Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran 5E dan Generative Learning Di Kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin Bastomi Saputra; Syubhan Annur; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.3591

Abstract

The background of this research is because 79,33% of students of class XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin have not reached the value of completeness in Middle Semester test. This is because students tend to memorize the concept, but do not know how the concept is obtained, and not able to apply the concept in a new situation. This study aims to analyze differences in learning outcomes by using the 5E learning model and Generative Learning in class XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin. This research is a quasi-experimental research with nonequivalent group pretest-posttest design. Sampling using cluster random sampling technique. Based on the technique, obtained sample that is class XI MIPA 2 and XI MIPA 4. Instrument of this research is test result of learning, that is pretest and postest. Data analysis technique using t-test. The results showed that there are differences in learning outcomes of learners between the 5E learning model and Generative Learning.
Feasibility of Learner Autonomy Oriented Physics Learning Material to Train Student’s Science Process Skills Elsa Zakiati; Mastuang Mastuang; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v7i2.6405

Abstract

Low level of student’s science process skills is due to the lack of use of experiments in learning. The study was conducted to produce learning materials which oriented to valid, practical, and effective learner autonomy; so that it is feasible to train student’ science process skills. The research uses the ADDIE development model design including Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. The research subjects were 30 students of class X B TKJ in one of vocational high school at Banjarmasin. The research instrument used a validation sheet, observation sheet from the lesson plan, observation sheet of science process skills, and test the learning outcomes of students. Further data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results showed: 1) learning materials which oriented to learner autonomy were valid because the lessons plan, teaching material, student worksheet, and learning outcomes test were in the valid category, 2) learning materials which oriented to learner autonomy including practical because the component of lessons plans with direct instruction, guide inquiry and cooperative learning type group investigation in very practical categories, 3) learning materials which oriented to learner autonomy is effective because the cognitive N-gain tests are 0.51 in the medium category; 4) observations of science process skills in good categories and the result of N-gain science process skills tests are 0.76 in the high category. It can be concluded that the learning materials which oriented to learner autonomy were feasible to practice science process skills vocational high school’s students.
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dengan Model Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas X PMIA 3 DI SMAN 3 Banjarmasin Ika Widya Elnada; Mastuang Mastuang; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1851

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains dikarenakan pembelajaran yang masih berorientasi pada penguasaan materi dan jarang melakukan percobaan, sehingga proses pembelajaran tersebut hanya berhasil dalam kompetensi mengingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali siswa memecahkan persoalan dalam kompetensi jangka panjang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan menerapkan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran fisika untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlakasanaan RPP, (2) keterampilan proses sains siswa (3) hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri atas 3 siklus dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah 38 siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan: (1) rata-rata skor keterlaksanaan RPP pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar  3,13 (baik), 3,55 (sangat baik) dan 3,87 (sangat baik), (2) rata-rata skor keterampilan proses sains siswa pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar 2,31 (cukup terampil), 3,14 (terampil), dan 3,63 (sangat terampil), (3) ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar 65,79%, 76,32%, dan 92,10%. Diperoleh simpulan bahwa keterampilan proses sains siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin dapat ditingkatkan dengan model inkuiri terbimbing.
PEMBELAJARAN BERBASIS LEARNER AUTONOMY TOPIK GELOMBANG CAHAYA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Siti Nor Fatmah; Mastuang Mastuang; Abdul Salam
Vidya Karya Vol 33, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.136 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v33i2.5880

Abstract

Abstract. The low level of science process skills (KPS) of students has an impact on the difficulty to understand physics learning. For this reason, a development research which aimed to produce and describe the feasibility of learning devices based on learner autonomy that are able to train science process skills was carried out. The research used a development model of ADDIE. The research subjects were 26 eleventh graders of science class-3 (class XI IPA-3) of Public Senior High School (SMAN) 6 Banjarmasin. Data collection techniques were carried out by observation and tests. Technical data analysis was carried out in quantitative and qualitative descriptive ways. The results showed that the learning devices developed were: (1) valid according to academician’s assessment with very good categories, (2) practical according to the implementation of lesson plan (RPP) with very good category, (3) Effective according to the gain score achieved with moderate category, and (4) result in students’ Science Process Skills (KPS) achievement with skilled category. Thus, it can be concluded that the learning devices based on learner autonomy to train science process skills developed are feasible to be used in learning. Keywords: learner autonomy, science process skills. Abstrak. Rendahnya keterampilan proses sains (KPS) peserta didik berdampak pada kesulitan memahami pembelajaran fisika. Untuk itu dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis learner autonomy yang mampu melatihkan keterampilan proses sains, sekaligus mendeskripsikan kelayakannya. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Subjek uji coba penelitian ini adalah 26 peserta didik kelas XI IPA 3 SMAN 6 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Teknis analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan: (1) valid berdasarkan penilaian akademisi dengan kategori sangat baik, (2) praktis berdasarkan keterlaksanaan RPP yang berkategori sangat baik, (3) Efektif berdasarkan perolehan gain skor yang berkategori sedang, dan (4) Pencapaian KPS siswa berkategori terampil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis learner autonomy untuk melatihkan keterampilan proses sains layak digunakan dalam pembelajaran. Kata kunci: Learner Autonomy, Keterampilan Proses Sains.
KELAYAKAN BAHAN AJAR ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK Iqrima Rahmawati; Mastuang Mastuang; Suyidno Suyidno; Titin Sunarti
Journal of Banua Science Education Vol 1, No 1: 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.306 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v1i1.1

Abstract

Abstrak: Keterampilan proses dan aktivitas sains termasuk keterampilan dasar dalam belajar fisika, namun kurang dilatihkan di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar elastisitas dan hukum Hooke berbasis inkuiri terbimbing yang layak untuk melatihkan keterampilan proses peserta didik. Penelitian pengembangan ini menggunakan desain model ADDIE.  Uji coba dilakukan pada 23 peserta didik di kelas XI IPA 1 SMAN 12 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui instrumen validasi bahan ajar, pengamatan keterlaksanaan RPP dan aktivitas sains, serta tes hasil belajar. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan: (1) setiap komponen RPP, LKPD, materi ajar, dan THB dalam kriteria valid, (2) setiap komponen RPP dapat dilaksanakan dengan baik, (3) aktivitas sains peserta didik dalam kriteria sangat baik, dan (4) keterampilan proses dan hasil belajar  peserta didik meningkat dalam kriteria sedang. Dengan demikian, bahan ajar elastisitas dan hukum Hooke berbasis inkuiri terbimbing termasuk layak untuk melatih keterampilan proses sains peserta didik. Kata kunci: Bahan ajar, elastisitas dan hukum Hooke, inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains
Pelatihan Media Berbasis E-learning Menggunakan Kahoot! untuk Guru Fisika Suyidno Suyidno; Zainuddin Zainuddin; Misbah Misbah; Abdul Salam; Mastuang Mastuang; Fauzia Dwi Sasmita; Nor Hanifah; Rizki Ramadhan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.468 KB) | DOI: 10.20527/btjpm.v1i1.1779

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di beberapa sekolah di Banjarmasin, diketahui bahwa proses pembelajaran fisika jarang dikaitkan dengan penggunaan teknologi, seperti penggunaan media berbasis e-learning dalam pembelajaran. Oleh karena itu perlu pembekalan kepada guru fisika SMP/ SMA/sederajat tentang penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, salah satunya penggunaan media berbasis e-learning menggunakan kahoot!. Tim pengabdian masyarakat melaksanakan kegiatan pelatihan dengan tujuan melatih penggunaan media berbasis e-learning menggunakan kahoot! dalam pembelajaran fisika. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui metode demonstrasi dan praktik secara langsung membuat media pembelajaran menggunakan kahoot! . Kegiatan ini dihadiri oleh 17 orang guru fisika. Hasil akhir kegiatan pengabdian ini ialah  dihasilkannya media berbasis e-learning menggunakan kahoot! dalam pembelajaran fisika.  Media ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan minat peserta didik dalam belajar fisika.Based on observation result in schools in Banjarmasin, physics learning seldom to utilize technology, such as e-learning-based media. Therefore, physics teachers in high school need to be supplied with technology utilization in the learning process. In this dedication to society, the supplied e-learning-based media to the teachers is Kahoot!. The team conducted training to exercise utilization of Kahoot! in physics learning. This program intends to produce e-learning-based media using Kahoot! and international in physics learning. Community service activities are carried out through demonstration methods and practices that directly create learning media using Kahoot!. This activity was attended by 17 physics teachers. The final result of this community service activity is the production of e-learning based media using Kahoot! in learning physics. This media can be used as an alternative to increasing students' interest in learning physics.
Pengembangan Bahan Ajar Fisika Topik Elastistas Menggunakan Model Pengajaran Langsung untuk Melatihkan Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Ramadhanti Ramadhanti; Mastuang Mastuang; Andi Ichsan Mahardika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v4i2.2066

