Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DAN POLA MAKAN TERHADAP STATUS GIZI LEBIH PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI TAHUN 2018 Laila, Daratul; Zainuddin, Asnia; Junaid, Junaid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.107 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3989

Abstract

Gizi lebih merupakan kondisi adanya berat badan melebihi berat badan normal dan k elebihan lemaktubuh. Sehingga berat badan jauh diatas normal. Gizi lebih adalah keadaan tubuh seseorang yang mengalamiberat badan berlebih karena kelebihan jumlah asupan energi yang disimpan dalam bentuk cadangan berupalemak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan pola makanterhadap status gizi lebih pada balita di wilayah kerja puskesmas Mokoau kota kendari tahun 2018. Jenispenelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penelitian inidilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2018 di puskesmas Mokoau.Teknik pengambilan sampelmenggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 80 responden dengankategori ibu dan anak sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariatdengan menggunakan uji chi square. Hasil uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukan bahwa adahubungan antara pengetahuan ibu dan pola makan terhadap status gizi lebih pada balita di wilayah kerjapuskesmas mokoau kota kendari tahun 2018 dengan didapatkan nilai ρ value pengetahuan ibu sebesar 0,002berarti ρ value ˂ α (0,05) dan didapatkan nilai ρ value pola makan sebesar 0,000 berarti ρ value ˂ α (0,05).Kata Kunci: Status Gizi lebih, Pengetahuan ibu dan Pola Makan
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI KELURAHAN PUWATU TAHUN 2017 Firnanda, Nova; Junaid, Junaid; Jafriati, Jafriati
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.486 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3430

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat,infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. .Puskesmas Puuwatu merupakan Puskesmas dengan jumlah penderita ISPA tertinggi diantara Puskesmas di KotaKendari, Kelurahan Puuwatu memiliki angka kejadian ISPA pada balita tertinggi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui gambaran persebaran kejadian ISPA pada balita, gambaran persebaran kepadatan penduduk, gambaranpersebaran kepadatan hunian rumah serta gambaran jarak rumah dengan jalan raya di Kelurahan Puuwatu KotaKendari Tahun 2017. Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan metode crosssectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 orang. Hasil penelitian menunjukkan Kelurahan Puuwatumerupakan Kelurahan dengan kepadatan penduduk tinggi, kepadatan hunian rumah yang tidak memenuhi syaratterdapat 74 rumah balita, serta jarak rumah dekat dengan jalan raya terdapat 51 rumah balita yang dekat denganjalan raya. Analisis spasial dengan menggunakan SIG menunjukkan persebaran penyakit ISPA pada balita, kepadatanhunian rumah dan jarak rumah dekat dengan jalan raya.Kata Kunci : ISPA, Kepadatan penduduk, Kepadatan hunian dan jarak rumah dengan jalan raya.
MODEL PERMASALAHAN EFEKTIFITAS SISTEM KOORDINASI PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT BADAN LAYANAN UMUM DAERAH BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Suhadi, Suhadi; Maidin, Alimin; Palutturi, Sukri; Bahar, Burhanuddin; Nurmaladewi, Nurmaladewi; Yasnani, Yasnani; Junaid, Junaid; La Dupai, La Dupai; Astuty, Esti
Preventif Journal Vol 4, No 1 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.833 KB) | DOI: 10.37887/epj.v4i1.9434

Abstract

AbstrakRumah Sakit sebagai lembaga pelayan publik tidak hanya melakukan fungsi bisnis tetapi juga melakukan fungsisosial bagi masyarakat. Dalam konteks lembaga usaha pelayan publik modern, rumah sakit terus dituntut untukmemaksimalkan pelayanan kesehatan sehingga tercipta pelayanan yang bermutu dan memuaskan pelanggan.Tujuan Penelitian adalah menganalisis efektifitas koordinasi Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit BadanLayanan Umum Daerah (RS-BLUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, menyusun model permasalahan dansolusi masalah efektifitas sistem koordinasi pelayanan kesehatan. Jenis Penelitian kualitatif, denganmenggunakan pendektan studi kasus. Informan penelitian adalah pasien dan petugas RS. Pengumpulan datadengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukanumumnya sistem koordinasi pelayanan kesehatan di RS BLUD Bahteramas belum seluruhnya efektif. Dalampelaksanaannya masih mengalami permasalahan diantaranya kurangnya informasi pada pasien hal koordinasipetugas dalam pelayanan, koordinasi petugas kurang cepat, koordinasi petugas kurang tepat, koordinasipetugas kurang sesuai harapan, dan kurang koordinasi antar petugas. Pelaksanaan sistem koordinasi pelayanankesehatan di RS BLUD belum sepenuhnya efektif.Kata Kunci: Rumah Sakit, JKN, Sistem Koordinasi, Efektivitas
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PENENUN DI DESA MASALILI KECAMATAN KONTUNAGA KABUPATEN MUNA TAHUN 2019 Mufsidik, Daryatno; Pratiwi, Arum Dian; Junaid, Junaid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i4.11366

