Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode Pembelajaran Resitasi dan Diskusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Pokok Bahasan Perpajakan pada Kelas XI IPS MA Abu Dzarrin Kendal Bojonegoro Tahun Ajaran 2019/2020 Aisyah, Siti Umi Nur; Sarjono, Sarjono; Hariyadi, Ahmad
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2020): Lentera
Publisher : STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of learning methods in terms of suitability and effectiveness of the characteristics of learning materials and students. This research is to understand: (1) the workings of applying learning and discussion methods that can improve student learning outcomes. (2) Learning Implementation Methods Learning Methods on Student Learning Outcomes. (3) Learning Implementation Methods Learning and Learning Methods for Student Learning Outcomes to Subjects of Economic Subjects of Taxation. Classroom Action Research with Qualitative approval. The population of this study were 38 students. Data collection using the Pre Test and Post Test methods in Cycle I and Cycle II. Pre Test scores are a reference to students' abilities before applying the learning and recitation learning methods, while the post test scores are used to reflect student learning outcomes after applying the recitation and discussion learning methods. KKM Economics subjects in Class XI IPS MA ABU DZARRIN Kendal Bojonegoro amounted to 75. Student assistance is considered Completed (T) if the test score is equal to or more than 75, suitable students Not Completed (TT) use test scores less than 75. Data analysis Obtained the results of research (1) Student pre-test scores before applying the learning and discussion methods very much that have not met the KKM of 52.6%. (2) The results of the improvement of learning cycle I by applying recitation and discussion methods only 60.5% of students who meet the KKM while 39.5% of students scored below the KKM. (3) The results of improving cycle II It is estimated that 92% of students have reached the KKM. Increasing student learning outcomes in the second cycle is very significant, then determined recitation learning methods and discussions can improve student learning outcomes.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN SEBAGAI DASAR PERBAIKAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) "STUDI KASUS RUAS JALAN PENANJUNG "“ TANJUNG KABUPATEN SEKADAU STA 00 + 000 - STA 02 + 500" Sarjono, Sarjono; Sumiyattinah, Sumiyattinah; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Penanjung "“ Tanjung kabupaten sekadau. Hasil analisis mengunakan metode bina marga yaitu segmen 1 s/d 19 dan 21,23 s/d 25 adalah Urutan Prioritas A program rekomendasi penanganan pemeliharaan rutin, dan segmen 20 dan 22 yaitu Urutan Prioritas B rekomendasi program penanganan Pemeliharaan Berkala. Hasil analisis mengunakan metode Pavement Condition Index (PCI) yaitu Segmen 6, 12, 16 dan 21 sedang (cukup baik), Segmen 2, 3, 4, 9, 10, 11, 13, 17 dan 19 adalah sempurna (sangat baik), Segmen 1 dan 7 yaitu sangat baik (sangat baik), Segmen 8, 18, 24 dan 25 adalah buruk (buruk), Segmen 20, 22 dan 23 gagal (gagal), Segmen 5 baik (baik), Segmen 14 dan 15 sangat buruk (sangat buruk), Rekomendasi penanganan jalan metode Pavement Condition Index (PCI) dengan metode Asphal Institute MS-17 yaitu pemeliharaan rutin pada segmen 1 , 5, 6, 8, 12, 14, 15, 16, 18, 21, 24 dan 25, Tambalan dan lapis tambahan pada segmen 2, 3, 4, 7, 9, 10, 11, 13, 17, dan 19, Rekonstruksi pada segmen 20, 22 dan 23. Penanganan yang diterapkan pada ruas jalan Penanjung "“ Tanjung Kabupaten Sekadau STA 00 + 000 S/D STA 02 + 500 adalah pemeliharaan rutin.Kata Kunci : Kerusakan Jalan, Bina Marga, Indeks Kondisi Perkerasan, Pemeliharaan Jalan.
Peningkatan Hasil Belajar matematika tentang LUAS permukaan dan volume bangun ruang SISI DATAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN team assisted individualization Sarjono, Sarjono
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2021): EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v5i2.150

