Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF TALK UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PESERTA DIDIK SMP NEGERI 3 PALU Hasanah, Dina Nurfadillah; Syahran, Ridwan; Sastrawati, Desak Putu
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.182-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan teknik self talk untuk meningkatkan regulasi emosi siswa di SMP Negeri 3 Palu. Jenis Penelitian ini adalah PTBK menggunakan model Kemmis dan MC Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 8 siswa kelas IX K dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria 5 siswa dengan regulasi emosi rendah dan 3 siswa kategori baik. Pengumpulan data dilakukan melalui angket regulasi emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan dalam regulasi emosi setelah intervensi konseling. Sebelum intervensi, rata-rata regulasi emosi siswa berada pada skor 23,5 atau 58,75% (kategori "cukup"), meningkat menjadi 27,5 atau 68,7% pada siklus pertama, dan kembali meningkat menjadi 31,5 atau 78,75% pada siklus kedua (kategori "baik"). Nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,011 0,05 menunjukkan peningkatan signifikan, membuktikan bahwa teknik self talk dalam konseling kelompok efektif untuk meningkatkan regulasi emosi siswa.
Konseling Kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) Untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Pada Pelaku Bullying Aprianti, Aprianti; Hasan, Hasan; Ridwan Syahran; Munifah, Munifah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan layanan konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) dalam meningkatkan regulasi emosi pada siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 12 orang siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen yang terdiri dari 6 orang sampel dan kelompok kontrol terdiri dari 6 orang sampel. Jenis analisis data menggunakan analisis kuantitatif menggunakan uji Mann Whiney hasil analisis data sebelum diberikan konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) menunjukkan 5 orang siswa berada pada klasifikasi rendah sedangkan 1 orang siswa berada pada klasifikasi sangat rendah dan Sesudah diberikan konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) menunjukkan 6 orang siswa berada pada klasifikasi tinggi. Hasil analisis menggunakan uji Mann Whiney menunjukkan bahwa nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed) sebesar 0,004 yang berarti bahwa nilai signifikansi < 0,005. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat dibuktikan bahwa konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) efektif untuk meningkatkan regulasi emosi siswa.
Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sausu Safwan, Moh.; Syahran, Ridwan; Bauratu, Bauratu; Munifah, Munifah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4207

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya peningkatan komunikasi interpersonal pada siswa SMP Negeri 2 Sausu setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. Penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 8 siswa yang dipilih berdasarkan tingkat komunikasi interpersonal yang tergolong rendah. Instrumen penelitian berupa angket komunikasi interpersonal yang telah divalidasi, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon Sign Rank Test dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan, sebanyak 6 siswa (VR, VT, WI, IP, DA, NR) berada pada klasifikasi komunikasi interpersonal rendah, 1 siswa berinisial NS berada pada klasifikasi sangat rendah, dan 1 siswa berinisial YS berada pada klasifikasi sedang. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik role playing, terjadi peningkatan pada 5 siswa (NS, WI, VR, IP, VT) yang menunjukkan kategori meningkat, sedangkan 3 siswa lainnya (DA, NR, YS) berada pada kategori tetap. Hasil uji inferensial juga mendukung temuan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah layanan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa teknik role playing dalam layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sausu. Temuan ini memperkuat bahwa model layanan tersebut dapat menjadi alternatif strategi bimbingan yang aplikatif dan relevan dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi sosial mereka.
GROUP COUNSELING BASED ON MOSINTUWU VALUES TO REDUCE INTER-STUDENT CONFLICT Kristanti Sateki; Ridwan Syahran; Mardi Lestari; Nurwahyuni
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18858873

Abstract

This research develops a group counseling service based on Mosintuwu values, a local wisdom of Poso community in Central Sulawesi, to reduce inter-student conflicts in multicultural schools. Mosintuwu values including togetherness, tolerance, peace-loving, and mutual cooperation were chosen as the intervention foundation because they have proven effective as conflict resolution mechanisms in post-conflict Poso. The research problem focuses on how to integrate Mosintuwu values into a contextual and relevant group counseling format for adolescent students.The research employs the ADDIE model to produce a group counseling module consisting of four structured sessions. This module integrates group dynamics with Mosintuwu values through interactive lectures, experience sharing, case analysis, role-playing, and peer support formation. The research results are expected to provide theoretical contributions to the development of guidance and counseling based on Indonesian local culture, as well as practical benefits for school counselors and multicultural schools in creating a harmonious and tolerant learning environment.
Konseling Kelompok Teknik Assertiveness Training Untuk Mereduksi Perilaku People Pleaser Pada Siswa: Group Counseling Using Assertiveness Training Techniques To Reduce People-Pleasing Behavior Among Students Lestari, Endang; Ridwan Syahran; Dhevy Puswiartika; Azam Arifyadi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10964

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gambaran perilaku people pleaser serta mengetahui efektivitas efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik assertiveness training dalam mereduksi perilaku people pleaser pada siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen dengan bentuk Non Equevalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 168 siswa kelas X SMA Negeri 1 Bolano Lambunu, 16 sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deksriptif dan analisis inferensial menggunakan uji Mann Whitney U Test Non-Parametrik dengan taraf signifikan (=0,05). Hasil analisis deskriptif skor rata-rata pre-test perilaku people pleaser kelompok eksperimen adalah 94 dengan klasifikasi perilaku people pleaser tinggi., sedangkan kelompok kontrol 91,75 dengan klasifikasi perilaku people pleaser tinggi. Setelah diberikan layanan skor rata-rata post-test perilaku people pleaser kelompok eksperimen menjadi 76,25 dengan klasifikasi perilaku people pleaser dengan klasifiksi tinggi, sementara kelompok kontrol menjadi 82,5 dengan klasifiksi tinggi. Hasil analisis inferensial menggunakan uji Mann Whitney U Test memperoleh nilai signifikan atau Sig. (2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05. Sehingga membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan perilaku people pleaser siswa, antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sehingga konseling kelompok teknik assertiveness training efektif mereduksi perilaku people pleaser pada siswa.
Peranguruh Bimbingan dan Konseling Dalam Mengatasi Kenakalan Siswa Membolos Di SMP Agrice Moa’e; Ridwan Syahran; Nurwahyuni Nurwahyuni; Mardi Lestari
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 16, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v16i1.859

Abstract

This research addresses two key research questions: What role do guidance and counseling teachers play in reducing student truancy, and what factors contribute to students' truancy behavior? The research aims to examine the role of guidance and counseling teachers in addressing truancy among students at SMP Negeri 9 Palu and to identify the underlying factors that lead to truancy behavior. This descriptive qualitative research involved guidance andcounseling teachersandsevenstudentsfromgrades VIIandVIIIasresearchparticipants. Datawerecollectedthroughobservation,interviews,anddocumentationanalysis.Theresearch revealedthatstudenttruancyisaprevalentissueattheschool,withthreeprimarycontributing factors:personalproblems,hostileschoolenvironment,andfamily-relatedissues,particularly broken homes. The study found that guidance and counseling teachers play a crucial role in addressing truancy through various interventions, including individual counseling sessions, group counseling, home visits, and providing ongoing guidance, support, advice, and motivationtohelpstudentsdeveloppositivebehavioralchanges.Thefindingsdemonstratethat guidance and counseling teachers are essential in addressing student truancy problems within theschoolenvironment.Theirmultifacetedapproachtointerventionshowspromiseinhelping students overcome truancy behaviors.
Meningkatkan Literasi Digital untuk Mengurangi Dampak Negatif Teknologi Digital pada Kualitas Pembelajaran Siswa SMA di Kota Palu Nurwahyuni Nurwahyuni; Bau Ratu; Mardi Lestari; Ridwan Syahran; Azam Arifyadi; Micha Felayanti Silalahi; Diab Fitriani
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 16, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v16i1.872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital untuk mengurangi dampak negatif teknoligi digital pada kualitas pembelajaran siswa khusunya di kota Palu Sulawesi Tengah. Adapun permasalah pokok penelitian ini adalah 1) Bagaimana tingkat pemahaman literasi digital siswa SMAN di Kota Palu sebelum dan sesudah diberikan pelatihan didgital. 2) Bagaimana dampak negatif teknologi digital pada pembelajaran siswa SMA di kota Palu sebelum dan sesudah diberikan pelatihan literasi digital. 3) Apakah pelatihan literasi digital dapat meningkatkan pemahaman literasi digital pada siswa SMAN 1 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test. Partisipan penelitian adalah siswa SMA yang terlibat dalam sebuah program pelatihan literasi digital selama dua hari yaitu SMAN 1 Palu, SMAN 4 Palu dan SMAN 5 yang berjumlah 58 orang di pilih secara random sebagai perwakilan dari sekolah SMA yang ada di kota yang dipilih secara purporsif berdasarkan letak geografis. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket literasi digital dan angket dampak negatif teknologi digital pada kualitas pembelajaran. Analisis data menggunakan uji-t Paired Samples Test dan Regresi Linier Sederhana dengan bantuan statistik SPS versi 26. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) Tidak ada perbedaan literasi digital siswa sebelum dan sesuadah diberikan pelatihan digital. 2) Berdasarkan Tabel Model Summary ditemukan bahwa ada pengaruh pelatihan literasi digital terhadap dampak negatif teknologi digital pada siswa SMA di kota Palu dengan nilai R sebesar 0, 025 < 0,05. 3). Pelatihan literasi digital tidak meningkatkan pemahaman literasi digital pada siswa SMA di kota Palu.