Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Senam Ergonomik pada Lansia Penderita Gout Arthritis Amanah, Khalifatun Nurul; Susanti, Indri Heri; Siwi, Adiratna Sekar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4199

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit sendi umum pada lansia akibat gangguan metabolisme purin, yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan peradangan pada sendi. Jika tidak ditangani, kadar asam urat yang tinggi dapat menimbulkankomplikasi serius seperti kerusakan ginjal dan masalah jantung. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik peserta, mengetahui kadar asam urat sebelum dan sesudah senam ergonomik, meningkatkan pengetahuan lansia melalui tentang gout arthritis dan penanganannya, serta meningkatkan keterampilan dalam melakukan senam ergonomik untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia di Posyandu Lansia Nur Paristi Desa Ledug pada 9 dan 23 Mei 2024. Metode meliputi pemeriksaan kadar asam urat, pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner, edukasi, pelatihan senam ergonomik, serta evaluasi ulang kadar asam urat dan pengetahuan lansia. Hasil menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (66,67%) berusia 61-70 tahun (43,33%). Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki kadar asam urat yang tidak normal, dengan rata-rata 7,25 mg/dL. Setelah senam ergonomik, sebanyak 63,33% responden berhasil mencapai kadar asam urat normal, dengan rata-rata 6,51 mg/dL. Edukasi meningkatkan pengetahuan lansia dari skor 7 (kurang) menjadi 15,2 (baik). Sebagian besar lansia menunjukkan keterampilan baik dalam senam ergonomik, meskipun gerakan “berbaring pasrah” sulit dilakukan oleh 63,33% responden.
Edukasi Senam Aerobik Low Impact untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi Anggraeni, Rosi; Susanti, Indri Heri; Susanti, Indah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4205

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi di mana tekanan darah tetap tinggi, dengan tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Senam aerobik low impact dapat berperan dalam memperbaiki kesehatan jantung, memperlancar sirkulasi darah, serta membantu mengontrol berat badan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik responden, mengetahui perubahan tekanan darah lansia sebelum dan sesudah senam aerobik low impact, serta meningkatkan pengetahuan mereka tentang hipertensi. Metode yang digunakan meliputi persiapan (pra-survei, perizinan, pengambilan data), pelaksanaan (pre-test, ceramah, diskusi, post-test), dengan media seperti leaflet, power point, dan video. Hasil menunjukkan senam aerobik low impact efektif menurunkan tekanan darah lansia hipertensi. Pada pertemuan pertama, tekanan darah menurun dari 164,1/95 mmHg menjadi 157/90,03 mmHg; pada pertemuan kedua, dari 154,13/95,33 mmHg menjadi 147,13/90,2 mmHg. Edukasi meningkatkan pengetahuan lansia dari skor <5 menjadi 8-10. Sebagian besar peserta menunjukkan keterampilan baik, meskipun gerakan "memutar pinggang" sulit bagi 12 responden. Kesimpulannya, senam ini efektif menurunkan tekanan darah dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan lansia. Luaran kegiatan ini berupa artikel dan HaKI video senam aerobik low impact.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operatif Sumboko, Priyo; Khasanah, Suci; Susanti, Indri Heri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4269

Abstract

Persepsi mengenai prosedur pembedahan sebagai proses yang mengancam jiwa menyebabkan kecemasan, tingkat pendidikan dan dukungan keluarga memengaruhi tingkat kecemasan pasien pra operatif. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pra operatif di Ruang Antasena RST Wijayakusuma Purwokerto. Desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Peneliti telah melakukan pengambilan data dengan kurun waktu 30 hari dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini adalah Amsterdam Preoperative anxiety and Information Scale (APAIS) dan kuesioner Dukungan Keluarga oleh Nahampun (2019). Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value 0.000 dan nilai correlation coefficient -0.72 pada hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat kecemasan dan nilai p-value = 0.000 dan nilai correlation coefficient -0.625 pada hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pra operatif di Ruang Antasena RST Wijayakusuma Purwokerto. Kesimpulannya ada hubungan sedang dan negatif (tidak searah) antara tingkat pendidikan dan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pra operatif di Ruang Antasena RST Wijayakusuma Purwokerto.
Gambaran Beban Kerja Perawat pada Masa Pandemi Covid-19 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Kurnianingsih, Esti; Susanti, Indri Heri
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.857