Abstract

ABSTRAKHasil belajar matematika masih jauh dari yang diharapkan karena banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM) yang telah ditentukan. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih  menyenangkan dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika tentang luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). TAI merupakan salah satu model pembelajaran untuk membuat siswa aktif dan menyenangkan. Pada model pembelajaran ini siswa diminta memecahkan masalah dengan bantuan temannya atau yang biasa disebut tutor. Penelitian ini melibatkan 21 siswa kelas XI AP SMK Negeri 4 Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung Tahun Pelajaran 2015/2016. Indikator keberhasilan diukur dengan membandingkan antara sebelum dan sesudah menerapkan TAI. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat membangkitkan respon siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan dan kegairahan belajar siswa khususnya saat menjawab pertanyaan yang diajukan. Peningkatan keberhasilan siswa dapat dilihat dalam setiap siklusnya. Hasil belajar pada pra-siklus, siklus 1, dan siklus 2 masing-masing didapatkan nilai rata-rata hasil belajar secara berturut-turut adalah 55,90; 62,57; dan 74,48. Peningkatan ini berkorelasi positif dengan kenaikan persentase ketuntasan siswa secara klasikal untuk ketiga siklus, yaitu 28,57%, 57,14%, dan 80,95%. Kata kunci:   Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif, Team Assisted Individualization, Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang Sisi Datar ABSTRACTMathematics learning outcomes are still far from expected because many students score below the predetermined minimum completeness criteria. This is becomes a challenge for teachers to develop learning models that are more fun and easy to understand. This study aims to determine the increase in mathematics learning outcomes about the surface area and volume of flat-sided shapes using the Team Assisted Individualization (TAI) type cooperative learning model. TAI is a learning model to make students active and fun. In this learning model students are asked to solve problems with the help of friends or what is commonly called a tutor. This research involved 21 students of class XI AP SMK Negeri 4 Pangkalpinang Bangka Belitung Province on academic year 2015/2016. Success indicators are measured by comparing before and after implementing TAI. The results showed that the TAI type cooperative learning model can generate student responses as indicated by the increased activity and enthusiasm of student learning, especially when answering the questions asked. The increase in student success can be seen in each cycle. The learning outcomes in the pre-cycle, cycle 1, and cycle 2 obtained the average value of learning outcomes were 55.90; 62.57; and 74.48 respectively. This increase was positively correlated with an increase in the percentage of student completeness classically for the three cycles which are 28.57%, 57.14%, and 80.95%. Keywords: Learning Outcomes, Cooperative Learning Model, Team Assisted Individualization, Surface Area and Build Volume Flat Side
Usaha Untuk Meningkatkan Performace Suzuki Shogun FD 110 dengan Merubah Konstruksi Centrifugal Clutch Menjadi Mechanical Clutch Sugiyarta, Sugiyarta; Basmal, Basmal; Sarjono, Sarjono
Politeknosains Vol 23 No 2 (2024): Jurnal Politeknosains Volume 23 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sepeda motor sangat diminati oleh masyarakat beberapa dekade untuk kalangan muda, memodifikasi pada sistem oprasional kopling pertama untuk mempercepat akselerasai yang biasa digunakan untuk kendaraan yang membutuhkan tenaga yang tinggi. Kedua untuk mendapatkan pemindahan gigi yang lebih halus dan ketiga meningkat performance dari engine brake. Pada Suzuki Shogun FD110 menggunakan kopling centrifugal. Dalam reakayasa ini menggunakan metode rancang bangun dengan melepaskan kopling centrifugal yang ada pada motor kemudian dengan menggunakan adaptor kopling tempel yang digumakan untuk memutus dan menghubungkan roda gigi transmisi dan poros engkol sehingga pemindahan tenaga sampai ke roda belakang sebagai penggerak kendaraan. Untuk pemakaian adaptor kopling tempel ini perlu pertimbangan dari segi konstruksi sehingga kendaraan tetapa nyaman untuk dikendarai karena penggantian kampas ganda dan juga kampas kopling yang sesuai dengan kondisi dari kendaraan.
TOLERANSI DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL: MENJAGA HARMONI DALAM KEBERAGAMAN Sarjono, Sarjono; Fathurohman, Hanif
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 12 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v12i2.11358