Abstract

Bahan ajar di MAN 3 Banjarmasin belum dirancang untuk melatihkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik sehingga kemampuan pemecahan masalah peserta didik masih rendah. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan bahan ajar fisika topik elastisitas menggunakan model pengajaran langsung yang layak digunakan untuk melatihkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Kelayakan dilihat dari validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan desain penelitian menggunakan model ADDIE, diujicobakan pada 32 peserta didik kelas XI MIA 2 MAN 3 Banjarmasin. Data diperoleh melalui instrumen penilaian validitas perangkat pembelajaran, lembar keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan tes pemecahan masalah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Bahan ajar (RPP, lembar kerja peserta didik, materi ajar, tes hasil belajar) model pengajaran langsung yang dikembangkan berkategori valid (2) Bahan ajar model pengajaran langsung terlaksana dengan kategori sangat praktis, (3) Bahan ajar langsung berkategori efektif karena nilai N-Gain pemecahan masalah sebesar 0,66 dalam kategori sedang. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pengajaran langsung yang dikembangkan layak digunakan untuk melatihkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.Learning materials in MAN 3 Banjarmasin have not been designed to train students problem-solving skills so that students' problem-solving skills are still low. Therefore, this study aims to produce a valid, practical, and effective direct instruction model so that it is suitable to be used to train students' problem-solving skills. This type of research is development research, where the research design used the ADDIE model and is tested for 32 students of class XI MIA 2 MAN 3 Banjarmasin. Data were obtained through learning materials validation instruments, lesson plan implementation sheets, and problem-solving tests. Data were analyzed qualitatively and quantitatively. The results of the study showed: (1) learning materials of direct instruction were in valid category; (2) learning materials with direct instruction model were in very, (3) learning materials of direct instruction model is effective because the N-Gain value is 0.66; means an increase in the medium category. It was concluded that learning devices with the direct instruction model developed were feasible to train students problem-solving skills.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) PADA KELAS XI IPA SMA NEGERI 4 BANJARMASIN Nazua Rozaiah; Mustika Wati; Mastuang Mastuang
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v1i1.926

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada kelas XI IPA SMA Negeri 4 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan fluida dinamis antara yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada kelas XI IPA SMA Negeri 4 Banjarmasin. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen.Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMAN Negeri 4 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 83 siswa.Sampel diambil secara cluster random samplingsebanyak dua kelas dari tiga kelas di SMA Negeri 4 Banjarmasin. Kelas eksperimen I yang berjumlah 26 siswa diberi perlakuan dengan menggunakan pembelajaran tipe Think Pair Share (TPS) dan kelas eksperimen II berjumlah 26 siswa diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes.Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik teknik t-test independent sampel. Pengujian hipotesis menunjukan bahwa nilai t hitung lebih besar daripada t tabel  dansignifikansi (2-tailed) yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 (0,01 < 0,05) sehingga terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan tipe TPS dengan kelas eksperimen II yang diberi perlakuan menggunakan tipe TSTS.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERMUATAN LINGKUNGAN LAHAN BASAH DENGAN MODEL GUIDED INQUIRY UNTUK MELATIHKAN KARAKTER WAJA SAMPAI KAPUTING Rivca Anissa; Mastuang Mastuang; Misbah Misbah
Jurnal Kumparan Fisika Vol 3, No 2: Agustus 2020
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.3.2.181-190

