Claim Missing Document
Check
Articles

KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN DAN KERANG (Pollymesoda erosa) DI DESA TOTOBO SULAWESI TENGGARA Balqis, .; Emiyarti, .; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21854

Abstract

Logam berat  merupakan salah satu bahan kimia yang beracun yang dapat memasuki ekosistem bahari. Logam berat seringkali memasuki rantai makanan di laut dan berpengaruh pada beberapa biota laut tertentu yang memiliki kemampuan untuk mengakumulasi zat kimia yang bersifat toksik. Salah satu organisme laut yang berpotensi mengakumulasi logam berat adalah kerang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat (Pb) pada sedimen dan  kandungan logam berat (Pb) pada Kalandue (Polymesoda erosa) di Perairan Desa Totobo serta untuk mengetahui hubungan fraksi sedimen dengan kadar logam berat timbal (Pb) pada kerang (pollymesoda erosa) dan kadar logam berat timbal (Pb) pada sedimen. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling dan analisa logam berat Pb menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Hasil dari penelitian ini, konsentrasi logam berat timbal (Pb) pada sedimen berkisar antara 7,481-92,477 mg/kg dan kerang jenis Pollymesoda erosa berkisar antara 0,096-0,389 mg/l. Berdasarkan standar baku mutu oleh Kepmen LH No 51 Tahun 2004, BPOM dan SEPA dinyatakan kandungan timbal pada sedimen dan kerang (Pollymesoda erosa) sudah melewati ambang batas baku mutu dan kerang masih layak dikonsumsi namun dalam jumlah yang sedikit. Penelitian lanjutan sebaiknya menguji kadar logam berat Timbal (Pb) pada Kerang Kalandue pada organ tertentu seperti gonad dan insang. Sehingga dapat diketahui bagian organ mana yang paling banyak terakumulasi logam berat selain daging.Kata Kunci: Atomic Absorbtion Spectrophotometry, Perairan Totobo, Pollymesoda erosa, Sedimen, Timbal.
PROFIL SUHU DAN SALINITAS SECARA VERTIKAL DI PERAIRAN TELUK KENDARI Saputri, Fera Meilani; Asmadin, .; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20989

Abstract

Suhu dan salinitas merupakan salah satu faktor oseanografi yang berperan penting dalam mempelajari kondisi suatu peraira. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil suhu dan salinitas secara vertikal di Perairan Teluk Kendari. Penelitian mengunakan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode survey yaitu dengan melakukan pengukuran, pengambilan, dan  pengamatan terhadap sampel secara langsung di lapangan.  Mengunakan data primer dan sekunder meliputi data pasang surut, suhu dan salinitas. Profil vertikal suhu di Perairan Teluk Kendari memiliki nilai suhu tertinggi pada saat pasang dan surut berada pada kedalaman 0-2 m tepatnya pada muara sungai dan tengah teluk dengan nilai suhu  yang dihasilkan 31-33 OC. Nilai suhu terendah berada pada kedalaman 7-10 m dengan  nilai suhu yang dihasilkan 29-31 OC tepatnya pada mulut teluk dan tengah teluk. Profil vertikal salinitas di Perairan Teluk Kendari memilki nilai salinitas tertinggi pada saat pasang dan surut berada pada kedalaman 3-10 m dengan nilai salinitas yang dihasilkan 31-33 ppt tepatnya pada tengah teluk dan mulut teluk, nilai salinitas terendah berada pada kedalaman 0-6 m dengan nilai salinitas mencapai 19-30 ppt tepatnya pada bagian tengah teluk.Kata kunci: Suhu, Salinitas, Pasang Surut, Teluk Kendari
SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT-8 TIRS DI PERAIRAN KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH Indra, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21859

