Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN STUDI KESELAMATAN PASIEN MELALUI SENTRALISASI OBAT BERBASIS NOMOR STICKER DI RUANG ANYELIR PAVILIUN ABIYASA GERIATRI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO Anggraeni, Rosi; Susanti, Indri Heri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12834

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu tindakan perawatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko, kesalahan dan kerugian yang terjadi pada pasien selama pemberian pelayanan kesehatan. Sasaran keselamatan pasien apabila diterapkan dengan benar, dapat membantu meningkatkan keselamatan pasien melalui peningkatkan deteksi kesalahan dan sentralisasi obat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi keselamatan pasien dalam hal sentralisasi obat melalui pre test perawat selama persiapan dan pemberian obat serta pemasangan sticker nomor dan loker obat. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa terdapat 38 sampel loker menggunakan label kertas yang mudah untuk terkelupas. Hasil tersebut menujukan bahwa terdapat 0% loker obat tidak menggunakan penomoran yang baik untuk memudahkan dalam menjalankan asuhan keperawatan. Berdasarkan temuan tersebut pemberian nomor dengan menggunakan isolasi kertas sangat memungkinkan terjadinya kesalahan pemberian obat atau obat tertukar. Perawat dapat menghindari kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat sehingga tujuan keselamatan pasien dapat tercapai. Berdasarkan hasil post test yang dilakukan oleh perawat di ruang anyelir sejumlah 7 orang pada tanggal 3 januari 2025 mendapatkan hasil bahwa dalam kategori baik sejumlah 71 % (5 orang) dan kategori cukup sejumlah 29 % (2 orang). Implementasi berupa pemberian setiker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas bisa menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatakan patient safety dalam hal benar pasien. Dengan meningkatnya hasil post test sentralisasi obat diharpakan dapat meningkatakan kualitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini menyaranakan perlunya peningkatan terhadap efektifitas sistem sentralisasi obat berbasis nomor stiker, dengan mencegah terjadinya kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat.   Keyword : Keselamatan Pasien, Sentralisasi Obat, Nomor Stiker
Pendidikan Kesehatan tentang Rhematoid Arthritis dan Senam Rematik Pada Lansia di Posyandu Lansia Mugi Sehat Septiani, Febi; Susanti, Indri Heri; Yuanita, Silvi; Nabila, Nurun; Thurfah, Putri Aziizah; Adelia, Putri Sella; Gumanti, Riang; Pratami, Rifmawati Widya; Saputri, Salsabila; Yuda, Satria Tegar Baratha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.14032

Abstract

ABSTRAK Prevalensi rheumatoid arthritis berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia adalah 11,9% berdasarkan diagnosis atau gejala adalah 24,7%. Prevalensi berdasarkan usia penderita rheumatoid arthritis 45-54 tahun mencapai 37,2%, usia 55-64 tahun sebanyak 45,0%, usia 65-74 tahun sebanyak 51,9% dan usia lebih dari 75 tahun mencapai 54,8%. Rheumatoid arthritis penyakit yang menyerang pada bagian sendi sehingga mengakibatkan struktur ataupun jaringan terganggu sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari. Untuk mengurangi nyeri sendi yang dialami penderita dapat dilakukan dengan non farmakologi yaitu dengan senam rematik. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pencegahan penyakit Rheumatoid arthritis pada lansia di Posyandu Mugi Sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik senam rematik. Pasca pengabdian masyarakat diketahui bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait dengan Rheumatoid arthritis. Kegiatan pengabdian masyarakat penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait berbagai penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit rheumatoid arthritis sehingga dapat mengurangi tingkat kesakitan dan menurunkan prevalensi rheumatoid arthritis di Indonesia sendiri. Kata Kunci: Pencegahan, Rheumatoid Arthritis, Senam Rematik  ABSTRACT The prevalence of rheumatoid arthritis based on diagnosis by health workers in Indonesia is 11.9% based on diagnosis or symptoms is 24.7%. The prevalence based on rheumatoid arthritis sufferers aged 45-54 years reached 37.2%, aged 55-64 years was 45.0%, aged 65-74 years was 51.9% and aged over 75 years reached 54.8%. Rheumatoid arthritis, also known as rheumatic disease, is inflammation of the joints which causes the structure or tissue around it to become disturbed, which causes daily activities to be disrupted. To reduce joint pain experienced by sufferers, it can be done non-pharmacological, namely rheumatic exercises. Community service activities aim to provide an understanding and prevention of rheumatoid arthritis in the elderly at Posyandu Mugi Sehat.The method used in this activity is health education using lecture, discussion, question and answer methods, and rheumatic exercise practice. After community service, it was discovered that participants experienced increased knowledge related to Rheumatoid arthritis. It is important to carry out community service activities to increase public knowledge regarding various diseases and increase public awareness of the importance of preventing rheumatoid arthritis so that it can reduce the level of morbidity and reduce the prevalence of rheumatoid arthritis in Indonesia itself. Keywords: Prevention, Rheumatoid Arthritis, Rheumatic Exercise
Hubungan Beban Kerja Dan Burnout Terhadap Perilaku Caring Perawat Di RSU Hidayah Purwokerto IASA, ARUM ANINDIKA; Susanti, Indri Heri; Wirakhmi, Ikit Netra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11063574

