Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Nutrient content, fiber fractions, and rumen fermentation in vitro of mulato grass grown with different cutting age in lowland West Java, Indonesia Mayasari, Ph.D, Novi; Salman, Lia Budimulyati; Susilawati, Iin; Sandrawati, Apong; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Firmansyah, Indra; Wulansari, Asri
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 2 (2025): July
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i2.61097

Abstract

One of the major challenges in ruminant production in Indonesia is ensuring the availability of high-quality and adequate forage. Identifying forage varieties with good nutritive value that adapt well to local climate conditions is crucial. This study evaluated the nutrient composition, fiber fractions, and in vitro rumen fermentation of Mulato grass harvested at different cutting ages (30, 40, and 50 days) in the lowlands of West Java, Indonesia. The nutrient content, analyzed using proximate and fiber fraction analysis, showed no significant differences across cutting ages except for ash content, which was lower at 40 days. Mulato grass cut at 30 days had lower acid detergent fiber (ADF), neutral detergent fiber (NDF), acid detergent lignin (ADL), and hemicellulose levels, while its cellulose content was higher compared to grass cut at 40 or 50 days. Rumen fermentation results indicated that grass cut at 30 days had higher in vitro dry matter digestibility (IVDMD), organic matter digestibility (IVOMD), and total volatile fatty acids (TVFA). These findings suggest that Mulato grass harvested at 30 days offers better digestibility and rumen fermentation outcomes, making it a suitable forage choice for ruminants in the lowlands of West Java, Indonesia.
Peningkatan Kesadaran Ketahanan Pangan Melalui Implementasi Urban farming pada Siswa SD Negeri Mekarsari, Jatinangor Mayasari, Ph.D, Novi; Firmansyah, Indra; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.63358

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu global yang semakin penting di tengah perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan keterbatasan lahan pertanian. Urban farming, sebagai pendekatan bercocok tanam di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan ruang terbatas, diperkenalkan melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan melalui implementasi urban farming pada siswa kelas 4 SD Negeri Mekarsari, Jatinangor. Metode yang digunakan mencakup tiga tahap: edukasi, praktik urban farming dengan teknik hidroponik, dan evaluasi berbasis permainan. Tahap edukasi meliputi penyampaian materi ketahanan pangan dan pentingnya gizi seimbang, sedangkan tahap praktik melibatkan siswa dalam menanam sayuran menggunakan media hidroponik. Evaluasi dilakukan untuk menilai pemahaman siswa melalui kuis dan permainan interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep ketahanan pangan dan urban farming. Praktik hidroponik berhasil diterapkan dengan tingkat kepuasan siswa mencapai 100%. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Diharapkan, pengalaman ini mampu mendorong siswa untuk mengadopsi urban farming sebagai solusi berkelanjutan di lingkungan rumah mereka.
Pendampingan Pengembangan Peternakan Domba Berbasis Analisis Kesesuaian Lahan: Kestabilan Pondasi, Potensi Erosi, dan Mitigasi Bencana di Desa Bangunjaya Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri; Millah, Riza Saepul; Fadlina, Siti; Agung, Witanto
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.62111

Abstract

Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membantu masyarakat Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran dalam mendirikan peternakan domba yang terencana dan berkelanjutan. Pendampingan dilakukan melalui analisis kesesuaian lahan yang mencakup tiga aspek utama: kestabilan pondasi, potensi bencana alam, dan potensi erosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total luas wilayah 1.449,84 Ha, sebagian besar (1.428,70 Ha) memiliki kestabilan pondasi sedang, sedangkan sebagian kecil lainnya (21,13 Ha) memiliki kestabilan pondasi rendah sehingga memerlukan perencanaan konstruksi khusus. Seluruh area desa termasuk dalam kategori risiko bencana alam sedang, terutama terkait ancaman gerakan tanah dan aktivitas seismik, yang mengharuskan integrasi strategi mitigasi bencana dalam perencanaan pembangunan kandang domba. Selain itu, wilayah Desa Bangunjaya juga memiliki dominasi potensi erosi sedang (1.428,71 Ha) dengan sebagian kecil area memiliki potensi erosi tinggi (21,13 Ha), terutama disebabkan oleh kondisi topografi perbukitan hingga pegunungan dengan kemiringan yang curam. Oleh karena itu, direkomendasikan penerapan metode konservasi tanah baik secara vegetatif maupun mekanis. Secara keseluruhan, pendampingan ini menegaskan perlunya integrasi mitigasi bencana dan konservasi lahan dalam upaya mendukung peternakan domba yang aman, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Membangun Ketahanan Pangan Dengan Kreasi Rasa: Edukasi dan Praktik Bercocok Tanam di Desa Cikeruh Mayasari, Ph.D, Novi; Firmansyah, Indra; Lathifa, Aghisna Dwi; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.61848

Abstract

Ketahanan pangan merupakan elemen fundamental dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Namun, tantangan seperti kurangnya konsumsi makanan bergizi dan ketergantungan pada pangan olahan masih menjadi isu utama di Desa Cikeruh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ketahanan pangan melalui edukasi teori dan praktik bercocok tanam. Program ini dilaksanakan di SDN Cikeruh 2 dengan melibatkan siswa kelas 6. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, penanaman tomat dan tauge, serta games interaktif untuk evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya diversifikasi pangan sebesar 80%. Program ini memberikan dampak signifikan pada sikap siswa terhadap konsumsi makanan bergizi dan pemanfaatan lahan kecil. Temuan ini menunjukkan potensi besar untuk mengintegrasikan edukasi ketahanan pangan ke dalam kurikulum sekolah.
Introducing Mulato Hybrid Grass as an Alternative High-Quality Forage Source for Ruminants in the Bakti Mekar Jaya Forest Farmer Group, Bojongsoang District, Bandung Regency Wulansari, Asri; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.62093

Abstract

Breeding, feeding and management are important components of the success of a livestock business. Feeding, especially in providing feed with good quantity, quality and continuity, is one of the biggest inputs and challenges in livestock business. Until now, providing feed, especially forage, is still a big challenge in ruminant livestock farming. Mulato grass is a potential alternative forage source because it has good quality, is drought resistant, has high biomass, and is popular with livestock. This community activity (PKM) aims to announce hybrid mulato grass to breeders as a potential forage alternative for ruminants. The object or target in this community service activity is the Bakti Mekar Jaya Forest Farmers Group. The counseling method was used in this activity. The stages of implementing activities consisted of the preparation stage, assessment stage (pre-test), counseling stage and evaluation stage (post test). The results achieved in this extension activity provide benefits for livestock, including: (1) obtaining alternative sources of forage for the livestock being kept; (2) minimizing the risk of a shortage of forage during the dry season; (3) gain knowledge about cultivating hybrid mulato grass. The continued phase of this PPM activity involves observing the development of Mulato hybrid grass to serve as a supplementary feed source.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Binahong (Andredera Cordifolia) Sebagai Vaksin Alami Terhadap Produktivitas Ayam Broiler Wulansari, Asri; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra; Ismiraj, Muhammad Rifqi
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/yvvfy693

Abstract

Meningkatnya permintaan daging ayam broiler di Indonesia menekankan pentingnya manajemen kesehatan yang efektif untuk memastikan produktivitas dan kualitas daging yang optimal. Antibiotik atau vaksin yang secara tradisional digunakan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan pertumbuhan memiliki risiko residu dalam produk daging, sehingga mendorong eksplorasi alternatif alami. Ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) dikenal memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan meningkatkan kekebalan tubuh, serta menunjukkan potensi sebagai pengganti vaksin alami pada ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak ekstrak daun binahong terhadap produktivitas ayam broiler, termasuk bobot badan, rasio konversi pakan (FCR), dan konsumsi pakan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) diterapkan pada lima kelompok perlakuan, masing-masing menerima konsentrasi ekstrak binahong yang berbeda atau vaksin konvensional. Hasil menunjukkan bahwa FCR dan konsumsi pakan memiliki perbedaan yang signifikan (P<0,05). Dosis tinggi ekstrak binahong memiliki efek signifikan dalam menurunkan FCR tetapi tidak berbeda dengan kelompok kontrol, sehingga menunjukkan potensinya sebagai alternatif pengganti antibiotik dalam manajemen broiler.
Peran Produksi Daging Lokal dalam Mendukung Pertumbuhan Industri Rumah Makan di Kabupaten Pangandaran Wulansari, Asri; Febrianto, Firman; Mutaqin, Bambang Kholiq; Yuniarti, Endah; Ismiraj, Muhammad Rifqi
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/9br36r19

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara produksi daging lokal dan perkembangan rumah makan di Kabupaten Pangandaran, sebuah daerah dengan potensi tinggi di sektor pertanian dan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika antara kedua sektor tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder selama lima tahun terakhir (2019–2023), mencakup produksi daging lokal (ruminansia dan unggas) dan jumlah rumah makan di sepuluh kecamatan di Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam produksi daging lokal, terutama daging ayam pedaging dan sapi, dengan puncaknya pada tahun 2022, meskipun terjadi penurunan pada tahun 2023 akibat faktor eksternal seperti wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Di sisi lain, jumlah rumah makan mengalami peningkatan yang signifikan, khususnya di Kecamatan Pangandaran dan Parigi, yang didorong oleh sektor pariwisata yang berkembang pesat. Namun, tantangan tetap ada, termasuk fluktuasi pasokan dan kualitas daging, serta persaingan dalam industri rumah makan. Studi ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kedua sektor ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan meliputi dukungan strategis dalam pengelolaan peternakan dan optimalisasi bisnis kuliner untuk memperkuat sinergi antara produksi daging lokal dan industri rumah makan. Kata Kunci: daging lokal, rumah makan, Pangandaran, pariwisata, keberlanjutan ekonomi