Abstract

Perairan Mawasangka memiliki potensi yang besar untuk dikembangakn sebagai kawasan budidaya perikanan, penangkapan ikan dan wisata bahari. Dinamika di wilayah pesisir Mawasangka dan sekitarnya ikut memberikan kontribusi terhadap perubahan kualitas perairan dan ekosistem pesisir di Mawasangka. Salah satu parameter yang cepat berubah di perairan adalah dinamika suhu permukaan laut yang memiliki peranan penting bagi kehidupan biota laut dan habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara SPL in-situ dengan SPL Citra Satelit Landsat dan untuk mengetahui sebaran SPL di musim panas dan musim hujan di Kecamatan Mawasangka Tahun 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober-Desember 2019 di Perairan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Sumber data penelitian ini terdiri dari data lapangan (in-situ) berupa data suhu permukaan laut pada 30 titik sampling, serta data Citra Satelit Landsat-8 TIRS yang bersumber dari https://earthexplorer.usgs.gov/. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa suhu permukaan laut (SPL) berkisar antara 27-31ºC. Adapun SPL in-situ dengan Citra Satelit Landsat-8 TIRS memiliki hubungan kuat pada musim panas (September) 24,9 -31 ºC dan memiliki hubungan sedang 9,11 -27,4 ºC pada musim hujan (Desember).Kata Kunci : Suhu Permukaan Laut, Algoritma Estimasi, data lapangan, Citra Landsat-8 TIRS, Perairan Mawasangka 
Studi Parameter Kimia Perairan Pada Kawasan Rencana Pengembangan Tambak Super-Intensif Udang Vaname (Litopenaeus vanamei) di Kabupaten Konawe Selatan Balubi, Abdul Muis; Purnama, Muhammad Fajar; Sirza, LM. Junaidin; Takwir, Amadhan; Disnawati, Disnawati; Erawan, Trial Fiar; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 3 (2020): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1577.407 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i3.13749

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, yaitu Oktober 2019 hingga Januari 2020, yang bertempat di perairan pantai dan laut kecamatan Laine dan kecamatan Kolono kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter kimia (salinitas, oksigen terlarut (DO) ammonia, nitrogen, phopat, dan bahan organik) pada kawasan rencana pengembangan tambak super-intesif udang vaname (Litopenaeus vanamei). Lokasi pengukuran dan pengambilan sampel secara garis besar dibagi menjadi 4 stasiun yang melintasi perairan 2 kecamatan (Lainea dan Kolono) dengan potensi dan potensial lahan tambak yang tersebar. Setiap stasiun terdiri dari 4 spot pengamatan yang berjumlah 16 spot penelitian. Stasiun I spot 1 dan 2 desa Lainea, spot 3 dan 4 desa Molinese. Stasiun II spot 1, 2, 3, dan 4 semuanya desa Polewali. Stasiun III spot 1, 2, dan 3 desa Molinese, dan spot 4 desa Polewali. Stasiun IV spot 1, 2, 3, dan 4 semuanya terletak di desa Puupi kecamatan Kolono. Pemilihan stasiun dan spot ini setelah dilakukan monitoring sekitar 3 (tiga) bulan merupakan kondisi yang baik untuk kegiatan industri tambak super intensif udang vaname. Kualitas hidrologi perairan laut dengan derajat keasaman 7,44-8,30, oksigen terlarut 4,40-12,7 mg/liter dan kisaran salinitas air laut 31,3-41,3 ppt, masih dalam keadaan layak bagi industri tambak superintensif udang vaname. Kesuburan perairan tambak selama penelitian berupa kosentrasi nitrat 0,0544-0,0881 mg/liter, phospat 0,0053-0,0093 mg/liter, amonia 0,0101-0,0239 mg/liter, dan bahan organik 16,620-27,625 mg/liter. Konsentrasi parameter kimia perairan pada lokasi penelitian pada dasarnya berada pada kisaran optimal dan layak bagi pengembangan industri tambak superintensif udang vaname.Kata Kunci : Studi Kelayakan, Parameter Kimia, Tambak Super-Intensif, Udang Vaname
POLA ARUS PERMUKAAN LAUT DI BAGIAN TERLUAR TELUK KENDARI DAN PERAIRAN SEKITARNYA Nurlin, .; Asmadin, .; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 7, No 1: Februari 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i1.24338

