Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Regulasi Emosi dengan Burnout pada Perawat Ataria, Meysi Nazakha Rambu; Susanti, Indri Heri; Siwi, Adiratna Sekar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2278

Abstract

Burnout merupakan sindrom psikologis dengan karakteristik seperti kelelahan emosional, kehilangan diri sendiri, dan penurunan prestasi. Individu mengalami emosi negatif maka dampak yang dapat dirasakan adalah negatif, tidak menyenangkan, dan menyusahkan. Individu memerlukan sistem pengaturan emosi yang baik. Regulasi emosi yaitu kemampuan yang tinggi untuk mengelola emosi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan burnout pada perawat di RST Wijayakusuma Purwokerto. Desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 76 perawat dan teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah Maslach Burnout Inventory (MBI) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Analisis data dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat. Analisis bivariat pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui hubungan burnout dengan regulasi emosi dengan menggunakan uji korelasi spearman-rank. Hasil penelitian menunjukkan tingkat regulasi emosi mayoritas pada kategori tinggi sebanyak 59 perawat (77,6%), tingkat burnout mayoritas pada kategori rendah sebanyak 40 perawat (52,6%). Berdasarkan uji spearman-rank didapatkan nilai 0,000 < 0.05 dan koefisien korelasi -0,63. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan sedang dan tidak searah antara regulasi emosi dengan burnout pada Perawat di RST Wijayakusuma Purwokerto.
Penerapan Manajemen Ventilasi Mekanik terhadap Pasien ARDS dengan Gangguan Peertukaran Gas Hardiyanti, Anik; Rahmania, Desi Rizki; Susanti, Indri Heri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3654

Abstract

Intensive Care Unit (ICU) merupakan ruang rawat rumah sakit dengan staf dan perlengkapan khusus ditujukan untuk mengelola pasien dengan penyakit, trauma atau komplikasi yang mengancam jiwa seperti pasien ARDS dimana kondisi klinis yang terjadi ketika sistem pernapasan gagal mempertahankan fungsi utamanya, yaitu pertukaran gas, di mana PaO2 lebih rendah dari 60 mmHg dan/atau PaCO2 lebih tinggi dari 50 mmHg. Pasien ARDS biasanya dirawat dengan bantuan ventilasi mekanik. Manajemen ventilasi mekanik digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelola pemberian sokongan napas buatan melalui alat yang diinsersikan ke dalam trakea. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk menganalisa penerapan tindakan manajemen ventilasi mekanik pada pasien ARDS dengan masalah keperawatan gangguan pertukaran gas di ruang ICU RSUD Ajibarang. Karya ilmiah ini merupakan case study pada satu pasien yang dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari. Hasil dari penatalaksanaan manajemen ventilasi mekanik pada pasien adalah adanya perubahan nilai analisa gas darah yaitu pH 7.31, pCO2 82.8mmHg, pO2 154.7mmHg, pO2/FiO2 182.0% yang menunjukkan adanya peningkatan pertukaran gas dan perbaikan hasil analisa gas darah pasien.
Edukasi Senam Ergonomik pada Lansia Penderita Gout Arthritis Amanah, Khalifatun Nurul; Susanti, Indri Heri; Siwi, Adiratna Sekar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4199

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit sendi umum pada lansia akibat gangguan metabolisme purin, yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan peradangan pada sendi. Jika tidak ditangani, kadar asam urat yang tinggi dapat menimbulkankomplikasi serius seperti kerusakan ginjal dan masalah jantung. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik peserta, mengetahui kadar asam urat sebelum dan sesudah senam ergonomik, meningkatkan pengetahuan lansia melalui tentang gout arthritis dan penanganannya, serta meningkatkan keterampilan dalam melakukan senam ergonomik untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia di Posyandu Lansia Nur Paristi Desa Ledug pada 9 dan 23 Mei 2024. Metode meliputi pemeriksaan kadar asam urat, pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner, edukasi, pelatihan senam ergonomik, serta evaluasi ulang kadar asam urat dan pengetahuan lansia. Hasil menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (66,67%) berusia 61-70 tahun (43,33%). Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki kadar asam urat yang tidak normal, dengan rata-rata 7,25 mg/dL. Setelah senam ergonomik, sebanyak 63,33% responden berhasil mencapai kadar asam urat normal, dengan rata-rata 6,51 mg/dL. Edukasi meningkatkan pengetahuan lansia dari skor 7 (kurang) menjadi 15,2 (baik). Sebagian besar lansia menunjukkan keterampilan baik dalam senam ergonomik, meskipun gerakan “berbaring pasrah” sulit dilakukan oleh 63,33% responden.
Edukasi Senam Aerobik Low Impact untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi Anggraeni, Rosi; Susanti, Indri Heri; Susanti, Indah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4205

