Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Nilai Tambah dengan Metode Hayami Produk Tablet Effervescent Bunga Telang (Clitoria ternatea) dan Bawang Putih (Allium sativum, L.) Novita Sari, Dini; Harahap, Siti Nurlani
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.36

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita masyarakat di seluruh dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), hampir satu miliar orang di dunia menderita hipertensi, dengan dua pertiga di antaranya berasal dari negara berkembang. Bawang putih dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman obat yang digunakan untuk memelihara kesehatan sistem peredaran darah. Kandungan senyawa aktif berupa allicin pada bawang putih memiliki kemampuan menurunkan tekanan darah. Selain itu, bunga telang juga memiliki potensi sebagai anti hipertensi karena mengandung antioksidan tinggi, seperti flavonoid, saponin, dan tanin, yang secara ilmiah berperan dalam menurunkan tekanan darah. Kombinasi keduanya tidak hanya berpotensi secara farmakologis, tetapi juga memberikan karakteristik warna dan aroma khas, sehingga diperlukan inovasi produk yang dapat diterima konsumen secara praktis. Berdasarkan hal tersebut, dikembangkan produk minuman fungsional dalam bentuk tablet effervescent yang tidak memerlukan proses pemanasan dalam pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai nilai tambah produk tablet effervescent dengan penambahan ekstrak bunga telang dan bawang putih menggunakan metode Hayami. Hasil analisis menunjukkan rasio nilai tambah sebesar 23,808%, setara dengan Rp 119.038/kg, yang tergolong tinggi. Kontribusi pendapatan tenaga kerja tercatat sebesar 2,344%, kontribusi input lain sebesar 70,241%, dan keuntungan usaha mencapai 92,124%.
Karakteristik Enzim Invertase dari Saccharomyces cerevisiae pada Berbagai Kondisi Rozalia, Rozalia; Permata, Deivy Andhika; Sari, Dini Novita; Sara, Ayulian
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.38

Abstract

Sukrosa merupakan disakarida umum yang banyak digunakan dalam berbagai industri, termasuk industri molase. Sukrosa dapat dihidrolisis menjadi fruktosa dan glukosa dengan bantuan enzim invertase. Gula invert sangat dibutuhkan dalam industri karena memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan sukrosa. Enzim invertase berperan penting dalam proses pemecahan sukrosa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara aktivitas enzim invertase dengan variasi konsentrasi substrat, pH, suhu, serta pengaruh penghambatan aktivitas enzim oleh CuSO₄. Tahapan penelitian dimulai dengan penyiapan larutan enzim invertase sebesar 0,04 g/L dan larutan sukrosa. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap pengaruh variasi konsentrasi substrat (0,0–3 mL), pengaruh pH (rentang pH 3 hingga pH 9), pengaruh suhu (18 °C, 30 °C, dan 95 °C), serta pengaruh penghambatan oleh CuSO₄ pada konsentrasi sukrosa 50 g/L dan 200 g/L terhadap aktivitas enzim invertase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemecahan sukrosa oleh enzim invertase memiliki pH optimum pada kisaran 3–4,5. Suhu optimum aktivitas enzim berada pada 30 °C. Peningkatan konsentrasi substrat menghasilkan peningkatan aktivitas enzim, ditandai dengan meningkatnya kadar gula pereduksi. Enzim menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi ketika jumlah substrat meningkat karena lebih banyak substrat yang dapat berikatan dengan sisi aktif enzim. Peningkatan konsentrasi CuSO₄ menunjukkan korelasi positif dengan peningkatan kadar gula sisa, yang mengindikasikan efek penghambatan terhadap aktivitas enzim.
Peningkatan Nilai Tambah Pada Agroindustri Manggis Melalui Pengembangan Produk Teh dan Sirup Berbasis Kulit Manggis Santosa, Santosa; Derosya, Vioni; Asben, Alfi; Azrifirwan, Azrifirwan; Permata, Deivy Andhika; Fiana, Risa Meutia; Kasim, Fitriani; Neswati, Neswati; Ismanto, Sahadi Didi; Dewi, Kurnia Harlina; Rahmi, Ira Desri; Yulianto, Kiki; Putri, Annisa; Rahayu, Lisa; Saputra, Hendra; Rozalia, Rozalia; Sari, Dini Novita
PATRIOTIKA: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limau Manis Village as Kampung Manggis is supported by the production of mangosteen in Padang City which is number 2 (two) in West Sumatra and 80% of mangosteen in Padang City comes from Pauh Subdistrict, with the center being in Limau Manis Village and the existence of Kampung Manggis brings hope for the community to improve their economy and will have an impact on the economy of the Padang City community. The skin of mangosteen fruit can be processed into value-added products. However, farmers and local businesses still face several challenges, such as the lack of knowledge and technology to process mangosteen peels into economically valuable products. Abundant mangosteen peels during the harvest season are often discarded or burned, causing environmental impacts such as soil and air pollution. However, due to the lack of public knowledge on mangosteen peel processing as waste, an innovative solution is needed to turn mangosteen peel waste into a new source of income through the development of competitive derivative products. This community service activity is designed as a strategic step to empower the community, optimize local potential, and build an innovative, sustainable mangosteen agroindustry, creating value-added products and improving the economic welfare of the community. In addition, this activity is also expected to be a model of agroindustry development based on local potential that can be developed. The purpose of this community service activity is to provide training in improving the knowledge, skills of the community in processing mangosteen skin, increasing the added value of mangosteen skin into mangosteen skin tea and mangosteen skin syrup products that have a broad impact on economic, social and environmental improvement.
Analisis Nilai Tambah dengan Metode Hayami Produk Mie Kering dengan Penambahan Ekstrak Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa, (Aiton) Hassk.) Sari, Dini Novita; Sembiring, Riani Sari; Asben, Alfi
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.19