Abstract

Nurses are the main component in the hospital, working on standby within 24 hours, with all patient conditions. Nurses in carrying out their duties and profession are prone to physical and mental fatigue and are very vulnerable to burnout at work so that it will affect patient caring. This study aims to determine the relationship between workload and burnout to nurses caring at Hidayah RSU Purwokerto. This research method is descriptive quantitative, survey research method which is analytic in nature with a cross sectional approach. Population of 30 nurses and 203 patients. Sampling technique with purposive sampling technique on 135 patients and total sampling on 30 nurses. The research used the Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS), the workload questionnaire from Nursalam (2016) and the caring behavior questionnaire from Nursalam (2015). The results of the study showed that the majority of nurse respondents aged between 25-34 years were 20 (66.7%). The workload of the nurses in the moderate category was 19 (63.3%), the burnout of the nurses in the moderate category was 17 (56.7%), and the caring behavior of the nurses in the moderate category was 74 (54.8%). Characteristics of the patients aged between 45-55 years were 62 (45.9%). The results of the Spearman rank test showed that there was a relationship between workload and caring behavior (p-value 0.018) with moderate relationship strength and there was a relationship between burnout and nurse caring behavior (p-value 0.009) with moderate relationship strength at Hidayah General Hospital Purwokerto.
Hubungan Burnout Dengan Perilaku Caring Perawat Di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto Wijaya, Lintang Indra; Susanti, Indri Heri; Apriliyani, Ita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11178828

Abstract

dimana perawat harus melayani kebutuhan orang banyak. Burnout adalah sindrom yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditandai dengan tingkat kelelahan yang berlebihan, sinisme, dan penurunan efek profesional. Burnout adalah salah satu penyebab perilaku caring perawat yang rendah. Perilaku caring yaitu memberikan perhatian yang lebih baik kepada seseorang. Pasien yang dirawat dengan caring maka pasien tersebut akan terasa aman, nyaman, selama perawatan di rumah sakit. Desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 52 perawat RST Wijayakusuma Purwokerto, menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data ditentukan dengan uji spearman-rank. Berdasarkan uji statistik spearman-rank didapatkan yaitu 0,000 < 0.05 dengan nilai koefisien korelasi -0.778. Dapat disimpulkan terdapat hubungan tingkat keeratan sedang dan tidak searah antara burnout dengan perilaku caring perawat.
Hubungan Burnout dengan Kualitas Hidup pada Perawat di Rst Wijayakusuma Purwokerto Ratnaningrum, Nitri; Susanti, Indri Heri; Kurniawan, Wasis Eko
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11473627

Abstract

Kondisi stress yang berkepanjangan bisa mengakibatkan burnout yang merupakan risiko bagi setiap orang yang bekerja di pelayanan kesehatan seperti perawat. Perawat di masa ini membutuhkan perlindungan kesehatan baik fisik & psikologis untuk meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan kualitas hidup perawat di RST Wijayakusuma Purwokerto. Metode penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 119 perawat RST Wijayakusuma Purwokerto, menggunakan teknik total sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI) untuk mengukur burnout dan The World Health Organization Quality of Life–BREF (WHOQol-BREF) untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan dengan uji spearman-rank. Hasil uji spearman-rank didapatkan nilai p-value = 0,048 < α (α = 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Burnout dengan Kualitas Hidup Perawat di RST Wijayakusuma Purwokerto.
Pengaruh Karakteristik Lansia Terhadap Tingkat Literasi Kesehatan Pasien Hipertensi di Puskesmas Sumbang 1 Kabupaten Banyumas Putri, Dwi Rizki Ramadina; Susanti, Indri Heri; Yanti, Linda
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v8i2.373

Abstract

Low health literacy has the impact of having difficulty in understanding the procedures or health services that must be carried out. The purpose of this study was to determine the effect of elderly characteristics on the level of health literacy of hypertensive patients at Puskesmas Sumbang 1, Banyumas Regency. This type of research was using quantitative research with Chi-Square data analysis. The approach used in this study was a cross-sectional approach. The sampling method used a total sampling of 51 elderly people with hypertension. Data were collected by filling out the Health Literacy Scale European Union 16 Question (HLS-EU-Q16) questionnaire. The results showed that there was an influence of elderly characteristics on the level of health literacy consisting of age and gender so that the level of health literacy of the elderly at Puskesmas Sumbang 1 Banyumas Regency was in the adequate category