Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Silase sebagai Alternatif Ketersediaan Hijauan di Kelompok Peternak Lentera Kirei, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran Ismiraj, Muhammad Rifqi; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra; Widyastuti, Rini; Hilmia, Nena; Wulansari, Asri
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.298

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok peternak Lentera Kirei di Pangandaran dengan mengatasi masalah kelangkaan hijauan melalui pengenalan teknik pembuatan silase. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan kelompok, pelatihan yang mengintegrasikan teori dan praktik, serta pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan teknologi silase. Sebanyak 30 peserta terlibat aktif dalam program ini, menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi dalam mempelajari langkah-langkah pembuatan silase, mulai dari pemilihan bahan, proses fermentasi, hingga teknik penyimpanan yang tepat. Selama pelatihan, peserta memproduksi silase dengan bimbingan tim pelaksana menggunakan bahan baku lokal yang tersedia. Pengamatan terhadap silase yang dihasilkan menunjukkan kualitas yang sesuai sebagai alternatif hijauan, berdasarkan karakteristik seperti tekstur dan aroma. Umpan balik dari peserta menyoroti relevansi dan kemudahan penerapan teknologi pembuatan silase sebagai solusi atas kelangkaan hijauan di musim kemarau. Pendekatan partisipatif dalam program ini juga meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri para peternak dalam mengadopsi teknologi tersebut. Inisiatif ini menunjukkan potensi teknologi silase dalam meningkatkan praktik pemberian pakan ternak dan mendorong keberlanjutan pertanian bagi peternak skala kecil. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk diterapkan di komunitas peternak lain yang menghadapi tantangan serupa, sekaligus mendorong adopsi lebih luas terhadap teknik pengelolaan hijauan yang inovatif.
Profil Hematologis Domba Priangan Jantan yang Mengalami Stres Transportasi dan Hubungannya dengan Bobot Badan Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri; Setiyatwan, Hendi; Mayasari, Novi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i2.61649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perubahan parameter hematologis pada domba Priangan jantan akibat transportasi serta mengevaluasi peran bobot badan terhadap respons adaptif terhadap stres transportasi. Sebanyak 23 domba Priangan jantan berusia 12–14 bulan dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan bobot badan, yaitu group 1 (<20 kg), group 2 (20–21 kg), group 3 (21–22 kg), dan group 4 (>22 kg). Seluruh domba ditransportasikan dari Sumedang ke Purwakarta selama kurang lebih 2 jam menggunakan mobil bak terbuka tanpa pemberian air minum dan pakan. Parameter hematologis yang diukur meliputi kadar hemoglobin (mg/dL), hematokrit (%), dan jumlah eritrosit (juta sel/mm³) sebelum dan sesudah transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter mengalami penurunan pasca transportasi, dengan penurunan yang lebih besar terlihat pada domba dari kelompok dengan bobot badan lebih rendah dibandingkan domba di group 4. Analisis ANOVA satu arah dan uji lanjut Tukey’s HSD mengungkapkan perbedaan yang signifikan antar kelompok untuk hematokrit dan jumlah eritrosit, sedangkan analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara penurunan hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit. Hasil ini mengindikasikan bahwa bobot badan merupakan faktor penting dalam menentukan kemampuan adaptasi domba terhadap stres transportasi, di mana domba dengan bobot badan lebih tinggi cenderung mempertahankan kestabilan kondisi hematologisnya dengan lebih baik. Implikasi praktis dari penelitian ini mendukung perlunya strategi manajemen transportasi yang mempertimbangkan kondisi tubuh ternak untuk meningkatkan kesejahteraan dan performa produksi dalam industri peternakan.
Analisis Pengaruh Suhu dan Durasi Penyimpanan terhadap Indeks Yolk dan Albumen Telur Ismiraj, Muhammad Rifqi; Apriliyani, Lia; Garnida, Dani; Wulansari, Asri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.61158

