Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Profil Pasien Epilepsi di Rumah Sakit Mangusada Bali Pada Periode Bulan Oktober 2022 sampai Oktober 2023 Ni Putu Dian Puspitha Maheswari Yasa; Dewa Ayu Putri Sri Masyeni; Saktivi Harkitasari
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit kronis yang masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di dunia. Epilepsi dapat terjadi pada semua usia, semua jenis kelamin, dan semua ras yang ada di dunia. Di Indonesia angka prevalensi epilepsi cukup tinggi yaitu antara 0,5% sampai 2%. Akan tetapi, tidak didukung oleh data epidemiologi yang lengkap. Jumlah laporan data epidemiologi pasien epilepsi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien epilepsi yang dirawat di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Mangusada pada periode bulan Oktober 2022 sampai Oktober 2023. Metode observasional deskriptif potong lintang. Penelitian ini memiliki jumlah sampel yang mengikutsertakan 170 orang. Pengumpulan data didapatkan dari rekam medis selama satu tahun. Hasil penelitian didapatkan mayoritas sampel berusia >36-60 tahun 53 (31,2%) orang, berjenis kelamin laki-laki 92 (54,1%), memiliki etiologi idopatik 143 (83,1%), bangkitan umum 150 (88,2%), pengobatan monoterapi 102 (60%), jenis obat phenytoin 88 (34,5%), tidak memiliki hasil EEG 134 (78,8%), tidak memiliki penyakit penyerta 148 (87%). Kesimpulan penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas penyakit epilepsi dimiliki oleh usia >36-60 tahun yang berjenis kelamin laki-laki, dengan etiologi idiopatik dan bangkitan umum, diberikan pengobatan monoterapi dengan phenytoin, dan mayoritas sampel tidak memiliki penyakit perta dan tidak memiliki hasil pemeriksaan EEG.  
Pencegahan Stunting Melalui Perbaikan Gizi di Banjar Gadungan, Desa Bresela, Kecamatan Payangan Komang Trisna Sumadewi; Asri Lestarin; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.1.3.2022.68-75

Abstract

Abstrak Di Indonesia kekurangan gizi kronik menjadi salah satu fokus pemerintah. Stunting merupakan gangguan tumbuh pada anak balita ditandai dengan anak terlalu pendek untuk usianya. Pada tahun 2019, angka prevalensi kasus stunting pada balita di kabupaten Gianyar sebesar 12,1%. Hal ini menyebabkan perlunya pembinaan pada desa dengan angka stunting yang cukup tinggi termasuk Desa Bresela. Berdasarkan wawancara dan observasi, didapatkan minimnya pengetahuan mitra mengenai stunting, gizi seimbang dan cara mengolah makanan untuk memenuhi gizi seimbang. Melalui program pengabdian kepada masyarakat diharapkan terdapat peningkatan pengetahuan mitra mengenai stunting dan gizi seimbang serta cara mengolah makanan untuk memenuhi gizi anak sesuai usianya. Metode yang digunakan adalah focus group discussion (FGD ) untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh mitra, dialog interaktif bertujuan memberikan edukasi mengenai solusi permasalahan yang dihadapi oleh mitra serta pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam menyusun menu makanan yang dilakukan secara berkelanjutan disertai monitoring dan evaluasi setiap bulannya. Program ini terlaksana dengan baik berdasarkan waktu pelaksanaan, partisipasi dan kerjasama yang baik antara mitra dan tim pelaksana. Sarana yang dibutuhkan dan bahan kegiatan juga tersedia dengan baik dengan jumlah yang memadai selama kegiatan. Kegiatan praktek simulasi, pelatihan dan pendampingan pengolahan makanan juga berlangsung baik. Mitra terlihat sangat antusias dan telah berpartisipasi aktif serta kehadiran 100% dalam setiap kegiatan. Peningkatan pengetahuian mitra mengenai stunting dan pencegahannya dapat dilihat dengan peningkatan nilai posttest dibandingkan nilai pretest. Dari hasil observasi, didapatkan peningkatan keterampilan mitra dalam menyusun menu makan anak. Kata kunci: Pencegahan, Stunting, Desa Bresela Abstract Malnutrition is one of the Indonesian government's focuses. Stunting knows as a growth disorder in toddlers characterized by the child being too short for his age. In 2019, the prevalence rate of stunting in children under five in Gianyar district was 12.1%. This considering direct guidance is needed at 10 villages in Gianyar district which have a fairly high stunting rate, including Bresela Village. Based on interviews and observations, it was found that community lack of knowledge about stunting, balanced nutrition and how to process food in order to meet balanced nutrition. Through the community service program, it is expected to be able to increase partners knowledge and skills regarding stunting and balanced nutrition and how to process food to meet children's nutrition according to their age. The method to be used is focus group discussion (FGD) to investigateproblems faced by partners, interactive dialogue to provide information about handling problems experienced by partners, as well as training and mentoring to improve partner skills in preparing food menus that are carried out constantlyaccompanied by monthly monitoring and evaluation. This program was perfectly implemented rated by consistent time implementation of activities, involvement and good cooperation from the partners. Partners, the Implementation Team, the availability of adequate tools and materials during the activity, as well as the implementation of simulation activities, training and mentoring which also went well. Partners have played an active role in every activity with 100% attendance and active participation. Increased knowledge of partners about stunting and its prevention can be seen by the enhacment of posttest score compared to the pretest one. From the results of observations, found that partners' skills increased in compiling children's menus. Keywords: prevention, stunting, Bresela Village
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta Cara Menggosok Gigi pada Anak Sekolah Dasar di Banjar Bukian, Desa Pelaga Komang Trisna Sumadewi; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.1.2023.1-7

