Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Community Service of Health Science

Pengukuran Tekanan Darah dan Konseling Gizi tentang Hipertensi Pada Pengunjung Summarecon Mall Serpong Lestari, Dwi Ayu; Nurbayani, Resita; Trisutrisno, Ichsan
Journal Community Service of Health Science Vol. 1 No. 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jcshs.v1i1.37

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang berbahaya di seluruh dunia karena hipertensi merupakan faktor resiko yang mengarah pada penyakit kardiovaskuler. Di Asia Tenggara, angka kejadian tekanan darah tinggi mencapai 36%, kejadian tekanan darah tinggi pada orang dari negara berkembang lebih tinggi daripada di negara maju, dengan hampir 75% pasien tekanan darah tinggi tinggal di negara berkembang. Hasil Riskesdas 2018 angka prevalensi hipertensi pada penduduk lebih dari 18 tahun menunjukan nilai sebesar 34,11%, peningkatan prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran juga terjadi pada tiap provinsi di Indonesia. Berdasarkan hasil diatas penyakit hipertensi masih menjadi masalah Kesehatan yang harus diperhatikan, Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat upaya untuk menurunkan prevalensi hipertensi, metode edukasi yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan konseling kepada pengunjung Summarecon Mall Serpong yang mendaftarkan diri untuk pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi gizi, konseling tentang hipertensi dengan pemberian leaflet hipertensi, kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2020 di Summarecon Mall Serpong. Pengunjung yang mendaftar dalam kegiatan ini sebanyak 75 orang, setiap pengunjung akan melakukan konseling merupakan pengunjung yang pada saat pemeriksaan tekanan darah hasilnya lebih 140/90 mmHg dan memiliki riwayat hiperensi lalu diberikan waktu 20 menit untuk konsultasi kesehatannya, pada saat konsultasi berlangsung pengunjung juga diberikan leaflet tentang hipertensi. Kesimpulan dalam kegiatan ini dari hasil konseling pengunjung lebih memahami mengenai bahaya hipertensi, bahan makanan yang tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi.
EDUKASI MP-ASI DAN PEMBUATAN KUKIS SEBAGAI MP-ASI BALITA BERBASIS PISANG KEPOK DAN KACANG HIJAU Lestari, Dwi Ayu; Putri, Fitria Eka
Journal Community Service of Health Science Vol. 2 No. 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jcshs.v2i1.224

Abstract

Masa balita merupakan periode kritis yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi melalui MP-ASI yang tepat sangat penting. Pemanfaatan pangan lokal seperti pisang kepok dan kacang hijau dapat menjadi alternatif MP-ASI yang bergizi, terjangkau, dan mudah diolah oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita serta kader posyandu melalui edukasi MP-ASI dan demonstrasi pembuatan kukis berbasis pisang kepok dan kacang hijau. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi, pre-test dan post-test, serta praktik langsung pembuatan kukis. Sebanyak 30 peserta dari Desa Mekarsari mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 58,0% menjadi 89,0% setelah edukasi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mengikuti tahapan pembuatan kukis, mulai dari persiapan bahan hingga pengovenan, serta memahami prinsip higienitas dalam pengolahan MP-ASI. Kukis yang dihasilkan diterima dengan baik oleh balita karena teksturnya lembut dan rasanya tidak terlalu manis. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata berupa peningkatan pemahaman, keterampilan, dan minat peserta dalam mengolah MP-ASI berbahan lokal. Program diharapkan mendorong praktik pemberian MP-ASI yang lebih tepat dan bergizi serta mendukung upaya pencegahan stunting. Disarankan adanya pendampingan lanjutan, penguatan peran kader posyandu, diversifikasi resep lokal, serta uji keamanan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas produk MP-ASI berbasis pangan lokal