Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Lama Sakit Hipertensi dengan Tingkat Kecemasan pada Lansia Seafira, Arisa Ela; Khasanah, Suci; Susanti, Indri Heri
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu penyakit yang biasanya tidak menimbulkan gejala, dan tekanan darah dapat terus menerus meningkat dalam jangka waktu yang lama. Pada fenomena yang sering terjadi di masyarakat, banyak lansia yang mengalami kecemasan akibat gangguan fisik yang terjadi salah satunya adalah hipertensi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama sakit hipertensi dengan tingkat kecemasan pada lansia di Desa Pandanarum Kecamatan Pandanarum. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner HARS. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 73 orang. Penelitian ini dilakukan di Desa Pandanarum Kecamatan Pandanarum pada bulan Juli 2023 – Juni 2024. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Random Sampling dan analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian dari analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara lama sakit hipertensi dengan tingkat kecemasan pada lansia di Desa Pandanarum Kecamatan Pandanarum P value=0,001 dengan α=0,01, (CC=0,462) sehingga H1 diterima, artinya terdapat hubungan lama sakit hipertensi dengan tingkat kecemasan pada lansia di Desa Pandanarum Kecamatan Pandanarum. Semakin lama seseorang sakit hipertensi, maka semakin tinggi kecemasan yang dirasakan. Hal ini disebabkan karena karena semakin lama sakit hipertensi akan menimbulkan keyakinan bahwa penyakitnya bertambah berat karena sudah lama diderita tetapi tidak kunjung sembuh, apalagi penyakit hipertensi ini semakin lama akan semakin merusak system pembuluh darah yang akan menyebabkan ketakutan lebih besar akan kematian dan komplikasi hipertensi yang lebih parah.
EDUKASI TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI DI DESA KEDUNGBANTENG PURWOKERTO Astuti, Winda Eka; Siwi, Adiratna Sekar; Susanti, Indri Heri
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i3.4541

Abstract

Hypertension, a condition in which blood pressure exceeds normal limits (above 140/90 mmHg), often occurs in elderly people and increases the risk of complications. Finger pressure and relaxation techniques are effective non-pharmacological approaches to lowering blood pressure. Community service activities start from initial preparations such as pre-surveys and approvals to providing materials such as pre-tests, post-tests, and lectures and discussions using pamphlets, powerpoints and videos. From the results of this activity, it was found that this technology was effective in lowering blood pressure in the elderly. At the first meeting, the average blood pressure decreased from 166/82.7 mmHg to 157.2/76.33 mmHg, and at the second meeting from 174.03/82.7 mmHg to 163/76.6 mmHg. Elderly people tend to struggle with some movements, especially in gripping the middle finger and little finger. This activity also produces a HAKI video which explains the finger grip relaxation technique in detail.
Asuhan Keperawatan Gangguan Integritas Jaringan/Kulit pada Pasien Ny. O dengan Ulkus Dekubitus di Iryou Houjin Aiwakai Ikeda En Hidayannah, Uji Niswa; Susanti, Indri Heri; Sundari, Ririn Isma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.5963

Abstract

Ulkus dekubitus pada lansia akibat tekanan berkepanjangan memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini didasarkan pada tantangan perawatan lansia di Jepang, di mana populasi lanjut usia semakin meningkat, sehingga masalah ulkus dekubitus menjadi perhatian utama dalam pelayanan kesehatan. Metode studi kasus digunakan sebagai metode dalam melakukan asuhan keperawatan gangguan integritas jaringan/kulit pada pasien melalui proses keperawatan selama 3 hari. Kasus yang dikaji adalah lansia berusia 75 tahun dengan ulkus dekubitus tahap II di pinggang bagian belakang (atas gluteal). Pengkajian dilakukan secara menyeluruh menggunakan metode head-to-toe, skala fungsi kesehatan Gordon, penilaian nyeri dengan skala PQRST, serta pengkajian khusus pada lansia. Diagnosis utama yang ditegakkan adalah gangguan integritas kulit/jaringan, dengan diagnosis kedua nyeri kronis. Intervensi yang dilakukan meliputi perawatan luka menggunakan obat topikal berbahan gula dan povidone-iodine, reposisi posisi miring kanan dan kiri setiap 2 jam, serta manajemen nyeri untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Hasil menunjukkan bahwa selama 3 hari belum terdapat perbaikan signifikan pada kondisi luka, namun intensitas nyeri menurun sehingga memberikan kenyamanan lebih baik bagi pasien. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa kombinasi perawatan luka dan manajemen nyeri efektif dalam mengurangi nyeri kronis, meskipun penyembuhan luka memerlukan waktu lebih lama. Pendekatan holistik, kolaboratif, dan perawatan berkelanjutan diperlukan untuk mempercepat pemulihan ulkus dekubitus pada lansia.
Edukasi Pelatihan Ankle Brachial Index pada Peningkatan Keterampilan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Komplikasi Makrovaskular Diabetes Melitus Di Desa Karangsari Fathyah, Vira; Susanti, Indri Heri; Sumarni, Tri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.12920

