Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

DAYA TERIMA TABLET EFFERVESCENT DAUN KACANG TUJUH JURAI (Phaseolus lunatus, L.) Dini Novita Sari; Siti Khairani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah penggunaan daun kacang tujuh jurai dalam bentuk produk lain. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai masing-masing 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% dan 3 kali ulangan. Pengujian dilakukan oleh 25 orang panelis semiterlatih terhadap sifat organoleptik yang meliputi uji hedonik terhadap penampakan umum, warna, rasa dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan untuk penampakan umum perlakuan yang paling disukai panelis yaitu B (Penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai 15%), untuk warna perlakuan C (Penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai 20%), untuk rasa perlakuan perlakuan C (Penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai 20%), dan untuk aroma perlakuan C (Penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai 20%). Jadi untuk penilaian rata rata kesukaan panelis untuk produk terbaik pada perlakuan C (Penambahan bubuk ekstrak daun kacang tujuh jurai 20%) dengan tingkat kesukaan terhadap penampakan umum (4), warna (4), rasa (3,3), dan aroma (4).
Sosialisasi Pengolahan Sayur Dan Buah Menjadi Minuman Kesehatan Kepada Mahasiswa Universitas Deli Sumatera Di Hidroponik Binjai Sumatera Utara Dini Novita Sari; Tuti Wardani Siregar; Ridho Fahrusi
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 1, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v1i2.362

Abstract

Penanaman dengan metode hidroponik sangat mudah untuk dipraktekkan oleh masyarakat dan kita bisa mendapatkan tanaman sayuran yang sehat dan subur yang hasil sayurannya bisa kita olah menjadi minuman sehat. Minuman kesehatan dari sayuran dan buah sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh, namun untuk memperoleh manfaat vitamin yang maksimal dari sayur tentunya harus melalu proses pengolahan yang tepat. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah melatih masyarakat dalam membudidayakan sayuran dengan teknik hidroponik dan juga mengenalkan berbagai macam olahan sayuran dan buah  untuk minuman kesehatan kepada dosen dan mahasiswa Universitas Deli Sumatera. Kegiatan dalam pengabdian ini berbentuk pelatihan sistem pertanian hidroponik serta sosialisasi pengolahan sayur dan buah menjadi minuman kesehatan yang meliputi: pemberian materi dengan metode ceramah dan tanya jawab, praktek pembuatan perangkat/instrumen hidroponik, praktek budidaya tanaman secara hidroponik dan praktek pembuatan minuman kesahatan berbahan dasar sayur dan buah hingga proses packing dan pelabelan. Pelaksanaan kegiatan ini dihadari 44 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Deli Sumatera bekerjasama dengan Hidroponik Binjai selaku mitra Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara. Berdasarkan keaktifan dan antusias peserta pengabdian kepada masyarakat terhadap budidaya sayuran hidroponik dan penolahan sayur dan buah menjadi minuman kesehatan karena dilakukan secara langsung demonstrasi/praktik. Sehingga meningkatkan pemahaman, maka hal ini mengindikasikan keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan.Kata kunci : buah, hidroponik, sayur, minuman kesehatan
KARAKTERISTIK TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata, D.) DAN TEPUNG KEDELAI LEMAK PENUH (Glycine max, L.) SERTA CAMPURANNYA DINI NOVITA SARI
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 4 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i4.42728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tepung labu kuning dan tepung kedelai lemak penuh serta campurannya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah pencampuran tepung labu kuning dan tepung kedelia lemak penuh masing-masing 0:100, 25:72, 50:50, 75:25, dan 100:0. Pengamatan dilakukan pada tepung labu kuning dan tepung kedelai lemak penuh serta campurannya adalah : pengamatan kimia meliputi : Kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar betakarotene, nilai energi dan pengamatan viskositas dan suhu gelatinisasi. Data dianalisa menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan perbandingan tepung labu kuning dan tepung kedelai lemak penuh berpengaruh nyata terhadap kadar, air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar betakaroten yang dihasilkan. Berdasarkan kebutuhan konsumsi kalori perhari dengan nilai energi, perbandingan tepung labu kuning dan tepung kedelai lemk penuh terbaik yang digunakan yaitu 75:25 dengan hasil analisis kadar air 9,64%, kadar abu 4,36%, kadar protein 15,30, kadar lemak 8,57%, kadar karbohidrat 61,37%, kadar betakaroten 8262 mg/100g, nilai energi 337,28 Kal, viskositas dan suhu gelatinisasi SAG 32,8 BU, VM 117 BU, SVM 91,3 BU, V1 95oC 34 BU, V2 95oC 41 BU, VD 14 BU, VB -27 BU, VJ 76 BU, SP 7 BU dan KP 103 BU.
PENGARUH PENAMBAHAN EKTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum, L.) DAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) TERHADAP SIFAT FISIK TABLET EFFERVESCENT DINI NOVITA SARI; Siti Nurlani Harahap
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 5 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i5.43420

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang putih (Allium sativum, L.) dan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) terhadap sifat fisik tablet effervescet meliputi pemeriksaan penampilan fisik tablet dan larutan effervescent, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet dan waktu larut. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 jenis perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu perlakuan perbedaan konsetrasi bubuk ekstrak bawang putih yang digunakan pada penelitian ini, yaitu: A = 10% B = 14,28% C = 18,57% D = 22,86% E = 27,14%, tablet effervescent dari bubuk ekstrak bawang putih dan ditambahkan ekstrak bunga telang sebanyak 0,2% untuk setiap perlakuan. Sehingga menghasilkan 15 unit perlakuan. Data di analisis menggunakan Analisys Of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Penambahan ekstrak bawang putih dan ekstrak bunga telang berpengaruh nyata terhadap ketebalan tablet, waktu larut dan berpengaruh tidak nyata terhadap keseragaman bobot dan diameter tablet.
Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Pemanfaatan Bunga Telang Menjadi Sirup di SMP NU Medan Tuti Wardani Siregar; Dini Novita Sari; Chandra Sigalingging; Dewi Novina Sukapiring; Lily Novianty; Juhardi Sembiring; Nelfita Rizka S. Depari; Khairuna Utami; Emma Fadhilah; Mardiah Mardiah; Saiful Amir; Furqan Khalidy
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1130

Abstract

Bunga telang atau butterfly pea, memiliki nama latin Clitoria ternatea L. Disebut butterfly pea karena bentuknya menyerupai kupu-kupu. Tanaman yang hidupnya merambat ini dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Bunga ini, dapat digunakan sebagai tanaman obat karena adanya senyawa kimia yang terkandung di dalamnya seperti: saponin, Flavonoid, alkaloid, Ca-oksaat dan sulfur. Bunga ini juga dimanfaatkan untuk mengobati mata, sedangkan rebusan akarnya digunakan sebagai obat untuk menghilangkan dahak pada bronkitis kronis, menurunkan deman, serta iritasi kandungan kemih dan saluran air seni. Melihat manfaat bunga telang yang bagus untuk Kesehatan perlunya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Proses pembuatan sirupcukup mudah, yakni dengan cara mengeringkan Bunga Telang dibawah sinar matahari, kemudian diseduh dengan air panas sehingga menghasilkan biang bunga telang, selanjutnya kita menyediakan gula pasir yang sudah dicairkan, selanjutnya kita menyatukan biang bunga telang dengan gula cair sehingga menjadi sirup bunga Telang. Tujuan kegiatan pengabdian ini dapat dicapai dengan baik berdasarkan ketertarikan siswa/siswi kelas VII SMP NU Medan terhadap pembuatan sirup dari bunga Telang.
UJI ANTIOKSIDAN DAN DAYA TERIMA TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum, L.) DAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DINI NOVITA SARI
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.16428

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan antioksidan dan daya terima tablet effervescent dari ekstrak bawang putih (Allium sativum, L.) dan bunga telang (Clitoria ternatea). Metode penelitian  ini menggunakan rancangan acak lengkap yaitu terdiri dari 5 jenis perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu perlakuan perbedaan terhadap bubuk ekstrak bawang putih, yaitu: A = 10% B = 14,28% C = 18,57% D = 22,86% E = 27,14%, tablet effervescent berbahan dasar bubuk ekstrak bawang putih dan ditambahkan ekstrak bunga telang sebanyak 0,2% pada setiap perlakuan. Sehingga menjadi 15 perlakuan. Data di analisis menggunakan Analisys of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Penambahan ekstrak bawang putih dan ekstrak bunga telang memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar antioksidan tablet. Uji aktivitas antioksidan dilakukan pada konsentasi 10.000 ppm. Daya terima tablet effervescent terbaik menurut panelis ialah pada pelakuan A (bawang putih 10%) dengan tingkat daya terima terhadap warna (4,05), aroma (3,75), rasa (3,85) dan tekstur (4,45). Sedangkan produk yang paling tidak disukai adalah perlakuan E (bawang putih 27,14%) dengan tingkat daya terima terhadap warna (4,05), aroma (3,20), rasa (3,20) dan tekstur (4,00).
PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL DARI DAUN BIDARA (Zizhipus mauritiana, Lam) Dini, Dini Novita Sari
Jurnal Agroindustri Pangan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Agroindustri Pangan
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.643 KB) | DOI: 10.47767/agroindustri.v2i1.480