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi di mana tekanan darah tetap tinggi, dengan tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Senam aerobik low impact dapat berperan dalam memperbaiki kesehatan jantung, memperlancar sirkulasi darah, serta membantu mengontrol berat badan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik responden, mengetahui perubahan tekanan darah lansia sebelum dan sesudah senam aerobik low impact, serta meningkatkan pengetahuan mereka tentang hipertensi. Metode yang digunakan meliputi persiapan (pra-survei, perizinan, pengambilan data), pelaksanaan (pre-test, ceramah, diskusi, post-test), dengan media seperti leaflet, power point, dan video. Hasil menunjukkan senam aerobik low impact efektif menurunkan tekanan darah lansia hipertensi. Pada pertemuan pertama, tekanan darah menurun dari 164,1/95 mmHg menjadi 157/90,03 mmHg; pada pertemuan kedua, dari 154,13/95,33 mmHg menjadi 147,13/90,2 mmHg. Edukasi meningkatkan pengetahuan lansia dari skor <5 menjadi 8-10. Sebagian besar peserta menunjukkan keterampilan baik, meskipun gerakan "memutar pinggang" sulit bagi 12 responden. Kesimpulannya, senam ini efektif menurunkan tekanan darah dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan lansia. Luaran kegiatan ini berupa artikel dan HaKI video senam aerobik low impact.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operatif Sumboko, Priyo; Khasanah, Suci; Susanti, Indri Heri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4269

Abstract

Persepsi mengenai prosedur pembedahan sebagai proses yang mengancam jiwa menyebabkan kecemasan, tingkat pendidikan dan dukungan keluarga memengaruhi tingkat kecemasan pasien pra operatif. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pra operatif di Ruang Antasena RST Wijayakusuma Purwokerto. Desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Peneliti telah melakukan pengambilan data dengan kurun waktu 30 hari dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini adalah Amsterdam Preoperative anxiety and Information Scale (APAIS) dan kuesioner Dukungan Keluarga oleh Nahampun (2019). Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value 0.000 dan nilai correlation coefficient -0.72 pada hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat kecemasan dan nilai p-value = 0.000 dan nilai correlation coefficient -0.625 pada hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pra operatif di Ruang Antasena RST Wijayakusuma Purwokerto. Kesimpulannya ada hubungan sedang dan negatif (tidak searah) antara tingkat pendidikan dan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pra operatif di Ruang Antasena RST Wijayakusuma Purwokerto.
Gambaran Beban Kerja Perawat pada Masa Pandemi Covid-19 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Kurnianingsih, Esti; Susanti, Indri Heri
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.857

Abstract

Beban kerja petugas kesehatan didefinisikan sebagai jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan petugas kesehatan dalam suatu organisasi atau layanan kesehatan dalam satu tahun. Pada masa pandemi Covid-19 tugas perawat yang awalnya hanya melakukan pemeriksaan pasien umum dan merawat pasien rawat inap di Puskesmas, sekarang juga merawat pasien terkonfirmasi Covid-19 dan juga kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di desa atau di Puskesmas. Tingginya beban kerja perawat sangat mempengaruhi tingkat keselamatan pasien. Pasien menjadi tidak aman apalagi pada saat pandemi Covid-19 sekarang ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran beban kerja perawat pada masa pandemi Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif, disajikan dengan rancangan cross sectional, melibatkan 32 perawat yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan data bahwa dari 32 perawat didominasi oleh perawat perempuan dengan usia diatas 40 tahun, masa kerja lebih dari 10 tahun dan pendidikan D3 Keperawatan. Sebagian besar perawat mengalami beban kerja berat (62,5%). Disarankan untuk fasilitas pelayanan kesehatan kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga untuk mempertimbangkan pembagian tugas agar beban kerja perawat menjadi lebih ringan
Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Kinerja Perawat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalinga Misto, MIsto; Susanti, Indri Heri; Sumarni, Tri
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.858