Abstract

Beban kerja petugas kesehatan didefinisikan sebagai jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan petugas kesehatan dalam suatu organisasi atau layanan kesehatan dalam satu tahun. Pada masa pandemi Covid-19 tugas perawat yang awalnya hanya melakukan pemeriksaan pasien umum dan merawat pasien rawat inap di Puskesmas, sekarang juga merawat pasien terkonfirmasi Covid-19 dan juga kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di desa atau di Puskesmas. Tingginya beban kerja perawat sangat mempengaruhi tingkat keselamatan pasien. Pasien menjadi tidak aman apalagi pada saat pandemi Covid-19 sekarang ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran beban kerja perawat pada masa pandemi Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif, disajikan dengan rancangan cross sectional, melibatkan 32 perawat yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan data bahwa dari 32 perawat didominasi oleh perawat perempuan dengan usia diatas 40 tahun, masa kerja lebih dari 10 tahun dan pendidikan D3 Keperawatan. Sebagian besar perawat mengalami beban kerja berat (62,5%). Disarankan untuk fasilitas pelayanan kesehatan kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga untuk mempertimbangkan pembagian tugas agar beban kerja perawat menjadi lebih ringan
Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Kinerja Perawat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalinga Misto, MIsto; Susanti, Indri Heri; Sumarni, Tri
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.858

Abstract

Kecerdasan emosional adalah suatu suatu dimensi yang menunjukkan kemampuan manusia secara emosional dan sosial. Kecerdasan berperan membentuk kepribadian individu sehingga dapat mengenali dan mengendalikan diri, memahami emosi orang lain dan dapat berinteraksi sosial dengan sesama. Kinerja seorang perawat adalah capaian hasil pelaksanaan kegiatan yang dilakukan perawat sesuai kemampuannya berdasarkan standar asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan kinerja perawat. Rancangan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini, semua perawat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Rembang sebanyak 32 perawat. Gambaran umum karakteristik responden menunjukan perempuan 65,6%, usia dewasa akhir (36-45 th) 53,1%, pendidikan D3 Keperawatan 78,1%, masa kerja 12-22 tahun 53,1%. Hasil penelitian 90,6% memiliki kecerdasan emosi tinggi, dan 84,4% memiliki kinerja baik. Uji statistik menunjukan nilai p= 0,024 dengan koefisien korelasi 0,397 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan rendah antara kecerdasan emosi dengan kinerja
Hubungan Mindfulness dengan Kepuasan Hidup Pekerja Perempuan di Usaha Mikro Kecil Ddan Menengah Bulu Mata Kecamatan Padamara Purbalingga Barokah, Bharata Bagus; Susanti, Indri Heri; Maryoto, Madyo
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.867

Abstract

Mindfulness adalah perhatian yang dipusatkan terhadap sesuatu yang terjadi pada saat ini dan melibatkan kesadaran dan ketidakberpihakan. Kepuasan hidup merupakan penilaian menyeluruh terhadap kualitas kehidupan seseorang berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkannya sendiri. Mindfulness diharapkan meningkatkan kepuasan hidup dan mencegah kondisi stress dan menciptakan ketenangan pada hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mindfulness dengan kepuasan hidup pekerja perempuan di usaha mikro kecil dan menengah di Kecamatan Padamara Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 pekerja perempuan. Data diambil dengan memberikan kuesioner kepada pekerja perempuan. Data diolah dengan menggunakan editing, coding, scoring, tabulating, processing, dan cleaning. Analisa penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Untuk mengetahui hubungan variabel independent dengan variabel dependent dilakukan uji spearman-rank. Hasil dari penelitian mindfulness dengan kategori baik sejumlah 30 responden dengan nilai 44,1% dan kepuasan hidup dengan kategori puas sebanyak 40 responden dengan nilai 58,8%. Hasil nilai mindfulness dan kepuasan hidup dengan nilai p value 0,000 dengan koefisien korelasi 0,562. Penelitian dapat disimpulkan bahwa mindfulness dengan kepuasan hidup terdapat hubungan
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kecemasan Pre Anestesi Spinal Pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit TK III Salak Bogor Suryana, Ucup; Susanti, Indri Heri; Khasanah, Suci
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.874

