Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERSEPSI MUTU PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS PERUMNAS DI KOTA KENDARI TAHUN 2016 Warda, Andi; Junaid, Junaid; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.658 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1245

Abstract

Berkembangnya jenis pelayanan kesehatan terutama di puskesmas membuat mutu pelayanan kesehatan di puskesmas mudah terabaikan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasiantara persepsi mutu pelayanan administrasi, dokter, perawat, obat dan kelengkapan sarana dengantingkat kepuasan pasien puskesmas perumnas. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitikdengan metode survey dan pendekatan crossectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret2016 di puskesmas perumnas. Populasi dalam penelitian ini adalah 14.553 orang dengan besarsampel 100 orang. Analisis data menggunakan dispersi data, uji korelasi spearman dan analisis faktordengan metode varimax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermaknaantara persepsi mutu pelayanan administrasi, dokter, perawat, obat dan kelengkapan sarana dengantingkat kepuasan pasien (p<0,05), terdapat 2 faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, faktorpertama adalah persepsi mutu pelayanan dokter dan perawat (rotated component matrix>0,9,transformation matrix 0,771> 0,5) dan faktor kedua yaitu persepsi mutu pelayanan obat dankelengkapan sarana (rotated component matriks> 0,8, transformation matrix 0,637> 0,5),dimanafaktor pertama dapat menjelaskan faktor sebesar 95%. Terdapat korelasi yang positif antara keduafaktor dengan kepuasan pasien dengan kekuatan korelasi yang kuat (>0,5), dimana faktor pertama(persepsi pelayanan dokter dan perawat) memiliki kekuatan korelasi yang paling besar (0,70).Disarankan terutama bagi puskesmas untuk membenahi pelayanan yang diberikan kepada pasienterutama pelayanan dokter dan perawat.Kata kunci : Persepsi mutu pelayanan administrasi,Persepsi mutu pelayanan Dokter, Persepsi mutu pelayanan perawat, Persepsi mutu pelayanan obat, Persepsi kelengkapan sarana,Tingkat kepuasan pasien.
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU IBU BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU TAHUN 2015 Dodhy, Meuthya Aulia; Junaid, Junaid; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.317 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1228

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah salah satu jenis pelayanan kesehatanuntuk balita yang tingkat kunjungan untuk wilayah kerja Puskesmas Mokoau tergolongrendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor perilaku ibubalita dengan kunjungan ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mokoau tahun 2015.Jenis penelitian adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampelpada penelitian ini yang terdaftar di buku register dan berkunjung di posyandu diwilayah kerja puskesmas Mokoau sebanyak 392 responden. Teknik pengambilan sampelmenggunakan proportionate stratified random sampling. Variabel dalam penelitian iniadalah pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dukungan keluarga dan bimbinganpetugas kesehatan. Data dianalisis menggunakan uji chi-Square. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat hubungan pengetahuan ibu balita dengan kunjungan keposyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,000), terdapat hubungan sikapibu balita dengan kunjungan ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau(ρValue=0,000), tidak terdapat hubungan antara sarana dan prasarana dengan kunjunganke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,073), tidak terdapathubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kunjungan ke posyandu diWilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,311), dan terdapat hubungan yang bermaknaantara bimbingan petugas kesehatan dengan kunjungan ke posyandu di Wilayah KerjaPuskesmas Mokoau tahun 2015 (ρValue=0,004).Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dukungan keluarga, bimbinganpetugas kesehatan, kunjungan ke posyandu
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PASIEN RAWAT INAP UMUM DI RUMAHSAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI TAHUN 2016 ningrum, Ertika Sekar; Junaid, Junaid; Nurzalmariah, Wa Ode Sitti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.442 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1212