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa, (Aiton) Hassk.) merupakan tanaman liar berkayu yang memiliki buah yang semula berwarna hijau berubah menjadi merah kecokelatan sampai hitam saat matang dan bagian dalam buah berwarna ungu dan lunak, buah karamunting sebagai salah satu bahan fortifikasi pada mie kering. Mie merupakan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat walaupun bukan merupakan makanan pokok, fortifikasi atau pengkayaan kandungan gizi terutama antosianin sebagai sumber antioksidan alami sehingga mie dapat dijadikan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah produk mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting dari perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting 100 ml. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai nilai tambah mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting kepada pembaca, serta dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi terkait agar mampu memberikan dukungan kepada pelaku usaha mie kering. Nilai tambah adalah selisih dari nilai output dengan biaya bahan dan pengolahan input, perhitungan nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil analisis nilai tambah yang dilakukan menunjukkan mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting 100 ml mempunyai rasio nilai tambah sebesar 53,258% atau memberikan nilai tambah Rp 12.338/kg. Rasio nilai tambah yang diperoleh menunjukkan industri tersebut memiliki nilai tambah yang tinggi. Adapun perolehan pendapatan tenaga kerja mencapai 32,986%, kontribusi dari input lainnya mencapai 38,820%, dan keuntungan usaha mencapai 28,194%.
Planting Productive Seeds Based on Watersheds in Order to Welcome World Environment Day in Kelambir V Kampung Village, Hamparan Perak Region, Deli Serdang District Khairani, Siti; Harahap, Siti Nurlani; Simbolon, Heri Yusuf; Sari, Dini Novita; Sembiring, Juhardi; Fahri, Romi; Utami, Khairuna; Depari, Nelfita Rizka S; Sembiring, Riani Sari
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v8i1.12789

Abstract

Community service for planting productive tree seedlings based on watersheds (DAS) in order to welcome world environment day, aims to socialize the importance of a good environment for life; cooperate with the village government and the Sejahtera Tani farmer group; introducing the types of productive tree seedlings; planting productive tree seedlings with the village government and the Sejahtera Tani farmer group. This community service activity was carried out in Kelambir V Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. This activity is a form of implementation of one of the tridharma of Higher Education, especially community service by the UNUSU academic community, as well as in the framework of UNUSU's participation in the effort to plant watershed-based productive seeds in order to welcome World Environment Day. The method of implementing community service is carried out in 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the reporting stage. During the preparatory phase, socialization was carried out, determining socialization areas, identifying needs, coordinating with relevant village officials, preparing proposals and completing supporting documents. In the implementation phase, declaration is carried out, planting productive DAS-based seeds, socializing planting productive DAS-based seeds, monitoring, at the reporting stage, namely compiling a final report on community service activities. The result of this community service activity is planting productive trees around the watershed and in the gardens of farmer groups, which total 100 productive tree seeds including matoa, simpur, jamblang, duku, rambutan, longan, tamarind seeds.
Camilan fungsional sus khi-yam: uji organoleptik dan kimia produk sus kering kacang hijau dan bayam untuk pencegahan anemia Jairani, Eka Nenni; Fatahillah , Sudana; Sari , Dini Novita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 4 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i4.628

