Claim Missing Document
Check
Articles

DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PESISIR PUSKESMAS LALOWARU KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2017 Yadin, Jufri; Junaid, Junaid; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.687 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3434

Abstract

Penyakit Diare sampai saat ini masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian terbesar di dunia. Menurutdata United Nation Children’s Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) tahun 2013 diare merupakanpenyebab kematian nomor 2 pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyediaan airbersih, ketersediaan jamban keluarga, pengolahan sampah, sarana pembuangan air limbah, dan perilaku mencucitangan dengan kejadian diare di wilayah pesisir Puskesmas Lalowaru Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2017. Jenispenelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional Study.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 386 balita dengan besar sampel sebanyak 61 balita. Analisis datamenggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa tidak ada hubungan penyedian air bersih dengan kejadian diare pada balita (ρValue= 1,00), ada hubunganketersediaan jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita (ρValue= 0,028), ada hubungan pengolahan sampahdengan kejadian diare pada balita (ρValue= 0,005), ada hubungan sarana pembuangan air limbah dengan kejadiandiare pada balita (ρValue= 0,015), tidak ada hubungan perilaku mencuci tangan dengan kejadian diare pada balita(ρValue= 0,860). Kesimpulan dari penelitian tidak ada huhungan penyediaan air bersih dan perilaku mencuci tangandengan kejadian diare pada balita, serta ada hubungan ketersediaan jamban keluarga, pengolahan sampah, s aranapembungan air limbah dengan kejadian diare pada.Kata Kunci : air bersih, jamban keluarga, SPAL, mencuci tangan, diare balita
EFEKTIVITAS MEDIA TEKA-TEKI SILANG DENGAN METODE NHT (NUMBER HEADS TOGETHER) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 5 KENDARI TAHUN 2017 Muzakir, Yaumil Chairiah; Junaid, Junaid; Prasetya, Fikki
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.095 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i1.3901

Abstract

Permasalahan Narkoba di Indonesia masih merupakan sesuatu yang bersifat mendesak dan kompleks.Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahguna atau pecandu narkoba secara signifikan seiringmeningkatnya pengungkapan kasus tindak kejahatan narkoba yang semakin beragam polanya dan semakin masifpula jaringan sindikatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dengan mediateka-teki silang dengan metode NHT terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan penyalahgunaannarkoba sebelum dan sesudah perlakuan pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Kendari Tahun 2017. Jenispenelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimental dengan desain One Group Pre test - Post test Design. Populasidari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kendari yang belum pernah mengikuti penyuluhan tentangnarkoba yang berjumlah 116 orang, tehnik pengambilan sampel adalah Simple random sampling sehinggadidapatkan jumlah sampel sebesar 90 responden. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji WilcoxonSign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada sebelum dan setelah penyuluhan dengan media tekatekisilangdenganmetodeNHTterhadappengetahuanρ-value (0,000) < α (0,05), sikap ρ-value (0,000) < α (0,05),dan tindakan ρ-value (0,001) < α (0,05). ). Media Teka-Teki Silang efektif terhadap pengetahuan (54,9%), sikap(60,09%) dan tindakan (78,7%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa media Teka-Teki Silang dengan metode NHTmemiliki efektivitas terhadap terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa sebelum dan setelah perlakuan.Kata Kunci : Narkoba, TTS, NHT, Pengetahuan, Sikap, Tindakan
Pola Spasial Distribusi Penyakit TB Paru BTA (+) Di Wilayah Kerja Puskesmas Benu-Benua Tahun 2013-2015 Kota Kendari Ramadhan, Syahru; Junaid, Junaid; ainurrafiq, ainurrafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.326 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2912

Abstract

Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2014 menunjukkan TB membunuh 1,5 juta orang di dunia,kematian terjadi pada 890.000 laki-laki, 480.000 pada perempuan dan 180.000 pada anak-anak. Terdapat enamnegara yang memiliki jumlah kasus baru TB terbesar di dunia dan Indonesia berada di urutan kedua. Tujuanpenelitian ini yaitu untuk melihat pola distribusi penyakit TB paru BTA (+) di Wilayah Kerja Puskesmas Benu-Benuaditinjau dengan menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) tahun 2013-2015. Penelitian ini adalahpenelitian epidemiologi deskriptif dengan pendekatan cross sectional deskriftif untuk mengetahui pola spasial.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelurahan di wilayah kerja puskesmas Benu-benua periode tahun2013-2015 dengan menjadikan seluruh populasi menjadi sampel yakni sebanyak 6 kelurahan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa faktor tingkat kepadatan penduduk dan cakupan imunisasi BCG bukan merupakan faktor polapersebaran kejadian TB paru BTA (+) di wilayah kerja Puskesmas Benu-benua, sedangkan faktor persentasekeluarga miskin, cakupan rumah sehat serta status wilayah kumuh menjadi faktor pola persebaran TB paru BTA (+)di wilayah kerja Puskesmas Benu-benua.Kata Kunci: TB Paru BTA (+), Tingkat kepadatan penduduk, persentase keluarga miskin, cakupan rumah sehat,cakupan imunisasi BCG, status wilayah kumuh, pola pasial
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2017 Amalagusman, Amalagusman; Junaid, Junaid; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.51 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3416