Abstract

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2023 sebanyak 877.531 penderita, dan prevalensi di Banyumas paling banyak berada di Kecamatan Cilongok yaitu sebanyak 2.982 penderita. Terdapat berbagai macam cara deteksi dini untuk komplikasi makrovaskular penyakit DM, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan ABI. Ankle brachial index (ABI) merupakan metode sederhana pemeriksaan non-invasive dengan mengukur tekanan darah pada kedua kaki (ankle) dan kedua tangan (brachial) yaitu dengan membagi tekanan sistolik ankle dan tekanan sistolik brachialis. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pelatihan ABI pada kader kesehatan dalam deteksi dini komplikasi makrovaskular diabetes melitus. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan mengukur pengetahuan kader dengan kuesioner pre test dan post test, lalu mengukur keterampilan dan minat kader dalam pemeriksaan ABI. Responden Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah 20 kader kesehatan yang diberikan edukasi pelatihan ABI selama 2 kali pertemuan. Keterampilan dan minat kader diukur menggunakan kuesioner pada pertemuan kedua. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada kader yaitu didapatkan hasil dengan kategori baik yaitu 13 orang dan cukup sebanyak 7 orang. Keterampilan kader, sebanyak 20 kader mengalami peningkatan keterampilan dengan nilai rata-rata observasi 100. Sedangkan hasil minat kader menunjukkan pada kategori berminat sebanyak 19 kader, dan 1 kader dengan kategori cukup/netral. Edukasi pelatihan ABI efektif untuk deteksi dini komplikasi makrovaskular diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Ankle Brachial Index, Kader Kesehatan, Komplikasi Makrovaskular
Be Brave to Speak Up: Strategi Pengembangan Kepemimpinan Kolaboratif di Kalangan Mahasiswa Keperawatan Anestesuologi Universitas Harapan Bangsa: Strategi Pengembangan Kepemimpinan Kolaboratif di Kalangan Mahasiswa Keperawatan Anestesuologi Suandika, Made; Handayani, Rahmaya Nova; Susanti, Indri Heri; Nailli, Yuris Tri; Yudha, Magenda Bisma; Jerau, Emiliani Elsi; Tanjung, Ar-Rahman
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i2.1033

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan melalui pelatihan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) bertema "Be Brave To Speak Up In Positive Ways." Program ini diselenggarakan oleh HIMANES Universitas Harapan Bangsa dengan peserta sebanyak 45 mahasiswa. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, simulasi organisasi, roleplay, dan permainan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kepemimpinan, komunikasi efektif, dan kemampuan kerja tim. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader pemimpin mahasiswa yang solutif, inovatif, dan berkarakter. Abstract This community service activity aims to improve the leadership capacity of students in student organizations through the Basic Student Leadership Training (BSLT) with the theme "Be Brave To Speak Up In Positive Ways." This program was organized by HIMANES Universitas Harapan Bangsa with 45 students participating. The activity methods include delivering materials, discussions, organizational simulations, roleplays, and educational games. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the concept of leadership, effective communication, and teamwork skills. This training is a strategic step in producing student leaders who are solution-oriented, innovative, and have character.
Edukasi Senam Kaki Diabetes Untuk Mengontrol Gula Darah Pada Lansia Diabetes Melitus Di Puskesmas Kembaran I Banyumas Talitha, Yuliana; Susanti, Indri Heri; Sumarni, Tri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.13066

