Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP BURNOUT PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO Naufala, Kharisma; Susanti, Indri Heri; Susanti, Indah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49170

Abstract

Burnout adalah kelelahan fisik, emosional, atau mental yang menyebabkan penurunan motivasi, kinerja, serta sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Regulasi emosi berperan penting dalam mengelola kelelahan ini agar perawat tetap memberikan layanan kesehatan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap burnout pada perawat di ruang rawat inap RSI Purwokerto, menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan sampel sebanyak 53 perawat dengan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner Emotional Regulation Questioner dan Maslach Burnout Syndrome Inventory yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Mayoritas karakteristik responden menunjukkan bahwa usia 20-30 tahun (66%), jenis kelamin perempuan (84,9%), pendidikan DIII Keperawatan (84,9%), dan masa kerja 1-5 tahun (60,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi kategori tinggi (56,6%), tingkat burnout dengan kategori ringan sebanyak 33 responden (62,3%). Hasil uji Spearman-rank menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat burnout perawat (p=0,001< 0,05) dan koefisien korelasi -0,443. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sedang signifikan dan negatif antara regulasi emosi dengan burnout pada perawat di RSI Purwokerto
Hubungan Work Engagement Dengan Burnout Pada Perawat Di Rumah Sakit Islam Purwokerto Effrilia, Frinanda; Kurniawan, Wasis Eko; Susanti, Indri Heri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan psikologis. Faktor penyebab burnout yaitu berkaitan dengan ketidaksesuaian antara usaha dan hasil. Salah satu cara untuk mengidentifikasi masalah di tempat kerja adalah dengan melihat keterlibatan kerja seseorang dengan suatu pekerjaannya. Keterlibatan kerja (work engagement) adalah mereka yang terlibat dalam suatu pekerjaan dan mempunyai semangat tinggi dalam hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Work engagement dengan Burnout pada perawat di Rumah Sakit Islam Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan total sampling, jumlah sampel sebanyak 53 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner burnout yaitu Maslach Burnout Inventory (MBI) dan work engagement yaitu Utrecht Work Engagement (UWES). Teknik analisis data menggunakan Uji Koefisien Korelasi Spearmen Rank. Hasil analisis univariat usia 20-30 sebanyak 35 responden (66%), jenis kelamin mayoritas perempuan 45 responden (84,9%), tingkat pendidikan mayoritas D-III yaitu 45 responden (84,9%), masa kerja 1-5 tahun sebanyak 32 responden (60,4%), work engagement perawat kategori sedang yaitu 38 responden (71.7%), dan tingkat burnout kategori ringan sebanyak 33 responden (62,3%). Analisis bivariat Uji Koefisien Kolerasi Spearmen Rank hasil p value sebesar 0,002 < 0,05 artinya hipotesis diterima yang berarti ada hubungan work engagement dengan burnout memiliki nilai -0,409 menunjukkan korelasi negative dengan kekuatan sedang yang semakin tinggi work engagement maka semakin ringan tingkat burnout perawat.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Instalasi Rawat Inap Rsud Dr.R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Nisa, Nailatun; Sumarni, Tri; Susanti, Indri Heri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja merupakan ketidakseimbangan antara tuntutan tugas dengan kemampuan kerja seseorang yang menimbulkan ketegangan melalui respon fisik dan emosional. Terdapat faktor yang mempengaruhi stres. Salah satu faktor mempengaruhi stres kerja adalah dukungan sosial. Dukungan sosial merupakan pemberian perasaan nyaman secara fisik maupun psikologis saat sesorang merasa tertekan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres kerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan proportionate stratifed random sampling, jumlah sampel 105 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner tingkat stres kerja Nursing Stress Scale (NSS) dan dukungan sosial Multidimesional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Teknik analisis data menggunakan Uji Koefesien Korelasi Spearmen Rank. Hasil analisis univariat jenis kelamin mayoritas perempuan 87 responden (82.9%), usia 36-45 adalah 52 responden (49.5%), pendidikan D III yaitu 58 responden (55.2%), masa kerja ≥ 3 tahun adalah 93 responden (88.6%), dukungan sosial perawat kategori tinggi yaitu 70 responden (66.7%), dan tingkat stres kerja kategori ringan adalah 80 responden (76.2%). Analisis bivariat Uji Koefesien Korelasi Spearmen Rank hasil p value sebesar 0.00 < 0.05 artinya hipotesis diterima yang berarti ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres kerja perawat. Koefesien korelasi dukungan sosial dengan tingkat stres kerja memiliki nilai -0.269 menunjukan korelasi negative yang semakin tinggi dukungan sosial maka semakin ringan tingkat stres kerja perawat. Adanya hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres kerja perawat di Instalasi di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Hubungan Manajemen Konflik Dengan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Islam Purwokerto Nursyam, Fuad Afif; Kurniawan, Wasis Eko; Susanti, Indri Heri
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20052