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) Tuberculosis atau TB paru merupakan penyakit infeksi yangdisebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang pada umumnya mempengaruhi paru-paru. Menurut WorldHealth Organization (WHO) pada tahun 2014 menunjukkan TB paru membunuh 1,5 juta orang di dunia, kematianterjadi pada 890.000 laki-laki, 480.000 pada perempuan dan 180.000 pada anak-anak. Menurut profil kesehatanIndonesia (2014), TB dapat menyerang semua umur, tidak hanya usia tua, tetapi juga usia muda dan usiaproduktif. Berdasarkan jenis kelamin, tuberkulosis lebih banyak menyerang laki -laki daripada perempuan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko seperti Perilaku Kesehatan, Riwayat Kontak dan KepadatanHunian Terhadap Kejadian TB paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017. Penelitian inimenggunakan rancangan penelitian survei analitik dengan pendekatan case control study. Populasi dalampenelitian ini 510 penderita TB paru dengan jumlah sampel sebanyak 40 kasus 40 kontrol. Teknik pengambilansampel menggunkan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-squre pada tingkat kepercayaaninterval 95% (α=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko perilaku memiliki risiko 2 kali lebihbesar menderita penyakit TB paru, dan faktor risiko riwayat kontak memiliki risiko 9 kali lebih besar menderitapenyakit TB paru. Sedangkan faktor risiko kepadatan hunian bukan merupakan faktor risiko yang bermaknaterhadap kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017.Kata kunci: TB paru, perilaku, riwayat kontak, kepadatan hunian
GAMBARAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI TAHUN 2017 Dindatia, Novi; Junaid, Junaid; rasma, rasma
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.921 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2913

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu bukti tertulis tentang proses pelayanan yang yang berisi tentang data klinis pasien selamaproses diagnosis dan pengobatan. Pengelolaan rekam medis di rumah sakit untuk menunjang tercapainya tertib administrasiuntuk mencapai tujuan rumah sakit, yaitu peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian untukmengetahui gambaran kinerja petugas rekam medis di RSUD Kota Kendari. Metode penelitian ini dilakukan denganmenggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan fenomenologis yang tujuan untuk mendeskrifsikan tentang gambarankinerja petugas rekam medik sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Sampel penelitian ini adalah Kepala Seksi Rekam Medik1 orang, dan 3 orang staf rekam medik. Hasil dan pembahasan pernyataan informan berdasarkan pengukuran kinerja,menunjukkan petugas rekam medis memiliki kinerja cukup baik dilihat dari, kemampuan petugas rekam medik sesuai denganprofesi masing-masing namun tidak dengan pendidikan terakhir mereka. Sikap petugas rekam medik sangat bagus dalam halmenyapa, senyum dan ramah kepada pasien maupun pengunjung akan tetapi dalam hal kedisiplinan seperti menyelesaikanpekerjaan dan pulang kerja masih belum baik. Penampilan petugas rekam medik baik dalam hal berpakaian dan menggunakanatribut sesuai prosedur dan praturan yang berlaku. Perhatian petugas dan pimpinan rekam medik dalam hal ini sudah cukupbaik, dilihat dari pimpinan melakukan pengawasan dan evaluasi di setiap pekerjaan yang dilakukan oleh petugas. Tindakanpetugas rekam medik dalam hal ini cukup baik, petugas melakukan tindakan terhadap tugas yang diberikan dengan inisiatif dandaya tanggap tersendiri dalam melakukan pekerjaanya. Tanggung jawab petugas rekam medik dalam hal ini cukup bertanggungjawab dalam pekerjaannya. Kesimpulan mayoritas petugas rekam medis di RSUD Kota Kendari memiliki kinerja cukup baik.Kata kunci: Rumah Sakit, Kinerja, Petugas Rekam Medis.
PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP PERTOLONGAN PERSALINAN MENGGUNAKAN TENAGA DUKUN BAYI DI KECAMATAN LAWA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2017 Sutrianita, Sutrianita; Junaid, Junaid; Rezal, Farid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.944 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.4015

Abstract

Kematian ibu merupa kematian seorang wanita banyak terjadi saat hamil, bersalinan, atau 42 hari setelah persaliandengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap persalinan. penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui persepsi ibu hamil terhadap pertolongan persalinan menggunakan dukun bayi di Kecamatan LawaKabupaten Muna Barat Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatankualitatif deskriptif. Pemilihan informan kunci dan informan biasa dilakukan dengan metode snowball sampling.Informan kunci terdari dari 4 orang yakni dukun bayi dan 11 orang informan biasa yakni ibu yang melahirkanmenggunakan dukun bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan mempunyai sikap yang positifterhadap pertolongan persalinan. Sikap positif terbentuk karena adanya faktor kebudayaan yang turun temurunyang sudah di percaya bahwa dukun bayi memiliki kemampuan untuk menolong persalinan dan mengatasi masalahpada saat persalinan diyakini dukun bayi mempunyai kepercayaan spiritual yang bisa mempermudah persalinan danmencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Faktor ekonomi kemudahan dalam membayar jasa dukun, juga membuatsebagian besar informan merasa tidak perlu khawatir jika ditolong oleh dukun bayi. Selain itu jarak yang dekat anta rainforman dan dukun bayi membuat dukun bayi menjadi pilihan utama dalam pertolongan persalinan seta kedekataninforman dengan dukun bayi mempengaruhi pertolongan persalinan. untuk peneliti selanjutnya yang tertarikmengambil tema yang sama perlu untuk mengkaji lebih lanjut melalui beberapa penelitian tentang pertolonganpersalinan menggunakan dukun bayi.Kata Kunci : Pertolongan persalinan, sikap, norma subyektif, niat
POLA SPASIAL KEJADIAN TB PARU BTA POSITIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU TAHUN 2013-2015 Sasmita, Sasmita; Junaid, Junaid; Ainurafiq, Ainurafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.809 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.3033

Abstract

Tuberculosis atau TB merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosisyang pada umumnya mempengaruhi paru-paru. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2014menunjukkan TB membunuh 1,5 juta orang di dunia. Pada tahun 2015, Indonesia setiap tahunnya untuk kasustuberkulosis paru bertambah seperempat juta kasus baru dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiaptahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola spasial kejadian TB paru BTA positif di wilayah kerjaPuskesmas Puuwatu tahun 2013-2015 berdasarkan tingkat kepadatan penduduk, persentase keluarga miskin,cakupan rumah sehat, cakupan imunisasi BCG, dan wilayah kumuh. Penelitian ini merupakan penelitianepidemiologi deskriptif dengan pendekatan cross sectional deskriftif. Populasi penelitian ini yaitu seluruhkelurahan di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu tahun 2013-2015 sebanyak 95 penderita. Hasil dari penelitianini dengan menunjukkan bahwa pola spasial sebaran kejadian TB paru BTA positif cenderung terjadi pola padatingkat kepadatan penduduk yang sangat padat, persentase keluarga miskin yang tinggi, cakupan rumah sehatyang tinggi, cakupan imunisasi BCG yang tinggi, dan wilayah yang tidak kumuh di wilayah kerja PuskesmasPuuwatu tahun 2013-2015.Kata Kunci: TB paru BTA positif, tingkat kepadatan penduduk, persentase keluarga miskin, cakupan rumahsehat, cakupan imunisasi BCG, wilayah kumuh, pola spasial.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN SELEDRI (Apium graveolens) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2016 Oktavia, Intan Eka; Junaid, Junaid; ainurafiq, Ainurafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.834 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2900