Abstract

Abstract One of the most prevalent oral and dental conditions in children aged 7 to 12 is dental caries. In Indonesia, oral and dental health are not yet given high emphasis, and if complaints do not get in the way of daily activities, people are inclined to disregard them. A person's social life, quality of life, and sense of self-worth can all be impacted by having a clean, healthy mouth, which can also have an impact on school-age children's growth and development. It is crucial to adopt a clean and healthy lifestyle early on because the school-age years are a crucial time for shaping children's habits that will last into adulthood. Correct tooth brushing is a part of living a clean and healthy lifestyle. Teaching kids how to properly brush their teeth can lower their risk of developing cavities or dental caries. This community service project aims to improve the ability of parents and elementary school students to correctly brush their teeth as well as their awareness and comprehension of dental and oral health. Based on these issues, a program was implemented that included teaching kids about dental and oral health, showing them how to clean their teeth properly, and helping them brush their teeth. It is believed that this training will help with the issues raised and improve knowledge and abilities for brushing teeth effectively. At Bukian Banjar, Pelaga Village, the program for teaching dental and oral health awareness and the appropriate way to clean your teeth went off without a hitch, with every participant in attendance. The pretest and posttest findings show that the participants' knowledge increased by 100%. Based on the findings of mentoring observations, it was discovered that elementary school students had improved tooth-brushing abilities. Such actions ought to be taken on a regular basis with broader objectives in order to lower the frequency of dental caries and enhance each person's quality of life.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SDN 2 Kerta, Kabupaten Gianyar Komang Trisna Sumadewi; Saktivi Harkitasari; Luh Gede Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.112-119

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator untuk menentukan kesejahteraan suatu bangsa. Salah satu masalah kesehatan yang saat ini menjadi fokus pemerintah adalah stunting. Untuk menurunkan angka kejadian stunting diperlukan suatu upaya yang dapat meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Usia sekolah dasar sangat baik dalam pemberian stimulus dan efektif untuk merubah perilaku yang lebih baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman siswa mengenai PHBS serta melatih siswa mencuci tangan yang benar. Berdasarkan wawancara bersama Kelian Banjar Pilan didapatkan permasalahan antara lain kurangnya pengetahuan siswa mengenai PHBS dan penerapannya karena keterbatasan informasi yang didapatkan serta keterampilan siswa dalam mencuci tangan yang benar juga masih rendah. Dari permasalahan tersebut, maka ditetapkan solusi berupa sosialisasi mengenai PHBS, simulasi mencuci tangan yang benar dan pendampingan kepada siswa dalam mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 2 Kerta dan diikuti oleh 35 orang siswa. Program pengabdian ini terlaksana dengan lancar dan seluruh siswa (100%) hadir saat kegiatan berlangsung. Seluruh siswa (100%) memiliki peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi yang dilihat dari nilai pretest dan posttest. Rerata pretest sebesar 6,17 sedangkan untuk rerata posttest sebesar 9,66 (peningkatan pengetahuan sebesar 56,5%). Hasil observasi selama pendampingan menunjukkan peningkatan keterampilan siswa dalam mencuci tangan secara mandiri. Untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta penyebaran informasi yang lebih luas, hendaknya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan peserta yang lebih luas.
Edukasi Sikap Duduk Ergonomis Sebagai Pencegahan Nyeri Punggung Bawah pada Anak Yatim Piatu di Yayasan Taman Permata Hati Bali Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.132-142

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan sensasi nyeri yang terlokalisasi di bawah sudut iga terakhir dan di atas lipat bokong bawah dengan atau tanpa nyeri tungkai. Keluhan ini termasuk gangguan akibat mobilisasi yang tidak tepat dan sering disebabkan oleh regangan otot serta bertambahnya usia. Hal ini terjadi karena intensitas berolahraga yang kurang sehingga menyebabkan kelemahan pada otot-otot punggung dan perut. Data epidemiologi menunjukkan bahwa diperkirakan 80% populasi melaporkan kejadian NPB dan setiap tahun terdapat 7% populasi dewasa yang berkonsultasi kepada dokter terkait keluhan ini. Prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia dan mencapai puncaknya selama usia dekade keenam. Keluhan nyeri otot mulai dirasakan pada usia produktif yaitu 25-65 tahun dengan usia rata-rata 35 tahun. Menjaga kekuatan dan ketahanan otot serta menjaga sikap ergonomis dalam beraktivitas sehari-hari dapat menurunkan risiko NPB. Di Kabupaten Gianyar, Bali, terdapat yayasan yang memberikan dukungan kepada anak yatim piatu bernama Yayasan Taman Permata Hati (Bali Orphan Day Center) yang merupakan pusat pelatihan yatim piatu. Tujuan utama yayasan ini adalah memberdayakan anak yatim piatu di Bali untuk memperoleh kehidupan maupun pendidikan yang layak. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan yaitu dengan mengadakan penyuluhan. Kegiatan ini mencakup di bidang kesehatan yaitu penyuluhan terkait sikap duduk ergonomis yang akan diikuti oleh 63 anak dan remaja. Evaluasi pada kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan Pre-test dan Post-test. Penyuluhan juga dikemas menarik dengan hiburan dan permainan. Program penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan edukasi pada mereka terkait sikap duduk ergonomis sebagai pencegahan NPB dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari.
Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu sebagai Kudapan dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Bayung Gede Komang Trisna Sumadewi; Saktivi Harkitasari; I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi Wirawan; Anny Pratiwi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.1-8

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masalah ini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas individu di masa depan. Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pencegahan stunting melalui pemanfaatan ubi jalar ungu sebagai kudapan untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan edukasi tentang stunting, pelatihan pembuatan MPASI berbasis ubi ungu, serta pretest dan posttest untuk menilai efektivitas program. Seluruh peserta (100%) mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait stunting dengan rerata skor pengetahuan meningkat sebesar 50,3%, dari 5,95 menjadi 8,96. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah ubi ungu sebagai MPASI juga meningkat berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, termasuk kemampuan dalam pencarian informasi terkait gizi dan resep MPASI. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa edukasi dan pelatihan berbasis bahan pangan lokal, seperti ubi ungu, efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Program serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkala di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi guna mendukung akselerasi penurunan angka stunting secara nasional.
Strategi Pencegahan Infeksi Meningitis Streptoccocus Suis Melalui Pemberdayaan Ibu PKK Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Saktivi Harkitasari; Toddy Hendrawan Yupardhi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.182-188

Abstract

Meningitis Streptococcus suis merupakan penyakit zoonosis yang menjadi perhatian khususnya di daerah-daerah dengan konsumsi babi yang tinggi. Peningkatan kasus infeksi meningitis S. suis serta komplikasi yang ditimbulkan memerlukan intervensi untuk mencegah penularan infeksi ini. Penurunan pendengaran adalah salah satu komplikasi yang paling banyak ditemukan yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini melalui edukasi yang efektif. Berdasarkan wawancara bersama ibu PKK, salah satu masalah prioritas mitra meliputi kurangnya pengetahuan mengenai rute penularan, pencegahan, dan dampak meningitis S. suis. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian adalah memberikan penyuluhan yang komprehensif tentang meningitis S. suis dan terapi non-farmakologis untuk membantu memperbaiki pendengaran. Metode pelaksanaan terdiri dari beberapa tahapan, termasuk pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, serta pengenalan terapi non-farmakologis untuk membantu memperbaiki komplikasi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan rerata nilai pre-test sebesar 5,2 dan post-test 7,9, yang mencerminkan peningkatan pengetahuan sebesar 51,9%. Kehadiran peserta selama kegiatan mencapai 100%, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Kesimpulannya, program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang mengitis S. suis dan langkah-langkah pencegahan, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi di Desa Blahbatuh dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan di daerah dengan tradisi peternakan babi.
Integrasi Senam Otak dan Toga Untuk Pencegahan Demensia Alzheimer Pada Lansia di Desa Celuk Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.17-25

Abstract

Proses penuaan adalah fenomena alami yang tak terhindarkan, yang berdampak signifikan pada fungsi fisik dan mental individu. Di Indonesia, peningkatan jumlah lansia membawa tantangan tersendiri, terutama terkait dengan masalah kesehatan seperti Demensia Alzheimer. Demensia merupakan gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan risiko kesehatan yang semakin meningkat. Menurut proyeksi, jumlah kasus demensia di Indonesia akan meningkat menjadi 4 juta pada tahun 2050. Fenomena ini menunjukkan perlunya intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Beberapa permasalahan yang sering ditemukan di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, adalah rendahnya pengetahuan lanjut usia tentang Demensia Alzheimer dan kurangnya edukasi mengenai pencegahannya. Selain itu, meskipun ada banyak Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dapat dimanfaatkan, pemanfaatannya dalam pencegahan demensia masih minim. Solusi yang ditawarkan adalah pemberian edukasi tentang Demensia Alzheimer serta pengenalan dan pelatihan senam otak, yang telah terbukti efektif dalam menjaga dan meningkatkan kognitif. Program pelatihan juga mencakup cara memanfaatkan TOGA sebagai sumber nutrisi tambahan. Pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan penyuluhan dan sesi praktik langsung bersama mitra. Program ini melibatkan mitra antara lain kader lansia dan lansia, di mana 100% mitra berpartisipasi aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta lebih dari 50% berdasarkan hasil pretest dan postest setelah pemberian edukasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, didapatkan keterampilan mitra dalam melakukan senam otak dan pengolahan TOGA juga meningkat. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mencegah Demensia Alzheimer, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Upaya lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa mendatang.
Bakti Sosial Dalam Rangka Muktamar AIPKI Wilayah V Sebagai Perwujudan Pencapaian SDGs Ke-3 Winianti Ni Wayan; Indra Wijaya; Saktivi Harkitasari; Widhidewi Ni Wayan; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Sri Ratna Dewi; Agus Praktyasa; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Citra Udiyani; Dharmesti Wijaya; Nia Calista Santoso; Anny Eka Pratiwi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.50-55

Abstract

Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Wilayah V Bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yang menekankan pentingnya kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua. Kegiatan ini diadakan di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali pada tanggal 13 Oktober 2025, dengan melibatkan para pelaku pariwisata dan warga setempat. Rangkaian kegiatan bakti sosial yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan teknik bantuan hidup dasar (BHD) serta pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan BMI, tekanan darah, dan kadar gula darah. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan BHD diikuti oleh 20 orang pelaku pariwisata di Desa Penglipuran. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada 44 orang warga Desa Penglipuran. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan berupa lima unit tempat sampah organik dan anorganik serta 50 paket sembako kepada warga Desa Penglipuran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para pelaku pariwisata di Desa Penglipuran terkait BHD sebesar 36%. Kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan pentingnya pemeriksaan rutin juga semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara institusi pendidikan kedokteran dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di komunitas.
Hubungan Hipertensi dengan Kejadian Sindrom Koroner Akut: Studi Kasus–Kontrol MADE BAGUS MANIK SATRIA MAHOTTAMA; KADEK SURYA ATMAJA; SRI MASYENI; SAKTIVI HARKITASARI; ADITYA YUDISTIRA
Hang Tuah Medical Journal Vol 23 No 2 (2026): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v23i2.896

Abstract

Abstract Background: Acute Coronary Syndrome (ACS) is a major cardiovascular emergency associated with substantial morbidity and mortality. Hypertension is considered an important risk factor, yet local evidence remains essential. Objective: evaluate the relationship between hypertension and ACS occurrence in two referral hospitals in Bali, Indonesia. Methods: A hospital-based case–control study using medical record data was conducted at Karangasem and Tabanan District Hospitals. A total of 176 subjects were included: 88 ACS cases and 88 non-ACS controls. Purposive sampling with age- and sex-matching was applied. Bivariate analysis employed Chi-square test, reporting OR with 95% CI. Results: Most participants were aged >45 years (96.6%) and male (65.9%). Among cases, the most frequent ACS subtype was unstable angina (43.2%), followed by NSTEMI (34.1%) and STEMI (22.7%). The most common presenting symptoms were dyspnea (84.1%) and typical chest pain (79.5%). Hypertension was present in 39.8% of cases and 18.2% of controls. Hypertension was significantly related to ACS (p=0.002 OR of 2.97; 95% CI: 1.491–5.923).Conclusion: Hypertension is significantly related to ACS occurrence and increases the odds of ACS by nearly threefold.
Co-Authors Aditya Yudistira Agus Praktyasa Albert Salim Anak Agung Bagus Ngurah Nuartha Anak Agung Ngurah Agung Bayu Sutha Anak Agung Ngurah Agung Bayu Sutha Anny Eka Pratiwi Anny Pratiwi Asri Lestarin Audria, Intan Safira Citra Udiyani Cokorda Agung Pratiwi Cokorda Agung Wahyu Purnamasidhi Cokorda Agung Wahyu Purnamasidhi Desyanti Risky Putri Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Sri Shita Meliani Dewi Manuaba, Ida Ayu Laxmi Ananda Dharmesti Wijaya Fransiscus Fiano Anthony Fransiscus Fiano Anthony Kerans Giovanca Verentzia Purnama Guptha, I Dewa Gede Agung Siwa Hiranandini Prawista, I Gusti Ayu Maha I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi Wirawan I Gede Purna Weisnawa I Gusti Ngurah Agung Cahyadi Putra I Komang Hotra Adiputra I Made Wandia I Nyoman Wande I Wayan Diki Wahyu Adinata I Wayan Sumardika Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba Ida Bagus Giri Sena Putra Ida Bagus Giri Sena Putra Indra Wijaya Indratmo, Novea Jerry Junior, Darren Kadek Ayu Astuti Kadek Surya Atmaja KADEK SURYA ATMAJA Komang Aditya Yudistira Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Triyani Kartinawati Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti MADE BAGUS MANIK SATRIA MAHOTTAMA MADE BAGUS MANIK SATRIA MAHOTTAMA Made Ilora Hiranandasastri Ni Kadek Fitria Parahita Ni Made Gita Kusuma Dewi Ni Made Kharisma Praba Yuanika Ni Made Widya Apsari Cahyadewi Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Putu Dian Puspitha Maheswari Yasa Ni Putu Dina Pradnyani Ni Putu Sukarini Ni Wayan Diana Ekayani Nia Calista Santoso Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Pratiwi, Cokorda Agung Pratyaksa, I Gusti Ngurah Dinda Primatanti, Putu Asih Putra Parwati, Tjok Istri Putu Asih Primatanti R. A.T. Kuswardhani Richard Christian Suteja Rima Kusuma Ningrum Satya Diksha, I Gusti Ngurah Ariestha SRI MASYENI Sri Masyeni Sri Masyeni, Dewa Ayu Putri Sri Ratna Dewi Sumadewi, Komang Trisna Suteja, Richard Christian Suyasning Hastiko Indonesia Tanjung Subrata Thomas Eko Purwata Tjok Istri Putra Parwati Toddy Hendrawan Yupardhi, Toddy Hendrawan Wayan Sayang Yupardhi Widhidewi Ni Wayan Winianti Ni Wayan Wiranatha, I Gede Wulandari, Putu Kintan