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari masyarakat majemuk, multikultural, serta beragam agama dan keyakinan. Keberagaman ini menjadi aset positif yang memerlukan perhatian khusus agar dapat menjadi sumber kekuatan dan identitas bangsa di kancah internasional. Sejak awal berdirinya negara, masyarakat Indonesia bersifat multi-etnis, multi-religius, dan multi-ideologis. Kemajemukan ini menunjukkan interaksi antara berbagai unsur kehidupan masyarakat yang memperkaya budaya dan mendukung pembangunan bangsa yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan pentingnya toleransi dalam masyarakat multikultural untuk menjaga harmoni dalam keberagaman, kerukunan antarumat beragama di masyarakat yang beragam, khususnya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menggunakan pendekatan deskripsi analitis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa di dalam masyarakat multikultural, tantangan seperti konflik, diskriminasi, dan prasangka negatif kerap muncul akibat kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan. Oleh karena itu, pentingnya penguatan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, serta kesadaran multikultural menjadi fondasi utama untuk menjaga keharmonisan sosial. Peran strategis penyuluh agama, pendidikan, serta pendekatan konstruktif dalam penyelesaian konflik menjadi kunci dalam membangun budaya damai. Melalui dialog antarumat, kerja sama lintas budaya, dan penanaman nilai-nilai kemanusiaan universal, masyarakat Indonesia dapat menciptakan kehidupan yang harmonis, saling menghargai, dan damai di tengah keberagaman Kata Kunci: Multikultural, Toleransi, Keberagaman
Perancangan Buku Cerita Bergambar Tentang Pernikahan Adat Ponorogo Sebagai Referensi Budaya Mumtyassanah, Dhahabiani Yunisa; Sarjono, Sarjono; Arizal, Fariza Wahyu
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 8 No 02 (2024): Jeskovsia 8.2
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v8i02.986

Abstract

Pernikahan atau perkawinan dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan (Indonesia, 2018) adalah ikatan lahir bathin seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pernikahan biasanya dirayakan dengan menggelar upacara resepsi pernikahan dengan mengikuti tata cara upacara adat yang ada sesuai dengan daerah pengantin. Masyarakat harus menjunjung tinggi nilai – nilai dan makna setiap prosesi pernikahan yang dituangkan dalam bentuk benda, perbuatan, hingga ke sajian, seperti dalam upacara pernikahan adat Ponorogo. Namun masyarakat datang ke acara resepsi pernikahan karena undangan tanpa memerhatikan dan mengetahui sakralnya makna setiap prosesi pernikahan. Masyarakat kurang mengetahui informasi karena minimnya sumber literatur tentang pernikahan adat Ponorogo. Metode perancangan milik Bruce Archer meliputi programming, Data Collection, Analysis, Syntesis, Development, dan Communication digunakan untuk merancang buku cerita bergambar memuat informasi tentang pernikahan adat Jawa Kabupaten Ponorogo. Buku ini dapat menjadi salah satu referensi budaya untuk masyarakat Kabupaten Ponorogo.
PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS PADA DABIN 1 KORWILCAM BIDANG PENDIDIKAN KECAMATAN SUMOWONO Sarjono, Sarjono
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 7, No 1 (2020): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v7i1.140

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran berbasis Kurikulum 2013. Sebagian besar guru mengalami kesulitan menerapkan pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 karena pada tahun pelajaran sebelumnya masih menerapkan pembelajaran dengan Kurikulum 2006. Oleh sebab itu, peneliti menerapkan Supervisi Akademik untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis Kurikulum 2013. Penelitian dilaksanakan di Dabin 1 Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Sumowono, dengan populasi guru kelas VI yang berjumlah 13 orang. Dipilih 6 orang guru sebagai sampel, dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kepengawasan (PTKp) dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi. Instrumen pengumpulan data adalah lembar observasi dan catatan lapangan. Amalsis data dilakukan dengan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, perolehan nilai kompetensi pedagogik guru pada siklus I adalah sebesar 73,3. Nilai ini meningkat dari hasil nilai pra penelitian yang hanya sebesar 62,5. Selanjutnya pada siklus II diperoleh nilai kompetensi pedagogik guru sebesar 80,7. Dapat diketahui bahwa nilai kompetensi pedagogik guru selalu mengalami peningkatan setelah dilaksanakan Supervisi Akademik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan Supervisi Akademik efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis Kurikulum 2013.
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM BDR (BELAJAR DARI RUMAH) SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI DABIN 1 KORWILCAM BIDANG PENDIDIKAN KECAMATAN SUMOWONO Sarjono, Sarjono
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 8, No 2 (2020): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v8i2.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami guru di lingkungan Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Sumowono terhadap pelaksanaan program BDR (Belajar Dari Rumah) yang dicetuskan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di sekolah. Oleh sebab itu, peneliti melaksanakan kegiatan supervisi akademik guna meningkatkan keterampilan mengajar guru dalam melaksanakan program BDR. Peneliian ini merupakan Penelitian Tindakan Kepengawasan (PTKp) dan dilaksanakan di Dabin 1 Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Sumowono. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru kelas  V dan VI dari Dabin 1 yang berjumlah 26 guru. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi kegiatan pembelajaran dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang telah valid dan reliabel. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif terhadap hasil observasi kegiatan guru selama proses belajar mengajar. Observasi dikembangkan dari instrumen BDR oleh Kemendikbud. Penerapan supervisi akademik yang telah dilakukan oleh peneliti mampu meningkatkan keterampilan guru dalam melaksanakan program BDR di Dabin 1 Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Sumowono. Rata-rata nilai keterampilan guru pada Siklus I sebesar 72 (kategori Cukup) meningkat menjadi 77,75 (Kategori Baik) pada Siklus II.
Peningkatan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Hangstyle Melalui Penerapan Latihan Dengan Simpai Dan Kotak Box Pada Siswa Kelas Xb SMP Negeri 6 Surakarta Semester 1 Tahun 2022 / 2023 Sarjono, Sarjono
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 1 No. 2 (2022): Science and Education Journal 2022
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v1i2.71