Abstract

ABSTRAKHipertensi sering disebut sebagai silent killer karena sifatnya asimtomatik. Masalah penelitian ini adalah masihtingginya angka penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari, oleh karena itudiperlukan tindakan selain farmakologi juga non farmakologis salah satunya adalah pember ian Air rebusanseledri agar dapat menekan peningkatan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruhAir rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita Hipertensi diWilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Metode yang digunakan dengan pendekatan TrueExperiment dengan rancangan Pretest-Posttest With Control Group Design. Sampel dari penelitian iniberjumlah 44 orang yang terdiri dari dua kelompok yakni kelompok perlakuan dan kelompok kontr ol, dengantekhnik Purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan nilai tekanan darah sistolik dandiastolik sebelum, pada hari pertama dan hari kedua setelah pemberian Air Rebusan Seledri dengan nilaisignifikansi p<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan Pemberian Air RebusanSeledri terhadap penurunan Tekanan darah Sistolik dan Diastolik Penderita Hipertensi. Hasil uji statistik untukmengetahuii perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi kelompok perlakuan dankelompok kontrol pada hari pertama dan hari kedua setelah pemberian Air rebusan seledri sebelum dansesudah mengendalikan kovariat didapatkan nilai signifikansi p<0,05 sehingga disimpulkan bahwa adaperbedaan yang bermakna tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok perlakuan dan kelompokKontrol, sebelum maupun sesudah mengendalikan Kovariat.Kata Kunci : Seledri, Tekanan Darah, Hipertensi
ANALISIS PROGRAM PEMECAHAN MASALAH PENYAKIT HIPERTENSI MENGGUNAKAN APLIKASI PROJECTLIBRE DI PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN 2017 Ramadani, Febrianti; Junaid, Junaid; Farzan, Amrin
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.375 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2907

Abstract

Program pemecahan masalah penyakit hipertensi merupakan salah satu upaya untuk menurunkanangka kejadian penyakit tidak menular, artinya menghadirkan atau pembenahan program sebelumnyaditengah peningkatan angka kejadian penyakit tidak menular khususnya hipertensi . Aplikasi ProjectLibreadalah suatu program software komputer yang dirancang untuk memudahkan tim proyek mengenai seluruhsiklus hidup proyek, laporan timeline, manajemen tugas, waktu dan biaya pelaporan. Tujuan penelitian iniadalah untuk melakukan program pemecahan masalah terhadap hasil identifikasi yang berhubungan denganhipertensi menggunakan aplikasi ProjectLibre di Puskesmas Benu-benua Kota Kendari Tahun 2016. Metodepenelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik snowball sampling melalui wawancaramendalam dengan informan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 2orang informan kunci dan6oranginforman biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penderita hipertensi sudah baik dankeluarga juga memperhatikan kondisi penderita penyakit hipertensi berdasarkan pengetahuan yang diketahuiserta sesuai keadaan finansial masing-masing keluarga. Selain itu program puskesmas sudah berjalansebagaimana mestinya selama 2 tahun dengan segenap usaha yang maksimal dari pihak pelaksana kegiatan.Namun belum ada evaluasi yang signifikan mengenai program yang dijalankan sehingga penelitimerekomendasikan beberapa program kegiatan sebagai bentuk sumbangsi dalam pemecahan masalahpenyakit tidak menular khususnya hipertensi ditengah meningkatnya jumlah penderita setiap tahunnya.Diharapkan pihak puskesmas melakukan evaluasi agar keberhasilan program dapat diukur sekaligus dapatmenjadi acuan untuk pembenahan program atau menghadirkan program baru untuk menekan angk a kejadianpenyakit tidak menular khususnya Hipertensi.Kata kunci : program pemecahan masalah, projectlibre, hipertensi.
HUBUNGAN POLA MAKAN, EKONOMI KELUARGA DAN RIWAYAT INFEKSI DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA TAHUN 2018 Ratufelan, Esra; Zainuddin, Asnia; Junaid, Junaid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.586 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.4017

Abstract

Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yangdiperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan.Dari data seluruh dunia menurut WHO (2016), sekitar 45% kematian di antara anak-anak di bawah usia 5tahun mengalami gizi kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan,ekonomi keluarga dan riwayat infeksi dengan kejadian gizi kurang pada balita diwilayah kerja puskesmasbenu-benua tahun 2018. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan crosssectional study. Jumlah sampel penelitian yaitu 55 responden. Hasil analisis pola makan menggunakanuji chi-square diperoleh nilai ρvalue=0,423 ≥ dari α=0,05 sehingga hipotesis nol diterima dan tidak adahubungan antara pola makan dengan gizi kurang. Hasil uji chi-square ekonomi keluarga diperoleh nilaiρvalue=0, 443 ≥dari α=0,05 sehingga hipotesis nol diterima dan tidak ada hubungan ekonomi keluargadengan kejadian gizi kurang. Hasil uji chi-square riwayat infeksi diperoleh nilai ρvalue=0, 003 ≤ dari α=0,05sehingga hipotesis nol ditolak dan ada hubungan antara riwayat infeksi dengan kejadian gizi kurang padabalita diwilayah keraja puskesmas benu-benua tahun 2018.Kata Kunci: Pola makan, Ekonomi Keluarga, Riwayat Infeksi, Gizi Kurang.