Abstract

Penenun merupakan salah satu bagian dari masyarakat pekerja perlu mendapat perhatian karena proses kerja yang mereka lakukan banyak mengandung risiko terhadap kesehatan. Posisi kerja yang statis,dengan lama kerja yang tidak menentu, serta penggunaan alat yang masih bersifat tradisional, menyebabkanpenenun mengalami keluhan berupa pegal-pegal, nyeri otot, dan kesemutan pada bagian tubuh seperti leher, pingang, lengan, bokong, dan paha, Proses kerja yang tidak benar dan tidak sesuai dengan norma-normaergonomi, dapat menyebabkan gangguan MSDs. Adapun faktor risiko terhadap keluhan MSDs diantaranya faktorindividu, faktor pekerjaan dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungandengan keluhan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada penenun di Desa Masalili Kecamatan KontunagaKabupaten Muna. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan padaBulan Juni 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah pemenun yang berasal dari Desa Masalili berjumlah 60 orangdengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubunganyang bermakna antara masa kerja dengan keluhan MSDs (p-value = 0,000), tidak ada hubungan bermakna antaraIMT dengan keluhan MSDs (p-value = 0,256), ada hubungan yang bermakna antara lama kerja dengan keluhanMSDs (p-value = 0,013), dan ada hubungan yang bermakna antara postur kerja dengan keluhan MSDs (p-value =0,025) pada penenun di Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna tahun 2019. Kata Kunci : MSDs, masa kerja, IMT, lama kerja, postru kerja.
GAMBARAN KONSUMSI MINUMAN KERAS PADA REMAJA DI KELURAHAN LIPU KECAMATAN BETOAMBARI KOTA BAUBAU TAHUN 2019 Asrun, Asrul; Junaid, Junaid; Saktiansyah, La Ode Ahmad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i3.11319

Abstract

Abstrak Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol (zat psikoaktif) bersifat adiktif yang bekerjasecara selektif, terutama pada otak, sehingga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, dan kognitif,serta bila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus dapat merugikan dan membahayakan jasmani,rohani maupun bagi kepentingan perilaku dan cara berfikir kejiwaan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran konsumsi minuman keras pada remaja di Kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari KotaBaubau tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat deskriptif kuantatif. Sampel dalampenelitian ini adalah total populasi remaja berusia 15-20 tahun yang berjumlah 65 remaja. Pemilihan sampeldilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran konsumsi minumankeras pada remaja di Kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari Kota Baubau ditinjau dari pengetahuan 95,4% cukupdan 4,6% kurang. Ditinjau dari sikap 93,8% positif dan 6,2% negatif. Ditinjau dari tindakan 56,9% baik dan 43,1%buruk.  Kata kunci: konsumsi minuman keras, pengetahuan, sikap dan tindakan
HUBUNGAN PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAARA TAHUN 2019 Sundari, Rina; junaid, Junaid; Fithria, Fithria
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i4.11438

