Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengetahuan Peternak terhadap Pemanfaatan Pakan Komplit untuk Pakan Ternak Kerbau di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya Gairtua, Barnabas; Harmoko, Harmoko; Welerubun, Inggrid; Makatita, Juwaher; Lico, Gidion; Sulimaly, Gres
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8325

Abstract

Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan daerah yang terdapat di Provinsi Maluku, Kabupaten MBD memiliki potensi ternak kerbau yang sangat besar, populasi ternak kerbau dari tahun 2018,2019 dan 2020 adalah 10.720,10.453 dan 10.531 (BPS Kabupaten MBD, 2020). Pada tahun 2011 Kerbau Moa telah ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak asli Indonesia asal Maluku. Melihat potensi kerbau moa yang begitu besar maka perlu untuk terus dikembangkan tetapi harus didukung oleh pakan yang baik, Rendahnya produktivitas kerbau dipulau Moa disebabkan karena faktor nutrisi yang terkandung didalam pakan. Nutrisi dalam pakan sangat berpengaruh terhadap produktifitas ternak kerbau di pulau Moa. Oleh kerena itu, manipulasi nutrisi pakan akan sangat menentukan hasil akhir dari produktifitas. Fermentasi pakan komplet berbasis hijauan pakan sebagai pakan ternak kerbau dapat diterapkan, baik dalam skala usaha kecil maupun skala usaha besar. Teknologi pakan komplet dapat menjadi solusi atas persoalan kualitas dan stok pakan. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi peternak, maka penelitian ini dilakukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh peternak kerbau dipulau Moa Kab Maluku Barat Daya.
Gambaran Struktur Populasi Ternak Kerbau Moa Harmoko, Harmoko
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.14564

Abstract

Kerbau Moa saat ini telah menjadi flasma nutfa kabupaten Maluku Barat Daya untuk itu, ternak kerbau Moa sangat diharapkan menjadi ternak yang diandalkan untuk dapat di kembangkan. penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui gambaran struktur populasi ternak kerbau Moa yang ada di kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode purpusef sampling, reponden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang peternak kerbau Moa yang tersebut di lima desa dengan populasi dan peternak terbanyak. kemudian data tersebut selanjutnya di tabulasi sehingga didapatkan gambaran terkait populasi ternak kerbau di Kabupaten Maluku Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran struktur populasi ternak kerbau Moa dengan persentase tertinggi terdapat pada usia mudah dengan jenis kelamin betina yaitu 24,57% (698 ekor) dan gambaran struktur dengan persentase terendah berada pada umur pedet jenis kelamin jantan yaitu 10,64% (302). Data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan ternak kerbau Moa di kabupaten Maluku Barat Daya sangat berpotensi, karena memiliki sruktur populasi ternak kerbau yang baik dan merata
Kursus dan Pelatihan Bahasa Inggris pada Generasi Muda Dusun Upunyor Desa Weraru Kecamatan Moa Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya Romkeny, Hermelina; Lerrick, Meilisa Everdina; Sulimaly, Petronela; Porsiana, Sin Algonda; Imbama, Dorkas; Bastian, Barbalina Marta; Ratuhalano, Rita Marlin; Permaha, Yakoba; Keilaikou, Julio; Cinde, Nensia; Harmoko, Harmoko
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022335

Abstract

Knowledge of English is one of the supports for the easy generation in facing the development of an increasingly advanced era. The purpose of implementing the English language course program is to provide knowledge of English to the younger generation in Upunyor Hamlet, Werwaru Village. The implementation of the English language course is carried out every week on Saturday afternoons for 2-3 hours of meetings. The trainees are the younger generation in Upunyor Hamlet. The results of the training showed that the implementation of the English language training carried out by KKN PSDKU UNPATTI students was running quite smoothly and there were no significant obstacles, this could be seen from the enthusiasm of the younger generations of Upunyor Hamlet in participating in the training from the beginning to the end of the meeting. From the results during the training, it was clear that the trainees understood and understood English quite well, which can be seen from the results of the practice of speaking English. Abstrak: Pengetahuan bahasa inggris menjadi salah satu penunjang para generasi mudah dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju. Tujuan pelaksanan program kurkus bahasa inggris yaitu untuk memberikan pengetahuan berbahasa inggris kepada generasi muda di Dusun Upunyor, Desa Werwaru. Pelaksanaan kursus bahasa inggris dilaksanakan setiap minggu di hari sabtu sore selama 2-3 jam pertemuan. Peserta pelatihan yaitu generasi mudah di Dusun Upunyor. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan bahasa inggris yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN PSDKU UNPATTI terbilang berjalan cukup lancar dan tidak ada kendala berarti, hal tersebut dapat terlihat dari antusiasnya para generasi mudah Dusun Upunyor dalam mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir pertemuan. Dari hasil selama pelaksanaan pelatihan terlihat jelas bahwa para peserta pelatihan cukup memahami dan mengerti berbahasa bahasa inggris yang dapat dilihat dari hasil praktek berbahasa inggris. 
Aktualisasi Komisi Kepolisian Nasional Dalam Mewujudkan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia Yusuf, Yusuf; Harmoko, Harmoko
JUSTISI Vol. 10 No. 1 (2024): JUSTISI
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jurnaljustisi.v10i1.2392

