Claim Missing Document
Check
Articles

SINTESIS SENYAWA 4-HIDROKSI-3-METOKSI-5-(FENILDIAZENIL) BENZALDEHIDA DAN UJI AKTIFITAS ANTIOKSIDANNYA TERHADAP DPPH Fasya, Ahmad Ghanaim; Hanapi, Ahmad; Ningseh, Riza Ayu Putri
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.169 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i1.2908

Abstract

Beberapa bahan alam seperti vanilin, sinamaldehida dan eugenol sangat berpotensi sebagai bahan dasar sintesis senyawa dengan sistem terkonjugasi panjang yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, bahan aktif tabir surya dan indikator titrasi asam-basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil sintesis senyawa 4-hidroksi-3-metoksi-5-(fenildiazenil) serta mengetahui aktivitas antioksidan dari senyawa 4-hidroksi-3-metoksi-5-(fenildiazenil) benzaldehida terhadap DPPH. Sintesis senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dilakukan dengan pembuatan garam benzenadiazonium klorida. Garam benzenadiazonium selanjutnya direaksikan dengan vanilin pada suhu 0-5 °C. Senyawa hasil sintesis diuji kemurniannya dengan mengukur titik lelehnya. Uji aktivitas antioksidan terhadap DPPH dengan variasi konsentrasi (K) yaitu: 25, 50, 100, 200, dan 500  ppm. Reaksi kopling diazo antara senyawa vanilin dengan ion benzenadiazonium menghasilkan senyawa 4-hidroksi-3-metoksi-5-(fenildiazenil)benzaldehida yang masih belum murni. Senyawa produk sintesis berupa padatan berwarna coklat kehitaman dengan rendemen 88,54% dan titik lebur 100°C. Senyawa hasil sintesis memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan senyawa hasil sintesis masih tergolong sangat lemah karena masih berupa campuran dan masih memerlukan proses optimalisasi dan pemisahan.
Analysis of Metal Copper Concentration at Candy using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) Rahmawati, Eny; Dewi, Diana Candra; Fasya, Ahmad Ghanaim; Fauziyah, Begum
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.4, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.953 KB) | DOI: 10.18860/al.v4i1.3142

Abstract

Candy sold in the market could be containing a heavy metals like copper. In this study, candy was destructed with HNO3, HNO3/H2SO4 (3:1) dan HNO3/H2SO4/H2O2 (6:2:1) to know the best matter oxidixer for copper. Then, evaluated the levels of copper using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The one way anove result with F test showed that the best oxidizer for copper in candy is HNO3/H2SO4. The average concentration of Copper in candy coded A, B, C, D, and E were 1. 72 mg/Kg; 1.69 mg/Kg; 1.57 mg/Kg; 1.71 mg/Kg; and 1.69 mg/Kg respectively. The content of copper in candies were the under daily dietary recommended limit based on SNI regulation. Key Words: Atomic Absorption Spectrophotometry, candy, matter oxidizer, time stability, wet destruction 
PENURUNAN ANGKA PEROKSIDA DAN ASAM LEMAK BEBAS (FFA) PADA PROSES Bleaching MINYAK GORENG BEKAS OLEH KARBON AKTIF POLONG BUAH KELOR (Moringa Oliefera. Lamk) DENGAN AKTIVASI NaCl Aisyah, Siti; Yulianti, Eny; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.842 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.1669

Abstract

Pemurnian minyak goreng bekas dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu despicing, netralisasi, dan bleaching menggunakan karbon aktif polong buah kelor. Pembuatan karbon aktif yang digunakan meliputi tiga tahap yaitu dehidrasi, aktivasi kimia dengan perendaman dalam larutan NaCl 15 % dan 30 %, dan karbonisasi dalam reaktor fluida pada suhu 650 ºC, 700 ºC dan 750 °C selama 120 menit dalam medium gas N2. Minyak goreng bekas dan minyak goreng hasil tiap tahap proses pemurnian dianalisa angka peroksida dengan metode iodometri dan FFA dengan metode titrasi asam basa. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan angka peroksida terbesar terjadi pada proses bleaching KA.30 % dengan suhu 650 ºC yaitu dari 6,80 meq/kg menjadi 0,25 meq/kg, sedangkan FFA mengalami penurunan terbesar pada proses netralisasi yaitu dari 0,35 % menjadi 0,16 %. Hal ini menunjukkan bahwa karbon aktif polong buah kelor sangat efektif dalam menurunkan angka peroksida dan FFA pada minyak goreng bekas.
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KADAR ALKOHOL TAPE SINGKONG (Manihot utilissima Pohl). Hasanah, Hafidatul; Jannah, Akyunul; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.2 No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.261 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2294

Abstract

Tape is one of the products of fermentation. Of the agreement MUI, foods and beverages containing alcohol should not exceed 1%, so the food / drinks that contain high levels of alcohol exceeding 1% are included in the category of haram for consumption. This study aimed to determine the effect of fermentation time on ethanol content of cassava (Monihotutilissima Pohl) tapai. The method that is used to separate the two or more component of volatile and non volatile from tapai is called distillation while to analyze an ethanol level used gas chromatography (GC) method. To examine the data which differentiate the base concentration of alcohol (%) in cassava tapai since fermentationprocess which were analyzed by variants analysis (ANOVA). In the next experiment, if there was different significant result, then continued by the test of BNT which the level for about 1%.The samples of cassava (Monihot utilissima Pohl) tapai fermented for about 24, 48, 72, 96 and 120 hours. Those tapai were mashed and added the aquades. The mixed materials were distillated, then entered into the bottle and considered as gram unit. The considered distillations were being analyzed used gas chromatography (GC) method.The result of the research showed that there is the influence of long fermentation to ethanol level’s of cassava (Manihot utilissima Phol) tapai. The level of cassava ethanol was 0.844%, 2.182%, 4.904%, 6.334% and 11.811%. The long fermentation was for about 120 hours and it was an indeed influence (p 0,01) to the level of cassava’s ethanol among the period of long fermentation.
Synthesis and Characterization of Zeolite Y From Bagasse Ash with Hydrothermal Temperatures Variations Using The Sol-Gel Method Ali, Soifi; Amalia, Suci; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.4, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.666 KB) | DOI: 10.18860/al.v4i1.3069

Abstract

Zeolite Synthesis Y is done using sol-gel method on the molar composition of 10Na2O: 15 SiO2: x Al2O3: 300 H2O with Si/Al on ratio of 2,43 and hydrothermal temperatures variations of 60, 80 and 100 °C. Characterization includes XRD to discover crystallinity and the purity of zeolite, FTIR for the analysis of functional groups and of the surface width with the adsorption of methylene blue. XRD result shows that the formed zeolites Y is still mixed with zeolite P, the best result in synthesis with hydrothermal temperatures of 80 °C. FTIR analysis showsthat all zeolite synthesis contain a common functionO-Si-O/O-Al-O and double ring. The surface area of zeolite Y at 60, 80 and 100 °C is 22,5522; 23,0603 and22,9898m2/gram. Keywords: Bagasse, sol-gel, temperature hydrothermal, zeolite Y
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA DAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL 95 % DAUN, KULIT BATANG DAN AKAR PULAI (Alstonia scholaris (L.) R. Br.) TERHADAP MENCIT BALB/C Ismiyah, Fadhilatul; Fauziyah, Begum; Fasya, Ahmad Ghanaim; Muti'ah, Roihatul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.625 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2894

Abstract

Pemakaian obat tradisional yang berasal dari bahan aktif beberapa macam tumbuhan lebih dipilih oleh masyarakat dalam mengobati beberapa macam penyakit. Salah satu tumbuhan yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat adalah tumbuhan Pulai (Alstonia scholaris (L.) Br.). Penelitian ini dilakukan untuk mendukung akan potensi Pulai sebagai obat dengan memberikan informasi bahwa tumbuhan Pulai aman dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa dan nilai LD50 dari ekstrak etanol 95 % daun, kulit batang dan akar Pulai. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstrak sampel daun, kulit batang dan akar Pulai dengan etanol 95 %. Ekstrak yang diperoleh digunakan uji fitokimia dan identifikasi menggunakan Kromatografi Lapis Tipis. Selanjutnya uji toksisitas akut terhadap mencit BALB/C. Hasil dari uji fitokimia ekstrak etanol 95 % daun Pulai memberikan hasil positif alkaloid dan saponin; ekstrak etanol 95 % kulit batang Pulai memberikan hasil positif pada alkaloid, saponin, dan terpenoid ekstrak etanol 95 % akar Pulai memberikan hasil positif pada alkaloid dan terpenoid. Nilai LD50 dari ekstrak etanol 95 % daun, kulit batang dan akar adalah 5.000 mg/Kg BB yang menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan Pulai adalah praktis tidak toksik dan aman untuk dikonsumsi.
UJI ANTITOKSOPLASMA EKSTRAK KASAR ALKALOID DAUN PULAI (Alstonia scholaris, (L.) R. BR) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) BALB/C YANG TERINFEKSI Toxoplasma Gondii STRAIN RH Abraham, Ali; Fasya, Ahmad Ghanaim; Fauziyah, Begum; Adi, Tri Kustono
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.896 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2896