Abstract

Background: Surgery and anesthesia are actions that bring stress, because there is a threat to the integrity of one's body and soul. The existence of this stress can cause an anxiety condition. Patients who will undergo surgery will experience preoperative and pre-anesthesia anxiety in various levels. Purpose: The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge level and pre spinal anesthesia anxiety in sectio caesarea surgery at TK III Salak Hospital, Bogor. Methods: The research design used was descriptive correlational with a cross sectional approach. The population in this study were patients who were about to give birth by sectio caesarea at the TK III Salak Hospital, Bogor. The sampling technique used was purposive sampling using the Slovin formula so that 53 respondents were obtained according to the inclusion and exclusion criteria. The analysis used is spearman rank correlation. Results: Most of the respondents had sufficient knowledge of 28 people (52.8%) and 23 people (43.4%). The results of the statistical test showed a significant relationship (p value = 0.006) between knowledge and pre-spinal anesthesia anxiety with the Spearman correlation value of 0.370. Conclusion: There is a relationship between knowledge and pre-spinal anesthesia anxiety in sectio caesarea patients at TK III Salak Hospital, Bogor
KAJIAN STUDI KESELAMATAN PASIEN MELALUI SENTRALISASI OBAT BERBASIS NOMOR STICKER DI RUANG ANYELIR PAVILIUN ABIYASA GERIATRI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO Anggraeni, Rosi; Susanti, Indri Heri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12834

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu tindakan perawatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko, kesalahan dan kerugian yang terjadi pada pasien selama pemberian pelayanan kesehatan. Sasaran keselamatan pasien apabila diterapkan dengan benar, dapat membantu meningkatkan keselamatan pasien melalui peningkatkan deteksi kesalahan dan sentralisasi obat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi keselamatan pasien dalam hal sentralisasi obat melalui pre test perawat selama persiapan dan pemberian obat serta pemasangan sticker nomor dan loker obat. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa terdapat 38 sampel loker menggunakan label kertas yang mudah untuk terkelupas. Hasil tersebut menujukan bahwa terdapat 0% loker obat tidak menggunakan penomoran yang baik untuk memudahkan dalam menjalankan asuhan keperawatan. Berdasarkan temuan tersebut pemberian nomor dengan menggunakan isolasi kertas sangat memungkinkan terjadinya kesalahan pemberian obat atau obat tertukar. Perawat dapat menghindari kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat sehingga tujuan keselamatan pasien dapat tercapai. Berdasarkan hasil post test yang dilakukan oleh perawat di ruang anyelir sejumlah 7 orang pada tanggal 3 januari 2025 mendapatkan hasil bahwa dalam kategori baik sejumlah 71 % (5 orang) dan kategori cukup sejumlah 29 % (2 orang). Implementasi berupa pemberian setiker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas bisa menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatakan patient safety dalam hal benar pasien. Dengan meningkatnya hasil post test sentralisasi obat diharpakan dapat meningkatakan kualitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini menyaranakan perlunya peningkatan terhadap efektifitas sistem sentralisasi obat berbasis nomor stiker, dengan mencegah terjadinya kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat.   Keyword : Keselamatan Pasien, Sentralisasi Obat, Nomor Stiker
Pendidikan Kesehatan tentang Rhematoid Arthritis dan Senam Rematik Pada Lansia di Posyandu Lansia Mugi Sehat Septiani, Febi; Susanti, Indri Heri; Yuanita, Silvi; Nabila, Nurun; Thurfah, Putri Aziizah; Adelia, Putri Sella; Gumanti, Riang; Pratami, Rifmawati Widya; Saputri, Salsabila; Yuda, Satria Tegar Baratha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.14032

