Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Kawasan Budidaya Kerang Mutiara melalui Pendekatan Daya Dukung di Pesisir Palabusa Kota Baubau La Ode Abdul Rajab Nadia; Dedy Oetama; Amadhan Takwir; Laode Muhamad Hazairin Nadia
Kainawa: Jurnal Pembangunan dan Budaya Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Balitbangda Kota Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46891/

Abstract

Kerang Mutiara merupakan salah satu komoditi dari sektor perikanan yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek pengembangan usaha dimasa datang. Usaha budidaya kerang mutiara masih terbatas pada perusahaan besar yang kebanyakan penanam modal asing. Di sisi lain ada permasalahan yang dihadapi yaitu pemanfaatan wilayah pesisir secara besar-besaran tanpa memperhatikan kesesuaian dan daya dukung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perairan bagi pemanfaatan budidaya kerang mutiara, menghitung nilai kesesuaian dan daya dukung lingkungan perairan untuk kegiatan budidaya laut kerang mutiara. Penelitian ini dilaksanakan di pesisir Palabusa Kota Baubau pada bulan Agustus - November 2019 melalui metode survei lapangan dan data sekunder. Analisis data meliputi analisis karakteristik perairan, analisis kesesuaian dan daya dukung lingkungan perairan serta analisis spasial. Kondisi parameter kualitas air layak untuk budidaya kerang mutiara, mencakup: kecepatan arus, materi padatan tersuspensi, kedalaman perairan, fitoplankton, oksigen terlarut, kecerahan perairan, salinitas perairan, suhu perairan, klorofil-a, dan pH perairan. Hasil analisis kesesuaian menunjukkan bahwa pemanfaatan Kawasan pesisir untuk budidaya kerang mutiara di pesisir Palabusa Kota Baubau dikategorikan menjadi tiga kelas kesesuaian, yaitu sangat sesuai (S1) dengan luas 61,23 ha (59,54%), sesuai (S2) dengan luas 28,8 ha d (28,01%), dan tidak sesuai (S3) dengan luas 12,8 ha (12,45%). Daya Dukung Kawasan digambarkan dalam jumlah unit budidaya mutiara pada satu periode budidaya yang mampu didukung oleh lingkungan. Daya dukung untuk kelas kelayakan sangat sesuai (S1) dengan sistem tali rentang berjumlah 36 unit rakit apung berjumlah 72 unit. Kelas kelayakan sesuai (S2) dengan sistem tali rentang berjumlah 18 unit dan rakit apung berjumlah 32 unit.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI PERAIRAN KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH Rifai, Ahmad; Hamzah, Muhaimin; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 1: Februari 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i1.43184

Abstract

Eucheuma cottonii merupakan salah satu komoditas prioritas budidaya perikanan, karena memiliki beberapa keunggulan yaitu teknologi budidaya mudah dilakukan, modal yang diperlukan dalam budidaya rumput laut relatif kecil, dan usia panen singkat. Kecamatan Mawasangka adalah salah satu daerah yang masyarakatnya memanfaatkan wilayah perairannya untuk membudidayakan rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya rumput laut berdasarkan kondisi fisika-kimia. Data–data diperoleh dengan cara mengukur parameter oseanografi fisika dan kimia secara insitu dan eksitu. Analisis data dilakukan dengan metode skoring dan pembobotan. Kesesuaian perairan berdasarkan kondisi fisika - kimia untuk lokasi bididaya rumput laut Eucheuma cottonii menunjukkan bahwa parameter nitrat, fosfat, dan kecerahan di semua stasiun pengamatan rata-rata memiliki kriteria cukup sesuai – tidak sesuai. Untuk parameter gelombang dan TSS masuk kriteria sesuai di setiap stasiun, sedangkan parameter kecepatan arus, salinitas, suhu, dan pH memiliki kriteria cukup sesuai – sesuai di setiap stasiun pengamatan. Dari 4 stasiun pengamatan, 3 stasiun masuk kriteria sesuai yaitu stasiun 1 dengan nilai skor evaluasi 87,5 %, stasiun 2 dengan nilai skor evaluasi 92,5 %, dan stasiun 4 dengan nilai skor evaluasi 92,5 %, sedangkan stasiun yang masuk kriteria cukup sesuai yaitu stasiun 3 dengan nilai skor evaluasi 80,83 %. Kata kunci: Budidaya Rumput Laut, Eucheuma cottonii, Kecamatan Mawasangka, Tingkat Kesesuaian
ANALISIS KONSENTRASI KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT UNTUK MENDUGA ZONA PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN SATELIT AQUA MODIS DI PERAIRAN SELAT TIWORO Gefril, Gefril; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 1: Februari 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i1.49036