Abstract

permukaan umumnya bersumber dari gerakan angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh angin terhadap pergerakan arus permukaan di bagian terluar Teluk Kendari dan Perairan sekitarnya pada musim yang berbeda. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari 2 jenis data yaitu data primer meliputi data arus dan angin serta data sekunder meliputi data pasang surut. Metode penelitian untuk mengukur kecepatan arus permukaan menggunakan metode Euler. Metode  untuk memperhitungkan  nilai  dan  arah  kecepatan  angin  menggunakan  metode  Wind  Rose. Metode untuk memperhitungkan  gerak  osilasi  pasang  surut  secara  periodik  menggunakan  Metode  Admiralty. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa pola pergerakan arus  permukaan  laut  di bagian terluar Teluk Kendari dan Perairan sekitarnya pada setiap musimnya memiliki nilai kecepatan arus laut permukaan tertinggi terjadi pada musim timur yaitu 0.26 m/s dengan arah dari Timur menuju ke Barat dan nilai terendah terjadi pada musim peralihan II yaitu 0.01 m/s dengan arah dari Barat menuju ke Timur. Perubahan arah dan kecepatan angin di bagian terluar Teluk Kendari dan Perairan sekitarnya tidak memberikan pengaruh sepenuhnya terhadap perubahan arah dan kecepatan arus permukaan pada setiap musimnnya. Selain angin diduga ada faktor lain yang memengaruhi perubahan arah dan kecepatan arus permukaan, seperti pasang surut, gaya coriolis dan bentuk topografi pada Perairan Teluk Kendari bagian luar dan sekitarnya.Kata Kunci:, Arus, Angin, Pasut, Teluk Kendari
ANALISIS KEJADIAN UPWELLING DAN DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN TUNA DI PERAIRAN TELUK TOLO Amadhan Takwir; Ari Berty Rondonuwu; Nurhalis Wahidin; Arwan Arif Rahman; La Ode Muhammad Gunawan Giu; Muhammad Trial Fiar Erawan
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.%p

Abstract

            Parameter suhu, klorofil-a dan kejadian upwelling dapat dijadikan sebagai indikator untuk penentuan daerah penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menduga kejadian upweling dan daerah penangkapan ikan baik secara spasial maupun temporal di perairan Teluk Tolo.  Data yang digunakan adalah suhu dan klorofil-a mulai dari Janurari 2016 sampai Desember 2020 yang diperoleh dari model CMES (Copernicus Marine Environment Service). Data dianalisis menggunakan pyferret untuk menampilkan informasi suhu dan klorofil-a perairan spasial dan temporal. Pendugaan daerah potensi penangkapan ikan dianalisis menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis dan dikonfirmasi menggunakan produksi hasil tangkapan tuna yang diperoleh dari data Log Book Perikanan Tangkap di WPP 714 yang dikeluarkan oleh KKP RI. Hasil penelitian menunjukan bahwa musim penangkapan ikan tuna optimun terjadi pada musim barat dengan kisaran rata-rata suhu berkisar antara 280C  - 290C dengan konsentrasi klorofil-a berada pada kisaran 0,125 – 0,2 mg/L. Kejadian upwelling terjadi setiap tahun yang dimulai pada bulan Juli hingga September. Sebaran potensial penangkapan ikan berada pada koordinat 124.036738° BT -  125.104061° BT dan -2.753314° LS -  -3.628224° LS. 
DEMPLOT TEKNOLOGI BIOREEFTEK RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS KELOMPOK KERJA MASYARAKAT (POKJAMAS) DI KABUPATEN KONAWE SELATAN La Ode Abdul Rajab Nadia; Salwiyah Salwiyah; Abdullah Abdullah; Amadhan Takwir; Laode Muhamad Hazairin Nadia
Jurnal Marine Kreatif Vol 5, No 1 (2021): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v5i1.3871

Abstract

Damage to coral reefs has resulted in decreased habitat and fish populations in the waters of Staring Bay, therefore an environmentally friendly coral rehabilitation program is needed by community engagement. The objective of this work is to rehabilitate coral reefs through the environmentally friendly bioreeftek technology application based on the Community Working Group (POKJAMAS) in the waters of Staring Bay South Konawe. The method of implementing the program is training to strengthen the capacity of Community Working Groups, manufacture of bioreeftek technology and application of bioreeftek technology in waters. The result of this activity was the formation of 2 group POKJAMAS at the location of community service, The total number of POKJAMAS members who are actively involved is 50 people (33 male and 17 female) POKJAMAS members actively participate in training activities and technology demonstration plot (Demplot). POKJAMAS has succeeded in making 800 units of environmentally friendly bioreeftek. Bioreeftek technology has been deployed in Staring Bay waters at 2 locations are Puasana village and Wawatu village. The technology demonstration plot has contributed to strengthening the capacity of POKJAMAS and enhances community responsibility within improving the condition of coral reefs in the waters of Staring Bay in south konawe.
PKM PENERAPAN RUMPON RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA La Ode Abdul Rajab Nadia; Salwiyah Salwiyah; Abdullah Abdullah; Amadhan Takwir; Laode Muhamad Hazairin Nadia
Jurnal Marine Kreatif Vol 4, No 2 (2020): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v4i2.3011