Abstract

Kualitas pelayanan adalah merupakan suatu indikator yang di berikan oleh petugas kesehatan. Kualitas pelayananadalah salah satu modal untuk mendapatkan pasien yang lebih banyak dan untuk mendapatkan pasien yang loyal.Mempunyai pasien yang loyal akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Menurut data sekunder dariRumah RSUD Kota Kendari Tahun 2016 terjadi penurunan tingkat loyalitas pasien di ruang unit rawat inap RSUDKota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan terhadaployalitas pasien rawat inap umum di RSUD Kota Kendari dari aspek bukti langsung (tangible), empati (empaty),keterandalan (reliability), dan jaminan/ kepastian (assurance) di ruang rawat inap RSUD Kota Kendari. Penelitianini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 1.292 dan sampel sebanyak 100 orangyang di tentukan dengan teknik probability sampling dengan memberikan kuisioner kepada pasien rawat inap diRSUD Kota Kendari. Berdasarkan hasil analisis hubungan dengan uji chi-square (p<0,05) menunjukkan adahubungan antara bukti langsung (p=0,000), empati (p=0,000), keterandalan (p=0,000), dan jaminan/kepastian(p=0,000) terhadap loyalitas pasien di RSUD Kota Kendari. Bagi pihak rumah sakit agar lebih memperhatikankenyamanan ruangan pasien dan meningkatkan keterampilan dalam melayani pasien sehingga menimbulkankualitas pelayanan terhadap pasien dan mendorong pasien untuk kembali datang berobat di RSUD Kota Kendari.Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Loyalitas Pasien, Rumah Sakit
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PADA NELAYAN DI KELURAHAN INDUHA KECAMATAN LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2017 Zania, Elva; Junaid, Junaid; ainurafiq, ainurafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.45 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i3.5256

Abstract

Penyakit kulit dan subkutan lainnya merupakan peringkat ketiga dari sepuluh penyakit utama dengan 86%adalah dermatitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian dermatitis kontak pada nelayan di Kelurahan Induha Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka Tahun2017. Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian inidilaksanakan bulan Oktober – November 2017 Kelurahan Induha Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Nelayan di Kelurahan Induha Kecamatan Latambaga KabupatenKolaka yang berjumlah 76 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian menunjukkanbahwa ada hubungan antara hygiene personal dengan kejadian dermatitis kontak, ada hubungan antara lamakontak dengan kejadian dermatitis kontak, tidak ada hubungan antara riwayat penyakit sebel umnya dengankejadian dermatitis kontak. Diharapkan agar nelayan memperhatikan hygiene personal (kebersihan diri) agardapat mengurangi resiko terkena Dermatitis Kontak.Kata Kunci : Dermatitis Kontak, Hygiene Personal, Lama Kontak, Riwayat Penyakit Kulit Sebelumnya Nelayan
ANALISIS KESIAPAN AKREDITASI PUSKESMAS BERDASARKAN MANAJEMAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI TAHUN 2018 Asmiati, Asmiati; Suhadi, Suhadi; Junaid, Junaid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.074 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5776

Abstract

Untuk mewujudkan jaminan kesehatan yang bermutu setiap pelayanan kesehatan wajib melakukan akreditasi paling sedikit tigatahun sekali. Puskesmas Perumnas merupakan salah satu puskesmas tingkat pertama di Kota Kendari yang bekerja sama denganBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sesuai dengan peraturan yang ada Puskesmas Perumnas harus melakukanakreditasi untuk peningkatan mutu pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk melihat kesiapan Puskesmas Perumnas berdasarkanManajemen Sumber Daya Manusia sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.46 Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Wawancara dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan setiap kriteriadalam masing-masing standar penilaian dan observasi terkait dengan kelengkapan dokumen menggunakan lembar ceklis sesuaidengan instrumen yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa Puskesmas Perumnas telah siap untuk akreditasi berdasarkanManajemen Sumber Daya Manusia dengan terlaksananya semua elemen penilaian pada masing-masing kriteria yang menjadistandar penilaian dalam pelaksanaan akreditasi dan didukung dengan adanya kelengkapan dokumen berdasarkan hasil observasi.Kata kunci: kesiapan akreditasi, puskesmas, peningkatan mutu, manajemen sumber daya manusia 
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DIREKTUR RUMAH SAKIT DENGAN KINERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BAUBAU TAHUN 2016 Rahim, Waode Inayan; Junaid, Junaid; Afa, Jusniar Rusli
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.976 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1316

Abstract

Gaya kepemimipinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Kepemimpinan merupakan salah satu indikator kualitassumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi seperti rumahsakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan gaya kepemimpinan Direkturrumah sakit dengan kinerja pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau tahun 2016.penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode cross sectional study.Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas yang berada dalam lingkup Rumah SakitUmum Daerah Kota Baubau yang berjumlah 232 orang terkecuali Direktur RSUD. PenarikanSampel menggunakan tehnik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan denganmenggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan komputer program SPSS dengan uji Chisquarepada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian  menunjukan bahwa adahubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan otokratis dengan kinerja pegawai(ρ=0,021), dan gaya kepemimpinan demokratis dengan kinerja pegawai (ρ=0,000), sedangkantidak ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan laizzes-faires dengan kinerjapegawai (ρ=0,8).Kata kunci : gaya kepemimpinan,kinerja pegawai rumah sakit
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP FRATER KENDARI TAHUN 2018 Nurazizah, Nurazizah; Sety, La Ode Muhamad; Junaid, Junaid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.333 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5793

Abstract

Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat merusakkesehatan. Jumlah anak-anak dan remaja mengalami kegemukan di seluruh dunia telah meningkat sepuluh kalilipat dalam empat dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko screen time,kebiasaan konsumsi makanan siap saji, pengaruh teman sebaya, dan riwayat genetik terhadap kejadianobesitas di SMP Frater Kendari Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan case control study.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMP Frater Kendari dari kelas VII-IX yaitu sebanyak268 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 sampel yakni 31 kasus dan 31 kontrol, pengambilansampel menggunakan teknik simple random sampling kemudia di matching umur dan jenis kelamin. Hasilpenelitian pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan faktor risiko tinggi kejadian obesitas yakni screen timediperoleh nilai p-value= 0,038 serta nilai OR= 3,491 dengan Lower limit= 1,196 dan Upper limit= 10,190; danriwayat genetik diperoleh nilai p-value= 0,022 serta nilai OR= 3,818 dengan Lower limit= 1,332 dan Upperlimit= 10,942, sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko obesitas yakni kebiasaan konsumsi makanan siapsaji diperoleh nilai p-value= 1,000 serta nilai OR= 0,878 dengan Lower limit= 0,324 dan Upper limit= 2,384; danpengaruh teman sebaya diperoleh nilai p-value= 0,582 serta nilai OR= 1,581 dengan Lower limit= 0,532 danUpper limit= 4,704. Orangtua harus berperan aktif dalam pencegahan terjadinya obesitas pada remaja dengancara membatasi screen time pada anak, memberikan makanan yang bergizi seimbang serta menyarankanaktivitas fisik yang rutin untuk mencegah terjadinya obesitas.Kata kunci : Obesitas, screen time, kebiasaan konsumsi makanan siap saji, pengaruh teman sebaya,riwayat genetik 
STUDI KUALITATIF PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL OLEH BPJS KESEHATAN DI KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN Putrawan, Agus; Junaid, Junaid; Ismail, Cece Suriani
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.727 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1244

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan pola pembiayaan pra-upaya, artinyapembiayaan kesehatan yang dikeluarkan sebelum atau tidak dalam kondisi sakit. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui gambaran Pelaksanaan Sosialisasi, gambaran Kepesertaan, KesiapanFasilitas Kesehatan, dan Sistem rujukan dalam Pelaksanaan Program JKN di Kecamatan Tinanggea.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melaluiwawancara mendalam dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaansosialisasi tentang program JKN yang di jalankan oleh pihak BPJS dalam hal ini Kantor LayananOperasional Kabupaten, Dinas kesehatan, dan puskesmas di Kecamatan Tinanggea KabupatenKonawe Selatan baik itu dengan menggunakan  media cetak maupun media elektronik sudahberjalan dengan baik, akan tetapi belum merata sepenuhnya ke masyarakat karena masih adamasyarakat yang tidak mengetahui tentang program JKN. Kepesertaan BPJS saat ini mencapai 40%dari jumlah penduduk. Masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS di sebabkankarena kurangnya sosialisasi tentang JKN dan kendala dari segi kesanggupan untuk membayar iuranper-bulannya. Kesiapan Fasilitas kesehatan masih kurang siap menghadapi era JKN dimana fasilitayang tersedia yakni 1 unit puskesmas dan tidak semua terdapat poskesdes di setiap desa. ditinjaudari segi sumber daya manusia, Puskesmas Tinanggea masih kekurangan dokter karena idealnyasetiap puskesmas memiliki dua orang dokter. Sistem rujukan yang dijalankan oleh Pihak puskesmamengacu pada sistem rujukan dari BPJS kesehatan yang tercantum pada UU. Namun, Kendala yangsering terjadi dalam proses rujukan yaitu masih banyaknya masyarakat yang tidak patuh terhadapsistem rujukan, dan bahkan seringkali ditemukan pasien yang meminta untuk dirujuk meski pihakpuskesmas masih mampu untuk menangani pasien tersebut.Kata Kunci: JKN, Sosialisasi, Kepesertaan, Kesiapan Fasilitas  Kesehatan, Sistem Rujukan, BPJS,Kecamatan Tinanggea
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) PADA PASIEN RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Tina, Lymbran; Kholifah, Nur; Junaid, Junaid
Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.613 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i1.6242

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angkamortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) saat ini berisiko untuk semuakalangan, terutama usia dewasa dan lansia. Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan PPOK yakni genetik,riwayat penyakit infeksi pernapasan, jenis kelamin, usia, gizi, asap rokok, polusi udara dalam dan luar ruangan,serta gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar faktor risiko paparan asap rokok,paparan asap obat nyamuk bakar dan konsumsi minuman ringan terhadap kejadian penyakit paru obstruktifkronik (PPOK) pada pasien Poli Paru RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2017. Jenis penelitianyang digunakan adalah analitik observasional menggunakan rancangan case control study dengan pendekatanfixed disease. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Poli Paru RSUD Bahteramas sejak bulan januarisampai dengan oktober tahun 2017, sampel dalam penelitian ini berjumlah 105 sampel yakni 35 kasus dan 70kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan95% menunjukkan faktor risiko tinggi kejadian PPOK yakni paparan asap rokok diperoleh nilai OR = 3,188 denganLower limit = 1,273 dan Upper limit = 7,980; dan paparan asap obat nyamuk bakar diperoleh nilai OR = 2,411dengan Lower limit = 1,039 dan Upper limit = 5,599, sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko PPOK yaknikonsumsi minuman ringan diperoleh nilai OR = 2,016 dengan Lower limit = 0,278 dan Upper limit = 15,281. Bagimasyarakat diharapkan agar selalu menjaga kesehatan dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, sertamenghindari paparan asap rokok dan asap obat nyamuk bakar, dan menjaga pola makan dengan menerapkan giziseimbang. Kata kunci : Penyakit paru obstruktif kronik, asap rokok, asap obat nyamuk bakar, konsumsi minuman ringan.
RISIKO FAKTOR ORIENTASI SEKSUAL TERHADAP KEJADIAN HIV/AIDS BERDASARKAN PERILAKU SEKSUAL, NARKOBA PARENTERAL, DAN RIWAYAT IMS DI KOTA KENDARI TAHUN 2017 Mardaniah, Mardaniah; Lestari, Hariati; Junaid, Junaid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.378 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3994

Abstract

HIV adalah singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. HIV menyerang salah satu jenis dari sel-seldarah putih yang bertugas menangkal infeksi. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndromesuatu kumpulan gejala penyakit yang didapat akibat menurunnya sistem kekebalan t ubuh yang disebabkan olehvirus HIV. Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami peningkatan epidemi HIV/AIDS paling pesat didunia. Sulawesi tenggara merupakan provinsi dengan angka kejadian HIV/AIDS yang terus meningkat setiaptahunnya. Homoseksual dan heteroseksual merupakan dua kelompok yang berisiko terhadap kejadian HIV/AIDS.Tujuan penelitian adalah untuk melihat risiko faktor orientasi seksual terhadap kejadian HIV/AIDS berdasarkanperilaku seksual, narkoba parenteral, dan riwayat IMS di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metodeobservasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel 64 orang yanng telah melakukantes VCT. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan risiko faktor orientasi seksual terha dap kejadianHIV/AIDS berdasarkan perilaku seksual (p value homoseksual= 0,945, RP=0,950, CI(95%)=0,299-3,945) dan (p valueheteroseksual= 0,262, RP= 2,143 CI(95%)= 0,569-8,063), tidak ada perbedaan risiko faktor orientasi seksualterhadap kejadian HIV/AIDS berdasarkan narkoba parenteral (p value Homoseksual = 0,489, RP= Tidak dapatdihitung) dan (p value Heteroseksual = 1,000, RP= Tidak dapat dihitung), dan tidak ada perbedaan risiko faktororientasi seksual terhadap kejadian HIV/AIDS berdasarkan riwayat IMS (p value homoseksual= 0,081, RP=2,000,CI(95%)= 0,823-4,861) dan (p value heteroseksual= 0,271, RP=0,933, CI(95%)= 0,221- 3,943). Kelompokhomoseksual dan heteroseksual harusnya menghindari perilaku berisiko, dan mengenali parnert seks merekasebelum berhubungan seksual, serta rutin untuk memeriksakan kesehatan.Kata Kunci : HIV/AIDS, Orientasi Seksual, Perilaku Seksual, Narkoba Parenteral, dan Riwayat IMS.