Abstract

Perairan Selat Tiworo merupakan salah satu daerah penangkapan pelagis kecil yang terletak di jazirah tenggara daratan Pulau Sulawesi bagian Tenggara. Hampir semua populasi ikan yang hidup di perairan laut mempunyai kisaran suhu dan klorofil-a yang optimum untuk kehidupannya. Salah satu jenis citra satelit penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk memantau sebaran suhu dan klorofil di laut adalah citra Aqua MODIS. Informasi tentang sebaran suhu permukaan laut dan sebaran klorofil dapat dijadikan informasi untuk menduga Daerah Penangkapan Ikan (DPI). Penelitian dilakukan di perairan Selat Tiworo dengan data satu tahun mluai 2020 Desember - 2021 November dengan Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif, yang dimuai dari studi literatur, penentuan lokasi penelitian, persiapan citra, pengolahan data untuk mendapatkan peta sebaran fishing ground berdasarkan klorofil-a dan SPL dan analisis data. Berdasarkan data spasial konsentrasi klorofil-a rata-rata 0,3 – 2,5 mg/m³ yang tersebar merata dan tejadi pada setiap bulannya selama satu tahun. Nilai SPL berfluktuasi dengan kisaran 29 – 35C. Wilayah fishing ground dengan kategori tertinggi tejadi pada musim barat dan musim timur yaitu pada bulan Deember, Juli Agustus dan September, diduga klorofil-a dan SPL pada musim tersebut optimum untuk daerah penangkapan ikan. Kata Kunci: Perairan Selat Tiworo, Klorofil-a dan SPL, Satelit Aqua Modis, Fising Ground
STUDI KESESUAIAN BIOFISIK SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI PANTAI MUTIARA KECAMATAN MAWASANGKA, KABUPATEN BUTON TENGAH Yursida, Yursida; Sadarun, Baru; Takwir, Amadhan; Asmadin, Asmadin
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47263

Abstract

Pantai Mutiara termasuk salah satu destinasi objek wisata pantai di Kabupaten Buton Tengah yang diunggulkan dan memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu kawasan wisata bahari. Wisata Pantai Mutiara ini masih terus dilakukan pengembangan setiap tahunnya oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung. Sehubungan dengan hal tersebut penting bagi pemerintah daerah melakukan pengelolaan wilayah untuk mendapatkan strategi pengelolaan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya alam yang mendukung pengelolaan yang berkelanjutan. Berdasarkan pemaparan di atas maka saya mengambil penelitian dengan judul “Studi Kesesuaian Biofisik Sebagai Kawasan Wisata Bahari Pantai Mutiara di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung Kawasan wisata bahari Pantai Mutiara. Penelitian ini menggunakan analisis kesesuaian wisata dan analisis daya dukung Kawasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis kesesuaian wisata bahari Pantai Mutiara sudah sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan nilai 100%, untuk kegiatan wisata bahari kategori snorkeling termaksud dalam kategori sesuai (S2) dengan memperoleh nilai 73,61% dan untuk wisata bahari kategori selam termaksud dalam kategori sangat sesuai (S1) dengan memperoleh nilai 93.05%. Nilai maksimal daya dukung kawasan wisata untuk kegiatan rekreasi pantai sebesar 557 orang/hari, sedangkan untuk nilai maksimum daya dukung kawasan untuk kegiatan snorkeling dan selam sebesar 211 orang/hari dan 157 orang/hari. Kata Kunci : Wisata, Rekreasi, Snorkeling, Selam, Pantai Mutiara
TINGKAT KESTABILAN PANTAI BERDASARKAN KONDISI HIDRO OSEANOGRAFI PERAIRAN KECAMATAN SAWA, KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA Yusriandi, Andi; Asmadin, Asmadin; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29558