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran  fisika bermuatan lingkungan lahan basah untuk melatihkan karakter waja sampai kaputing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE, namun pada artikel ini hanya sampai pada tahapan develop. Produk yang dikembangkan berupa RPP, LKS, materi ajar dan THB terhadap materi fluida statis. Validitas perangkat pembelajaran diukur dengan menggunakan lembar validasi dan divalidasi oleh validator ahli. Hasil analisis menunjukkan bahwa validitas perangkat pembelajaran berkategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika bermuatan lingkungan lahan basah untuk melatihkan karakter waja sampai kaputing valid, sehingga layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dikelas pada materi fluida statis. Kata  kunci—validitas, lingkungan lahan basah, karakter waja sampai kaputing ABSTRACT The aim of this study was to describe the validity of the physics teaching tools based on wetlands environment to train waja sampai kaputing character. The study was a research and development study using ADDIE model, but in this article, the study would only until the develop stage. The product developed were lesson plans, student’s worksheets, learning material and learning result test for static fluid. The validity of the teaching tools was measured by validation sheets. The results of analysis showed that the validity of the teaching tools is in high category. The results show that the teaching tools based on wetlands environment to train waja sampai kaputing was valid and eligible to be used in learning process in classroom for static fluid topic. Keywords—validity, wetlands environment, waja sampai kaputing character
Feasibility of Learning Devices with Guided Inquiry Model to Develop Senior High School Students’ Science Process Skills Nurhuwaida Nurhuwaida; Mastuang Mastuang; Misbah Misbah; Mohd Ali Ibrahim
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v11n2.p193-205

Abstract

This research aims to produce learning devices with guided inquiry models that are valid, practical, and effective, making them worth using to practice students' science process skills. This development research uses the ADDIE model. Developed the device in a trial to grade XI students at one of the State High Schools in Banjarmasin. Data collection uses learning device validation sheet instruments, lesson plan implementation, observation sheets, and learning outcome tests. The results showed that the learning tools developed: (1) valid based on the assessments of academics and practitioners, (2) practical based on the implementation of the lesson plan, and (3) effective with medium categories based on N-gain results of learning outcomes. Concluded that learning devices with guided inquiry models deserve to be used to practice students' science process skills. This learning device can be one of the alternatives, especially in temperature and heat materials at the High School level.
Co-Authors Abdul Salam Abdul Salam Abdul Salam M, Abdul Salam Abdul Salam M. Abdul Salam M. Ahliha, Sally Alfis Sa&#039;adah Ana Nadzifatul Aswad, Ana Nadzifatul Andi Ichsan Mahardika Anissa, Rivca Arifuddin, Muhammad Arifudin, M Arlinda, Rossy Astuti, Meilisa Windi Ayu Rusmala Dewi Azhari, Andy Azhary, Yayan Bastomi Saputra Christian Tiro, Christian Desi Rianti Dewi Dewantara Dewi Dewantara, Dewi Elfa Erliana Elnada, Ika Widya Elsa Zakiati Emiiani Indah Safputri Erliana, Elfa Fauzia Dwi Sasmita Fitriana Dewi Ramadhani Harto, Muhdi Hasanah Hasanah Ibnu Hendriansyah Ida Rusmawati Ika Widya Elnada Iqrima Rahmawati Julita Lailatul Jannah, Julita Lailatul Lasiani, Lasiani M. Arifuddin Jamal M. Arifuddin Jamal, M. Arifuddin M. Arifuddin, M. Maria Fatima Nareswari Mardi Utami Meilisa Windi Astuti Melisa Melisa melitasari melitasari, melitasari Mena Yani Misbah Misbah Misbah Misbah Misbah Misbah Mohd Ali Ibrahim Muhammad Abdul Karim, Muhammad Abdul Muhammad Rifansyah Muhammad, Nurlaela Murshed, Mazlena Binti Mustika Wati Mustika Wati Mustika Wati Mustika Wati, Mustika Nadia Nadia Nazua Rozaiah Nor Hanifah Nuraina, Nuraina Nurhuwaida Nurhuwaida Nurul F Sulaeman Pri Ariadi Cahya Dinata Pri Ariadi Cahya Dinata, Pri Ariadi Cahya Putri Riski Rahmayanti Qamariah, Qamariah Rahmawati, Nor Rahmayanti, Putri Riski Ramadhanti Ramadhanti raudatul jannah Rianti, Desi Rifansyah, Muhammad Rivca Anissa Rizki Ramadhan Rizky Hidayat, Rizky Sa'adah, Alfis Safputri, Emiiani Indah Saiyidah Mahtari Sally Ahliha Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Bastomi Sarah Miriam Sarah Miriam, Sarah Shaliha, Firdayati Amalia Siti Nor Fatmah Sri Hartini Sri Hartini Sulaeman, Nurul F Surya Haryandi Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Syifa, Linda Nur Syubhan Annur Syubhan Annur, Syubhan TITIN SUNARTI Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin