Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Tahap Akademik Terhadap Pelaksanaan Progress Test di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Made Ilora Hiranandasastri; Rima Kusuma Ningrum; Saktivi Harkitasari
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.53-61

Abstract

[Student Perceptions of the Academic Stage on the Implementation of the Progress Test at the Faculty of Medicine and Health Sciences Warmadewa University] Medical education assesment requires a periodic comprehensive and measurement tool to assessing student competence. FKIK UNWAR holds a progress test at the end of every odd semester to evaluate competency in learning achievment. The purpose of this study to describe the perceptions of academic stage medical students towards the implementation of progress tests at FKIK UNWAR. This research is quantitative descriptive. Data used retrospective method. The population in this study were 2016, 2017, 2018 and 2019 FKIK UNWAR students. The sampling technique was total sampling. In 2020 students who have carried out the progress test will be given a self-evaluation questionnaire and an assessment of students at the academic stage of the implementation of the progress test. Data processing was performed using SPSS with univariate analysis. The results showed that the implementation of the progress test stated that 67.1% had good perceptions and 32.9% had poor perceptions. Preparation for the student progress test stated that 70.2% had a good perception and 29.8% had a bad perception. The progress test as a knowledge assessment stated that 67.4% had a good perception and 32.6% had a poor perception. It can be concluded, the results of the analysis in this study found that all respondents had a good perception of the implementation of the progress test, the preparation for the progress test, and the progress test as a knowledge assessment.
Pengaruh Senam Otak terhadap Ingatan Jangka Pendek pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Ni Made Kharisma Praba Yuanika; Saktivi Harkitasari; Ni Putu Sukarini; Komang Trisna Sumadewi; Tjok Istri Putra Parwati
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 3 (2023): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.3.3.2023.388-395

Abstract

[The Effect of Brain Gymnastics on Short-Term Memory in Students of the Faculty of Medical and Health Sciences, University of Warmadewa] Cognitive function is a complex function in the human brain that involves both short-term and long-term memory. Short-term memory upholds various aspects of life, for instance, academic achievement, so it needs to be trained. Short-term memory can be trained by doing brain exercises. It can optimize brain function. Brain exercise is a sequence of simple movements that can improve short-term memory. This is an experimental study that uses a quasi- experimental method with a pre-test and post-test control group design. The aim of this study is to determine the effect of brain exercises on students' short-term memory at the Faculty of Medical and Health Sciences, University of Warmadewa. This study uses students of the Faculty of Medical and Health Sciences, University of Warmadewa, class of 2021, as the sample. Purposive sampling is used as a sampling technique. The result of the statistical analysis shows a significant increase in the short-term memory of the experimental group that was given brain exercises 4 times a week for 2 weeks in both subtenses digit forward (p = 0.001) and digit backward (p = 0.002). On the other hand, in the control group who were not given brain exercise training, there was no increase in short-term memory in the digit forward (p = 0.162) and digit backward (p = 0.257) subtests. This study demonstrates that there is a positive effect of giving brain exercises on short-term memory in students of the Faculty of Medical and Health Sciences, University of Warmadewa.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kecanduan Internet Pada Siswa SMA Negeri 3 Denpasar Ni Made Widya Apsari Cahyadewi; Ni Wayan Diana Ekayani; Saktivi Harkitasari
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.1.2025.58-62

Abstract

Teenagers frequently endure stress throughout their transition to adulthood and frequently utilize the internet to cope with it. However, the internet's ease leads to high levels of internet addiction. As a result, this study examined the relationship between stress levels and internet addiction among students at SMA Negeri 3 Denpasar. This study employs an analytical observational method with a cross-sectional design. This study used a stratified random sample technique with the Slovin formula. The sample comprised 268 students who fulfilled the inclusion and exclusion criteria. Data were collected using the Perceived Stress Scale (PSS) and the Internet Addiction Test (IAT) questionnaires. The data will be analyzed bivariate using the SPSS application with the Spearman test method, with the analysis results said to be significant if the p-value is <0.05. The results obtained showed that the majority of respondents experienced moderate stress (61.6%), while the majority experienced moderate internet addiction (45.1%). The Spearman test value obtained was 0.468 with p-value <0,001. This indicates that there is a considerable and reasonably strong association between stress levels and internet addiction. Keywords: stress, addiction, internet, students
Profil Pasien Epilepsi di Rumah Sakit Mangusada Bali Pada Periode Bulan Oktober 2022 sampai Oktober 2023 Ni Putu Dian Puspitha Maheswari Yasa; Dewa Ayu Putri Sri Masyeni; Saktivi Harkitasari
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit kronis yang masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di dunia. Epilepsi dapat terjadi pada semua usia, semua jenis kelamin, dan semua ras yang ada di dunia. Di Indonesia angka prevalensi epilepsi cukup tinggi yaitu antara 0,5% sampai 2%. Akan tetapi, tidak didukung oleh data epidemiologi yang lengkap. Jumlah laporan data epidemiologi pasien epilepsi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien epilepsi yang dirawat di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Mangusada pada periode bulan Oktober 2022 sampai Oktober 2023. Metode observasional deskriptif potong lintang. Penelitian ini memiliki jumlah sampel yang mengikutsertakan 170 orang. Pengumpulan data didapatkan dari rekam medis selama satu tahun. Hasil penelitian didapatkan mayoritas sampel berusia >36-60 tahun 53 (31,2%) orang, berjenis kelamin laki-laki 92 (54,1%), memiliki etiologi idopatik 143 (83,1%), bangkitan umum 150 (88,2%), pengobatan monoterapi 102 (60%), jenis obat phenytoin 88 (34,5%), tidak memiliki hasil EEG 134 (78,8%), tidak memiliki penyakit penyerta 148 (87%). Kesimpulan penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas penyakit epilepsi dimiliki oleh usia >36-60 tahun yang berjenis kelamin laki-laki, dengan etiologi idiopatik dan bangkitan umum, diberikan pengobatan monoterapi dengan phenytoin, dan mayoritas sampel tidak memiliki penyakit perta dan tidak memiliki hasil pemeriksaan EEG.  
Pencegahan Stunting Melalui Perbaikan Gizi di Banjar Gadungan, Desa Bresela, Kecamatan Payangan Komang Trisna Sumadewi; Asri Lestarin; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.1.3.2022.68-75

Abstract

Abstrak Di Indonesia kekurangan gizi kronik menjadi salah satu fokus pemerintah. Stunting merupakan gangguan tumbuh pada anak balita ditandai dengan anak terlalu pendek untuk usianya. Pada tahun 2019, angka prevalensi kasus stunting pada balita di kabupaten Gianyar sebesar 12,1%. Hal ini menyebabkan perlunya pembinaan pada desa dengan angka stunting yang cukup tinggi termasuk Desa Bresela. Berdasarkan wawancara dan observasi, didapatkan minimnya pengetahuan mitra mengenai stunting, gizi seimbang dan cara mengolah makanan untuk memenuhi gizi seimbang. Melalui program pengabdian kepada masyarakat diharapkan terdapat peningkatan pengetahuan mitra mengenai stunting dan gizi seimbang serta cara mengolah makanan untuk memenuhi gizi anak sesuai usianya. Metode yang digunakan adalah focus group discussion (FGD ) untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh mitra, dialog interaktif bertujuan memberikan edukasi mengenai solusi permasalahan yang dihadapi oleh mitra serta pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam menyusun menu makanan yang dilakukan secara berkelanjutan disertai monitoring dan evaluasi setiap bulannya. Program ini terlaksana dengan baik berdasarkan waktu pelaksanaan, partisipasi dan kerjasama yang baik antara mitra dan tim pelaksana. Sarana yang dibutuhkan dan bahan kegiatan juga tersedia dengan baik dengan jumlah yang memadai selama kegiatan. Kegiatan praktek simulasi, pelatihan dan pendampingan pengolahan makanan juga berlangsung baik. Mitra terlihat sangat antusias dan telah berpartisipasi aktif serta kehadiran 100% dalam setiap kegiatan. Peningkatan pengetahuian mitra mengenai stunting dan pencegahannya dapat dilihat dengan peningkatan nilai posttest dibandingkan nilai pretest. Dari hasil observasi, didapatkan peningkatan keterampilan mitra dalam menyusun menu makan anak. Kata kunci: Pencegahan, Stunting, Desa Bresela Abstract Malnutrition is one of the Indonesian government's focuses. Stunting knows as a growth disorder in toddlers characterized by the child being too short for his age. In 2019, the prevalence rate of stunting in children under five in Gianyar district was 12.1%. This considering direct guidance is needed at 10 villages in Gianyar district which have a fairly high stunting rate, including Bresela Village. Based on interviews and observations, it was found that community lack of knowledge about stunting, balanced nutrition and how to process food in order to meet balanced nutrition. Through the community service program, it is expected to be able to increase partners knowledge and skills regarding stunting and balanced nutrition and how to process food to meet children's nutrition according to their age. The method to be used is focus group discussion (FGD) to investigateproblems faced by partners, interactive dialogue to provide information about handling problems experienced by partners, as well as training and mentoring to improve partner skills in preparing food menus that are carried out constantlyaccompanied by monthly monitoring and evaluation. This program was perfectly implemented rated by consistent time implementation of activities, involvement and good cooperation from the partners. Partners, the Implementation Team, the availability of adequate tools and materials during the activity, as well as the implementation of simulation activities, training and mentoring which also went well. Partners have played an active role in every activity with 100% attendance and active participation. Increased knowledge of partners about stunting and its prevention can be seen by the enhacment of posttest score compared to the pretest one. From the results of observations, found that partners' skills increased in compiling children's menus. Keywords: prevention, stunting, Bresela Village
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta Cara Menggosok Gigi pada Anak Sekolah Dasar di Banjar Bukian, Desa Pelaga Komang Trisna Sumadewi; Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.1.2023.1-7

Abstract

Abstract One of the most prevalent oral and dental conditions in children aged 7 to 12 is dental caries. In Indonesia, oral and dental health are not yet given high emphasis, and if complaints do not get in the way of daily activities, people are inclined to disregard them. A person's social life, quality of life, and sense of self-worth can all be impacted by having a clean, healthy mouth, which can also have an impact on school-age children's growth and development. It is crucial to adopt a clean and healthy lifestyle early on because the school-age years are a crucial time for shaping children's habits that will last into adulthood. Correct tooth brushing is a part of living a clean and healthy lifestyle. Teaching kids how to properly brush their teeth can lower their risk of developing cavities or dental caries. This community service project aims to improve the ability of parents and elementary school students to correctly brush their teeth as well as their awareness and comprehension of dental and oral health. Based on these issues, a program was implemented that included teaching kids about dental and oral health, showing them how to clean their teeth properly, and helping them brush their teeth. It is believed that this training will help with the issues raised and improve knowledge and abilities for brushing teeth effectively. At Bukian Banjar, Pelaga Village, the program for teaching dental and oral health awareness and the appropriate way to clean your teeth went off without a hitch, with every participant in attendance. The pretest and posttest findings show that the participants' knowledge increased by 100%. Based on the findings of mentoring observations, it was discovered that elementary school students had improved tooth-brushing abilities. Such actions ought to be taken on a regular basis with broader objectives in order to lower the frequency of dental caries and enhance each person's quality of life.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SDN 2 Kerta, Kabupaten Gianyar Komang Trisna Sumadewi; Saktivi Harkitasari; Luh Gede Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.112-119

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator untuk menentukan kesejahteraan suatu bangsa. Salah satu masalah kesehatan yang saat ini menjadi fokus pemerintah adalah stunting. Untuk menurunkan angka kejadian stunting diperlukan suatu upaya yang dapat meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Usia sekolah dasar sangat baik dalam pemberian stimulus dan efektif untuk merubah perilaku yang lebih baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman siswa mengenai PHBS serta melatih siswa mencuci tangan yang benar. Berdasarkan wawancara bersama Kelian Banjar Pilan didapatkan permasalahan antara lain kurangnya pengetahuan siswa mengenai PHBS dan penerapannya karena keterbatasan informasi yang didapatkan serta keterampilan siswa dalam mencuci tangan yang benar juga masih rendah. Dari permasalahan tersebut, maka ditetapkan solusi berupa sosialisasi mengenai PHBS, simulasi mencuci tangan yang benar dan pendampingan kepada siswa dalam mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 2 Kerta dan diikuti oleh 35 orang siswa. Program pengabdian ini terlaksana dengan lancar dan seluruh siswa (100%) hadir saat kegiatan berlangsung. Seluruh siswa (100%) memiliki peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi yang dilihat dari nilai pretest dan posttest. Rerata pretest sebesar 6,17 sedangkan untuk rerata posttest sebesar 9,66 (peningkatan pengetahuan sebesar 56,5%). Hasil observasi selama pendampingan menunjukkan peningkatan keterampilan siswa dalam mencuci tangan secara mandiri. Untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta penyebaran informasi yang lebih luas, hendaknya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan peserta yang lebih luas.
Edukasi Sikap Duduk Ergonomis Sebagai Pencegahan Nyeri Punggung Bawah pada Anak Yatim Piatu di Yayasan Taman Permata Hati Bali Saktivi Harkitasari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.132-142

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan sensasi nyeri yang terlokalisasi di bawah sudut iga terakhir dan di atas lipat bokong bawah dengan atau tanpa nyeri tungkai. Keluhan ini termasuk gangguan akibat mobilisasi yang tidak tepat dan sering disebabkan oleh regangan otot serta bertambahnya usia. Hal ini terjadi karena intensitas berolahraga yang kurang sehingga menyebabkan kelemahan pada otot-otot punggung dan perut. Data epidemiologi menunjukkan bahwa diperkirakan 80% populasi melaporkan kejadian NPB dan setiap tahun terdapat 7% populasi dewasa yang berkonsultasi kepada dokter terkait keluhan ini. Prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia dan mencapai puncaknya selama usia dekade keenam. Keluhan nyeri otot mulai dirasakan pada usia produktif yaitu 25-65 tahun dengan usia rata-rata 35 tahun. Menjaga kekuatan dan ketahanan otot serta menjaga sikap ergonomis dalam beraktivitas sehari-hari dapat menurunkan risiko NPB. Di Kabupaten Gianyar, Bali, terdapat yayasan yang memberikan dukungan kepada anak yatim piatu bernama Yayasan Taman Permata Hati (Bali Orphan Day Center) yang merupakan pusat pelatihan yatim piatu. Tujuan utama yayasan ini adalah memberdayakan anak yatim piatu di Bali untuk memperoleh kehidupan maupun pendidikan yang layak. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan yaitu dengan mengadakan penyuluhan. Kegiatan ini mencakup di bidang kesehatan yaitu penyuluhan terkait sikap duduk ergonomis yang akan diikuti oleh 63 anak dan remaja. Evaluasi pada kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan Pre-test dan Post-test. Penyuluhan juga dikemas menarik dengan hiburan dan permainan. Program penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan edukasi pada mereka terkait sikap duduk ergonomis sebagai pencegahan NPB dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari.
Co-Authors Adinata, I Wayan Diki Wahyu Agus Eka Darwinata Anak Agung Bagus Ngurah Nuartha Anak Agung Ngurah Agung Bayu Sutha Anak Agung Ngurah Agung Bayu Sutha Asri Lestarin Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka Audria, Intan Safira Cokorda Agung Wahyu Purnamasidhi Desyanti Risky Putri Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Putri Sri Masyeni Dewa Ayu Sri Shita Meliani Dewi Manuaba, Ida Ayu Laxmi Ananda Diksha, I Gusti Ngurah Ariestha Satya Evayanti, Luh Gede Giovanca Verentzia Purnama Guptha, I Dewa Gede Agung Siwa Hiranandini Prawista, I Gusti Ayu Maha I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Gede Purna Weisnawa I Gusti Ngurah Agung Cahyadi Putra I Komang Hotra Adiputra I Made Wandia I Wayan Sumardika Ida Bagus Giri Sena Putra Ida Bagus Giri Sena Putra Indratmo, Novea Jerry Junior, Darren Kadek Ayu Astuti Ketut Tuti Parwati Merati Komang Trisna Sumadewi Komang Triyani Kartinawati Luh Gede Evayanti Made Ilora Hiranandasastri Ni Made Kharisma Praba Yuanika Ni Made Widya Apsari Cahyadewi Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Putu Dian Puspitha Maheswari Yasa Ni Putu Sukarini Ni Wayan Diana Ekayani Pratiwi, Cokorda Agung Pratyaksa, I Gusti Ngurah Dinda Primatanti, Putu Asih Putra Parwati, Tjok Istri Putu Asih Primatanti R. A.T. Kuswardhani Richard Christian Suteja Rima Kusuma Ningrum Salim, Albert Satya Diksha, I Gusti Ngurah Ariestha Sri Masyeni Sumadewi, Komang Trisna Suteja, Richard Christian Suyasning Hastiko Indonesia Tanjung Subrata Thomas Eko Purwata Tjok Istri Putra Parwati Toddy Hendrawan Yupardhi, Toddy Hendrawan Utama, I Made Susila Wayan Sayang Yupardhi Wiranatha, I Gede Wulandari, Putu Kintan