Abstract

Tumbuhan pulai (Alstonia scholaris, L.R.Br) merupakan salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat. Hampir seluruh bagian dari tumbuhan pulai mengandung senyawa alkaloid. Ekstraksi daun pulai bertujuan unutk mengambil senyawa alkaloid yang telah diketahui sebagai antitoksoplasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan dosis terbaik dari ekstrak alkaloid terhadap daya hidup mencit yang terinfeksi parasit serta mereduksi Toxoplasma gondii yang nantinya berpotensi sebagai obat antitoksoplasma.Ekstraksi dilakukan secara maserasi dan ekstraksi asam basa untuk pengambilan senyawa alkaloid dalam ekstrak etanol. Hasil ekstrak dilakukan Uji antitoksoplasma menggunakan mencit Balb/C jantan dengan variasi dosis yaitu 25 mg/Kg BB, 50 mg/Kg BB dan 75 mg/Kg BB mencit dengan melihat parameter daya hidup mencit yang didukung dengan jumlah takizoit intraperitoneal selama masa terapi 8 hari. Ekstrak kasar alkaloid selanjutnya di uji fitokimia serta diidentifikasi dengan KLT.Hasil penelitian menunjukan kadar alkaloid dari ekstrak etanol sebesar 0,37 % dan hasil uji fitokimia menunjukan ekstrak positif mengandung alkaloid. Ekstrak kasar alkaloid baik pada dosis 25 mg/Kg BB, 50 mg/Kg BB dan 75 mg/Kg BB dapat memperpanjang daya hidup mencit hingga hari terapi ke-8. Dosis 25 mg/Kg BB memberikan daya hidup dengan sisa mencit 3 ekor dengan didukung jumlah takizoit intraperitoneal sebesar 737,5 x 103. Ekstrak kasar alkaloid diidentifikasi dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan eluen etil asetat : metanol : air (6 : 4 : 2) yang menghasilkan 6 noda.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAM LEMAK HASIL HIDROLISIS MINYAK MIKROALGA Chlorella sp. Kumalasari, Diah; Fasya, Ahmad Ghanaim; Adi, Tri Kustono; Maunatin, Anik
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.966 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i1.2910

Abstract

Chlorella sp. merupakan mikroalga uniselular berukuran mikroskopis yang banyak mengandung minyak organik yang dapat dihidrolisis menjadi asam lemak. Asam lemak merupakan salah satu komponen aktif dalam mikroalga yang diduga berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri asam lemak hasil hidrolisis minyak mikroalga Chlorella sp. terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Isolasi minyak Chlorella sp. dilakukan dengan metode Soxhletasi dengan pelarut n-heksana. Minyak Chlorella sp. dihidrolisis dengan KOH 12 % dalam pelarut metanol untuk mendapatkan asam lemak. Asam lemak yang  dihasilkan diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus menggunakan metode difusi cakram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen Soxhletasi minyak Chlorella sp. adalah sebesar 6,28 %. Hidrolisis minyak Chlorella sp. menghasilkan rendemen sebesar 69,57 %. Asam lemak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus, tetapi tidak terhadap bakteri E. coli. Zona hambat asam lemak Chlorella sp. terhadap bakteri S. aureus pada konsentrasi 0,5; 1; 1,5; 2; dan 2,5 % secara berturut-turut adalah 1,8; 1,9; 3,2; 3,5; dan 3 mm.
Extraction, Toxicity Assay and Identification of Active Compounds of Red Algae (Eucheuma cottonii) from Sumenep Madura Afif, Sholeh; Fasya, Ahmad Ghanaim; Ningsih, Rachmawati
ALCHEMY ALCHEMY (Vol. 4, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.673 KB) | DOI: 10.18860/al.v4i2.3199

Abstract

Extraction, Toxicity Assay and Identification ofActive Compounds of Red Algae Extract (Eucheuma cottonii) from Tanjung Sumenep Madura was analysed. Extraction of active compound was conducted by maceration method  using methanol as a solvent. The methanol extract was hydrolyzed with HCl 2 N. The result was partitioned using five solvents (1-butanol, ethyl acetate, chloroform, petroleum  ether and n-hexane). Toxicity level was determined by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The identification of the active compound was analyzed by phytochemical test, qualitatively. The result showed that the 1-butanol is the best solvent to extract active compounds of red algae E. Cottonii in partition process. 1-Butanol fraction gives the highest activity of toxicity with LC5070,32 ppm. LC50 value for ethyl acetate, chloroform, petroleum ether and n-hexane was 143,43; 194,40; 195,28; 303,66; and 634,97 ppm, respectively. Identification of active compounds indicated that 1-butanol fraction contains steroids and alkaloids. Keywords: Eucheuma cottonii, extraction, Brine Shrimp Lethality Test, phythochemical
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA KATEKIN DARI DAUN TEH (Cameliasinensis L.var assamica) TERHADAP BAKTERI Micrococcusluteus Rustanti, Elly; Jannah, Akyunul; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.2 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.621 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2886

