Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Solid Elasticity Modules with Guided Inquiry Model to Train Critical Thinking Skills Mena Yani; Mastuang Mastuang; Misbah Misbah
Kasuari: Physics Education Journal (KPEJ) Vol 4, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Papua, Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Unipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37891/kpej.v4i1.213

Abstract

Currently, few physics modules train critical thinking skills on the elasticity of solids. Therefore, a solid elasticity module was developed with a guided inquiry model to improve students' critical thinking skills. This research aims to produce a valid, practical, and effective learning module so that it is suitable for use in training students' critical thinking skills. This research is research & development with a design of the Dick and Carrey model. The subject of the pilot study was class XI IPA with 31 students in one of the public high schools in the city of Banjarmasin. The learning outcomes modules and tests developed were validated by 2 (two) academic validators and 1 (one) practitioner through a validation sheet. The practicality of this module is measured through the implementation of the Lesson Plan (RPP) by 3 (three) observers. The effectiveness of this module is measured using a learning outcome test that includes critical thinking skills, which are then analyzed using the N-gain equation. The results showed that: 1) the validity of the module obtained a score of 3.7, which was categorized as very valid, 2) the practicality of the module based on the lesson plan implementation sheet obtained a score of 3.5, which was categorized as very practical, 3) the effectiveness of the module based on the results of the learning test obtained an n-gain score of 0.66 with medium category critical thinking skills. It is concluded that the module of the solidity elasticity of the guided inquiry model is feasible to train students' critical thinking skills.
Developing Learners’ Autonomy-Oriented Physics Teaching Materials to Enhance Students' Science Process Skills Nadia Nadia; Mastuang Mastuang; Misbah Misbah; Mohd Ali Ibrahim
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 6, No 3 (2021): September 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jipf.v6i3.2031

Abstract

The unavailability of learner autonomy-oriented physics teaching materials which are capable of enhancing students’ science process skills (SPS) of students is becoming a hindrance in one of the public high schools in Banjarmasin, as well as the lack of SPS in students. Thus, this study was carried out with the aim to produce learning materials oriented on learner autonomy orientation to enhance students’ SPS properly. This was based on the validity, practicality, and effectiveness of the developed teaching materials in terms of learning outcomes in the students’ cognitive and psychomotor domains. This research utilized research and development method with the use of the ADDIE development model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The trial subjects in this study consisted of 34 students of Grade X in one of the public high schools in Banjarmasin. The data were obtained through validation sheets, lesson plan implementation sheets, SPS observation sheets, and learning outcomes tests (LOT). The results indicated that the teaching materials developed were: 1) valid, based on the results of the validator's assessments with the average score of 3.35, categorized in the “valid” category; 2) practical, based on the implementation of lesson plan with the average score of 3.66 in the very good category; 3) effective, seen from the gain score obtained of 0.67 in the “medium” category; 4) SPS achievement of 72.17 in the “good” category. It is then concluded that the learner autonomy-oriented learning materials are feasible to be implemented in classroom activities.
Pengembangan Modul Suhu dan Kalor Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Somatic, Auditory, Visual, and Intellegent untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Banjarmasin Putri Riski Rahmayanti; Mustika Wati; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1301

Abstract

 Belum adanya modul suhu dan kalor, serta kurangnya minat belajar mandiri siswa di SMAN 7 Banjarmasin. Sehingga peneliti melakukan penelitian pengembangan modul suhu dan kalor. Pengembangan modul ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Somatic, Auditory, Visual, and Intellegent (SAVI) untuk siswa kelas X. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) validitas modul, (2) kepraktisan modul, dan (3) efektivitas modul suhu dan kalor yang dikembangkan. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan desain ADDIE. Instrumen pengambilan data melalui lembar validasi modul, lembar keterlaksanaan RPP, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validitas modul dikembangkan berkategori sangat baik, (2) kepraktisan modul dilihat dari keterlaksanaan RPP berkategori praktis, dan (3) efektivitas modul berkategori efektif. Kesimpulannya adalah bahwa modul suhu dan kalor menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe SAVI ini layak digunakan dalam pembelajaran.  
Penerapan Model Generatif Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Mengatasi Hasil Belajar dan Miskonsepsi Siswa Ibnu Hendriansyah; Zainuddin Zainuddin; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i3.5289