Abstract

The major problem in fishing production activities faced by fishermen in Wawatu Village is the limited fishing ground area caused by unfriendly-environmentally fishing activities, unorganized spawning and nursery areas so that the availability of fish stocks in their habitats is insufficient for fishermen and traditional fishery businesses. The main focus of this community dedication activity was to further optimize FADs functions as a fishing tool, attracting squid and crabs to gather inside the FADs area. This activity can be one of the solutions to increase fish production during the COVID-19 pandemic in Wawatu Village, North Moramo District, South Konawe Regency. There were two approaches in this activity, namely 1) approach of participatory training to partners, 2) technology applications at the demonstration plot (demplot) location. The result showed that the community was quite enthusiastic in participating in all activities including training and discussion activities as well as the application of environmentally friendly FADs technology, including active participation in material preparation, making of FADs and installing FADs in the water.
KONDISI TERUMBU KARANG DI PULAU WEH PASCA BENCANA MEGA TSUNAMI (Coral Reef Condition in Weh Island after Mega Tsunami Disaster) Dini Purbani; Terry Louise Kepel; Amadhan Takwir
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 21, No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18561

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang pasca tsunami sebagai langkah awal dalam upaya rehabilitasi terumbu karang. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan kondisi terumbu karang tahun 2002 sebelum tsunami dan tahun 2009 pasca tsunami menggunakan citra satelit Landsat ETM7 melalui analisis Lyzenga. Pengamatan langsung di lapangan menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect) dan pengukuran kualitas perairan. Lokasi pengamatan berada di Ujung Seurawan,  Sea Garden di Pulau Rubiah,  Sea Garden 1, Rubiah Channel 2 dan  Loh Weng. Kondisi terumbu karang yang berada di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Weh ini berada pada kondisi yang buruk sampai baik. Terumbu karang kondisi baik terdapat di lokasi Sea Garden 1 (54,26 %), kondisi sedang di Rubiah Channel 2 (26,32%) dan Sea Garden 2 (39,5%) sedangkan kondisi buruk terdapat di Ujung Seurawan (19,28 %) dan Loh Weng (15,14%). Bentuk kerusakan terumbu karang antara lain patah, terbalik dan hanyut. Jenis terumbu karang yang rusak terdapat di sebelah timur Pulau Weh yaitu sekitar Pulau Rubiah dan sekitar Teluk Loh Pria Laot. Kisaran kondisi perairan berupa pH, salinitas, suhu dan DO menunjukkan bahwa kualitas perairan berada pada kondisi baik untuk perencanaan kegiatan rehabilitasi terumbu karang.ABSTRACTThis study aims to determine the condition of coral reefs after the tsunami as the first step in the rehabilitation of coral reefs. The methods used are of comparing the condition of coral reefs between pre-tsunami in 2002 and post-tsunami in 2009 using Landsat satellite imagery ETM7 through Lyzenga analysis, direct observe of the coral reefs in the field have been done using the LIT (Line Intercept Transect) and measurement of water quality. Locations of observations are in Ujung Seurawan, Sea Garden in Rubiah Island, Sea Garden 1, Rubiah Channel 2 and Loh Weng. The condition of coral reefs in the Natural Park (TWA) Weh Island is generally in the range between poor and good. The coral reefs at Sea Garden 1 (54.26 % ) are in good condition, those in Rubiah Channel 2 (26.32 % ) and Sea Garden 2 (39.5 %) are in moderate condition, while those in Ujung Seurawan (19.28 % ) and Loh Weng (15.14 %) are in  poor conditions. Forms of damage to coral reefs are including broken, overturned and swept away. The damaged reefs are located on the east of Weh Island, which is around Rubiah Island and around the Gulf of Loh Pria Laot. Range of water conditions such as pH, salinity, temperature and DO indicate that the qualities of the waters are good for rehabilitation planning of coral reefs.
Potensi dan Arahan Pengembangan Kampung Wisata Bahari Berbasis Produk Unggulan Mutiara di Kelurahan Palabusa Kota Baubau La Ode Abdul Rajab Nadia; Dedy Oetama; Muhaimin Hamzah; Amadhan Takwir; Muhammad Trial F. Erawan
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/kainawa.1.2019.115-130