Abstract

Abstrak Status gizi balita merupakan salah satu indikator penentu yang menggambarkan keadaan tingkatkesejahteraan kesehatan masyarakat. Masalah gizi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinnya kesakitandan penyebab terjadinya kematian paling sering pada anak diseluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan perilaku pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi pada balita usia6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Waara tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai balita usia 6-59bulan. Besar sampel pada penelitian adalah 86 orang yang diambil dari bagian populasi yang menggunakansimple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pemberianinstrumen penelitian berupa kuesioner tentang pengetahuan ibu, dan frekuensi pemberian makananpendamping ASI. Alat dokumentasi berupa kamera atau handphone berkamera, komputer dan kalkulator, alattulis, dan software program pengolahan data. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primerdan data sekunder Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei. Data dianalisis secara univariat dan bivariat denganmenggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian pada tingkat pendapatan menunjukkan bahwa, ada hubunganantara pendapatan dengan status gizi balita (pValue = 0,008), ada hubungan antara pengetahuan denganstatus gizi balita (pValue = 0,009) dan ada hubungan frekuensi pemberian makanan pendamping ASI denganstatus gizi balita (pValue = 0,004) di wilayah kerja Puskesmas Waara tahun 2019. Kata Kunci : Status Gizi, Pendapatan, Pengetahuan, Frekuensi Pemberian Makanan Pendamping ASI 
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEPATUHAN PROSEDUR KERJA DENGAN TERJADINYA KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA KENDARI TAHUN 2019 Rahman, Cathlya Vebrilia; Junaid, Junaid; Saptaputra, Syawal Kamiluddin
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i2.16587

Abstract

Kecelakaan kerja menurut peraturan menteri ketenagakerjaan RI No 10 tahun 2016 adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebalikya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Berdasarkan riset yang dilakukan badan dunia International Labour Organization (ILO), lebih dari 1,8 juta kematian akibat kerja terjadi setiap tahunnya di kawasan Asia dan Pasifik. Pembangunan konstruksi Bank Indonesia memiliki pekerja(buruh) sebanyak 105 orang yang memiliki keragaman pengetahuan, sikap dan tingkat kepatuhan prosedur kerja yang berbeda sehingga pekerja memiliki peluang mengalami kecelakaan kerja ketika mereka lalai ataupun tidak mematuhi prosedur kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahun, sikap dan kepatuhan prosedur kerja dengan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja(buruh) proyek konstruksi kantor perwakilan Bank Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik obsevasional dengan rancangan cross sectional. Populasi pekerja sebanyak 105 orang, dengan jumlah sampel 83 orang. Uji statitistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak ada hubungan pengetahuan dengan kecelakaan kerja (p-value= 0,456), ada hubungan sikap dengan terjadinya kecelakaan kerja (p-value= 0,000), ada hubungan kepatuhan prosedur kerja dengan terjadinya kecelakaan kerja (p-value= 0,005). Saran untuk penelitian ini yaitu pekerja harus selalu berhati-hati dalam bekerja dengan mematuhi segala peraturan yang telah dibuat pihak proyek agar terjadinya kecelakaan kerja dapat diminimalisir.
DETERMINAN PEMILIHAN PERTOLONGAN PERSALINAN DI DESA LINSOWU KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA TAHUN 2019 Suntrisnawati, Suntrisnawati; junaid, Junaid; Nirmala, Fifi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v5i2.13126

Abstract

Persalinan adalah serangkaian kejadian pada ibu hamil yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh si ibu. Tujuan penelian Untukmengetahui hubungan pendidikan ibu, adat istiadat, dukungan suami, dan sosial ekonomi dalam pemilihanpertolongan persalinan di Desa Linsowu Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara Tahun 2019. Jenispenelitian ini penelitian observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian iniadalah seluruh ibu nifas yang melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan dan ditolong oleh tenaga dukunsebanyak 36 dalam waktu satu tahun (Januari-Mei 2019). Pengambilan sampel dalam peneletian ini Sampeldalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yangmelahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan dan ibu yang melahirkan di tolong oleh dukun yang bertempattinggal di Desa Linsowu Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara berjumlah 36 responden tahun 2019. Hasilada hubungan pendidikan ibu terhadap pemilihan pertolongan persalinan di Desa Linsowu Kecamatan KulisusuKabupaten Buton Utara tahun 2019 Berdasarkan uji chis-square diperoleh nilai p-value= 0,014 (p-value <0,05),tidak ada hubungan kepercayaan tradisional terhadap pemilihan pertolongan persalinan di Desa LinsowuKecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara tahun 2019 Berdasarkan uji chis-square diperoleh nilai p-value=0,657 (p-value >0,05), ada hubungan dukungan suami terhadap pemilihan pertolongan persalinan di DesaLinsowu Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara tahun 2019 Berdasarkan uji chis-square diperoleh nilai p-value= 0,213 (p-value >0,05), ada hubungan sosial ekonomi terhadap pemilihan pertolongan persalinan di DesaLinsowu Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara tahun 2019 Berdasarkan uji chi-square diperoleh nilai p-value= 0,037 (p-value <0,05) Kata kunci: Pendidikan, Adat Istiadat, Dukungan Suami (Keluarga), Sosial Ekonomi
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMA NEGERI 1 BARANGKA TAHUN 2019 Fithria, Fithria; Junaid, Junaid; Sarmin, Wa Ode Siti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16342

Abstract

Abstrak Anemia adalah keadaan dengan kadar hemoglobin, hematokrit dan sel darah merah yang lebih rendah dari nilainormal, yaitu hemoglobin <12g/dL untuk remaja.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara asupan zatgizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Barangka. Jenis penelitian yang digunakan adalahAnalitik Observasional dengan rancangan penelitian cross sectional, dengan populasi seluruh remaja putri di SMANegeri 1 Barangka kelas X dan XI, teknik pengambilan sampel dengan cara proportionate random sampling denganjumlah 33 responden kelas 10 dan 24 responden kelas 11 di wilayah kerja puskesmas Barangka Kota Laworo Tahun2019. Untuk variabel independen asupan zat gizi menggunakan alat ukur kuisioner, dan food recall 24 jam yangdianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α<0,05. Untuk variabel dependenKejadian Anemia menggunakan Alat pengumpulan data yaitu family Dr. (Haemometer digital) untuk uji kadar Hbdalam darah dengan pengukuran langsung pada remaja putri di SMA Negeri 1 Barangka. Hasil penelitian menunjukanada hubungan asupan energy (P-Value=0,000; α<0,05), karbohidrat (P-Value=0,000; α<0,05), Zat besi (P-Value=0,000;α<0,05), vitamin C (P-Value=0,000; α<0,05) dengan kejadian anemia. Tidak terdapat hubungan asupan protein (P-Value=0,466; α<0,05), dan lemak (P-Value=0,081; α<0,05). Kata Kunci : Anemia, Asupan zat gizi
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMAUAN MEMBAYAR (WILLINGNESSTO PAY) PASIEN RAWAT JALAN PUSKESMAS KATOBU KABUPATEN MUNA TAHUN 2018 Putri, Nina Desriana; junaid, Junaid; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v5i2.13133

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap warga negara makapemenuhannya menjadi hal yang penting. Pelayanan kesehatan yang bermutu, terutama pelayanan kesehatandi bidang Puskesmas membutuhkan biaya yang cukup tinggi, keterbatasan pembiayaan kesehatan yang berasaldari Pemerintah, menuntut adanya mobilisasi sumber dana dari masyarakat. Salah satu cara yaitu melakukankesesuaian antara pelayanan yang diberikan dengan tarif pelayanan yang dibebankan pada masyarakat. Tujuanpenelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kemauan membayar pasien pelayanan kesehatan (WTP) diInstalasi rawat jalan Puskesmas Katobu Kabupaten Muna serta hubungannya dengan karakteristik pasien,pendapatran, jarak tempat tinggal pasien ke Puskesmas, persepsi pasien terhadap manfaat pelayanan, danmutu pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional dengan pendekatan deskriptif-analitik.Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan panduan daftar pertanyaan yang telah disusunkepada responden yang merupakan pasien atau pendampingnya. Pengukuran atas kemauan membayarmenggunakan metode Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Dari hasil penelitian ini menunjukkanbahwa kemauan membayar pasien atas pelayanan kesehatan di poli rawat jalan Puskesmas Katobu rata-ratacukup tinggi, artinya pasien sudah merasa cukup puas atas pelayanan yang diterima, namun masihmengharapkan lagi adanya peningkatan mutu layanan yang lebih baik. Hasil penelitian ini juga menunjukkanbahwa kemauan membayar pasien dipengarui oleh jarak tempat tinggal pasien ke Puskesmas Katobu,sedangkan tingkat pendapatan, manfaat pelayanan, dan mutu pelayanan tidak berpengaruh secara signifikanterhadap kemauan membayar pasien. Oleh karena itu penelitian ini juga menyarankan perlu adanyapeningkatan yang lebih baik lagi terhadap mutu layanan sehingga akan meningkatkan pula kemauan membayarpasien. Kata Kunci : Kemauan membayar, pasien rawat jalan, Puskesmas Katobu