Abstract

ABSTRAK Prevalensi rheumatoid arthritis berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia adalah 11,9% berdasarkan diagnosis atau gejala adalah 24,7%. Prevalensi berdasarkan usia penderita rheumatoid arthritis 45-54 tahun mencapai 37,2%, usia 55-64 tahun sebanyak 45,0%, usia 65-74 tahun sebanyak 51,9% dan usia lebih dari 75 tahun mencapai 54,8%. Rheumatoid arthritis penyakit yang menyerang pada bagian sendi sehingga mengakibatkan struktur ataupun jaringan terganggu sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari. Untuk mengurangi nyeri sendi yang dialami penderita dapat dilakukan dengan non farmakologi yaitu dengan senam rematik. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pencegahan penyakit Rheumatoid arthritis pada lansia di Posyandu Mugi Sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik senam rematik. Pasca pengabdian masyarakat diketahui bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait dengan Rheumatoid arthritis. Kegiatan pengabdian masyarakat penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait berbagai penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit rheumatoid arthritis sehingga dapat mengurangi tingkat kesakitan dan menurunkan prevalensi rheumatoid arthritis di Indonesia sendiri. Kata Kunci: Pencegahan, Rheumatoid Arthritis, Senam Rematik  ABSTRACT The prevalence of rheumatoid arthritis based on diagnosis by health workers in Indonesia is 11.9% based on diagnosis or symptoms is 24.7%. The prevalence based on rheumatoid arthritis sufferers aged 45-54 years reached 37.2%, aged 55-64 years was 45.0%, aged 65-74 years was 51.9% and aged over 75 years reached 54.8%. Rheumatoid arthritis, also known as rheumatic disease, is inflammation of the joints which causes the structure or tissue around it to become disturbed, which causes daily activities to be disrupted. To reduce joint pain experienced by sufferers, it can be done non-pharmacological, namely rheumatic exercises. Community service activities aim to provide an understanding and prevention of rheumatoid arthritis in the elderly at Posyandu Mugi Sehat.The method used in this activity is health education using lecture, discussion, question and answer methods, and rheumatic exercise practice. After community service, it was discovered that participants experienced increased knowledge related to Rheumatoid arthritis. It is important to carry out community service activities to increase public knowledge regarding various diseases and increase public awareness of the importance of preventing rheumatoid arthritis so that it can reduce the level of morbidity and reduce the prevalence of rheumatoid arthritis in Indonesia itself. Keywords: Prevention, Rheumatoid Arthritis, Rheumatic Exercise
Hubungan Beban Kerja Dan Burnout Terhadap Perilaku Caring Perawat Di RSU Hidayah Purwokerto IASA, ARUM ANINDIKA; Susanti, Indri Heri; Wirakhmi, Ikit Netra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11063574

Abstract

Nurses are the main component in the hospital, working on standby within 24 hours, with all patient conditions. Nurses in carrying out their duties and profession are prone to physical and mental fatigue and are very vulnerable to burnout at work so that it will affect patient caring. This study aims to determine the relationship between workload and burnout to nurses caring at Hidayah RSU Purwokerto. This research method is descriptive quantitative, survey research method which is analytic in nature with a cross sectional approach. Population of 30 nurses and 203 patients. Sampling technique with purposive sampling technique on 135 patients and total sampling on 30 nurses. The research used the Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS), the workload questionnaire from Nursalam (2016) and the caring behavior questionnaire from Nursalam (2015). The results of the study showed that the majority of nurse respondents aged between 25-34 years were 20 (66.7%). The workload of the nurses in the moderate category was 19 (63.3%), the burnout of the nurses in the moderate category was 17 (56.7%), and the caring behavior of the nurses in the moderate category was 74 (54.8%). Characteristics of the patients aged between 45-55 years were 62 (45.9%). The results of the Spearman rank test showed that there was a relationship between workload and caring behavior (p-value 0.018) with moderate relationship strength and there was a relationship between burnout and nurse caring behavior (p-value 0.009) with moderate relationship strength at Hidayah General Hospital Purwokerto.