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa serta tingginya persentase siswa yang tidak tahu konsep dan miskonsepsi dalam proses pembelajaran di kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin, melatarbelakangi penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar sdan miskonsepsi siswa melalui model pembelajaran generatif. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan rencana pembelajaran, (2) hasil belajar siswa, (3) miskonsepsi siswa melalui model pembelajaran generative. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Data penelitian diperoleh melalui tes, dan observasi. Data dianalisis secara deskriftif kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I berkategori baik dan siklus II berkategori sangat baik, (2) Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 33,33% dan siklus II sebesar 72,22%, (3) miskonsepsi mengalami pengurangan setiap siklusnya untuk semua butir soal. Diperoleh simpulan bahwa hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin meningkat dan miskonsepsi siswa berkurang setelah diterapkan model pembelajaran generatif.The lack of student learning outcomes the high percentage of students that do not know the concepts and misconceptions in the process of teaching and learning in class VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin,  then research are conducted which aims to describe how to improve student learning outcomes of generative learning models. The aims are to describe how to improve learning outcomes of generative learning models. The specific objectives of this study are to describe: (1) the implementation of the lesson plan, (2) learning outcomes, (3) misconceptions through generative learning models. This research is a classroom action research model Kemmis and Mc Taggart consisting of two cycles and each cycle consists of two meetings. Data obtained through tests, and observations. Data were analyzed descriptively qualitative and quantitative. The instruments used in this study are the implementation lesson plan sheet and test for learning outcomes.  The results showed: (1) the implementation of the lesson plan of the cycle I learned in good category and the second cycle in the very good category, (2) The students' learning achievement classically in cycle I was 33.33% (unfinished) and second cycle is 72,22%, (3) misconception experienced a reduced each cycle for all items. The conclusion is that the learning outcomes of students of grade VIII B SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin increased and student misconceptions are reduced after applied generative learning model.
Pengembangan Modul IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Suhu dan Kalor Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Meilisa Windi Astuti; Sri Hartini; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4934

Abstract

 Penelitian ini dilakukan karena sebagian besar guru di sekolah belum mengembangkan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan modul IPA yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi suhu dan kalor berdasarkan validitas, kepraktisan, efektivitas dan ketercapaian keterampilan proses sains. Penelitian ini adalah penelitian R&D menggunakan model pengembangan ADDIE dengan subjek uji coba 29 orang siswa kelas VII-C SMP Negeri 13 Banjarmasin. Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi modul, angket respon siswa, tes hasil belajar dan lembar pengamatan keterampilan proses sains. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) validitas modul IPA termasuk kategori baik (2) kepraktisan modul IPA termasuk kategori sangat baik (3) efektivitas modul IPA termasuk kategori sedang dan (4) ketercapaian keterampilan proses sains termasuk kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul IPA layak untuk digunakan pada kegiatan pembelajaran. This research is conducted because most teachers have not yet developed teaching materials that will be used in the learning process. Therefore, the research development aimed to describe the appropriateness of science module developed by using guided inquiry learning on the temperature and heat materials based on validity, practicality, effectiveness and achievement of science process skill. This research is R&D based on the development of ADDIE with the subject were 29 students of VII-C class in SMP Negeri 13 Banjarmasin. The instrument of this research is validity’s sheet, questioner of student’s response, learning outcome test, and sheet of the science process skill observation. The results of this research showed that (1) the validity of the science module on good category (2) the practicality of the science module is included on very good category (3) the effectiveness of science module including the medium category and (4) the achievement of science process skills including the very good category. The conclusion of this research is science module is appropriate to use in the learning activity.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Pada Pokok Bahasan Tata Surya Muhammad Rifansyah; Mastuang Mastuang; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3932

Abstract

Learning materials used on the learning process in schools still considered not optimal and need to be developed. The impact of this is low cognitive results of students and consequently still need to be improved. Based on that, development of a learning equipment using a cooperative learning model conducted, which has specific purposes to describe: (1) validity of the learning equipment, (2) the practicability of learning equipment based on how it carrying out lesson plan, (3) the effecticeness of learning equipment based on student's cognitive achievement. The research stated: (1) learning equipment is considered valid with a good criteria, (2) the practicability of learning equipments are rated to be implemented very well, (3) the effectiveness of learning equipments has a high criteria. Based on the result of the research can be concluded that the natural science learning equipment which developed is viable for use in learning process.  
Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran GASING (Gampang, Asyik, Dan Menyenangkan) Pada Siswa Kelas IX A SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin Pri Ariadi Cahya Dinata; M. Arifuddin Jamal; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1269