Abstract

Pembangunan pariwisata terintegrasi sektor andalan dan diversifikasi produk dan jasa merupakan salah satu arahan pembangunan daerah Kota Baubau. Salah satu model yang akan dikembangkan adalah kampung wisata berbasis produk unggulan mutiara. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji potensi kawasan dan perencanaan layout kampung wisata bahari berbasis produk unggulan mutiara di Kelurahan Palabusa. Metode pengumpulan data meliputi (1) survei terkait isu dan permasalahan pengembangan pariwisata berbasis pemanfaatan sumber daya perikanan, (2) Focus Group Discussion terfokus oleh beberapa multipihak terkait isu yang dikaji (3) verifikasi dan evaluasi hasil yang diperoleh di lapangan. Kondisi potensi sumber daya alam tersebut akan didokumentasikan. Metode analisa data mencakup analisis spasial, analisis pengembangan kawasan wisata dan tata letak (layout). Berdasarkan hasil analis spasial bahwa wilayah perairan laut yang masih dapat dikembangkan sebagai area budi daya kerang mutiara di Palabusa masih tersedia kurang lebih 61,23 hektar. Saat ini, area budi daya existing secara total baru mencapai 22,22 hektar yang terdiri atas 4,06 wilayah budi daya existing oleh masyarakat lokal dan sekitar 18,16 hektar wilayah budi daya milik PT. Selat Buton. Dari luas efektif tersebut, jika diasumsikan dimanfaatkan sebesar 25% saja, maka akan menampung jumlah keramba ukuran 6×12 meter sebanyak 138 unit. Hasil layout pengembangan kawasan mencakup ruang penerimaan, ruang pelayanan, ruang penyangga, ruang budi daya, ruang wisata/pelayanan, jalur sirkulasi, ruang konservasi situs sejarah. Model pengembangan kampung wisata di Palabusa mencakup ekonomi dan lingkungan, berbasis masyarakat dan keterlibatan multipihak.
Co-Authors . Arjuna, . . Balqis . Mukrimin Abdul Rahim Abdullah Abdullah Adrian, Muh Adhim Ahmad Rifai Alam Lawelle, Sjamsu Ari Berty Rondonuwu Armid Armid Armid, Armid Armid, Alrum Asmadin, Asmadin Awaluddin Awaluddin Baharuddin Baharuddin Bahdad, Bahdad Bahril, Bahril Balubi, Abdul Muis Baru Sadarun Darwin Ismail Dedy Oetama Dini Purbani Dini Purbani Disnawati Disnawati, Disnawati Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Emiyarti, . Fahmiati Faisal, Mohamad Fitrah Firihu, Muhammad Zamrun Gefril, Gefril Halili Halili Harianto, Kurniawan Indra, . Indriana, . Ira Ira, Ira Irma Nurjannah Irma Nurjannah, Irma Jabir, Jabir Jainur, Arin Junaidin Sirza, La Ode Muhammad Kulmawapa, Rizki Arpakul La Baco S La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhammad Gunawan Giu La Ode Muhammad, Yasir Haya Laode Muhamad Hazairin Nadia Laode Muhamad Hazairin Nadia Lawelle, Sjamsu Alam Mida, Fitra Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhammad Fajar Purnama Muhammad Trial Fiar Erawan Muhammad Zamrun Firihu Nadia, La Ode Abdul Rajab Nur Aisah Nurlin, . Nusantara, Garda Pratikino, A Ginong Pratikino, A. Ginong Pratikino, Asrin Ginong Rahman, Arwan Arif Rahman, Hifzur Ramma, Omiana Rasma, WD Ratna Diyah Palupi Safani, Jamhir Safarudin, . Salwiyah Salwiyah Salwiyah, Salwiyah Saputri, Fera Meilani Subhan Subhan Sudarsono Tasari, Firman Terry Louise Kepel Terry Louise Kepel, Terry Louise Uniadi Mangidi Viska Inda Variani Wa Ode Salma Wahidin, Nurhalis Wildayati Yursida Yursida, Yursida Yusriandi, Andi Zunasri, Zunasri