Abstract

Kadar gula darah tinggi yang disebabkan oleh sintesis atau penggunaan insulin yang tidak mencukupi mendefinisikan penyakit medis kronis yang dikenal sebagai diabetes melitus. Meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kekuatan otot kaki adalah tujuan dari latihan kaki, semacam perawatan fisik non-farmakologis yang dapat membantu individu dengan DM. Meningkatkan antusiasme, pemahaman, dan kemampuan pasien DM yang lebih tua untuk melakukan latihan kaki adalah tujuan utama dari penelitian ini. Pengumpulan data, persiapan bahan dan alat, dan pra-survei adalah prosedur yang diikuti. Ceramah, kerja kelompok, demonstrasi latihan kaki, dan ujian akhir melengkapi implementasinya. Video, presentasi PowerPoint, dan leaflet pendidikan digunakan. Dua puluh pasien DM senior berpartisipasi dalam latihan selama dua sesi. Rata-rata, pengetahuan peserta meningkat dari 67,5 menjadi 94,5 antara tes sebelum dan sesudah. ​​Dari 203,6 mg/dL menjadi 174,1 mg/dL, kadar gula darah juga turun. Peningkatan 100% dicatat dalam kuesioner evaluasi keterampilan, dan lembar checklist minat, semua peserta sangat tertarik untuk melanjutkan latihan kaki. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan kaki dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik lansia penderita diabetes.
KAJIAN STUDI KESELAMATAN PASIEN MELALUI SENTRALISASI OBAT BERBASIS NOMOR STICKER DI RUANG ANYELIR PAVILIUN ABIYASA GERIATRI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO Anggraeni, Rosi; Susanti, Indri Heri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12834

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu tindakan perawatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko, kesalahan dan kerugian yang terjadi pada pasien selama pemberian pelayanan kesehatan. Sasaran keselamatan pasien apabila diterapkan dengan benar, dapat membantu meningkatkan keselamatan pasien melalui peningkatkan deteksi kesalahan dan sentralisasi obat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi keselamatan pasien dalam hal sentralisasi obat melalui pre test perawat selama persiapan dan pemberian obat serta pemasangan sticker nomor dan loker obat. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa terdapat 38 sampel loker menggunakan label kertas yang mudah untuk terkelupas. Hasil tersebut menujukan bahwa terdapat 0% loker obat tidak menggunakan penomoran yang baik untuk memudahkan dalam menjalankan asuhan keperawatan. Berdasarkan temuan tersebut pemberian nomor dengan menggunakan isolasi kertas sangat memungkinkan terjadinya kesalahan pemberian obat atau obat tertukar. Perawat dapat menghindari kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat sehingga tujuan keselamatan pasien dapat tercapai. Berdasarkan hasil post test yang dilakukan oleh perawat di ruang anyelir sejumlah 7 orang pada tanggal 3 januari 2025 mendapatkan hasil bahwa dalam kategori baik sejumlah 71 % (5 orang) dan kategori cukup sejumlah 29 % (2 orang). Implementasi berupa pemberian setiker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas bisa menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatakan patient safety dalam hal benar pasien. Dengan meningkatnya hasil post test sentralisasi obat diharpakan dapat meningkatakan kualitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini menyaranakan perlunya peningkatan terhadap efektifitas sistem sentralisasi obat berbasis nomor stiker, dengan mencegah terjadinya kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat.   Keyword : Keselamatan Pasien, Sentralisasi Obat, Nomor Stiker
Kajian Studi Keselamatan Pasien melalui Edukasi dan Observasi Kepatuhan SOP Risiko Pasien Jatuh Wibisono, Pancoro Wahyu; Susanti, Indri Heri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6274

Abstract

Keselamatan pasien merupakan salah satu isu global, terutama saat keberadaan pasien di rumah sakit. Penerapan keselamatan pasien di rumah sakit memerlukan peran perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling dominan dan langsung bertemu pasien selama 24 jam, oleh sebab itu perlu melihat sejauh mana peran perawat dalam mencegah insiden keselamatan pasien. Kejadian jatuh merupakan suatu hal yang tidak diharapkan yang biasanya disebabkan seperti faktor lingkungan, faktor psikologis, faktor usia dan keadaan umum pasien yang dapat menyebabkan cedera fisik. Maka sangatlat penting bagi perawat untuk lebih menerapkan SOP resiko jatuh dan pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan pasien tetang resiko jatuh. Adapun dalam penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa masih banyaknya pasien dan keluarga yang belum sepenuhnya mengetahui adanya tujuan edukasi serta penanganan awal dalam pencegahan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan pasien dan keluarga sebelum dan setelah diberikan edukasi tentang resiko jatuh menggunakan kuisioner FRAQ dan mengobservasi kepatuhan perawat terhadap SOP resiko jatuh Di Ruang Ruang Asoka Rsud Prof Dr. Margono Soekarjo. Responden yang digunakan dalam penelitian yaitu sebanyak 10 pasien dan 10 perawat pendidikan kesehatan yang dilengkapi dengan media leaflet disertai dengan cara pemasangan segitiga resiko jatuh dan memberi tahu pasien dan keluarga apabila pasien terindikasi resiko jatuh maka di rekam medis pasien akan di tempel stiker fals risk. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga dari yang sebelumnya 40% paham tentang risiko jatuh menjadi 80%. Hasil observasi didapatkan kepatuhan perawat terhadap SOP risiko pasien jatuh sudah masuk kategori baik yaitu 86%. Penelitian ini menunjukkan pentingnya edukasi pasien dan kepatuhan perawat terhadap SOP untuk meningkatkan keselamatan pasien terkait resiko jatuh.
Kajian Studi Melalui Observasi Perawat dan Edukasi Pasien tentang Pencegahan Ulkus Dekubitus RSUD Margono Soekarjo Fatmawati, Putri; Susanti, Indri Heri
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.392

Abstract

Ulkus dekubitus merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas, seperti pasien dengan gangguan neurologis yang memerlukan tirah baring dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan leaflet sebagai media edukasi tambahan dalam meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga terkait pencegahan ulkus dekubitus, serta observasi pelaksanaan standard operasional prosedur (SOP) pencegahan ulkus dekubitus pada pasien dengan gangguan neurologis di Ruangan Anyelir Paviliun Abiyasa Geriatri RSUD Margono Soekarjo. Responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 8 perawat diobservasi dan 15 pasien berisiko tinggi mengalami ulkus dekubitus menerima edukasi kesehatan yang dilengkapi dengan leaflet disertai barcode untuk mengakses video edukasi interaktif tentang pencegahan dekubitus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan pasien dari sebelum (pre) edukasi 80% atau 12 pasien berada pada kategori kurang (<56%) menjadi sesudah (post) edukasi 73% atau 11 pasien berada pada kategori baik (76%-100%). Hasil observasi terhadap perawat menunjukan hasil bahwa perawat telah melakukan pencegahan ulkus dekubitus dengan kategori baik (90%). Penelitian ini menyarankan perlunya pelaksanaan SOP yang berkelanjutan dan media edukasi yang efektif guna meningkatkan kualitas perawatan dan mengurangi risiko terjadinya ulkus dekubitus.Kata kunci: Ulkus Dekubitus, Edukasi, Observasi Perawat, SOP
Edukasi Implementasi Terapi Relaksasi Otot Progresif Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Lansia Di Posyandu Lansia Handayani 2 Di Desa Dukuwaluh Rivaldy, Sahrul; Susanti, Indri Heri; Siwi, Adiratna Sekar
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.14508

Abstract

Seiring dengan pertambahan usia, lansia kerap mengalami gangguan tidur seperti insomnia, yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental mereka. Salah satu cara non-obat yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur lansia adalah melalui terapi relaksasi otot progresif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Handayani 2, Desa Dukuwaluh, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai manfaat serta cara melakukan terapi tersebut, sekaligus mengevaluasi efektivitasnya dalam memperbaiki kualitas tidur. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) guna menilai perubahan kondisi tidur sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan edukasi disampaikan secara interaktif melalui ceramah, demonstrasi langsung, media visual seperti video, leaflet, dan power point, serta pendampingan dalam praktik terapi relaksasi otot progresif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan terapi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman lansia secara signifikan. Sebelum pelatihan, mayoritas lansia memiliki tingkat pengetahuan rendah hingga sedang, namun setelah kegiatan, sebagian besar menunjukkan peningkatan pemahaman yang tinggi. Selain itu, kualitas tidur mereka juga membaik secara signifikan dari 51% responden yang semula berada pada kategori "cukup buruk", meningkat menjadi 61% yang tergolong memiliki tidur "cukup baik" setelah rutin menjalankan terapi