Abstract

Zat antibakteri merupakan suatu zat yang dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme bakteri, sehingga zat tersebut dapat menghambat pertumbuhanatau bahkan membunuh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan alam sebagai antibakteri alami. Penelitian ini ingin mengetahui bahwa daun teh (Camellia sinensis L. var assamica) yang efektif sebagai antibakteri alami dapat menghambat bakteri Micrococcus luteus. Penelitian ini meliputi ekstraksi yang dilakukan dengan metode maserasi menggunakansampel daun teh. Pemisahan ekstrak katekin dilakukan dengan KLT Analitik dengan variasi eluen yaitu etil asetat:air:asam format (18:1:1), toluena:aseton:asam format (3:3:1) dan kloroform:metanol:air (6,5:3,5:1), untuk mencari eluen terbaik yang selanjutnya digunakan untuk KLT Preparatif. Selanjutnya hasil dari KLT Preparatif digunakan untuk uji antibakteri.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  hasil ekstrak katekin dari daun teh ± 3,34 gram dari 50 gram sampel. Hasil KLT Analitik menunjukkan bahwa eluen terbaik untuk KLT Preparatif adalah etil asetat:air: asam format. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa isolat 5 dari ekstrak daun teh memberikan efektivitas terbaik sebagai antibakteri Micrococcus luteus.
Co-Authors Abdul Hakim Afriani, Ida Irma Ahmad Abtokhi Ahmad Hanapi Akyunul Jannah al Hakimi, Nurush Shofi Ali Abraham, Ali Andrieyani Andrieyani, Andrieyani Anik Maunatin Aqli HS, Mohammad Rosydul Arianti, Ninit Arinda Ariska Purwaning Tyas Armeida D. R. Madjid Armeida Dwi Ridhowati Madjid Azhar, Istighfarin Meilidya Bagas Purwantoro Begum Fauziyah Chairil Anwar Deva Krisna Kadarani Dewi Yuliani Dewi Yuliani Diah Kumalasari Diana Candra Dewi Dinasti, Anike Riska Dwi Anik Rahmawati Elly Rustanti Elok Kamilah Hayati Eny Rahmawati, Eny Eny Yulianti, Eny Fadhilatul Ismiyah, Fadhilatul Faiqotul Hasanah Fitroh Annasaul Mubarokah Hafidatul Hasanah Hanapi, Ahmand Handoko, Singgih Hasibuan, Lili Sunarti JANNAH, FARIDATUL Juliyantoro Ali Wafa, Juliyantoro Ali Jumina Jumina Lailis Sa’adah Lilik Miftahul Khoiroh Luky Adrianto Lulu’atul Hamidatu Ulya M. Imamudin M. Rahman Mahmudah, RIf'atul Miftahul Jannah Miftahurrahmah Miftahurrahmah, Miftahurrahmah Millati, Nuria Mujahidin Ahmad Munirul Abidin Muti'ah, Roihatul Nazilatun Ni’mah Novia Suryani Nur Jazilah, Nur Ony Novia Anggraeni, Ony Novia Purwantoro, Bagas Purwoko, Agus Rachmawati NIngsih Rachmawati Ningsih Rahmawati, Laili Maghfiroh Riza Ayu Putri Ningseh, Riza Ayu Putri Rizka Putri Nugraha Romaidi Romaidi Rurini Retnowati Rurini Retnowati Rurini Retnowati Safitri, Dany Aulia Shofiyah, Muharromatus Sholeh Afif, Sholeh Siti Aisyah Siti Khairul B., Siti Khairul Siti Khairul Bariyyah, Siti Khairul Siti Khoiriyah Soifi Ali, Soifi Sri Harini Suci Amalia Suci Amaliyah, Suci Suleman Duengo Syakuro, Abdan Tri Kustono Adi Ulfatul Mardiyah Umi Hasanah, Umi Umi Khamidah, Umi Veithzal Rivai Zainal Warsito Warsito Warsito Warsito Zulli Andriani, Zulli