Abstract

Konflik di semua lingkup di organisasi merupakan sebuah suatu hal yang wajar terjadi dan dapat menghambat suatu pekerjaan. Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling sering memberikan jasa pelayanan di rumah sakit. Konfik di dalam pelayanan kesehatan menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari lagi dalam hubungan kerja perawat dan anggota tim layanan kesehatan lainnya. Konflik dalam sebuah pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan manajemen konflik dengan kinerja perawat pada Rumah Sakit Islam Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 54 perawat yang diambil menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian adanya hubungan yang signifikan antara manajemen konflik terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Purwokerto dengan p-value 0,048 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi 0,271 yang artinya kategori hubungan lemah. Angka koefisien korelasi diatas bernilai positif, sehingga semakin baik konflik management maka kinerja perawat semakin tinggi. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara manajemen konflik dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Purwokerto. 
Implementasi Penggunaan Range Of Motion (ROM) terhadap Kekuatan Otot Klien Stroke Non Hemoragik Agustin, Triyana; Susanti, Indri Heri; Sumarni, Tri
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.70

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan kondisi kematian sel saraf (nekrosis) otak yang disebabkan karena kegagalan dalam mensuplai darah. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan neurologis yang perlu mendapatkan penanganan mendesak karena dapat mengakibatkan defisit neurologis. Komplikasi yang sering terjadi adalah kelumpuhan wajah atau anggota badan sebelah (hemiparesis) yang timbul secara mendadak, hingga terjadi penurun kesadaran. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien Stroke non Hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Pengambilan sampel kasus menggunakan simple random sampling pada bulan April 2022. Subjek studi kasus menggunakan satu pasien yang terdiagnosa medis stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik di Ruang Assyifa RSI Banjarnegara. Peneliti menggunakan format pengkajian keperawatan dan pemeriksaan fisik. Peneliti melakukan proses asuhan keperawatan dimulai dari pengkajian hingga evaluasi selama 3 hari. Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien mengeluhkan adanya kelemahan pada kaki dan tangan sebelah kanan saat melakukan aktivitas. Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 3 tahun yang lalu, serta jarang melakukan pemeriksaan. Tekanan darah 203/103 mmHg, nadi 97 kali per menit, irama nafas 20 kali per menit, dan suhu 36,9 0C. Bibir pucat, mukosa mulut kering. Diganosa medis tertulis pasien mengalami Stroke Non Hemoragik. Pemeriksaan ekstremitas didapatkan ektremitas kanan atas melemah nilai 2 dan ekstremitas kanan bawah melemah nilai 2, ekstremitas kiri atas dan bawah normal nilai 5 dan rentang gerak terbatas. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami gangguan mobilitas fisik. Peneliti memberikan intervensi ROM selama tiga hari, serta mengajarkan dan menjelaskan kepada keluarga  terkait dengan ROM. Tindakan ROM selama 3 hari menunjukkan adanya perubahan terhadap nilai rentang dari pasien, sehingga dapat disimpulkan pemberian tindakan ROM efektif untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik.
Edukasi Terapi Relaksasi Otot Progresif Untuk Mengurangi Tingkat Stres Kerja Pada Karyawati Pabrik Sohun Gunung Madu Desa Ledug Yudha, Shidqi Auliaa; Sumarni, Tri; Susanti, Indri Heri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.520

Abstract

Stres merupakan kondisi dinamis yang dihadapi individu ketika dihadapkan pada tuntutan dalam lingkungan kerja, terutama pada karyawati yang menjalani peran ganda sebagai pekerja dan ibu rumah tangga. Edukasi terapi relaksasi otot progresif sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi stres kerja menjadi fokus dalam kegiatan ini yang dilaksanakan di Pabrik Sohun Gunung Madu, Desa Ledug. Pabrik ini mempekerjakan 80 karyawati yang rentan mengalami stres akibat tekanan dan beban kerja tinggi. Hasil menunjukkan 25 karyawati dengan tingkat stres sedang menjadi rendah setelah edukasi. Tingkat pengetahuan sebelum PkM masih rendah, namun meningkat secara signifikan setelah edukasi diberikan. Melalui kegiatan ini, karyawati diharapkan mampu menerapkan relaksasi otot progresif untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan kinerja kerja.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN SEKOLAH POLISI NEGARA (SPN) POLDA JATENG Prihastuti, Dewi; Susanti, Indri Heri; Khasanah, Suci
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 10 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i10.1885

