Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW: IMPLIKASI KLINIK VARIASI POLIMORFISME GENOTIPE CYP2C19 TERHADAP RESPON METABOLISME CLOPIDOGREL NADYA NURUL ZAMAN; Ajeng Diantini
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.459 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17688

Abstract

Gen CYP2C19 berperan penting dalam proses metabolisme pada sekitar 10% obat yang biasa diresepkan, termasuk salah satunya obat clopidogrel (yang dikenal sebagai Plavix). Clopidogrel adalah prodrug yang berkhasiat sebagai antiplatelet, yang diaktivasi oleh enzim CYP2C19 yang mengubah clopidogrel menjadi bentuk aktifnya, sehingga memberikan efek terapeutik. Oleh karena itu dilakukan identifikasi untuk mengetahui implikasi klinis dari berbagai variasi polimorfisme gen CYP2C19 terhadap metabolisme clopidogrel sehingga dapat memberikan pengobatan yang spesik berdasarkan profil genetik setiap individu. Identifikasi ini dilakukan dengan metode studi literatur secara elektronik menggunakan browser. Karena adanya variasi polimorfisme genotipe CYP2C19 dapat mempengaruhi aktivitas enzim terhadap metabolisme clopidogrel. Perbedaan respon terhadap metabolisme tersebut dapat mempengaruhi bioavaibilitas obat dan efek terapeutik yang ditimbulkan. Berdasarkan hasil identifikasi dapat  diklasifikasikan bahwa individu dengan varian alel *1 homozigot memberikan respon normal terhadap metabolisme clopidogrel. Individu dengan satu dan dua varian alel CYP2C19 *2, *3, dapat menurunkan aktivitas enzim atau bahkan menyebabkan enzim tidak berfungsi sama sekali, sehingga diklasifikasikan sebagai  kelompok metabolism lambat dan individu dengan satu atau dua varian alel *17 dapat meningkatkan aktivitas enzim sehingga diklasifikasikan dalam kategori metabolism cepat.Kata Kunci : Farmakogenomik, CYP2C19, Variasi Polimorfisme,  Clopidogrel.
PERAN NUTRASETIKAL PADA KANKER PARU-PARU ALIA RESTI AZURA; AJENG DIANTINI
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.357 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22044

Abstract

ABSTRAKKanker paru-paru terjadi saat sel abnormal tumbuh pada jaringan paru-paru. Kanker paru-paru menjadi penyakit yang paling umum dalam menyebabkan kematian. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan pada kanker paru-paru adalah menggunakan nurtrasetikal. Nutrasetikal merupakan suatu nutrisi yang dapat digunakan untuk membantu menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya suatu penyakit. Tujuan dilakukan review artikel ini yaitu untuk mengetahui nutrasetikal apa saja yang dapat digunakan pada kanker paru-paru. Hasil yang didapatkan adalah cruciferous vegetable, bawang putih, kacang, kedelai, vitamin D dan minyak ikan memiliki kemampuan untuk menurunkan risiko kanker paru-paru dan meningkatkan kualitas hidup. Dapat disimpulkan terdapat berbagai macam nutrasetikal yang memberikan manfaat pada kanker paru-paruKata kunci: Kanker paru-paru, nutrasetikal, pencegahanABSTRACTLung cancer occurs when abnormal cell growth in lung tissue. Lung cancer becomes the most common disease in causing death. One prevention that can be done for lung cancer is using nutraceutical. Nutraceutical is a nutrient that can be used to help maintain health and prevent the onset of an illness. The purpose of this article review is to know what nutraceutical can be used in lung cancer.  The results were obtained that cruciferous vegetable, garlic, nut, soy, vitamin D dan fish oil have the ability to lower the risk of lung cancer and improve the quality of life. It can be concluded that there are various kinds of nutraceutical that gives benefit for lung cancer.Keyword: Lung cancer, nutraceutical, prevention
Suplementasi Selenium Untuk Pencegahan Penyakit Jantung Felia Rizka Sudrajat; Ajeng Diantini
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.537 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22055