Abstract

Background: Anemia is when the hemoglobin levels in the blood are lower than the normal range. Anemia can be prevented by consuming foods that are high in protein, iron, and vitamin C. Mung beans (Vigna Radiata) and green spinach (Amaranthus hybridus L.) are foods rich in iron and vitamin C so that they can help hemoglobin formation. Dry Eclairs is a snack enjoyed by all age groups. Adding mung bean flour and spinach flour to prepare dry eclairs aims to make it a healthy snack to prevent anemia. Objectives: The research seeks to determine the organoleptic and chemical test results of dried éclair with mung beans and spinach (Sus Khi-Yam). Methods: The research method used a completely randomized design (CRD) experiment with three treatments (F1, F2, and F3) and two repetitions, resulting in 6 experimental units. The Organoleptic test was conducted with 40 untrained panelists. The Chemical analysis was carried out to determine the levels of iron, antioxidants, vitamin C, fiber, and ash. Results: The organoleptic test showed that the most preferred color by the panelists was in treatment F1, with a preference level of 3.55. For flavor, treatment F2 was the most preferred by the panelists, with a preference level of 3.40. The most preferred taste was also found in the F2 treatment, with a score of 3.50. Meanwhile, the texture of the three treatments did not show significant differences in panelist preference. The Chemical test indicated that the F2 treatment had higher fiber, iron, and antioxidant content than other treatments. Conclusion: Panelist acceptance of Sus Khi-Yam snacks for all treatments (F1, F2, and F3) is acceptable, but the best Sus Khi-Yam snacks according to panelists in terms of color are in F1 treatment, the best Sus Khi-Yam snacks according to panelists in terms of texture are in F3 treatment and the best Sus Khi-Yam snacks according to panelists in terms of taste and aroma are in F2 treatment.
PEMANFAATAN BARANG BEKAS MENJADI WADAH TANAM SAYURAN HIDROPONIK DAN SOSIALISASI SAYUR MENJADI MINUMAN KEPADA KELOMPOK PKK DESA DALU SEPULUH B KEC. TANJUNG MORAWA Novita Sari, Dini; Florina Yanti, Sisilia; Sari Sembiring, Riani; Wardani Siregar, Tuti; Novianti, Lily; Sembiring, Juhardi; Khairani, Siti; Zuliati, Septiarini; Novina Sukapiring, Dewi; Utami, Khairuna; Rizka S. Depari, Nelfita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.1942-1948

Abstract

Penanaman dengan metode hidroponik sangat mudah untuk dipraktikkan, karena media tanam dan wadah tanam yang digunakan dapat diperoleh dengan mudah yaitu dengan memanfaatkan barang bekas. Budidaya tanaman dengan teknik hidroponik mudah aplikasinya dengan hasil sayuran yang sehat dan subur serta dapat diolah menjadi minuman kesehatan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pelatihan dengan sistem pertanian hidroponik memanfaatkan barang bekas serta sosialisasi olahan sayur menjadi minuman kesehatan di Desa Dalu Sepuluh B, Kabupaten Deli Serdang dengan kegiatan: penyampaian  materi metode ceramah dan tanya jawab, pra dan post test, praktik perakitan instrumen hidroponik, praktik budidaya menanam secara hidroponik dan simulasi pembuatan minuman kesahatan berbahan dasar sayur. Pelaksanaan kegiatan ini dihadari 25 orang peserta pelatihan yaitu ibu-ibu PKK serta jajaran perangkat desa. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman kelompok PKK Desa Dalu Sepuluh B Kec. Tanjung Morawa mengenai budidaya sayuran hidroponik dan olahan sayur menjadi minuman kesehatan meningkat hingga 95,4%, naik 20,27% dari pemahaman awal. Kemampuan menjawab soal meningkat pada evaluasi akhir yaitu 95,4%, hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman kelompok PKK Desa Dalu Sepuluh B Kec. Tanjung Morawa terhadap budidaya sayuran hidroponik dan olahan sayur menjadi minuman kesehatan. Terjadinya peningkatan pemahaman mengenai hidroponik menunjukkan keberhasilan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Dalu Sepuluh B Kec. Tanjung Morawa.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEPUNG PISANG BARANGAN DI DESA SIGUCI KABUPATEN DELISERDANG, SUMATERA UTARA Sukapiring, Dewi Novina; Sari, Dini Novita; Jairani, Eka Nenni; Keliat, Jane Melita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.450-454

