Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pelatihan Hiasan Sulaman Kruistik Pada Lenan Rumah Tangga Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga Pada Ibu-ibu PKK di Kabupaten Soppeng: id Maida, A. Nur; Rosmiaty; Burhanuddin, Izmi; Cahyani, Wilda
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v2i1.8478

Abstract

Pengabdian masyarakat yang akan menjadi mitra dalam PKM ini adalah ibu-ibu PKK di desa Jampu Kab. Soppeng. Beberapa masalah yang terjadi (1) Kurangnya pengetahuan tentang sulaman kruistik pada lenan rumah tangga. (2) Kurangnya pengetahuan tentang peralatan dan bahan untuk membuat motif sulaman kruistik pada lenan rumah tangga (3) Kurangnya keterampilan dalam menerapkan motif sulaman kruistik pada lenan rumah tangga. Solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah (1) Memberikan pengetahuan sulaman kruistik pada lenan rumah tangga (2) Memperkenalkan dan mempraktekkan peralatan dan bahan untuk penerapan sulaman kruistik pada lenan rumah tangga (3) Memberikanpengetahuan dan keterampilan teknik membuat sulaman kruistik pada lenan rumah tangga. Metode yang digunakan adalah: ceramah, diskusi, demonstrasi, tanya jawab, dan mitra pendamping. Hasil yang dicapai dari PKM ini adalah: (1) Mitra sudah memiliki pengetahuan sulaman kruistik pada lenan rumah tangga (2) Mitra sudah bisa mempraktekkan peralatan dan bahan untuk membuat motif sulaman kruistik pada lenan rumah tangga (3). Mitra sudah terampil dalam membuat sulaman kruistik pada lenan rumah tangga. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi alternatif penghasilan tambahan guna meningkatkan ekonomi keluarga dan dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat mengembangkan usaha rumahan secara mandiri, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan keluarga dan perekonomian lokal.
The Influence of the False Eyelash Sewing Technique in Party Makeup on the Self-Identity Formation of Makeup Students A. Nur Maida; Izmi Burhanuddin; Annisa Putri; Novia Restu Windayani
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 2, May (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i2.8025

Abstract

Look beautiful with false eyelashes is part of facial appearance. This research is quantitative descriptive which aims to find out 1. Characteristics of false eyelashes with sewing techniques in party makeup by Makeup students. 2. Factors influencing false eyelashes with sewing techniques with self-identity formation. 3. The effect of false eyelashes with sewing techniques on students' self-identity. The research uses quantitative descriptive with case study approach on 5 models and 30 respondents through observation, interviews, documentation and score sheets. Data analysis uses frequency distribution, percentage, mean, and standard deviation. Results showed (1) using 2-3 thin false eyelashes with sewing technique takes 15 seconds for natural, voluminous appearance in four models, while one model required 30 minutes due to sensitive eyes. The technique produces proportional appearance and lasts in various temperatures; (2) influencing factors include internal factors (willingness, interest, motivation, student effort) contributing 60%, and external factors (environment, social media, criticism) contributing 40% (3) false eyelashes with sewing technique influences students' self-identity through self-confidence (33%), professional attitude (29%), social recognition (21%), and personality (17%). Usage levels per respondents' scores: low category (16-17) 5 people (16.67%), medium category (18-19) 10 people (33.33%), high category (20) 15 people (50%). Statistical analysis shows minimum score 16, maximum 20, mean 18.83, standard deviation 1.29. The use of false eyelashes with sewing techniques received positive response and became important for visual identity and professional makeup students.
Pelatihan Teknik Merias Wajah Pesta Siang dan Pesta Malam Burhanuddin, Izmi; Syamsidah, Syamsidah; Rosmiaty, Rosmiaty
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.32936

Abstract

The Course was given to the teenagers which was held in the Rammang-Rammang Tourism Village, Bontoa District, Maros Regency, South Sulawesi Province. Partner groups need training on makeup for day parties and evening parties, with problems including: 1) The participants do not understand properly and correctly how to apply each of the cosmetics materials, equipmentsand cosmetics which are used for day parties make-up  and night parties make-up; 2) Partners as participants in training activities are generally used to using standard make-up equipment and materials but do not know and understand make-up techniques for day parties and night parties; 3) Participants do not know the difference of how to apply make-up for day parties and night parties so that it can be seen what occasion for the event used for the make-up technique for day parties and night parties. The Service Team started the training activity by explaining the function and application method of each Equipment and material which are used in make-up and followed upby discussion and question and answer with the participants, followed up by a tutorial on how to apply make-up for day and night parties. After the training, the following results are obtained: 1) Participants know and understand properly and correctly how to apply each of the cosmetics material, tools and cosmetics used in makeup for day and night parties; 2) Partners as participants in training activities generally already know how to use standard makeup equipment  and materials and already know and understand make-up techniques for day parties and night parties; 3) All the participants already know the difference in how to apply make-up for day and night parties so that they can know the opportunity to apply make-up for day and night party Keywords: Course, make-up, day party, night party
PENGEMBANGAN E-BOOK TATA RIAS PENGANTIN TORAJA MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA KONSENTRASI TATA RIAS FAKULTAS TEKNIK UNM Burhanuddin, Izmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.20289

Abstract

The development of the Toraja bridal makeup e-book aims to improve the skills and learning outcomes of students in the Family Welfare Education Department, with a concentration in Makeup, at the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Makassar. This e-book has been designed as an interactive and accessible learning medium, providing comprehensive material on Toraja bridal makeup, from the theoretical aspects of Toraja wedding traditions to the practical application steps. The use of this e-book in bridal makeup learning is expected to facilitate students in understanding and mastering the complex makeup techniques while enriching their knowledge of local culture. The Toraja Bridal Makeup E-Book serves as a learning guide, addressing the lack of such resources in the teaching process. The research method and design follow the ADDIE model, developed by Dick and Carey. The results indicate that using this e-book significantly improves students' practical skills in Toraja bridal makeup and enhances their overall learning outcomes. This e-book is anticipated to become an effective and relevant learning innovation in line with technological advancements and the demands of the beauty industry.
PKM Perawatan Wajah dengan Scrub Alami Memutihkan Wajah Solusi Kecantikan Sehat bagi Ibu-Ibu Nelayan Pesisir Pantai Punaga Mangarabombang Kabupaten Takalar Burhanuddin, Izmi; Sahnir, Nurachmy; Maida, Andi Nur; Bahar, Ayu Saputri
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.78692

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat Bagi ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga kecamatan mangarabombang kabupaten takalar provinsi Sulawesi Selatan. Kelompok mitra membutuhkan adanya pelatihan perawatan wajah menggunakan bahan scrub yang alamiah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu - ibu nelayan dalam merawtat wajah menggunakan bahan alami yang mudah didapat dilingkungan sekitar. Adapun permasalahan yang dialami oleh mitra Adalah sebagai berikut : (1) Mitra dalm hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sering kali dihadapkan pada tantangan dalam merawat Kesehatan kulit wajah akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya sehingga membutuhkan informasi tentang merawta wjaha dengan menggunakan bahan kosmetik alami, (2) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang tidak terbiasa melakukan perawatan wajah menggunakan bahan alami sehingga kulitnya nampak tidak terawat, (3) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan alat, bahan dan kosmetik yang digunakan dalam melakukan perawatan wajah. (4) Mitra dalm hal ini Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang membutuhkan pengetahuan dalm hal mengetahui cara pembuatan scrub alami memutihkan wajah secara alami, (5) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang belum mengetahui cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar sehingga kulit wajah Nampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Adapun Solusi yang diberikan kepada mitra Adalah sebagai berikut: (1) ) Mitra dalam hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang mendapatkan informasi tentang bagaimana cara merawat wajah akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya sehingga membutuhkan informasi tentang merawat wajah menggunakan bahan kosmetik alami, (2) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah terbiasa melakukan perawatan wajah menggunakan bahan alami sehingga kulit wajahnya nampak sehat dan terawat. (3) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan alat, bahan dan komsetik yang digunakan dalam perawatan wajah, (4) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memperoleh pengetahuan dalam hal mengetahui cara pembuatan scrub alami memutihkan wajah secara alami, (5) ) Mitra dalm hal ini ibu - ibu nelayan pesisir Pantai punaga mangarabombang sudah memiliki pengetahuan cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar sehingga kulit wajah Nampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Tim pengabdi mengawali kegiatan pelatihan kepada masyarakat melalui metode  meliputi tahapan ceramah pengabdi menjelaskan tahapan - tahapan proses kerja perawartan wajah dan pembuatan scrub alami serta melaksanakan sosialisasi perawatan wajah menggunakan scrub alamiah kepada para peserta dan tim pengabdi memberikan demonstrasi cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar serta pembuatan scrub alami kepada para peserta pelatihan yakni ibu - ibu nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pelatihan sebesar 89 % terhadap pentingnya kegiatan perawatan waja kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan scrub alami bagi ibu - ibu nelayan pesisir pantai punaga kecamatan mangarabombang,serta memningkatnya rasa kemamndirian dan kepercayaan diri ibu - ibu nelayan untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit sehingga menjadi sehat, segar dan terawat.Kata kunci: Pengabdian masyarakat, scrub alami, perawatan wajah, ibu - ibu  nelayan
Pelatihan dan Pendampingan Perawatan Wajah Usia Lanjut bagi Ibu - Ibu Rumah Tangga di Desa Moncongloe Kabupaten Maros Sulawesi Selatan Burhanuddin, Izmi; Maida, A. Nur; Megavitry, Rissa; Bahar, Ayu Saputri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat Bagi ibu - ibu rumah tangga di Desa Moncongloe Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Kelompok mitra membutuhkan adanya pelatihan perawatan wajah bagi usia lanjut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu - ibu rumah tangga dalam melakukan perawatan wajah bagi usia lanjut untuk mengurangi kerutan pada wajah serta memberikan nutrisi bagi kulit wajah sehingga wajah akan menjadi sehat, segar dan terawat. Adapun permasalahan yang dialami oleh mitra Adalah sebagai berikut : (1) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu rumah tangga desa moncongloe sering kali dihadapkan pada tantangan dalam merawat kesehatan kulit wajah akibat terbatasnya akses inofrmasi dan sumber daya sehingga membutuhkan informasi tentang perawatan wajah untuk usia lanjut, (2) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu rumah tangga desa moncongloe tidak terbiasa melakukan perawatan wajah sehingga kulitnya nampak kurang terawat,(3) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu rumah tangga desa moncongloe belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan alat, bahan dan kosmetik yang digunakan dalam melakukan perawatan usia lanjut,(4) Mitra dalam hal ini kelompok ibu - ibu rumah tangga desa moncongloe belum mengetahui cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar sehingga kulit wajah Nampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Adapun Solusi yang diberikan kepada mitra Adalah sebagai berikut:(1) Memberikan informasi yang lengkap kepada mitra dalam merawat kesehatan kulit wajah akibat keterbatasan akses informasi dan sumber daya sehingga akan memeperoleh informasi yang lengkap tentang perawatan wajah bagi usia lanjut, (2) Memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada mitra manfaat dan kegunaannya jika melakukan perawatan wajah bagi usia lanjut, (3) Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra untuk dapat memahami dan mengidentifikasi peralatam, kosmetik serta bahan penunjang yang digunakan dalam perawatan wajah bagi usia lanjut. (4) Memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan praktik perawatan wajah bagi usia lanjut, sehingga kulit wajah tampak lebih segar , cantik, sehat dan terawat. Tim pengabdi mengawali kegiatan pelatihan kepada masyarakat melalui metode  meliputi tahapan ceramah pengabdi menjelaskan tahapan - tahapan proses kerja perawatan wajah bagi usia lanjut kepada peserta serta melaksanakan sosialisasi perawatan wajah kepada para peserta dan tim pengabdi memberikan demonstrasi cara melakukan perawatan wajah yang baik dan benar bagi usia lanjut kepada para peserta pelatihan yakni ibu - ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pelatihan terhadap pentingnya kegiatan perawatan wajah bagi usia lanjut dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bagi ibu - ibu rumah tangga di desa moncongloe provinsi sulawesi selatan serta meningkatnya rasa kemandirian dan kepercayaan diri ibu - ibu rumah tangga untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit sehingga menjadi sehat, segar dan terawat.Kata kunci: pelatihan,  perawatan wajah, usia lanjut, ibu rumah tangga
The Influence of Free Nutritious Food Program on Students' Learning Motivation At SMPN 1 Sungguminasa, Gowa Regency Syamsidah, Syamsidah; Qur’ani, Besse; Burhanuddin, Izmi; Amir, Syarah Syam
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78855

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of a free nutritious food program on the increase of students’ learning motivation at SMP Negeri 1 Sungguminasa, Gowa Regency. A quantitative approach was employed with a one-group pretest-posttest design. The study sample was 90 randomly selected students. Data were collected through a questionnaire to measure learning motivation before (pre-test) and after (post-test) the program. Descriptive analysis showed a significant increase in learning motivation. The average score of student motivation increased from 2.732 (category "Enough") in the pretest stage to 4.083 (category "High") in the posttest stage. Based on the normality assumption test, the data were not normally distributed, so the hypothesis analysis was continued with the Wilcoxon Signed-Rank test. The test showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000, which proved that there was a significant difference between student learning motivation before and after the intervention was significantly different. This finding confirms that fulfilling basic nutritional needs is an important foundation to support student academic success and motivation Kata Kunci: Influence; Free Nutritious Food; Learning Motivation; Students
Pengaplikasian Lulur Kopi Sebagai Inovasi Perawatan Kesehatan Kulit Ibu-Ibu Rumah Tangga Usia Lanjut : Id Maida, A. Nur; Burhanuddin, Izmi; Rika Riwayani; Ayu Saputri
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v2i2.10613

Abstract

Kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ibu-ibu rumah tangga usia lanjut di Desa Moncongloe, Kabupaten Maros, dalam melakukan perawatan kulit melalui inovasi pengaplikasian lulur kopi berbasis bahan lokal. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung untuk kelompok usia lanjut. Sebanyak 10 ibu-ibu usia lanjut mengikuti pelatihan yang diawali pemberian pemahaman mengenai perubahan kulit usia lanjut, manfaat kopi untu perawatan kulit. Proses dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lulur kopi, selanjutnya mitra sasaran melakukan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai perawatan kulit alami, kemampuan membuat dan mengaplikasikan lulur kopi, serta perubahan kondisi kulit yang ditandai dengan meningkatnya kelembutan, berkurangnya kekeringan, dan bertambahnya kenyamanan setelah penggunaan. Evaluasi tambahan mengungkap meningkatnya motivasi peserta untuk merawat kulit secara rutin serta munculnya ketertarikan mengembangkan lulur kopi sebagai produk rumah tangga. Faktor pendorong keberhasilan program meliputi tingginya antusiasme peserta, ketersediaan bahan lokal, serta efektivitas metode demonstratif, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan literasi teknis dan sarana dapat diatasi melalui pendampingan. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi personal ibu-ibu usia lanjut, tetapi juga memperkuat komunikasi sosial serta membuka peluang ekonomi yang mudah dijangkau oleh ibu-ibu usia lanjut
PKM Perawatan Badan Dengan Masker Hitam Bahan Alami Pada Remaja Putri Riwayani, Rika; Purnamasari, Fitry; S, Erma Suryani; Nurmaida, Andi; Burhanuddin, Izmi; Syahputri, Izmi Ayu
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian yang bertujuan memberikan ilmu dan keterampilan dengan tema “PKM Perawatan Badan Dengan Masker Hitam Bahan Alami Pada Remaja Putri”.  Sebagai remaja putri dengan usia produktif sangat senang dengan adanya kegiatan pengabdian Dimana mereka bisa berkreasi dengan bahan alami dalam membuat masker badan  yang terdiri dari : lidah buaya, madu, tepung beras, air mawar dan arang aktif yang memberi warna hitam pada masker. Masker hitam ini berbentuk gel dengan penyimpanan yang baik akan bertahan 3 minggu dalam kulkas. Pengabdian ini terlaksana, pada tanggal 24 Agustus 2025 dan diikuti oleh  10 remaja putri. Dengan ilmu dan keterampilan yang diberikan membuat hemat dalam perekonomian keluarga bahkan bisa menunjang  perekonomian dengan memasarkannya pada yang meninginkannya. Pengabdian ini menggunakan metode yaitu  ceramah, demonstrasi, latihan praktik, dan diskusi. Hasil pelaksanaan adalah sebagai berikut: (1) Remaja putri  dapat mengolah bahan alami menjadi produk yang bernilai ekonomi dan berdaya jual berupa masker hitam, sehingga mengurang ketergantungan pada produk berbahan alami. (2) Remaja putri  terlibat aktif dalam pengolahan dan pemasaran produk masker hitam membuat mereka berhemat bahkan membantu perekonomian keluarga. (3) Remaja putri  dapat memasarkan produk masker hilam melalui platform digital. Kata kunci: Masker hitam, platform digital, remaja putri.
PKM Diversifikasi Pengolahan Dan Pemasaran Rumput Laut Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga Pada Masyarakat Pesisir Di Desa Pancana Kabupaten Barru Riwayani, Rika; Subaryanto, Subaryanto; Suhaeb, Firdaus W.; Nurmaida, Andi; Burhanuddin, Izmi
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.80334

Abstract

Kegiatan PKM “Diversifikasi Pengolahan dan Pemasaran Rumput Laut untuk Menunjang Perekonomian Keluarga Masyarakat Pesisir di Desa Pancana, Kabupaten Barru” berlangsung di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, dan diikuti oleh kurang lebih 25 peserta. Peserta adalah ibu rumah tangga yang merupakan petani rumput laut. Tanggal pelaksanaan adalah 18 Juli 2025. Dibahas pula tentang diversifikasi pengolahan rumput laut menjadi produk sabun dan bakso. Selanjutnya, pemasaran pada platform digital juga dibahas. Jenis rumput laut yang dibudidayakan oleh petani adalah Eucheuma cottonii. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, latihan praktik, dan diskusi. Hasil pelaksanaan adalah sebagai berikut: (1) Ibu rumah tangga yang merupakan petani rumput laut dapat mengolah rumput laut menjadi produk yang bernilai ekonomi dan berdaya jual berupa sabun dan bakso rumput laut. (2) Ibu rumah tangga yang merupakan petani rumput laut terlibat aktif dalam pengolahan dan pemasaran produk sabun dan bakso rumput laut. (3) Ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai petani rumput laut dapat memasarkan produk sabun dan bakso rumput laut melalui platform digital.Kata Kunci - Diversifikasi Pengolahan dan Pemasaran, rumput laut, platform digital