Abstract

Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Salah satu trace elements, yaitu selenium, memiliki fungsi biologis yang penting, diantaranya berperan dalam metabolisme hormon tiroid, mekanisme pertahanan tubuh sebagai antioksidan, dan pencegahan kanker. Sebagai antioksidan, selenium bekerja dengan selenoprotein yang memiliki peran terhadap pencegahan penyakit jantung, terutama glutathione peroxidases (GPxs), thioredoxin reductases (TrxRs), dan selenoprotein R (SelR). Defisiensi selenium dalam tubuh dapat mengganggu fungsi biologisnya sebagai antioksidan. Suplementasi adalah salah satu cara untuk mencukupi kebutuhan selenium. Metode yang digunakan dalam penyusunan review artikel ini adalah systematic review dengan menggunakan database jurnal mutakhir dari PubMed, NCBI, dan Science Direct. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hasil positif pada pasien penyakit jantung setelah suplementasi selenium. Dengan demikian, suplementasi selenium memiliki potensi sebagai upaya pencegahan penyakit jantung, namun diperlukan studi eksperimental lebih lanjut untuk menjamin keamanan dan efikasi jangka waktu panjang.Kata kunci: penyakit jantung, selenium, suplementasi, pencegahan
REVIEW ARTIKEL: IMPLIKASI EKONOMI DARI PENGOBATAN BERBASIS FARMAKOGENOMIK ALAMANDA - PUSPITA; AJENG - DIANTINI
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3345.317 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17662

Abstract

ABSTRAKFarmakogenomik merupakan sebuah studi bagaimana gen dapat mempengaruhi respon individu terhadap obat. Bukan hanya evaluasi secara klinik, perlu juga dilakukan evaluasi secara ekonomi terhadap pengobatan berbasis farmakogenomik. Implikasi ekonomi pengobatan berbasis farmakogenomik dibuktikan dengan metode dan konsep ekonomi yaitu menggunakan beberapa asumsi penetapan harga. Uji genotipe yang dilakukan sebelum melakukan pengobatan berbasis farmakogenomik membutuhkan biaya lebih mahal terutama dalam standar masyarakat saat ini. Evaluasi dari segi ekonomi diharapkan dapat membantu peneliti, tenaga medis, dan perusahaan farmasi dalam mengembangkan studi farmakogenomik sehingga akan menguntungkan semua pihak termasuk dalam segi perawatan pasien. Review artikel ini diperoleh dari beberapa pustaka jurnal serta textbook, penelusurannya dari berbagai situs penyedia jurnal seperti google scholar, ncbi, science direct, Elsevier yang kemudian di skrining berdasarkan kriteria inklusi.Kata kunci : Farmakogenomik, Implikasi ekonomi, Harga, Obat.
ARTIKEL RIVIEW: FARMAKOGENOMIK NON-SMALL-CELL LUNG CANCER ALMIRA TSANIYA GITA; Ajeng Diantini
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.049 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17672

Abstract

Farmakogenomik merupakan cabang dari farmakologi yang mempelajari variasi gen tiap individu yang bisa disebabkan oleh mutasi ataupun polimorfisme dari suatu gen, sehingga menyebabkan perbedaan respon tiap individu terhadap obat. Pengobatan individu terus dikembangkan untuk meningkatkan efektifitas serta menurunkan efek toksisitas dari penggunaan obat dengan harapan pasien dapat cepat sembuh dan meningkatnya kualitas hidup pasien. Termasuk penyakit non-small-cell lung cancer (NSCLC) yang merupakan kanker paru penyebab utama kematian di dunia. Penyebab utama penyakit ini ialah asap rokok yang masuk ke dalam tubuh. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk kesembuhan non-small-cell lung cancer ini seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi , namun tingkat kesembuhan dan harapan hidup pasien masih cukup rendah. Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran pendekatan farmakogenomik terhadap mekanisme penyakit dan aktivitas obat penyakit non-small-cell lung cancer
CATECHOL-O-METHYLTRANSFERASE VAL158MET GENE POLYMORPHISM IN SCHIZOPHRENIA RISPERIDONE-TREATED PATIENTS Fitri N. Ramadhani; Ajeng Diantini; Shelly Iskandar; Melisa I. Barliana
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42482

Abstract

Catechol-O-Methyltransferase (COMT) gene is located at chromosome 22q11 on a location with a high risk of the occurrence of schizophrenia that has a role in the degradation and inactivation of dopamine neurotransmitters. The COMT Val158Met gene polymorphism has enzymatic activity variation that can affect the availability of COMT enzyme, balance of dopamine level, and availability of dopamine receptors so it can influence the effectiveness of risperidone therapy that varies. The aim of this study was to observe the genetic profile of COMT Val158Met gene polymorphism and its correlation with effectiveness of risperidone therapy either single or combination in schizophrenia patients at Mental Hospital of Prof. Dr. Soerojo Magelang. This study was an observational descriptive study with a cross-sectional plan. Data collection was carried out prospectively through assessment of risperidone therapy effectiveness based on PANSS-EC scores in medical record, whole blood sampling, and identification of COMT Val158Met gene polymorphism using Polymerase Chain Reaction-Amplification Refractory Mutation System (PCR-ARMS) method. The result of study showed that all schizophrenia patients at Mental Hospital of Prof. Dr. Soerojo Magelang had heterozygote Val/Met (GA) genotype. Combination risperidone therapy was the most widely used (90.79%) rather than single with the result that 44 patients of 69 patients (63.77%) responded to the combination risperidone. Combined risperidone clozapine therapy was the most widely used (57.97%) with the result that 23 patients out of 40 (57.50%) responded to the combination therapy.
KORELASI POLIMORFISME GEN ERCC1 RS11615 DENGAN EFEKTIVITAS KEMOTERAPI BERBASIS-PLATINUM PADA PASIEN KANKER PARU JENIS KARSINOMA BUKAN SEL KECIL Muhammad F. Effendi; Nadiya N. Afifah; Ajeng Diantini; Ruri Intania; Melisa I. Barliana
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42350

