Claim Missing Document
Check
Articles

Bimbingan Kelompok Teknik Modeling Simbolik untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Daring Siswa Durrotunnisa, Durrotunnisa; Lestari, Mardi; Ridwan, Syahran
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4277

Abstract

Problem utama penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang diiindikasikan dengan presentasi kehadiran siswa yang kurang, keterlibatan siswa yang kurang dalam pembelajaran, memperoleh nilai dibawah KKM dan tidak mengikuti remidial. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui teknik modeling simbolik dalam seting bimbingan kelompok.  Riset ini dilakukan terhadap 7 orang siswa  yang mengalami problem motivasi belajar daring dengan kategori rendah yang dibuktikan dari perolehan skor motivasi, Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Jumlah subyek penelitian yang diberikan bimbingan kelompok adalah 7 siswa, yang berasal dari kelas VIII SMPN 15 Palu. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan aktivitas siswa, aktivitas pemimpin kelompok, dan ada perbedaan rerata pretest-postest. Peningkatan aktivitas sebesar 25,5, dari kategori cukup menjadi kategori baik. Aktivitas pemimpin kelompok atau guru dalam memberikan layanan mengalami peningkatan skor sebesar 27,3 dari kategori cukup baik menjadi baik, dan ada perbedaan nilai rata-rata antara pretest dan postes dengan selisih angka 6,42. Kondisi peningkatan aktivitas ini menunjukkan bahwa teknik modeling simbolik efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar online siswa.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF TALK UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PESERTA DIDIK Hasanah, Dina Nurfadillah; Syahran, Ridwan; Sastrawati, Desak Putu
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.182-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan teknik self talk untuk meningkatkan regulasi emosi siswa di SMP Negeri 3 Palu. Jenis Penelitian ini adalah PTBK menggunakan model Kemmis dan MC Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari 8 siswa kelas IX K dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria 5 siswa dengan regulasi emosi rendah dan 3 siswa kategori baik. Pengumpulan data dilakukan melalui angket regulasi emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan dalam regulasi emosi setelah intervensi konseling. Sebelum intervensi, rata-rata regulasi emosi siswa berada pada skor 23,5 atau 58,75% (kategori "cukup"), meningkat menjadi 27,5 atau 68,7% pada siklus pertama, dan kembali meningkat menjadi 31,5 atau 78,75% pada siklus kedua (kategori "baik"). Nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,011 < 0,05 menunjukkan peningkatan signifikan, membuktikan bahwa teknik self talk dalam konseling kelompok efektif untuk meningkatkan regulasi emosi siswa.
SOSIALISASI PROSEDUR PELAKSANAAN KONSELOR SEBAYA PADA MUSYAWARAH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI KOTA PALU Ridwan Syahran; Mardi Lestari; Azam Arifyadi; Dian Fitriani; Nur Eka Wahyuningsih Riyadi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4280

Abstract

The problems of this service are; 1) The process of guidance services to students in junior high schools in Palu City is not yet optimal; 2) Junior high school guidance and counseling teachers in Palu City who have not fully optimized the role of peer counselors in providing guidance services to students. The purpose of this service is to improve the understanding, skills, and abilities of junior high school guidance and counseling teachers in Palu City in carrying out services at school. The subjects of this service are junior high school counseling teachers who are members of the Consultation of Guidance and Counseling Teachers (MGBK) in PALU City. The stages of implementing this service through socialization and mentoring. The achievement of this service is that teachers can apply, optimize and carry out the implementation of peer counselors for students in the process of guidance and counseling services at school.
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Self Control dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswadi Kelas X C SMAN 2 Palu Badalu, Qisthy Fadlila Mh; Nurwahyuni, Nurwahyuni; Puswiartika, Dhevy; Syahran, Ridwan
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh konseling kelompok tehnik self control dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 8 siswa. Adapun tehnik yang digunakan dalam pengumpulan datanya yaitu kuesioner/angket. Data diolah dan di analisis secara deskriptif dan inferrensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sebelum diberikan konseling kelompok tehnik self control terdapat 8 siswa yaitu AH 41,6%, SH 41,6%,AA 31,6%, AF 31,6%, BCL 45,0%, DS 33,3%, MH 36,6%, dan MA 45,0% yang memiliki kurang percaya diri. Kemudian sesudah diberikan konseling kelompok tehnik self control terdapat 7 siswa yaitu AH 66,6%, SH 60,0%, AA 66,6%, AF 65,0% BCL 66,6% MH 66,6%, dan MA 58,3% yang memiliki  klasifikasi percaya diri tinggi dan 1 siswa yaitu DS 81,6% yang memiliki klasifikasi percaya diri sangat tinggi. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa kepercayaan diri siswa kelas X C SMAN 2 Palu sesudah diberikan layanan konseling kelompok tehnik self control menjadi meningkat dibandingkan sebelumnya. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh konseling kelompok tehnik self control untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X C SMAN 2 Palu.
Teknik Dispute Kognitif Terhadap Kecanduan Game Online Siswa Syahran, Ridwan; Munifah, Munifah; Felayati Silalahi, Micha; Hasan, Hasan; Khalifah Usman, Nurul
JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Konseling Indonesia
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jki.v10i2.11912

Abstract

This study aims to test that students' online game addiction has decreased before and after being given group guidance with the cognitive dispute technique. The research sample amounted to 8 students based on purposive sampling technique. Collecting research data using online game addiction scale. The research data were analyzed using descriptive and inferential methods with the Wilcoxon Sign Rank Test formula. The results of descriptive analysis showed that before the provision of group guidance cognitive dispute techniques there were 4 students with high online game addiction classification and 4 students with moderate online game addiction classification. After being given group guidance on cognitive dispute techniques, there were 7 students with low online game addiction classification and 1 student with very low online game addiction classification. The results of inferential analysis show that the significance value is (Z=-2.524; p<0.05) with an average value of pretest (M=69.00; SD=9.710) and posttest (M=40.25; SD=8.242). The findings of this study indicate that students' online game addiction decreased significantly before and after being given group guidance with cognitive dispute techniques.
HUBUNGAN ANTARA SYNDROM FEAR OF MISSING OUT DENGAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA SMAN 3 PALU Izzha, Nurul; Syahran, Ridwan; Munifah, Munifah; Silalahi, Micha Felayati
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6727

Abstract

Finding out how students' levels of self-confidence relate to their FOMO (Fear of Missing Out) is the primary goal of this research. This study used two questionnaires to gather data: one measuring students' levels of self-confidence and the other measuring their fear of missing out. The data were used for both descriptive and inferential purposes, with a significance level of 95% and the product moment correlation formula. Descriptive analysis revealed the following percentages of students: 3.17% with extremely high FOMO, 59.79% with high FOMO, 36.51% with low FOMO, and 0.53% with extremely low FOMO. Additionally, 9.52% of students had extremely high self-confidence, 86.77% with high self-confidence, 3.70% with low self-confidence, and 0% with extremely low self-confidence. A coefficient value of -0.027 was also shown in the inferential test results. As the computed r value is higher than the r table value (-0.027 < 0.1428), it can be concluded that the Fear of Missing Out Syndrome variable does not correlate with students' self-confidence. ABSTRAKMencari tahu bagaimana tingkat kepercayaan diri siswa berhubungan dengan FOMO (Fear of Missing Out) mereka adalah tujuan utama dari riset ini. Riset ini menggunakan dua kuesioner untuk mengumpulkan data: satu mengukur tingkat kepercayaan diri siswa dan yang lainnya mengukur rasa takut mereka akan ketinggalan. Data digunakan untuk tujuan deskriptif dan inferensial, dengan tingkat signifikansi 95% dan rumus korelasi momen produk. Analisis deskriptif mengungkapkan persentase siswa berikut: 3,17% dengan FOMO yang sangat tinggi, 59,79% dengan FOMO tinggi, 36,51% dengan FOMO rendah, dan 0,53% dengan FOMO yang sangat rendah. Selain itu, 9,52% siswa memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi, 86,77% dengan kepercayaan diri yang tinggi, 3,70% dengan kepercayaan diri yang rendah, dan 0% dengan kepercayaan diri yang sangat rendah. Nilai koefisien -0,027 juga ditunjukkan dalam hasil uji inferensial. Karena nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel (-0,027 < 0,1428), maka dapat disimpulkan bahwa variabel Fear of Missing Out Syndrome tidak berkorelasi dengan kepercayaan diri siswa.
Sosialisasi Prosedur Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Self-Control untuk Mengurangi Loneliness Siswa Pada Musyawarah Guru BK SMP Kota Palu Lestari, Mardi; Ratu, Bau; Syahran, Ridwan; Arifyadi, Azam; Felayati Silalahi, Micha; Fitriani, Dian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.3760