Abstract

High-quality healthcare services are crucial for public trust and service utilization. Patient satisfaction serves as a key measure of service quality, encompassing treatment outcomes and overall patient experience. At Klinik Pratama Rawat Jalan SPN Polda Jateng, complaints regarding administrative procedures, long waiting times, and waiting area comfort highlight areas needing improvement. This study analyzed the relationship between service quality and patient satisfaction using a quantitative, cross-sectional design with 84 patients selected through purposive sampling. Validated questionnaires assessed both variables, and data were analyzed using the Spearman correlation test. Results showed that most patients rated service quality as moderate to high and reported being satisfied with services. The Spearman test indicated a significant positive relationship between service quality and patient satisfaction (p < 0.05), confirming that higher service quality leads to greater patient satisfaction. The study recommends clinic management focus on enhancing tangible aspects, responsiveness, and assurance to provide patient-centered, high-quality healthcare services.
Edukasi Kompres Tepid Water Sponge Sebagai Penurun Demam Anak di Posyandu Desa Karangnanas Fauziyyah, Devita Listyani; Cahyaningrum, Etika Dewi; Susanti, Indri Heri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.884

Abstract

Demam ialah suatu keadaan dimana suhu tubuh meningkat di atas nilai normal (>37,5°C) dan jika tidak segera diatas dapat menimbulkan komplikasi. Cara menangani demam dapat diberikan kompres Tepid water sponge. Desa Karangnanas merupakan wilayah yang berada di Kecamatan Sokaraja. Pra survey tanggal 12 November 2024 didapatkan bahwa banyak Kader dan Ibu yang belum mengetahui kompres Tepid water sponge, maka penulis mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat di Posyandu Desa Karangnanas. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi, serta media yang digunakan adalah power point dan booklet. Peserta kegiatan PkM terdiri dari 11 Kader dan 16 Ibu. Evaluasi Kader dan Ibu tentang demam dan kompres Tepid water sponge meliputi pengukuran pengetahuan, minat dan keterampilan. Rata-rata nilai pengetahuan Kader meningkat sebesar 33%, sedangkan rata-rata nilai pengetahuan Ibu meningkat sebesar 27%. Rata-rata nilai minat Kader meningkat sebesar 19%, sedangkan rata-rata nilai Ibu meningkat sebesar 11%. Berdasarkan hasil tersebut pengetahuan, minat, dan keterampilan meningkat. Diharapkan kompres Tepid water sponge bisa sebagai salah satu alternatif bagi Kader dan Ibu yang memiliki anak demam.
Pengaruh Selimut Hangat Terhadap Kejadian Hipotermi pada Pasien Pasca Anestesi Spinal di Rsd Gunung Jati Cirebon Anisa, Putri; Burhan, Asmat; Susanti, Indri Heri
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.188

Abstract

Hipotermi merupakan keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada memproduksi panas, menyebabkan organ tubuh tidak berfungsi secara normal. Salah satu efek samping yang sering terjadi setelah tindakan anestesi spinal adalah hipotermi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan selimut hangat terhadap kejadian hipotermi pada pasien pasca anestesi spinal di RSD Gunung Jati Cirebon. Metode penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan desain one group pre and post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 20 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kejadian hipotermi pada pasien setelah intervensi penggunaan selimut hangat, dengan hasil uji statistik p-value sebesar 0.00, menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah selimut hangat efektif dalam mengurangi kejadian hipotermi pada pasien pasca anestesi spinal.
Hubungan Spiritual Well-Being dengan Burnout Pada Perawat Alifiya, Innazza Nur; Susanti, Indri Heri; Murniati, Murniati
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIA Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Raflesia, Prodi Keperawatan Curup, Poltekkes Kemenkes Bengku
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jkr.v5i2.1002

Abstract

Nursing is a profession that is prone to burnout. One that influences burnout is spiritual. Spiritual emptiness will cause individuals to feel various negative emotions, such as emptiness in life, easy to give up and complain when experiencing problems. The study aims to determine the relationship between spiritual well-being and burnout among nurses at RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. This research method is correlated with cross-sectional approach. Respondents in the study were 119 inpatient nurses who were taken by total sampling technique. Data were collected using the Spirituality Well-Being Scale (SWBS) questionnaire and The Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS) questionnaire. Data analysis showed that the spiritual well-being level of nurses was dominated by the high category of 117 respondents (98.3%). The majority of nurses experienced low level of burnout (95%). The results of the study showed that there was a moderate relationship between spiritual well-being and burnout among nurses at RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Correlation test results obtained a p-value of 0.000 and a Rho value of -0.567, then the higher the spiritual level of well-being, the lower the level of burnout. Therefore, high spiritual well-being can prevent burnout in nurses.