Abstract

Kualitas internal telur mengalami penurunan seiring waktu, dipengaruhi oleh suhu dan lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai suhu dan durasi penyimpanan terhadap indeks kuning telur (IKT) dan indeks putih telur (IPT) pada telur ayam petelur strain ISA Brown. Sebanyak 240 butir telur dari ayam petelur berumur 20 minggu disimpan dalam dua kondisi suhu: suhu ruang (25–30 °C) dan suhu refrigerator (7 °C) dengan durasi penyimpanan yang bervariasi. Penyimpanan pada suhu ruang dilakukan selama 1, 5, 10, dan 15 hari, sedangkan penyimpanan dalam refrigerator dilakukan selama 1, 15, 30, dan 45 hari. IKT dan IPT diukur menggunakan prosedur standar, dan data dianalisis menggunakan ANOVA, uji lanjut Duncan, ukuran efek (partial eta-squared), regresi (dengan waktu sebagai prediktor kontinyu), MANOVA, dan analisis korelasi. Perlakuan berpengaruh signifikan terhadap IKT dan IPT (p < 0.05). Analisis ANOVA satu arah menunjukkan nilai partial eta-squared (ηp²) sebesar 0,888 untuk IKT dan 0,971 untuk IPT, yang menunjukkan bahwa perlakuan menjelaskan sebagian besar variasi yang terjadi. Analisis regresi menunjukkan bahwa penurunan IKT terjadi lebih cepat pada penyimpanan suhu ruang (slope ≈ −0,0102/hari) dibandingkan dengan penyimpanan di refrigerator (slope ≈ −0,0020/hari). MANOVA menunjukkan adanya pengaruh utama dan interaksi yang signifikan antara suhu dan durasi penyimpanan terhadap kedua indeks telur. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat (r ≈ 0,986) antara IKT dan IPT di semua perlakuan. Suhu dan lama penyimpanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas telur, di mana penyimpanan dalam refrigerator secara signifikan memperlambat penurunan kualitas kuning dan putih telur. Hasil penelitian ini mendukung rekomendasi penyimpanan telur dalam kondisi dingin untuk mempertahankan kualitas telur dalam jangka waktu yang lebih lama.
Pengaruh Lama dan Suhu Penyimpanan Terhadap Indeks Kualitas Telur Ayam Ras Fase Produksi Pertama Apriliyani, Lia; Garnida, Dani; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.61108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama dan suhu penyimpanan terhadap indeks kualitas telur ayam ras pada fase produksi pertama. Sebanyak 240 butir telur disimpan pada dua suhu berbeda, yaitu suhu ruang (25–30°C) dan suhu refrigerator (7°C), dengan variasi lama penyimpanan 1, 5, 10, dan 15 hari untuk suhu ruang, serta 1, 15, 30, dan 45 hari untuk suhu refrigerator. Parameter yang diamati meliputi indeks kuning telur (IKT) dan indeks putih telur (IPT), yang dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap kualitas telur (P<0,05), di mana telur yang disimpan pada suhu ruang selama 15 hari mengalami penurunan IKT dan IPT masing-masing menjadi 0,277 dan 0,035. Sebaliknya, penyimpanan di suhu refrigerator (7°C) selama 45 hari mampu mempertahankan IKT dan IPT pada nilai 0,342 dan 0,057. Kondisi penyimpanan yang optimal untuk mempertahankan kualitas telur ditemukan pada penyimpanan selama 10 hari di suhu ruang dan 30 hari di suhu refrigerator, dengan nilai IKT masing-masing 0,360 dan 0,387, serta nilai IPT masing-masing 0,051 dan 0,078. Temuan ini menunjukkan bahwa penyimpanan di suhu refrigerator secara signifikan lebih efektif dalam mempertahankan kualitas telur dibandingkan penyimpanan pada suhu ruang, sehingga penting untuk menerapkan manajemen penyimpanan yang tepat guna menjaga kesegaran dan nilai gizi telur.
Evaluasi Pengaruh Penambahan Dedak Padi dan Molases terhadap Kualitas Silase dalam Karakteristik Fisiknya Ismiraj, Muhammad Rifqi; Qoharudin, Qoharudin; Firmansyah, Viki; Setiyatwan, Hendi; Mutaqin, Bambang Kholiq; Yuniarti, Endah; Wulansari, Asri; Febrianto, Firman
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i1.61107

Abstract

Ketersediaan pakan ternak yang stabil dan berkualitas tinggi sangat penting dalam menghadapi fluktuasi ketersediaan hijauan akibat musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi tingkat molases (5, 7,5, dan 10 gram dari 200 gram sampel rumput) serta dedak padi (0%, 5%, dan 10%) terhadap lima parameter kualitas silase, yaitu warna, tekstur, aroma, kepadatan, dan keberadaan fungi. Enam perlakuan disiapkan (TP0, TP1, TP2, DP0, DP1, DP2), masing-masing diulang sebanyak lima kali dan difermentasi selama 30 hari dalam kondisi terkontrol. Setelah proses fermentasi, penilaian dilakukan menggunakan skala ordinal 1–4 untuk setiap parameter yang diamati. Karena sifat data ordinal, analisis statistik nonparametrik digunakan, yaitu uji Kruskal–Wallis, diikuti dengan uji post hoc Dunn untuk membandingkan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur dan kepadatan silase secara signifikan dipengaruhi oleh tingkat molases yang lebih tinggi (p < 0,05). Perlakuan dengan 10 gram molases, baik dengan maupun tanpa penambahan dedak padi, menghasilkan silase dengan tekstur yang lebih padat dibandingkan perlakuan kontrol. Sebaliknya, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada parameter warna, aroma, dan keberadaan fungi (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan molases dan dedak padi dalam jumlah moderat tidak menyebabkan perubahan signifikan pada karakteristik visual maupun pertumbuhan fungi. Dengan demikian, penggunaan molases sebanyak 10 gram dengan atau tanpa penambahan dedak padi hingga 10% dapat meningkatkan kualitas fisik silase tanpa mengganggu stabilitas fermentasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan jenis hijauan yang berbeda dan durasi penyimpanan yang lebih lama dalam optimalisasi formulasi silase. 
Pengaruh Bobot Badan Terhadap Penyusutan Bobot Badan dan Status Fisiologis Domba Priangan Setelah Transportasi Jangka Pendek Wulansari, Asri; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Setiyatwan, Hendi; Mayasari, Novi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v5i2.61593

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh perbedaan kelompok bobot badan terhadap status fisiologis domba Priangan setelah transportasi jangka pendek. Transportasi dalam industri peternakan dapat menimbulkan stres yang berdampak pada keseimbangan energi dan fungsi fisiologis hewan. Selama transportasi, domba tidak mendapatkan pakan dan air, yang memicu mobilisasi cadangan energi serta peningkatan suhu tubuh. Penelitian melibatkan 23 ekor domba Priangan jantan berusia 12–14 bulan yang dikelompokkan berdasarkan bobot badan: P1 (<20 kg), P2 (20–21 kg), P3 (21–22 kg), dan P4 (>22 kg). Domba-domba tersebut ditransportasikan menggunakan mobil bak terbuka selama sekitar 2 jam tanpa air dan pakan. Parameter yang diukur meliputi susut bobot badan, suhu rektal, denyut jantung, dan laju pernapasan, baik sebelum maupun sesudah transportasi. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p = 0,015) pada susut bobot badan, di mana domba dengan bobot lebih tinggi (P3 dan P4) mengalami penurunan massa tubuh yang lebih besar dibandingkan kelompok dengan bobot lebih rendah (P1 dan P2). Sebaliknya, perubahan suhu rektal (p = 0,148), denyut jantung (p = 0,678), dan laju pernapasan (p = 0,173) tidak berbeda secara signifikan antar kelompok. Kesimpulannya, bobot badan domba berpengaruh terhadap susut bobot setelah transportasi jangka pendek, sementara respons fisiologis lainnya relatif seragam. Temuan ini menekankan pentingnya manajemen transportasi yang efektif, termasuk pengaturan kepadatan dan penyediaan pakan serta air, untuk meminimalkan dampak negatif stres transportasi pada domba Priangan.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pembuatan Mie Berbahan Dasar Tepung Ikan Sebagai Menu Pangan Bergizi di Desa Batukaras Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Andhikawati, Aulia; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Nurhamsyah, Donny; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61288

Abstract

Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan berbasis protein hewani yang mudah diakses oleh masyarakat. Pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan bernilai gizi tinggi memiliki potensi besar dalam mendukung program Pemberian Makanan Tambahan, salah satunya melalui inovasi mie berbahan dasar tepung ikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader posyandu dalam pengolahan tepung ikan serta pembuatan mie ikan sebagai alternatif pangan bergizi. Pelatihan dilaksanakan di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dengan pendekatan partisipatif dan demonstratif. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test berbasis skala Likert serta dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta, terutama dalam aspek manfaat gizi, keamanan penggunaan tepung ikan, serta teknik pembuatan mie ikan. Dengan meningkatnya keterampilan kader posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal, program ini diharapkan dapat mendukung diversifikasi pangan berbasis ikan serta memberikan solusi bagi peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Geulis Terhadap Pengolahan Feses Domba dan Limbah Plastik Sebagai Upaya Penanganan Limbah Berkelanjutan di Cijulang Pangandaran Wulansari, Asri; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra; Maulana, Yasin Pradana; Febrianto, Firman; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60802

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk berkontribusi dalam pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Geulis di Desa Cijulang, Pangandaran, melalui pendekatan terpadu yang mengombinasikan pengolahan kotoran domba dan daur ulang sampah anorganik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan dengan melatih peserta untuk mengubah kotoran domba menjadi pupuk organik serta memanfaatkan botol plastik sebagai wadah media tanam. Kegiatan PPM ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yang terdiri atas identifikasi permasalahan di bank sampah, kegiatan sosialisasi yang terdiri atas pemaparan materi melalui metode ceramah, demonstrasi langsung, dan survei penilaian pre-dan post-test untuk mengukur dampak dari kegiatan dan diakhiri dengan tahap terakhir yang memuat program integrasi peternakan dan bank sampah disertai survei kepuasan. Analisis statistik hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dengan nilai p sebesar t < 0,001, menegaskan efektivitas program. Selain itu, 80% peserta menyatakan kepuasan terhadap komponen praktis dan edukatif program. Keberhasilan pertumbuhan berbagai tanaman menggunakan media tanam berbasis pupuk kotoran domba membuktikan bahwa material ini berpotensi menjadi alternatif pupuk yang berkelanjutan. Inisiatif ini memberikan model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat diterapkan secara luas, menawarkan manfaat ekologis dan ekonomi, serta memberikan wawasan untuk pengembangan praktik berkelanjutan di kalangan masyarakat lokal.
Peningkatan Kesadaran Risiko Hipertensi pada Keluarga Petani dan Peternak di Pangandaran melalui Edukasi dan Pemeriksaan Tekanan Darah Rutin Maziyya, Nur; Wulansari, Asri; Nurhamsyah, Donny; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.61081

Abstract

Hipertensi yang dikenal sebagai "silent killer," menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi mencapai 34,1%. Di Kecamatan Cijulang, Pangandaran, dengan karakteristik wilayah pesisir dan non-pesisir, masalah hipertensi terutama pada perempuan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran istri petani dan peternak di Cijulang mengenai hipertensi melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah secara langsung.Kegiatan ini dilaksanakan pada Februari 2023 dengan melibatkan 33 peserta. Penyuluhan mencakup informasi mengenai penyebab, dampak, gejala, serta pencegahan hipertensi, dengan fokus pada pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab interaktif dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan 87,9% peserta memiliki hipertensi, dengan beberapa di antaranya mengalami hipertensi berat (200/120 mmHg).Antusiasme peserta terlihat melalui keaktifan dalam sesi diskusi, dengan pertanyaan seputar pengelolaan hipertensi, pola makan, serta pentingnya pengobatan yang teratur. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi melalui perubahan gaya hidup, seperti pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik.Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hipertensi, tetapi juga menyoroti kebutuhan akan intervensi berkelanjutan, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan edukasi dan pemeriksaan langsung memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan yang signifikan dalam masyarakat.
Korelasi Besaran Ukuran Tubuh dan Status Fisiologis Kambing Jawarandu Jantan dan Betina dengan Temperature-Humidity Index di Desa Sidamulih, Kabupaten Pangandaran Wulansari, Asri; Lestari, Puji Ayu; Ludista, Aldin Petra; Surahman, Rizky Nugraha; Mayasari, Novi; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i1.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dan korelasi besaran ukuran tubuh dan status fisiologis kambing Jawarandu jantan dan betina yang dipelihara di wilayah pesisir Pangandaran, Jawa Barat. Penelitian dilakukan terhadap 9 ekor kambing, terdiri dari 5 jantan dan 4 betina, menggunakan metode survei dengan pengukuran langsung selama 3 hari berturut-turut. Parameter yang diamati meliputi ukuran tubuh yang terdiri atas bobot badan, panjang badan, tinggi pundak dan lingkar dada, serta status fisiologis yaitu suhu rektal, laju respirasi, denyut jantung, dan denyut nadi. Selain itu, pengukuran temperature humidity index (THI) dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi lingkungan terhadap respons fisiologis kambing. Hasil menunjukkan bahwa kambing jantan memiliki ukuran tubuh yang secara signifikan lebih besar dibandingkan kambing betina (P<0,05), menunjukkan adanya dimorfisme seksual. Sementara itu, perbedaan status fisiologis antara jenis kelamin tidak signifikan, namun beberapa parameter fisiologis menunjukkan korelasi positif dengan nilai THI dengan rataan sebesar 79 (zona stres berat). Laju respirasi pada ternak jantan ditemukan berkorelasi signifikan dengan nilai THI (P<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan pesisir berperan dalam respons fisiologis kambing, dan perlu menjadi pertimbangan dalam manajemen pemeliharaan untuk mendukung adaptasi dan kesejahteraan ternak.