Abstract

Motivasi belajar siswa yang rendah ternyata berefek pada hasil belajar. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran gasing (gampang, asyik, dan menyenangkan). Tujuan khusus penelitian untuk mendeskripsikan: (1) Keterlaksanaan RPP, (2) Aktivitas siswa, (3) Motivasi belajar siswa, (4) Hasil belajar siswa. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Hopkins yang terdiri dari 3 siklus, setiap siklus meliputi plan, action/observation, dan reflective. Data diperoleh melaluit tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP sangat baik, (2) Aktivitas siswa menunjukkan pembelajaran yang berpusat pada guru, (3) Motivasi belajar siswa meningkat dilihat dari hasil angket ARCS dengan nilai motivasi pada siklus I sebesar 3,71, siklus II sebesar 3,80, dan siklus III sebesar 3,99, (4). Hasil belajar siswa secara klasikal meningkat dimana ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 68,18%, ketuntasan klasikal siklus II sebesar 90,90%, dan ketuntasan klasikal siklus III sebesar 100%. Diperoleh simpulan bahwa metode pembelajaran gasing dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IX A SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin. 
Pengembangan Alat Peraga Pada Materi Tekanan untuk Siswa SMP dalam Melatihkan Keterampilan Proses Sains Ayu Rusmala Dewi; Mustika Wati; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v7i1.5806

Abstract

Abstrak: Media pembelajaran berupa alat peraga yang belum digunakan secara maksimal dan belum terintegrasi secara keseluruhan dengan beberapa fungsi percobaan yang dikemas secara rapi menjadi satu. Oleh karena itu dilakukan penelitian dan pengembangan alat peraga tekanan untuk melatih keterampilan proses sains siswa. Penelitian ditujukan untuk menghasilkan alat peraga tekanan dan mendeksripsikan kelayakan yang meliputi: 1) validitas alat peraga dilihat dari penilaian validator, 2) kepraktisan alat peraga dilihat dari respon siswa, 3) efektivitas alat peraga dilihat dari hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan, dan 4) pencapaian keterampilan proses sains siswa dengan menggunakan lembar kerja siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) dengan subjek uji coba pada 32 siswa kelas VIII-D SMP Negeri 11 Banjarmasin. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1) validitas alat peraga termasuk dalam kategori sangat valid dengan skor 4.44, 2) kepraktisan alat peraga termasuk dalam kategori praktis dengan skor 76.6, 3) efektivitas alat peraga termasuk  kategori sangat efektif dengan N-Gain 0.71, dan 4) pencapaian keterampilan proses sains siswa termasuk kategori sangat baik dengan rata-rata 85.79. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat peraga layak digunakan untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa SMP kelas VIII. Abstract: Props that have not been used optimally and have not been fully integrated with several experimental functions that are neatly packaged together. Therefore research and development of pressure props are carried out to train students' science process skills. The research is aimed at producing of pressure props and describing feasibility which includes: 1) the validity of the props viewed from the validator's assessment, 2) the practicality of the props viewed from the students' responses, 3) the effectiveness of the props viewed the student learning outcomes in the knowledge aspects, and 4) achievement of students' science process skills using student worksheets. This study uses the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) with the subject of the trial on 32 students of class VIII-D of SMP Negeri 11 Banjarmasin. The data analysis technique uses quantitative descriptive techniques. The results showed 1) the validity of the props included in the very valid category with a score of 4.44, 2) the practicality of the props included in the practical category with a score of 76.6, 3) the effectiveness of the props included in the very effective category with N-Gain 0.71, and 4) achievement of skills Science process students include very good categories with an average of 85.79. These results indicate that appropriate teaching aids are used to train science process skills of class VIII junior high school students.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Pada Materi Ajar Usaha dan Energi Dengan Metode Problem Posing Dalam Setting Model Pengajaran Langsung Pada Siswa Kelas XI SMAN 4 Banjarmasin Emiiani Indah Safputri; Zainuddin Zainuddin; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1032

Abstract

Perangkat pembelajaran fisika yang digunakan di sekolah selama ini dianggap belum  mampu mengembangkan kreativitas siswa. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran dengan metode problem posing dalam setting model pengajaran langsung yang memiliki tujuan khusus: (1) Mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) Mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP, dan (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Perangkat yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik analisis data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perangkat pembelajaran dinyatakan valid dengan katagori sangat baik (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran terlaksana sangat baik, dan (3) Efektivitas perangkat pembelajaran termasuk pada kategori sedang. Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika pada materi ajar usaha dan energi dengan metode problem posing dalam setting model pengajaran langsung yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.   
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 26 Banjarmasin Dengan Menggunakan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Dalam Setting Pengajaran Langsung Sally Ahliha; Mastuang Mastuang; Andi Ichsan Mahardika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2894