Abstract

Kecerdasan emosional adalah suatu suatu dimensi yang menunjukkan kemampuan manusia secara emosional dan sosial. Kecerdasan berperan membentuk kepribadian individu sehingga dapat mengenali dan mengendalikan diri, memahami emosi orang lain dan dapat berinteraksi sosial dengan sesama. Kinerja seorang perawat adalah capaian hasil pelaksanaan kegiatan yang dilakukan perawat sesuai kemampuannya berdasarkan standar asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan kinerja perawat. Rancangan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini, semua perawat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Rembang sebanyak 32 perawat. Gambaran umum karakteristik responden menunjukan perempuan 65,6%, usia dewasa akhir (36-45 th) 53,1%, pendidikan D3 Keperawatan 78,1%, masa kerja 12-22 tahun 53,1%. Hasil penelitian 90,6% memiliki kecerdasan emosi tinggi, dan 84,4% memiliki kinerja baik. Uji statistik menunjukan nilai p= 0,024 dengan koefisien korelasi 0,397 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan rendah antara kecerdasan emosi dengan kinerja
Hubungan Mindfulness dengan Kepuasan Hidup Pekerja Perempuan di Usaha Mikro Kecil Ddan Menengah Bulu Mata Kecamatan Padamara Purbalingga Barokah, Bharata Bagus; Susanti, Indri Heri; Maryoto, Madyo
Viva Medika Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v15i2.867

Abstract

Mindfulness adalah perhatian yang dipusatkan terhadap sesuatu yang terjadi pada saat ini dan melibatkan kesadaran dan ketidakberpihakan. Kepuasan hidup merupakan penilaian menyeluruh terhadap kualitas kehidupan seseorang berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkannya sendiri. Mindfulness diharapkan meningkatkan kepuasan hidup dan mencegah kondisi stress dan menciptakan ketenangan pada hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mindfulness dengan kepuasan hidup pekerja perempuan di usaha mikro kecil dan menengah di Kecamatan Padamara Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 pekerja perempuan. Data diambil dengan memberikan kuesioner kepada pekerja perempuan. Data diolah dengan menggunakan editing, coding, scoring, tabulating, processing, dan cleaning. Analisa penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Untuk mengetahui hubungan variabel independent dengan variabel dependent dilakukan uji spearman-rank. Hasil dari penelitian mindfulness dengan kategori baik sejumlah 30 responden dengan nilai 44,1% dan kepuasan hidup dengan kategori puas sebanyak 40 responden dengan nilai 58,8%. Hasil nilai mindfulness dan kepuasan hidup dengan nilai p value 0,000 dengan koefisien korelasi 0,562. Penelitian dapat disimpulkan bahwa mindfulness dengan kepuasan hidup terdapat hubungan
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kecemasan Pre Anestesi Spinal Pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit TK III Salak Bogor Suryana, Ucup; Susanti, Indri Heri; Khasanah, Suci
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.874

Abstract

Background: Surgery and anesthesia are actions that bring stress, because there is a threat to the integrity of one's body and soul. The existence of this stress can cause an anxiety condition. Patients who will undergo surgery will experience preoperative and pre-anesthesia anxiety in various levels. Purpose: The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge level and pre spinal anesthesia anxiety in sectio caesarea surgery at TK III Salak Hospital, Bogor. Methods: The research design used was descriptive correlational with a cross sectional approach. The population in this study were patients who were about to give birth by sectio caesarea at the TK III Salak Hospital, Bogor. The sampling technique used was purposive sampling using the Slovin formula so that 53 respondents were obtained according to the inclusion and exclusion criteria. The analysis used is spearman rank correlation. Results: Most of the respondents had sufficient knowledge of 28 people (52.8%) and 23 people (43.4%). The results of the statistical test showed a significant relationship (p value = 0.006) between knowledge and pre-spinal anesthesia anxiety with the Spearman correlation value of 0.370. Conclusion: There is a relationship between knowledge and pre-spinal anesthesia anxiety in sectio caesarea patients at TK III Salak Hospital, Bogor
Kesiapan Keluarga Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Post Perawatan di RS Priscilla Medical Center Cilacap Kurnianingsih, Tri; Siwi, Adiratna Sekar; Susanti, Indri Heri
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i3.1017

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) is one of the fastest growing cardiovascular diagnoses. Heart failure patients will get therapy given at home. The role of the family is very important in the stages of health care, starting from the stages of health promotion, prevention, treatment, to rehabilitation. The purpose of this study was to find out how families are prepared to care for their family members with heart disease. This study was included in a descriptive study with a cross-sectional approach which was carried out at Priscilla Medical Center Cilacap Hospital. The population in this study were all families of CHF patients at Priscilla Medical Center Cilacap Hospital with a sample of 56 people using the consecutive sampling technique. The results showed that most of the 32 (57%) families were not ready to care for family members with heart disease, whereas 24 (43%) families were ready to care for family members with heart disease.