Borneo memiliki potensi sumber air baku berupa kolam bekas tambang, dimana untuk pemanfaatannya perlu dilakukan kajian pendahuluan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air kolam bekas tambang dan menganalisis kebutuhan air bersih, serta memberikan rekomendasi perencanaan instalasi pengolahan air bersih. Kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi dan wawancara; evaluasi kualitas sumber air; analisis kebutuhan air; serta rekomendasi penyediaan air bersih. Observasi dan wawancara dilakukan di lokasi wisata dengan anggota pokdarwis, serta masyarakat sekitar. Kualitas sumber air baku dianalisis terhadap parameter pH, kekeruhan, Fe, Mn, dan zat organik. Hasil analisis kualitas sumber air baku diketahui bahwa hanya nilai pH yang memenuhi, sedangkan parameter lainnya belum memenuhi standar air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No.2 Tahun 2023. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui kebutuhan air Kampoeng Sawah Zwageri Borneo sebesar 33,34 m3/hari. Rekomendasi perencanaan instalasi pengolahan air disampaikan kepada pihak pokdarwis dalam diskusi terarah dengan rencana teknologi berupa roughing filter, tray aerator, serta filtrasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilanjutkan untuk perencanaan dan pengadaan sarana instalasi pengolahan air bersih untuk menunjang kegiatan wisata Kampoeng Sawah Zwageri Borneo dan penduduk di sekitarnya.
Co-Authors -, Suharnawi Acun Kardianawati Adi Wibowo Afif, Rizal Naufal Afrellint, Venansius Ajib Susanto Anak Agung Gede Sugianthara Ardhiansyah, Maulana Arta Moro Sundjaja, Arta Moro Astuti, Yani Parti Azzahra, Siti Maghfirah Bandaso, Surya Budi Warsito Cahyani, Nurfadila Candra Irawan D, Ishak Bintang Darmawan, Aditya Aqil Devi, Shalaho Dina Devy, Shalaho Dina Dina Devi, Shalaho Dina Devy, Shalaho Dwi Ermawati Rahayu Edi Faisal Edi Sugiarto Fahmi Amiq Fikri Budiman Hanny Haryanto Harjuni Hasan Hasan , Harjuni Henny Magdalena Indra Gamayanto Jamayam Rifani, Arizaldi Junta Zeniarja Juvensius Pontus, Albert Juvensius Pontus, Albertus Kasbillah, Kasbillah Kusnanto, Fransiska Angelina Lalang Erawan Lhita Respati, Lucia Litha Respati, Lucia Megasari, Anis Laela Meicahayanti, Ika Muslih Muslih Mutiara Eli Muzthohidun, Muhammad Nanik Prihartanti Novi Hendriyanto, Novi Nugroh, Windhu Nugroho, Windhu Permadi, Singgih Pontus, Albertus Juvensius Pulung Nurtantio Andono Putri, Agita Kendari Respati, Lucia Litha Revia Oktaviani Ricardus Anggi Pramunendar Rini Marlina, Rini Riskianto, Achmad Riyan Pradika, Muhamad Sasono Wibowo Satriana Aulia, Andi sebayang, Anakta Hartanta Sendi Novianto Shalizam, Shalizam Sirait, Tamsir Hasudungan Sitepu, Anysa Ariel Situmorang, Ardo P Stefanny Malenge, Marieke Sudarja Suharnawi Suharnawi Sukamta Sukamta Trides, Tommy Udin Zaelani, Achmad Warman, Neni Widiastuti, Masayu Yolanda, Agnes Yudi Sukmono, Yudi Yufita, Zaenul Zaenal Arifin Zakaria, Hadi Zami, Farrikh Al Zwageri, Rizky