Abstract

Kemoterapi berbasis platinum merupakan regimen kemoterapi lini pertama untuk pasien kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) pada stadium lanjut dan non-operasi tanpa mutasi gen Epidermal growth factor receptor (EGFR). Excision repair cross-complementation group 1 (ERCC1) adalah enzim yang mengeksekusi insisi dari untai DNA yang rusak dan menghilangkan aduksi DNA yang diinduksi oleh platinum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi polimorfisme gen ERCC1 rs11615 dengan efektivitas kemoterapi berbasis-platinum pada pasien KPKBSK di RS Paru dr. H. A. Rotinsulu Bandung pada bulan November 2019 sampai dengan Maret 2020. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain penelitian kohort prospektif terhadap 28 pasien. Polimorfisme gen ERCC1 rs11615 diidentifikasi dengan metode DNA squencing, sedangkan untuk efektivitas kemoterapi menggunakan metode response evaluation criteria in solid tumour (RECIST) dan analisis Cytokeratin 19 fragments (CYFRA 21-1). Hasil penelitian menunjukkan adanya frekuensi alel gen ERCC1 rs11615 masing-masing 50% (C/C), 35,7% (C/T), dan 14,3% (T/T). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara polimorfisme gen ERCC1 rs11615 dengan nilai RECIST (OR = 0,417; 95% confidence interval (CI): 0,091-1,908, P=0,256) atau dengan nilai CYFRA 21-1 (OR = 0,417; 95% confidence interval (CI): 0,063-2,768, P=0,357). Kami tidak menemukan bukti yang mendukung penggunaan gen ERCC1 rs11615 sebagai prediktor untuk menentukan efektivitas kemoterapi berbasis platinum. Dibutuhkan sampel yang memadai untuk mengkonfirmasi secara statistik korelasi polimorfisme gen ERCC1 rs11615 terhadap efektivitas kemoterapi.
HIPOKSIA VERSUS NORMOKSIA: UJI PRELIMINARI KONDISI LINGKUNGAN IN VITRO YANG BAIK UNTUK PRODUKSI MEDIUM TERKONDISI SEL PUNCA MESENKIMAL Yanni Dirgantara; Ajeng Diantini; Cynthia R. Sartika
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42347

Abstract

Sel punca mesenkimal (SPM) telah banyak digunakan dalam uji klinis maupun pre klinis dan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan sebagai alternatif terapi pengobatan penyakit degeneratif. Efektivitas terapi SPM bukan hanya dipengaruhi oleh sel yang ditransplantasikan, tetapi juga oleh efek parakrin SPM melalui sekresi molekul sinyaling berupa protein baik secara in vivo maupun in vitro. Efek parakrin terjadi saat sel menerima signal kerusakan, yang secara in vitro dapat dikondisikan dengan pengaturan lingkungan hipoksia bagi pertumbuhan sel. Penelitian ini membandingkan total protein yang dihasilkan oleh SPM dari dua macam sumber, yaitu jaringan tali pusat dan lemak, yang dikultur dalam kondisi hipoksia dan normoksia selama 24 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein yang dihasilkan oleh SPM dari jaringan lemak menghasilkan protein dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan SPM dari tali pusat. Sedangkan jika dilihat dari parameter waktu perlakuan, protein yang dihasilkan setelah perlakuan 48 jam lebih banyak dibandingkan protein yang dihasilkan oleh perlakuan selama 24 jam.
REVIEW ARTIKEL: EFIKASI TERAPI REMDESIVIR PADA PASIEN CORONAVIRUS DISEASES-19 (COVID-19) LISTIANI, NITA; DIANTINI, AJENG
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.32322

