Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Model Penguatan Kapasitas Perempuan dan Keluarga Berbasis Masyarakat: Strategi Partisipatif dalam Pencegahan Stunting dan Pengasuhan Anak di Desa Sukaraja Kabupaten Kuningan Bambang Rustanto; Irniyati Samosir; Sri Ratna Ningrum; Tuti Kartika; Ayi Haryani; Aryohaji Istyawan
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : LPPM Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70825/jptb.v8i1.2418

Abstract

Stunting and the low quality of child parenting remain major challenges in family development in rural areas, particularly due to limited access to information, low health literacy, and the persistence of traditional parenting practices. This condition was also identified in Sukaraja Village, Kuningan Regency, where many families still had limited understanding regarding stunting prevention and responsive child parenting. This community service program aimed to develop a community-based model for strengthening women’s and family capacities through a participatory approach to support stunting prevention and child parenting improvement. The program was implemented in RW 01 of Sukaraja Village in August 2025 using the Participatory Technology Development (PTD) approach. The implementation methods included coordination with village authorities and posyandu cadres, participatory assessment through Focus Group Discussion (FGD), community-based intervention planning, educational and training activities, and monitoring through cadre assistance. The results showed an increase in participants’ understanding of the importance of the First 1,000 Days of Life, responsive parenting practices, nutritional fulfillment, sanitation, and stunting prevention. Participants also began applying positive communication patterns in child parenting and utilizing local food resources as affordable nutritional alternatives for families. This program demonstrates that a community-based participatory approach can strengthen the capacities of women and families in creating a healthy, responsive, and sustainable parenting environment as part of local efforts to accelerate stunting reduction.
PERLINDUNGAN ANAK PEREMPUAN DARI KELUARGA MISKIN BERBASIS KOMUNITAS DI DESA CIBURIAL KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Bambang Rustanto; Tuti Kartika; Dwi Yuliani; Susilawati Susilawati
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 8 No 1 (2026): LINDAYASOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/lindayasos.v8i1.1812

Abstract

Anak perempuan merupakan aset strategis peradaban sekaligus kelompok yang memiliki tingkat kerentanan ganda terhadap tindak kekerasan, eksploitasi, pernikahan dini, dan pengabaian hak asasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara komprehensif situasi dan dinamika perlindungan sosial anak perempuan berbasis komunitas di Kampung Sekejolang,Ciburial, Cimenyan, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menerapkan pendekatan partisipatori berbasis perspektif anak (child-led research). Data primer dihimpun secara mendalam melalui teknik self-assessment, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD) yang melibatkan 8 keluarga miskin sebagai informan serta kelompok 8 orang anak perempuan aktif berusia 7–10 tahun sebagai subjek utama. Hasil penelitian menunjukkan sebuah paradoks sosial di lapangan. Meskipun infrastruktur sosial-keagamaan di Desa Ciburial tergolong sangat memadai—dibuktikan dengan ketersediaan 10 unit sekolah dasar (SD) dan 62 sarana ibadah (masjid dan mushola)—implementasi nyata fungsi perlindungan anak belum berjalan optimal. Pelaksanaan empat pilar perlindungan yang mencakup aspek pengasuhan, bimbingan, pengawasan, dan pemberian pengalaman hidup bagi anak perempuan masih menghadapi kesenjangan struktural yang tajam. Kesenjangan ini dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu jeratan kemiskinan ekonomi keluarga, langgengnya budaya patriarki lokal yang meminggirkan partisipasi anak perempuan, serta keterbatasan daya jangkau pelayanan sosial asuhan yang bersifat institusional-reaktif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan urgensi transformasi radikal pada model perlindungan anak. Kebijakan perlindungan harus dialihkan dari yang semula berbasis institusi (orphanage-based) ke arah penguatan sistem perlindungan anak terpadu berbasis komunitas (CBCP/PATBM) di tingkat tapak desa. Model PATBM ini wajib diintegrasikan dengan program intervensi hulu, yang bertumpu pada penguatan kemandirian ekonomi keluarga miskin prasejahtera serta edukasi masif mengenai pola pengasuhan positif (positive parenting) yang responsif gender.