Fluktuasi kinerja dan risiko human error di industri pelayaran yang berisiko tinggi sering kali dipicu oleh kegagalan manajemen dalam mengelola ritme kerja dan kondisi psikologis awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh rotasi kru terhadap kinerja kru melalui peran mediasi stres kerja, dengan menggunakan landasan teori Job Demands-Resources (JD-R) Model. Penelitian kuantitatif ini dilakukan melalui survei kuesioner terhadap 100 responden pelaut aktif dari berbagai jenjang kepangkatan. Data dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pelaksanaan rotasi kru yang baik berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat stres kerja. Sebaliknya, tingginya stres kerja terbukti mendegradasi kinerja operasional dan keselamatan kru secara signifikan. Temuan kebaruan (novelty) penelitian ini membuktikan bahwa stres kerja berperan sebagai mediator vital; artinya, ketidakpastian jadwal pergantian awak (crew change) merusak kinerja melalui mekanisme peningkatan tekanan psikologis yang gagal dikelola. Penelitian ini merekomendasikan perusahaan pelayaran untuk menerapkan sistem penjadwalan yang transparan dan menyediakan dukungan pemulihan mental di atas kapal sebagai strategi mitigasi risiko keselamatan.