Abstract

Pada akhir tahun 2019, COVID-19 mulai menyebar ke seluruh belahan dunia, virus ini merupakan tipe baru dari coronavirus (SARS-Cov-2) dan pertama kali ditemukan di Wuhan,China. Hingga saat ini, Covid-19 masih menjadi pandemi yang terus meningkat jumlah kasusnya.  Berbagai penelitian terkait pengobatan penyakit ini banyak dipublikasikan, salahsatunya adalah terapi menggunakan antiviral remdesivir yang telah terbukti secara in vitro berefek pada SARS-Cov-2. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui efikasi terapi remdesivir pada pasien Covid-19. Metode yang digunakan dalam penyusunan review artikel ini adalah systematic review dengan menggunakan database jurnal PubMed dan NCBI terkait terapi remdesivir melalui uji klinis. Berdasarkan hasil penelusuran, terapi remdesivir pada pasien Covid-19 dengan dosis muatan 200 mg i.v dan dilanjutkan dengan dosis 100 mg i.v rentang terapi 5-10 hari pada beberapa penelitian  memberikan hasil positif yaitu efek waktu pemulihan yang lebih cepat dan menurunnya gejala secara signifikan pada pasien Covid-19. Kata Kunci: Covid-19, Terapi, Remdesivir, Efikasi
Co-Authors Adit Taufik Aditya Seiza Wibisono Adryan Fristiohady Agung W.M. Yodha Ahmad Faried ALAMANDA - PUSPITA ALIA RESTI AZURA ALMIRA TSANIYA GITA Amalia, Riezki Anas Subarnas Andini Sundowo Angga Geganaputra Anggraeni, Sra R. Angliana Chouw Anjabtsawa, Daffa Asti Y. Rindarwati Bayu W. Putera Bryan J. Siagian Budhi Prihartanto Cynthia R. Sartika Cynthia R. Sartika Destiani, Dika P. Dika P. Destiani Dika P. Destiani Dina Mulyana Syafitri Dwi A. P. Dewi Dyah Pradnyaparmita Duarsa Effendi, M. Fariz Euis Julaeha Euis Julaeha Euis Julaeha Fattah, Miswar Fauzia Azzahra, Fauzia Febrianti, Raden M. Febriyanti, Maya Felia Rizka Sudrajat Fitri N. Ramadhani Fransiska Silalahi Hadad, Nur Diana HANIFAH, SYIFA I Sahidin I. Sahidin Ibrahim, Susannia Ida Musfiroh Ida Musfiroh, Ida Intania, Ruri Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari Irma M. Puspitasari, Irma M. Julia Riswandani Jutti Levita Keri Lestari Komang Suma Triyasa Listiani, Nita Maya Febriyanti Mega Juliana Melisa I. Barliana Melisa Intan Barliana Miftakh Nur Rahman Mirdayani, Eli Miswar Fattah Miswar Fattah Moelyono Moektiwardoyo Moelyono Moektiwardoyo, Moelyono Moelyono, M W Moelyono, M W Mohammad Ghozali Muchtaridi Muchtaridi Muhammad F. Effendi Muhammad Ilyas Y Mutakin Mutakin Nadiya N. Afifah Nadiya Nurul Afifah NADYA NURUL ZAMAN Ni Nyoman Sri Budayanti Nur Rahayuningsih, Nur Pande Putu Januraga Putri, Norisca A. Putri, Norisca A. Putri, Refitha Nurul Putu Dian Putu Dian, Putu Raden Maya Febrianti Raden Maya Febriyanti Rahmayanti, Annisa N. Rano K. Sinuraya Riezki Amalia Rindarwati, Asti Y. Rini Daud Supu Riza Yulisar Rizky Abdulah Rochjana, Anna Uswatun Hasanah Rudi Supriyadi Ruri Intania Sahidin Sahidin Sahidin, Idin Shelly Iskandar Shinta Marpaung Siagian, Bryan J. Sinuraya, Rano K. Sinuraya, Rano K. Sitepu, Rini Daud Sofa D. Alfian Sofa D. Alfian, Sofa D. Sofa Fajriah Sra R. Anggraeni Sri Adi Sumiwi Susannia Ibrahim Suwantika, Auliya A. Taofik Rusdiana Tati Herlina Tati Herlina Taufik, Adit Tono Djuwantono Tri Mayanti Tri Mayanti W. Wahyuni Wa Ode Nurfinti Wahyuni Wahyuni Wibisono, Aditya Seiza Widowati, I Gusti Ayu Rai - Yanni Dirgantara Yasmiwar Susilawati Yoppi Iskandar Yulisar, Riza Yuni Elsa Hadisaputri