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara dari bulan April sampai dengan Juni 2022. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia dan organoleptik minuman fungsional instan dari daun bidara (Ziziphus mauritiana, Lam) dan kayu manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah pencampuran bubuk ekstrak daun bidara, bubuk ekstrak kayu manis dan Stevia masing-masing: A = (0,2 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), B = (0,4 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), C = (0,6 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), D = (0,8 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), E = (1,0 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia). Berdasarkan hasil uji fisik, kimia dan organoleptik maka ditetapkan produk terbaik minuman fungsional instan adalah perlakuan A (Pencampuran bubuk ekstrak daun bidara 0,2 g + bubuk ekstrak kayu manis 0,2 g + Stevia 0,5 g) dengan karakteristik mutu antara lain: waktu larut 15,32 detik, kadar air (4,282%), kadar abu (1,276%), aktivitas antioksidan (4,07%), kadar klorofil (1,436%), angka lempeng total (2,1 × 10² koloni/g), uji sisa pelarut (0,7%), serta penerimaan panelis terhadap warna (3,89), rasa (3,81) dan aroma (4,19).
PEMBUATAN MINUMAN INSTAN EFFERVESCENT DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DENGAN PENAMBAHAN EFFERVESCENT MIX Sari, Dini Novita; Azizah, Azizah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 4: October 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.04.3

Abstract

        Penelitian pengaruh dari campuran effervescent terhadap sifat fisik dan kimiawi serta preferensi panelis pada serbuk effervescent daun pegagan. Rancangan penelitian dengan RAL yaitu tiga ulangan dan lima perlakuan. Data dianalisis dengan statistik anova dan dilanjutkan dengan DNMRT pada taraf signifikansi 5%. Perlakuan yaitu penambahan effervescent mix sebanyak 40%, 45%, 50%, 55%, dan 60%. Pengamatan fisik terdiri dari waktu kelarutan dan analisis kimia yaitu pH, kadar air, kadar klorofil, aktivitas antioksidan, kadar polifenol, dan daya terima. Produk terbaik berdasarkan organoleptik, karakterisasi fisik dan kimiawi adalah      produk D yang ditambahkan campuran effervescent 55%. Hasil evaluasi organoleptik pada produk D adalah pada warna 60%, rasa 55% dan aroma 50%. Analisis fisik hasilnya yaitu 63.33 detik untuk waktu kelarutan dan pengamatan kimia 6.9% kadar air, pH 5.6, aktivitas antioksidan 24.97%, kadar polifenol 1.77 mg/ml, dan kadar klorofil 10.79 mg/L.
DAYA TERIMA MINUMAN FUNGSIONAL INSTAN DARI DAUN BIDARA (Zizhipus mauritiana, Lam) DAN KAYU MANIS SARI, DINI NOVITA -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya terima minuman fungsional instan dari daun bidara (Zizhipus mauritiana, Lam) dan kayu manis. Penelitian ini terdiri dari perlakuan pencampuran bubuk ekstrak daun bidara, bubuk ekstrak kayu manis dan Stevia masing-masing: A = (0,2 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), B = (0,4 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), C = (0,6 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), D = (0,8 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), E = (1,0 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia).  Pengujian daya terima dinilai oleh 25 orang panelis semiterlatih terhadap warna, rasa dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan untuk penilaian rata rata untuk warna perlakuan A, penilaian rata rata untuk rasa pada perlakuan perlakuan D, dan penilaian rata rata untuk aroma kesukaan panelis untuk produk terbaik pada perlakuan A dengan tingkat daya terima terhadap warna (3,89), rasa (3,81), dan aroma (4,19).
Evaluation of the Characteristics and Controlled Release of Citronella Essential Oil in Aromatherapy Necklaces via Sensory Analysis Asben, Alfi; Putri, Annisa; Kasim, Anwar; Sari, Dini Novita
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i2.347

Abstract

Essential oils, including those used in aromatherapy, are currently in high demand as consumers increasingly prefer products made from natural ingredients. Citronella oil, when used as aromatherapy, is intended to relieve headaches, enhance breathing, and produce a warming effect upon inhalation. Aromatherapy necklaces provide a convenient and portable method for delivering the benefits of essential oils. Encapsulation technology addresses the volatility of essential oils in aromatherapy gels by creating a controlled slow-release mechanism, enabling the gradual release of essential oils over a specified period. This study aims to evaluate the characteristics of aromatherapy necklaces and assess the aroma intensity of citronella oil through sensory analysis. Sensory analysis was conducted using semi-trained and trained panelists. The aromatherapy necklace comprises a mixture of gels and emulsions containing encapsulated essential oils, formulated for immediate use. The sensory analysis results indicated that the addition of 10% essential oils yielded the highest scores for color and texture assessments (4.08 and 3.96, respectively), while the addition of 7.5% essential oils produced the highest score for aroma assessment (4.16). The aroma intensity decreased from a score of 6.00 on day 1 to 3.17 on day 7. The gradual and controlled decline in aroma intensity aligns with the intended purpose of the essential oil encapsulation process.