Abstract

This research examines the actualization of Kompolnas in realizing Polri reform. This research attempts to look at the actualization of Kompolnas and the challenges faced by Kompolnas in carrying out police reform. The approach used in this research is normative law. The legal materials used in this research are primary and secondary legal materials. Legal materials were collected systematically through library research and documentation, then the legal materials were analyzed systematically using deductive and inductive legal reasoning, with the results of the analysis described in this study. The results of this study reveal that Kompolnas' efforts in implementing Polri reform have not been maximized because they do not have the legal authority to evaluate the results of their recommendations. Besides that, there are still obstacles faced by Kompolnas in realizing Polri reform, namely internal factors and external factors. Keywords: Actualization, Kompolnas, Reform, Polri
PENDIDIKAN POLITIK BAGI MASYARAKAT MENJELANG PEMILU TAHUN 2024 DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017 Harmoko, Harmoko; Oktaviani, Dewi Anggun; Maksin, Mastina; Astuti N, Veronica Sri; Wahyono, Eko; Su'ud, Moch.; Herlambang, Tedy; Wati, Rahma; Kusniawati, Noer Aini
Abdi Panca Marga Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Abdi Panca Marga Edisi November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/abdipancamarga.v4i2.1614

Abstract

Political education is a process and learning about the rights, duties and responsibilities of every citizen in the life of the nation and state. The implementation of the civil service program raises the problem of a lack of understanding of political education ahead of the election from the point of view of Law no. 7 of 2017 for residents of the Traditional Village of Dringu District. To overcome these problems, political education advice is given with the aim of increasing knowledge, understanding, understanding and awareness as well as interest in voicing the right to vote in elections. The method used is to speak directly to the community. Political education in elections in the democratic state of Indonesia is considered to be still not high. Due to mixed feelings, many people voted for white citizens (abstained) in the elections. One effort to overcome this problem is to organize political education for the indigenous people themselves. Indigenous peoples are expected to become a generation of political education and political conditions, punishment for disturbance and understanding of political education in one of its parts. Promoting political education also strives for local cultural communities not only to become political objects but also to act as political subjects. Keywords: Educatian, politics, and elections.
Pengaruh Konsentrasi EM4 dalam Pembuatan Silase Batang Pisang Lico, Gideon Johsua; Harmoko, Harmoko; Gairtua, Barnabas
Kalwedo Sains (KASA) Vol 6 No 2 (2025): Kalwedo Sains (KASA), September 2025
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav6i2p107-117

Abstract

Penelitian ini mengatasi permasalahan pemanfaatan limbah batang pisang sebagai pakan ternak yang belum optimal, khususnya dalam menentukan konsentrasi Effective Microorganisms 4 (EM4) yang efektif dan efisien untuk silase. Tujuannya adalah menganalisis pengaruh variasi konsentrasi EM4 terhadap kualitas silase batang pisang, menentukan konsentrasi optimal, serta mengukur perubahan sifat fisik dan kandungan nutrisi. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan faktor konsentrasi EM4 (0%, 2%, 4%, 6%) dan lama fermentasi (14, 21, 28 hari), diulang 5 kali. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi EM4 dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap pH, keberadaan jamur, tekstur, aroma, dan warna silase. Perlakuan A2B2 (EM4 4% + fermentasi 21 hari) direkomendasikan sebagai perlakuan optimal karena memberikan keseimbangan terbaik pada semua parameter kualitas silase. Kesimpulannya, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi pemanfaatan limbah pertanian menjadi pakan ternak bernilai tinggi.
Implementasi Prinsip Kearifan Lokal Dalam Hukum Lingkungan Sebagai Instrumen Konservasi Hutan Oleh Masyarakat Hukum Adat Ilman, La; Humulhaer, Siti; Kalibia, Muhammad Umar; Raunas, Ide; Harmoko, Harmoko; Giri, Raden
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip kearifan lokal dalam hukum lingkungan sebagai instrumen konservasi hutan oleh Masyarakat Hukum Adat (MHA). Di tengah kegagalan hukum formal yang bersifat top-down dalam menekan laju deforestasi yang masif, kearifan lokal muncul sebagai sistem hukum yang hidup (living law) dengan efektivitas yang jauh lebih tinggi di tingkat tapak. Melalui kacamata penelitian sosio-legal, kajian ini membedah interaksi kompleks antara norma adat dengan regulasi lingkungan nasional yang sering kali tumpang tindih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti praktik Sasi di Maluku dan Hutan Larangan di berbagai wilayah Nusantara, memiliki struktur hukum yang mapan dan sistematis. Struktur ini mencakup aspek preventif untuk mencegah kerusakan, aspek kuratif untuk pemulihan, hingga penerapan sanksi sosial-spiritual yang memberikan efek jera secara psikologis dan sosiologis lebih kuat dibandingkan sanksi pidana negara. Meskipun pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 peluang transformasi nilai adat ke dalam instrumen konservasi formal semakin terbuka lebar, implementasinya masih terhambat oleh rigiditas administratif dan ego sektoral birokrasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kedaulatan MHA atas wilayah adatnya merupakan kunci utama bagi keberlanjutan ekosistem hutan dan mitigasi perubahan iklim. Diperlukan sinkronisasi kebijakan yang secara radikal menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Model konservasi kolaboratif yang berbasis pada kearifan lokal ini diyakini mampu menjawab tantangan krisis iklim global sekaligus mewujudkan keadilan ekologis yang substansial di Indonesia.