Abstract

Kegiatan belajar mengajar cenderung menerapkan metode ceramah membuat siswa menjadi pasif, inilah yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah serta kemampuan analisis matematis yang kurang juga menjadi salah satu sebab rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) hasil belajar siswa, dan (3) keterampilan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc Taggart, dimana setiap siklus penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitiannya siswa kelas VIII E yang berjumlah 32 siswa. Data diperoleh dari tes hasil belajar dan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan skor rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving) dalam setting pengajaran langsung (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori baik, dan pada siklus III berkategori sangat baik,(2) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat, secara berturut-turut persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 62,5%, pada siklus II sebesar 75%, dan pada siklus III sebesar 93,75%, (3) keterampilan pemecahan masalah siswa meningkat, secara berturut-turut rata-rata nilainya yaitu siklus I sebesar 62 berkategori terampil, pada siklus II sebesar 72 berkategori terampil, dan pada siklus III sebesar 93 berkategori sangat terampil. Diperoleh simpulan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan cara yaitu menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving).The learning process of teaching and learning tend to implemented lecture method makes students become passive learner, the process of passive learner and lack of mathematical analysis cause lower result of learning. The aims of this study are (1) implementation of RPP, (2) result of study by students, and (3) students ability in problem solving. The method of this study is using classroom action research method Kemmis and Mc Taggart class, which every cycle consist of planning, action, observing, and reflection. The subject of this study is 32 students VII E grade. Data obtained from test of result study and observation sheets. The technique of collecting data is result of study test, observation sheet, and documentation. The result of the study show that using problem solving method in direct teaching setting (1) implementation of RPP on cycle I and II as good category, and on cycle III as a very-good category, (2) mastery learning result of students improve, respectively percentage of mastery classical on cycle I 62,5%, on cycle II 75%, and on cycle III 93,75%, (3) students ability in problem solving improve, respectively percentage mastery classical on cycle I 62 as ability category , on cycle II 72 as ability category, and on cycle III 93 as a very-ability category. We can conclude that improving the result of students study can be done using problem solving method. 
Co-Authors Abdul Salam Abdul Salam Abdul Salam M, Abdul Salam Abdul Salam M. Abdul Salam M. Ahliha, Sally Alfis Sa'adah Ana Nadzifatul Aswad, Ana Nadzifatul Andi Ichsan Mahardika Anissa, Rivca Arifuddin, Muhammad Arifudin, M Arlinda, Rossy Astuti, Meilisa Windi Ayu Rusmala Dewi Azhari, Andy Azhary, Yayan Bastomi Saputra Christian Tiro, Christian Desi Rianti Dewi Dewantara Dewi Dewantara, Dewi Elfa Erliana Elnada, Ika Widya Elsa Zakiati Emiiani Indah Safputri Erliana, Elfa Fauzia Dwi Sasmita Fitriana Dewi Ramadhani Harto, Muhdi Hasanah Hasanah Ibnu Hendriansyah Ida Rusmawati Ika Widya Elnada Iqrima Rahmawati Julita Lailatul Jannah, Julita Lailatul Lasiani, Lasiani M. Arifuddin Jamal M. Arifuddin Jamal, M. Arifuddin M. Arifuddin, M. Maria Fatima Nareswari Mardi Utami Meilisa Windi Astuti Melisa Melisa melitasari melitasari, melitasari Mena Yani Misbah Misbah Misbah Misbah Misbah Misbah Mohd Ali Ibrahim Muhammad Abdul Karim, Muhammad Abdul Muhammad Rifansyah Muhammad, Nurlaela Murshed, Mazlena Binti Mustika Wati Mustika Wati Mustika Wati Mustika Wati, Mustika Nadia Nadia Nazua Rozaiah Nor Hanifah Nuraina, Nuraina Nurhuwaida Nurhuwaida Nurul F Sulaeman Pri Ariadi Cahya Dinata Pri Ariadi Cahya Dinata, Pri Ariadi Cahya Putri Riski Rahmayanti Qamariah, Qamariah Rahmawati, Nor Rahmayanti, Putri Riski Ramadhanti Ramadhanti raudatul jannah Rianti, Desi Rifansyah, Muhammad Rivca Anissa Rizki Ramadhan Rizky Hidayat, Rizky Sa'adah, Alfis Safputri, Emiiani Indah Saiyidah Mahtari Sally Ahliha Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Bastomi Sarah Miriam Sarah Miriam, Sarah Shaliha, Firdayati Amalia Siti Nor Fatmah Sri Hartini Sri Hartini Sulaeman, Nurul F Surya Haryandi Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Suyidno Syifa, Linda Nur Syubhan Annur Syubhan Annur, Syubhan TITIN SUNARTI Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin