Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI LINK AGGREGATION CONTROL PROTOCOL UNTUK MENINGKATKAN THROUGHPUT BANDWIDTH PADA UP-LINK LINE Dwi Haryono; Herwin Herwin; Torkis Nasution
JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineering) Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.366 KB) | DOI: 10.35145/joisie.v4i1.633

Abstract

Kampus STMIK Amik Riau telah menghubungkan setiap gedung menggunakan jaringan point to point dengan kapasitas bandwidth pada backbone tersedia sebesar 85 Mbps, dengan 368 user aktif. Berdasarkan Pengawas jaringan di router pada saat penggunaan maksimal, diperoleh data upline streaming sebesar 8 mbps dan downline streaming sebesar 78 mbps Lebar bandwidth yang tersedia berbanding kebutuhan adalah 120 Mbps.Masalah jaringan saat ini UpLink Line 1 merupakan jalur transmisi standar dari router 1 ke router 2 membagi kerja seluruh lalu lintas data, apabila terjadi peningkatan maka akan berpengaruh terhadap kecepatan akses data sehingga di butuhkan solusi agar tidak memperlambat jaringan. Penambahan jalur UpLink Line 2 sebagai pembagi beban komunikasi data. Metode Link Aggregation Control Protocol (LACP) yang paling tepat untuk meningkatkan lebar kanal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan kanal untuk penggunaan aplikasi jaringan lokal dan lebar kanal untuk akses outgoing jaringan untuk menentukan lebar kanal maksimal yang harus disediakan. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana Meningkatkan Throughput Bandwidth pada Up-Link Line menggunakan LACP, dilanjutkan dengan bagaimana mengimplementasikan LACP dalam meningkatkan kanal bandwidth Implementasi LACP untuk Meningkatkan Throughput Bandwidth pada Up-Link Line. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh device yang terdaftar di dalam log table MAC Address server router, sedangkan sampel penelitian adalah 20 MAC Address atau 60% pegawai STMIK Amik Riau. Landasan teori yang digunakan adalah protocol TCP/IP, MikroTik, dan Komunikasi Data. Pengujian dilakukan dengan Implementasi LACP untuk Meningkatkan Throughput Bandwidth pada Up-Link Line. Hasil pengujian membuktikan penambahan lebar kanal sebesdar sehingga terjadi peningkatan throughput yang dihasilkan sebesar 116,3 Mbps/104,4 Mbps (TX/RX).
Citra 2D sebagai Representasi Benda-Benda Bersejarah pada Museum Sang Nila Utama Dwi Haryono; Torkis Nasution; Muhammad Patra Hafizh
JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineering) Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.236 KB) | DOI: 10.35145/joisie.v2i2.14

Abstract

Museum Sang Nila Utama merupakan institusi yang melakukan usaha pengoleksian dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungan untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi. Minat masyarakat yang tinggi tidak diberagengi dengan ketersediaan dan kecakapan dari pemandu dalam menjelaskan setiap koleksi museum kepada pengunjung. Sebagai satu-satunya museum di Provinsi Riau,sehingga masyarakat ingin mengetahui koleksi museum yang tersedia, namun karena jarak geograpis dari kabupaten ke Pekanbaru cukup jauh, umumnya masyarakat mengandalkan sumber tertulis dan elektronik sebagai sumber sekunder. Maka dalam penelitian ini peneliti merancang website dengan menerapkan WebGL sebagai fasilitas pendukung untuk merender grafis interaktif berbasis 3D dan grafis 2D pada web browser. WebGl memiliki konten canvas dari sebuah elemen HTML yang berfungsi untuk melakukan pemanggilan data dalam bentuk objek 3D. Penerapan WebGL ini, sistem yang dihasilkan akan memberikan kemudahan dalam menyebarkan informasi dan mereprestasikan benda-benda bersejarah dan informasi yang terdapat pada museum. Selain itu, masyarakat juga dapat melihat benda-benda bersejarah dalam bentuk 3D. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah pada website yang dibangun untuk dapat menarik minat masyarakat, karena saat ini masih banyak developer yang membangun website dengan tampilan yang berorientasi pada objek 2D. Kondisi ini didukung dari hasil penelitian membuktikan bahwa 60% masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat setelah media website ini tersedia.
PERINGATAN DINI MASA STUDI DAN IPK MAHASISWA BERBASIS FRAMEWORK FOR APPLICATION OF SYSTEM THINKING Nurjayadi Nurjayadi; Khusaeri Andesa; Torkis Nasution; Herwin Herwin
JURNAL TEKNOLOGI DAN OPEN SOURCE Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Teknologi dan Open Source, December 2020
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jtos.v3i2.738

Abstract

Universities must graduate students according to the curriculum that has been prepared, no later than 14 semesters, if they cannot be fulfilled, students must drop out. Based on graduation data for the last 3 years data on the number of graduations on time was found to be 60%. This means that this will reduce the achievements set out in the 2015-2020 Strategic Plan. If there is no structured and systematic effort, then there is the potential for graduation with an uncontrolled study period. Unfortunately, until now the system that has been built by PT has not been optimal can encourage students to graduate on time. Attempts to achieve timely graduation can be done by involving all lecturers, students, and academic implementing elements to monitor the academic track record of students since being registered as students. Monitoring of the student's academic track record includes attendance, independent assignments, structured assignments, practical assignments, library visits, consultations with PA, IP, and GPA lecturers. The results of supervision are measured at the minimum standard that must be achieved, by connecting all existing variables it can be concluded that the student can pass on time. The purpose of this study is to identify student track records, to connect with minimum standards that must be achieved, to conduct systems-based analysis so that an estimate of graduation performance is generated. Applications that will be generated are based on Framework for Application of System Thinking (FAST) that is good enough to provide early warning to students to graduate on time, and can monitor and monitor the value of discipline so as to prevent academic violations that affect the study period. FAST can analyze existing problems and can design the system. FAST has eight stages, where the first five stages are the stages of system analysis and the next three stages are the design stages. Applications are supported by means to disseminate information quickly and precisely, to fulfill it, use SMS and e-mail as a medium to transmit information from the system to students and academic advisers. If this application is implemented, it can give a warning to students before academic sanctions are issued.
Peningkatan profesionalitas layanan aparatur desa berbasis e-desa bagi pegawai kantor Desa Rimba Makmur Nurjayadi Nurjayadi; Torkis Nasution; Herwin Herwin; Khusaeri Andesa
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.1.456-465

Abstract

The importance of quality for village employees in the implementation of services and development from the results of the study showed that mental attitude factors, discipline factors, education factors in the field of service will also determine the implementation of tasks for each village government employee. Community service aims to improve the quality of employees and the mastery of technology and information devices at the Village Office staff at Rimba Makmur. Providing insight knowledge about the importance of increasing professionalism in providing services to technology-based society. The target service is all employees, followed by all RT and RW and Kadus. The problem was resolved in three stages of activities namely preparation, implementation and evaluation. Preparations were made by conducting a preliminary survey to see conditions in the field regarding plans to develop information technology and computer-based services. The implementation is carried out with the improvement of hardware and software technology accompanied by training, followed by a discussion of questions and answers and exercises as a form of simulation activities for all services provided by the Village Office. Evaluation of activities is carried out for each stage by collecting and concluding data from each stage of the activity. After the evaluation, the implementation of the implementation of the system directly interacts with the community. In a certain period evaluation is carried out to make improvements continuously. The results of the training activities showed success with an indication of increased satisfaction from internal and community.
Peningkatan Pelayanan Terhadap Masyarakat Melalui Kegiatan Smart Village pada Desa Rimba Makmur Kabupaten Kampar Nurjayadi; Torkis Nasution; Herwin; Khusaeri Andesa
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i1.3224

Abstract

Smart village dihadirkan sebagai jawaban untuk peningkatan layanan aparatur desa terhadap masyarakat berbasis teknologi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perangkat teknologi dan informasi. Sasaran pengabdian adalah infrastruktur teknologi informasi dan komputer pada kantor desa, dilanjutkan seluruh Kepala Dusun, RW, dan RT. Permasalahan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan dengan melaksanakan pertemuan dengan mitra mengenai rencana peningkatan kualitas teknologi infrastruktur. Pelaksanaan dilakukan dengan pembenahan teknologi perangkat keras dan lunak disertai dengan pelatihan, dilanjutkan dengan diskusi, dan latihan dalam bentuk kegiatan simulasi untuk seluruh pelayanan yang disediakan oleh Kantor Desa. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk masing-masing tahap dengan mengumpulkan dan menyimpulkan data dari masing-masing tahapan kegiatan. Setelah evaluasi, dilanjutkan implementasi pelaksanaan sistem langsung berinteraksi dengan masyarakat. Hasil kegiatan peningkatan teknologi informasi dan komputer menunjukkan keberhasilan dengan indikasi adanya peningkatan kepuasaan dari internal maupun masyarakat.
Model Project-Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar di Perguruan Tinggi Torkis Nasution; Ambiyar Ambiyar; Wakhinuddin Wakhinuddin
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 1 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v20i1.3675

Abstract

AbstrakModel Project-Based Learning (PjBL) diyakini sebagai pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi. Studi empiris tentang model PjBL telah dibuktikan dengan fokus pada hasil belajar mahasiswa. Hasil afektif berdasarkan persepsi manfaat model PjBL dan persepsi pengalaman model PjBL paling banyak diterapkan yang diukur dengan angket, wawancara, observasi, dan jurnal refleksi diri. Hasil kognitif  berupa pengetahuan dan strategi kognitif serta hasil perilaku keterampilan dan keterlibatan dalam kelompok diukur dengan kuesioner, rubrik, tes, wawancara, observasi, jurnal refleksi diri, hasil kerja, dan data log. Hasil keterampilan dan keterlibatan dalam kelompok dinilai dengan rubrik. Tinjauan selanjutnya harus fokus pada investigasi lebih lanjut tentang proses belajar mahasiswa dan produk akhir.  AbstractThe Project-Based Learning (PjBL) model is believed to be a promising approach to improve student learning in higher education. Empirical studies on the PjBL model have been proven with a focus on student learning outcomes. Affective results based on the perceived benefits of the PjBL model and the perceived experience of the PjBL model were most widely applied as measured by questionnaires, interviews, observations, and self-reflection journals. Cognitive outcomes in the form of knowledge and cognitive strategies as well as behavioral outcomes of skills and involvement in groups were measured by questionnaires, rubrics, tests, interviews, observations, self-reflection journals, work results, and log data. Outcomes of skills and involvement in groups are assessed with a rubric. Subsequent reviews should focus on further investigation of the student learning process and the final product.
Go-Gallon App With A Star (A*) Algorithm Implementation Using Android Kotlin Khusaeri Andesa; Herwin Herwin; Torkis Nasution
JURNAL TEKNOLOGI DAN OPEN SOURCE Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Open Source, June 2022
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jtos.v5i1.2066

Abstract

The need for drinking water now is not to boil water, but to buy it in the form of gallon bottles, which are available wherever it is sold, either at the refill of water or in the supermarket. In a housing estate with many heads of families, it is also difficult to find and obtain water in gallon bottles under certain conditions, and there is also the problem that there is only one brand of gallon bottles, which also makes it difficult to obtain. For this reason, the author provides a solution by creating a go-gallon application with the application of the A-Star (A*) algorithm to be able to detect the service takers of the nearest people, which is basically intended for residential environments, where with this application others can ask to find and purchase gallons and then deliver them to their homes. The A-Star algorithm is one of the distance search algorithms that has an optimal and complete ability to solve problems related to finding or determining a route with the least distance. The hope is that with this application, especially housewives, there is no need to worry when they run out of gallons of drinking water at home, enough with this application, these problems can be overcome.
Aplikasi Panic Buton Untuk Keamanan Warga Berbasis Android Torkis Nasution; Wilda Susanti; Yandri Armi; Rangga Rahmadian Yuliendi
Jurnal Pendidikan Informatika (EDUMATIC) Vol 6, No 1 (2022): Edumatic: Jurnal Pendidikan Informatika
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edumatic.v6i1.5127

Abstract

Citizens highly expect environmental security, but criminality is inevitable. The level of crime in the community brings unrest and discomfort, so a security system is needed that is connected with the officers concerned. This study aims to build a security system application connected to environmental security officers. This system can help the public provide reports quickly through the panic button application embedded in Android. System development using the spiral model method. A spiral model is an evolutionary software process model assembling the interactive nature of the prototype using control and systematic aspects of a linear sequential model. Meanwhile, the system design stage uses the Unified Modeling Language (UML). The application is in Android Studio for the design stage, a unique Integrated Development Environment (IDE) that runs on the Android platform. The panic button application is a security system designed to assist the public in providing reports and make it easier for security officers to follow up on the messages given. Accelerate the follow-up process of crimes because it is based on Android.
ANALISIS TINGKAT OBJEKTIFITAS PENGISIAN EDOM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DOSEN Susi Erlinda; M. Khairul Anam; Torkis Nasution; Ambiyar Ambiyar; Dedy Irfan
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 7, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v7i1.881

Abstract

Abstract: Student objectivity in filling out E-EDOM is very necessary, the results of data analysis become the basis for the leadership in making decisions for learning strategies. Previous research has proven that the E-EDOM filling done by students is not objective. Efforts should be made so that students can fill it in seriously. This study aims to determine strategies that can be applied so that students can fill out the E-EDOM very objectively. Starting with analyzing and collecting data through a questionnaire. The Delon and Mclean model is used as a basis for creating questions in the questionnaire and processing the questionnaire data. The data collection technique used a simple random sampling method, with a population of 121 students from Amik Riau STMIK who were active in the 2019-2020 school year. Before processing, the data is tested for validity and reliability. After testing the validity and reliability, then testing the hypothesis to determine the relationship between variables in the Delon and Mc Lean success model. The results showed that each variable showed the effect of a positive relationship that was fully accepted with a value of 0.000. This means that all the variables used in this study are related to one another. Even so, it is necessary to implement several strategies that must be done in an effort to fill out E-EDOM which is very objective by students. Keywords: e-edom, delon and mclean models, objectivity, students. Abstrak: Objektifitas mahasiswa dalam mengisi E-EDOM sangat diperlukan, karena hasilnya akan dijadikan dasar oleh pimpinan dalam mengambil keputusan untuk masalah pembelajaran. Berdasarkan penelitian sebelumnya pengisian E-EDOM yang dilakukan mahasiswa masih banyak yang belum mengisinya dengan sangat objektif. Perlu dilakukan upaya agar mahasiswa dapat mengisinya dengan sunggun-sungguh.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi yang dapat diterapkan supaya mahasiswa dapat mengisi E-EDOM dengan sangat objektif. Diawali dengan melakukan analisa dan pengumpulan data melalui kuisioner. Model Delon and Mclean digunakan sebagai dasar untuk membuat pertanyaan dalam kuisioner dan melakukan pengolahan data kuesioner tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan metoda sampling simple random, dengan populasi mahasiswa STMIK Amik Riau yang  aktif pada tahun ajaran 2019-2020 sejumlah 121 orang mahasiswa. Sebelum dilakukan pengolahan, terlebih dahulu data-data tersebut dilakukan uji validitas dan reability. Setelah dilakukan uji validitas dan reability, selanjutnya melakukan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan antar variable yang ada pada model Delon and Mc Lean success. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap variable menunjukkan pengaruh hubungan positif dapat diterima seluruhnya dengan nilai 0.000. Artinya semua variable yang digunakan pada penelitian ini memiliki keterkaitan antara satu dengan lainnya. Walaupun demikian perlu diterapkan beberapa strategi yang harus dilakukan dalam upaya pengisian E-EDOM yang sangat objektif oleh mahasiswa. Kata kunci: e-edom, delon and mclean model, mahasiswa, objektifitas.
Penguatan Pengelolaan Website Desa Untuk Meningkatkan Layanan Administrasi Kependudukan di Desa Pasir Baru Rokan Hulu Wirta Agustin; Unang Rio; Rometdo Muzawi; Torkis Nasution; Dwi Haryono
Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika Vol. 1 No. 1 (2021): Mei 2021 - Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7298.511 KB) | DOI: 10.25008/abdiformatika.v1i1.132

Abstract

Tugas dari aparatur desa adalah bagaimana memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan pelayanan maksimal. Salah satu tugas pelayanan yang diberikan adalah meningkatkan layanan administrasi kependudukan masyarakat. Kegiatan Pelatihan ini diselenggarakan oleh STMIK Amik Riau berkerjasama dengan Desa Pasir Baru yang bertujuan memberikan pelatihan penguatan pengelolaan website desa untuk meningkatkan layanan administrasi kependudukan Desa Pasir Baru. Pelatihan ini diberikan kepada perangkat desa dan masyarakat khususnya untuk meningkatkan layanan administrasi kependudukan (buku induk penduduk, buku mutasi penduduk desa, buku rekapitulasi jumlah penduduk, buku penduduk sementara, buku KTP dan buku KK). Berdasarkan hasil diskusi dengan perangkat desa menemukan beberapa penyebab permasalahan pelayanan administrasi kependudukan di Tingkat Desa. Pertama, mekanisme atau alur pelayanan administrasi kependudukan yang tidak sesuai. Kedua, rendahnya kesadaraan masyarakat pendatang untuk Lapor Diri. Ketiga, ketiadaan alur pengaduan yang jelas terkait permasalahan dalam pelayanan administrasi kependudukan. Keempat, belum optimalnya penggunaan website yang mengatur penyelenggaraan administrasi kependudukan. Setelah mengikuti pelatihan ini, perangkat desa dan masyarakat dapat secara langsung menggunakan layanan administrasi kependudukan secara digital dan mendapatkan manfaat teknologi yang tersedia melalui penggunaan website.