Abstract

Penerapan latihan dengan simpai dan kotak box  adalah merupakan latihan berkali-kali atau terus menerus terhadap yang dipelajari dengan lari melompati simpai dan kotak box secara bergantian , dan  dilakukan  secara teratur, agar hasil belajar meningkat. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi lompat jauh gaya schnepper  melalui penerrapan latihan dengan simpai dan kotak box pada siswa kelas IXB SMP Negeri Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian tindakan (action research) yang terdiri dari beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 langkah yaitu : Perencanaan, Pelakasanaan, Observasi, dan Refleksi. Sumber data dalam penelitian ini siswa kelas IXB SMP Negeri 6 Surakarta Semester I Tahun pelajaran 2022/2023 berjumlah 32 siswa,yang terdiri atas 16 siswa putra dan 16 siswa putri. Tehnik Pengumpulan data dengan observasi dan penilaian hasil serta unjuk kerja lompat jauh gaya Schnepper. Tehnik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah secara deskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil penelitian dari pra siklus, siklus I dan siklus II, yang didasarkan pada analisis kuantitatif dengan prosentase. Hasil analisa didapat bahwa prestasi belajar siswa mengalami  peningkatan dari kondisi awal, siklus I sampai II yaitu, kondisi awal (37,06%), siklus I (65.08 %), siklus II (84.06%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode demonstrasi dapat berpengaruh positif  terhadap hasil belajar lompat jauh gaya Schnepper  pada siswa Kelas IXB  SMP Negeri 6 Surakarta Semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023 serta model pembejalaran dapat digunakan sebagai salah satu alternatif Penjas Orkes.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD HARAPAN BUNDA KOTA BENGKULU Sarjono, Sarjono
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 1 (2020): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v3i2.4330

Abstract

Indikator kompetensi pedagogik guru PAUD yang dikembangakan oleh Kemendiknas meliputi: pertama, menguasi karaktristik peserta didik, Kedua, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, Ketiga, pengembangan kurikulum, Keempat, kegiatan pembelajaran yang mendidik, Kelima, pengembangan potensi peserta didik, Keenam, komunikasi dengan peserta didik, Ketujuh, Penilaian dan evaluasi. Maka dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru PAUD Harapan Bunda Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian field research (lapangan), dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru PAUD bidang penguasaan karaktristik peserta didik yaitu sebagai berikut: 0% tidak baik, 10% kurang baik, 48% baik, dan 42% sangat baik. Ternyata guru yang menguasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik yaitu sebagai berikut: 0% tidak baik, 5% kurang baik, 46,7% baik, dan 48,3% sangat baik. maka kompetensi guru PAUD pada pengembangan kurikulum dengan nilai rata-rata sebagai berikut: 0% tidak baik, 5% kurang baik, 40% baik, dan 55% sangat baik. Rata-rata kompetensi pedagogik guru dalam kegiatan pembelajaran yang mendidik yaitu sebagai berikut : 0% tidak baik, 6% kurang baik, 43% baik, dan 51% sangat baik. Rata-rata kompetensi pedagogik guru bidang pengembangan potensi peserta didik yaitu: : 0% tidak baik, 5% kurang baik, 50% baik, dan 45% sangat baik. bidang komunikasi dengan peserta didik dengan rata-rata nilai dan kategori sebagai berikut : 0% tidak baik; 2% kurang baik; 45% baik; dan 53% sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa guru PAUD sudah melakukan komunikasi dengan peserta didik secara baik. nilai rata-rata bagian penilaian dan evaluasi menunjukkan sebagai berikut: 0% tidak baik, 8% kurang baik, 43% baik, dan 49% sangat baik.