Abstract

The implementation of guidance services for students at junior high schools under the auspices of MGBK Palu has been observed to be suboptimal, with the forms of service and innovation implemented by guidance counsellors proving ineffective. The main problems with the service partners include: the optimisation of processes and innovations in guidance services for students is not yet optimal; guidance counsellors at junior high schools under the auspices of MGBK Palu are not yet fully aware of the procedures for implementing self-control group guidance in overcoming loneliness. This service aims to provide guidance counsellors with the understanding, skills and abilities to carry out their services at school. The participants of this community service activity were 20 junior high school guidance counsellors who are members of the Palu City Junior High School MGBK. The core activities were carried out over 1 day of socialisation and 3 months of mentoring. The stages of implementation of this community service were through socialisation and mentoring. The results of community service showed that the level of competence of teachers at the community service partner location increased in the implementation of guidance services. The implications of community service were seen in the implementation of socialisation, the utilisation of services by guidance counsellors, innovations in implementing guidance counselling services, and the evaluation of activities after the implementation of community service by partners.
Studi Kualitatif Fear of Missing Out dan Kepuasan Hidup Generasi Z Pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2024 Universitas Tadulako Kurnia, Sella Willa; Syahran, Ridwan; Rasido, Ikhlas; Puswiartika, Dhevy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fear of Missing Out (FoMO) menjadi fenomena yang sering dialami Generasi Z seiring intensitas penggunaan media sosial yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 20 mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tadulako angkatan 2024 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa FoMO memunculkan kecemasan, tekanan sosial, hingga perbandingan diri yang berdampak pada kepuasan hidup. Namun, sebagian mahasiswa mampu menjaga keseimbangan melalui rasa syukur, pencapaian pribadi, serta strategi seperti membatasi penggunaan media sosial dan fokus pada aktivitas nyata.
Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Teknik Reframing Sebagai Upaya Meningkatkan Regulasi Emosi Remaja di SMP Negeri 14 Palu Putri Inayah; Ridwan Syahran; Azam Arifyadi; Dhevy Puswiartika
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 3 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i3.5760

Abstract

This study aims to identify the effect of providing individual counseling services on reframing techniques to improve adolescent emotional regulation in students at SMP Negeri 14 Palu. The subjects of this study were class VIII students at SMP Negeri 14 Palu with 6 samples divided into 2 groups, namely 3 samples in the experimental group and 3 samples in the control group. The instrument used is a Likert scale questionnaire consisting of 24 items which is an instrument adapted by researchers based on aspects of emotion regulation theory according to Gratz and Roamer 2004. The data that has been obtained is then processed and analyzed using descriptive and inferential methods with the Mann Whitney Test formula. The results of descriptive analysis show that before the provision of individual counseling services reframing techniques there were 6 students who had emotional regulation that was not included in the high classification. After being given individual counseling services, reframing techniques, there were 3 students in the experimental group who experienced a significant increase in emotional regulation compared to 3 other students in the control group. The results of the inferential analysis indicate that the obtained significance value is 0.043, which means that the significance value is < 0.05. So it can be concluded that the null hypothesis (Ho) which reads "The Level of Emotion Regulation of Adolescents at SMP Negeri 14 Palu After Being Given the Treatment of Individual Counseling Services Reframing Technique is Not Higher Than Before Being Given the Treatment" was rejected. This proves that individual counseling services reframing techniques are effective in improving the emotional regulation of students at SMP Negeri 14 Palu.
PENERAPAN KONSELING INDIVIDU TEKNIK KONTRAK PERILAKU DALAM MEREDUKSI KECANDUAN GAME ONLINE Sari, Gadis Harum; Syahran, Ridwan; Sastrawati, Desak Putu
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 3 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i3.291-299

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Salah satu perkembangan teknologi yang diminati dan mudah ditemui di kalangan remaja yaitu game online. Namun saat ini game online menimbulkan berbagai kehawatiran karena adanya permasalahan yang ditemui yaitu  adanya kecanduan game online pada remaja terutama pada peserta didik. Kecanduan game online apabila tidak diatasi dengan segera akan menyebabkan berbagai dampak negatif dan kerugian pada diri sendiri terutama pada peserta didik seperti penurunan akademik, kesehatan hingga mempengaruhi kehidupan sosialnya. Upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengentaskan kecanduan game online pada peserta didik yaitu dengan memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling individu teknik kontrak perilaku dalam mereduksi kecanduan game online. Subjek dalam penelitian ini merupakan salah satu peserta didik kelas IX SMPN 3 Palu, Sulawesi Tengah.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kecanduan game online pada peserta didik. Hasil dapat dilihat pada data pra tindakan yang menunjukkan kecanduan games online siswa pada kategori tinggi dengan skor 68, kemudian menurun menjadi skor 54 pada siklus 1dan pada siklus 2 kembali menurun menjadi 39 dengan kategori rendah, olehnya hasil tersebut menunjukkan konseling individu pendekatan behavior teknik kontrak perilaku dapat mereduksi kecanduan game online.