Abstract

Salah satu contoh adanya pengikisan terhadap kawasan pantai adalah terjadinya perubahan garis pantai yang ditandai oleh proses abrasi maupun akresi, Perubahan garis pantai merupakan hal yang alami terjadi pada setiap pantai. Penelitian ini bertujuan untuk  menentukan tingkat kestabilan pantai berdasarkan faktor  parameter hidro-oseanografi periode 2016-2020 di Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe  Utara. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data dari hasil pengukuran di lapangan, observasi, dan dokumentasi, penelitian. Pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive. Metode penentuan kestabilan pantai menggunakan metode Sunamura dan Horikawa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi abrasi, akresi, dan pantai seimbang pada tahun 2016-2020 dengan kisaran penentu tingkat kestabilan pantai 1,89-11,14. Kondisi hidro-oseanografi gelombang, arus, mempegaruhi kestabilan pantai, dan tingkat kelandaian pantai.Kata kunci: Pantai seimbang, Abrasi, Akresi
POLA ARUS DAN KARAKTERISTIK TOPOGRAFI PADA KAWASAN TELUK MELEURA KABUPATEN MUNA, SULAWESI TENGGARA Mida, Fitra; Asmadin, Asmadin; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 3: Agustus 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i3.29426

Abstract

Informasi hidro-oseanografi seperti arus dan batimetri suatu perairan sangatlah dibutuhkan misalnya dalam pengembangan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan dan pola arus serta bentuk karakteristik topografi di Teluk Meleura. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2020 bertempat di perairan Teluk Meleura, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data arus menggunakan layangan arus dengan metode langrangian dan pengambilan data batimetri menggunakan Map Sounder Garmin GPS Map 421 s dengan metode pemeruman. Pengolahan batimetri menggunakan metode kriging. Data tersebut diklasifikasi berdasarkan klasifikasi Van zuidam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MSL diperoleh sebesar 140 cm. Arah angin pada Agustus 2020 lebih dominan dari arah Timur dan Timur Laut. Kecepatan arus pada saat pasang menunjukkan bahwa kecepatan arus terendah yaitu 0,06 m/s dan tertinggi yaitu 0,21 m/s dengan arah arusnya ke arah Barat Daya dan saat surut kecepatan arus terendah yaitu 0,04 m/s dan kecepatan arus tertinggi yaitu 0,16 m/s dengan arah arusnya kearah Timur dan Utara. Karakteristik topografi dasar perairan Teluk Meleura merupakan perairan dangkal dengan kedalaman 0-24 m. Bentuk topografi pantai maupun dasar perairan bervariasi berdasarkan klasifikasi kemiringan pantai mulai dari lereng datar hingga curam dengan tingkat persentase kelerengan pantai berkisar 0,93-69,32%.Kata kunci : Arah angin, Arus, Batimetri, Pasut, Teluk Meleura.
KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN PULAU BUTON DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SWAN Zunasri, Zunasri; Asmadin, Asmadin; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 2: Mei 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i2.49102

Abstract

Gelombang laut di Perairan Pulau Buton cukup dinamis karena dipengaruhi langsung oleh Laut Banda dan Laut Flores dan memiliki kedalaman laut yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arah penjalaran dan tinggi gelombang signifikan pada Perairan Pulau Buton selama periode 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah model SWAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang terendah pada musim Barat dengan ketinggian 0,45 meter menjalar dari Arah Barat dan gelombang tertinggi pada musim Timur dengan ketinggian 1 meter menjalar dari Arah Tenggara. kecepatan angin tertinggi pada Musim Timur yaitu 5-7 m/s dan terendah pada Musim Barat yaitu 2-5 m/s. Kondisi angin dan pengaturan domain model sangat mempengaruhi output model gelombang. Kata kunci : Model SWAN, Kecepatan Angin, dan Tinggi Gelombang.
STUDI KANDUNGAN KARBON PADA MANGROVE DI KELURAHAN LALOWARU, KABUPATEN KONAWE SELATAN Baharuddin, Baharuddin; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 1: Februari 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i1.43183

Abstract

Pemanasan global terjadi karena peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di lapisan atmosfer bumi yang secara tidak langsung, akan mempengaruhi penyimpanan karbon di lautan. Sebagai salah satu sumber daya alam di kawasan pesisir, komunitas mangrove memiliki manfaat yang sangat luas salah satu fungsi ekologis mangrove yang saat ini tengah diperbincangkan adalah mangrove sebagai penyimpan karbon. Kelurahan Lalowaru merupakan kawasan yang terletak di wilayah pesisir penggunaan lahan utama pesisir Kelurahan Lalowaru pemukiman, pariwisata dan tambak yang mengakibatkan berkurangnya ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove dan untuk mengetahui biomassa dan kandungan karbon pada ekosistem mangrove di Kelurahan Lalowaru, Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2022, bertempat di Kelurahan Lalowaru, Konawe Selatan. Ada 5 jenis mangrove yang ditemukan yaitu, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Sonneratia alba dan Bruguiera gymnorrhiza. Kerapatan Mangrove tertinggi dari semua stasiun terdapat pada Stasiun III dengan nilai 1233 ind/ha. Biomassa dan karbon di atas permukaan tanah pada tingkat pohon tertinggi terdapat pada stasiun III dengan nilai 9,617 ton C/ha. Stok karbon pada semai yang tertinggi ditemukan pada Stasiun III yaitu sebesar 0.64 ton C/ha. Stok karbon pada serasah terbesar terdapat pada stasiun III dengan nilai 0,305 ton C/ha. Stok karbon total pada setiap stasiun dari hasil penjumlahan nilai stok karbon pada pohon, semai dan serasah tertinggi terdapat pada stasiun III dengan nilai 10,562 ton C/ha. Tingginya stok karbon dikarenakan kerapatan tegakan mangrove pada stasiun berbeda-beda sehingga akan mempengaruhi nilai biomassa pada mangrove. Kata Kunci: Mangrove, Kerapatan Mangrove, Stok Karbon
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA AIR LAUT DI PERAIRAN KOTA RAHA KABUPATEN MUNA Tasari, Firman; Emiyarti, Emiyarti; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 3: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i3.47261

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perairan Kota Raha, Sulawesi Tenggara yang bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb, status pencemaran, pengaruh variabel lingkungan perairan meliputi suhu, salinitas dan pH, serta sebaran spasialnya. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 stasiun di sepanjang Perairan Kota Raha dengan metode purposive sampling. Kemudian di analisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) untuk mengetahui nilai kandungan Pb. Analisis spasial dilakukan dengan metode interpolasi IDW pada software ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam Pb di Perairan Kota Raha berkisar antara 0,0015-0,0018 ppm dengan kadar tertinggi berada pada stasiun 4 (perairan Pasar Laino). Berdasarkan KEPMENLH No. 51 Tahun 2004 konsentrasi timbal belum cukup mencemari Perairan Kota Raha. Kata kunci: Kota Raha, Pb, AAS, Analisis spasial
ESTIMASI KANDUNGAN KARBON SEDIMEN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI Ramma, Omiana; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.49103

Abstract

Pemanasan global merupakan salah satu isu dunia saat ini, ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi terkait dengan gas rumah kaca. Hutan mangrove memiliki peran besar sebagai penyerapan dan penyimpanan karbon yakni sekitar lebih dari 4 gigaton C/tahun sampai 112 gigaton C/tahun. Potensi penyimpanan karbon pada substrat lumpur mangrove sangatlah besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbon pada sedimen permukaan di ekositem mangrove (kedalaman 0-20 cm dan kedalaman 20-40 cm) di Ekosistem Mangrove Teluk Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis Bulk Density dalam sedimen dan pengaruh tekstur sedimen dengan kandungan karbon di ekosistem mangrove. Analisi menggunakan metode loss on ignation (LOI). Data yang dihitung adalah bulk density, persentase karbon organik dan kandungan karbon organik pada sedimen. Parameter lingkungan yang diamati meliputi tekstur sedimen, suhu, pH, dan salinitas. Bulk density terbesar ditemukan pada stasiun 1 yaitu sebesar 1,07 g/cm3 dan bulk density paling terendah pada stasiun 2 yaitu sebesar 0,92 g/cm3. Kandungan karbon terbesar ditemukan pada stasiun 2 kedalam 20- 40 cm yaitu sebesar 12,83 %, dan kandungan karbon terendah ditemukan pada stasiun 3 kedalaman 0-20 cm yaitu sebesar 8,34 %. Kandungan karbon terendah ditemukan pada stasiun 3 kedalaman 0-20 cm yaitu sebesar 7,94 %. Estimasi simpanan karbon organik nilai rata-rata kandungan karbon terbesar ditemukan pada stasiun 2 kedalaman 20-40 cm yaitu sebesar 271,12 Mg/ha dan nilai rata-rata kandungan karbon terendah terdapat pada stasiun 3 kedalaman 0-20 cm yaitu sebesar 153,48 Mg/ha. Nilai tekstur sedimen dengan menggunakan metode pemipetan, hasil jenis tekstur sedimen yang ditemukan yaitu lempung liat berdebu, lempung dan lempung berdebu. Kata kunci: Karbon sedimen, ekosistem mangrove, Teluk Kendari, metode pengabuan
Co-Authors . Arjuna, . . Balqis . Mukrimin Abdul Rahim Abdullah Abdullah Adrian, Muh Adhim Ahmad Rifai Alam Lawelle, Sjamsu Ari Berty Rondonuwu Armid Armid Armid, Armid Armid, Alrum Asmadin, Asmadin Awaluddin Awaluddin Baharuddin Baharuddin Bahdad, Bahdad Bahril, Bahril Balubi, Abdul Muis Baru Sadarun Darwin Ismail Dedy Oetama Dini Purbani Dini Purbani Disnawati Disnawati, Disnawati Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Emiyarti, . Fahmiati Faisal, Mohamad Fitrah Firihu, Muhammad Zamrun Gefril, Gefril Halili Halili Harianto, Kurniawan Indra, . Indriana, . Ira Ira, Ira Irma Nurjannah Irma Nurjannah, Irma Jabir, Jabir Jainur, Arin Junaidin Sirza, La Ode Muhammad Kulmawapa, Rizki Arpakul La Baco S La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhammad Gunawan Giu La Ode Muhammad, Yasir Haya Laode Muhamad Hazairin Nadia Laode Muhamad Hazairin Nadia Lawelle, Sjamsu Alam Mida, Fitra Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhammad Fajar Purnama Muhammad Trial Fiar Erawan Muhammad Zamrun Firihu Nadia, La Ode Abdul Rajab Nur Aisah Nurlin, . Nusantara, Garda Pratikino, A Ginong Pratikino, A. Ginong Pratikino, Asrin Ginong Rahman, Arwan Arif Rahman, Hifzur Ramma, Omiana Rasma, WD Ratna Diyah Palupi Safani, Jamhir Safarudin, . Salwiyah Salwiyah Salwiyah, Salwiyah Saputri, Fera Meilani Subhan Subhan Sudarsono Tasari, Firman Terry Louise Kepel Terry Louise Kepel, Terry Louise Uniadi Mangidi Viska Inda Variani Wa Ode Salma Wahidin, Nurhalis Wildayati Yursida Yursida, Yursida Yusriandi, Andi Zunasri, Zunasri