Abstract

Siguci Village is one of the barangan banana producing villages in North Sumatera. The processing of banana has great prospect as one of business opportunities that increase the income of the local community. One of the processed products that can be made from barangan banana is banana flour the purpose of this training is to increase the understanding of the people of Siguci Villagr about the alternative processing of banana goods into banana flour. The method of implementation is by conducting training and direct assistance in the manufature of banana flour and conducting pre-test dan post-test based on the results of pre-test with an averange value of 23,3 and post-test with an averange value of 65 so it can be concluded that there is an increase in public understanding of the alternative processing of banana goods
Karakteristik Permen Keras (Hard Candy) dan Permen Lunak (Soft Candy) dengan Penambahan Ekstrak Buah Bit, Ekstrak Bunga Telang dan Ekstrak Kulit Secang Sari, Dini Novita; Rozalia, Rozalia; Kirana, Kayla Sasi; Andriani, Gina
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.61

Abstract

Permen merupakan produk pangan yang dibuat dari gula atau pemanis dengan atau tanpa tambahan bahan lain, serta dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu permen keras dan permen lunak. Permen keras memiliki tekstur padat dan tidak melunak saat dikunyah, sementara permen lunak memiliki tekstur elastis dan lebih mudah dikunyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik permen keras (hard candy) dan permen lunak (soft candy) dengan penambahan ekstrak buah bit, ekstrak bunga telang dan ekstrak kulit secang. Hard candy dibuat dengan pemanasan larutan sukrosa dan glukosa hingga suhu tinggi, sedangkan soft candy melibatkan penambahan gelatin untuk menghasilkan tekstur yang kenyal. Pengamatan yang dilakukan yaitu kadar air, kadar abu, kadar sukrosa, kekerasan dan Uji Organoleptik. Hasil analis terhadap permen yaitu pada hasil pengujian kadar air menunjukkan perbedaan signifikan antara permen keras dan lunak. Pada permen keras, memiliki hasil antara 2,105% - 6,095%. Sebaliknya, permen lunak memiliki kadar air yang bervariasi, dengan hasil analisis kadar air pada K3 menunjukkan kadar air rendah antara 0,505% dan K4 yaitu 24,815% dan K5 yaitu 12,875%, kadar abu pada permen keras dan lunak telah memenuhi standar yang berlaku. Pada permen keras, kadar abu berada di bawah batas SNI yaitu 2,0%, sedangkan pada permen lunak telah memenuhi batas maksimal yaitu kurang dari 3%. Pada pengujian kadar gula, permen keras memiliki nilai 14°Brix, sedangkan permen lunak memiliki nilai 2°Brix dan 7°Brix. Pada analisis kekerasan, permen keras memiliki nilai 8,5 gforce, sedangkan permen lunak menunjukkan nilai yang bervariasi, dengan K5 memiliki kekerasan tertinggi 793,0 gforce, K3 207,5 gforce, dan K4 22,5 gforce. Pada uji organoleptik permen keras dan permen lunak menunjukkan perbedaan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Permen keras memiliki warna merah muda dan merah pekat, aroma manis, rasa dominan manis, dan tekstur padat. Permen lunak memiliki warna biru, coklat, dan merah, aroma smoky dengan bau gelatin, rasa pahit, asam, dan gosong, serta tekstur kenyal dan lengket.
Pelatihan Pembuatan Bar Soap di SMP Nahdlatul Ulama Medan Harahap, Siti Nurlani; Sari, Dini Novita; Sari, Fitri Dian Nila; Utami , Khairuna; Ritonga, Nurul Ajima; Lubis, Ruhilah; Sukapiring, Dewi Novina
PATRIOTIKA: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This activity aims to provide education to students about the benefits and how to make bar soap; introduce the tools and materials used to make bar soap. This activity was carried out at Nahdlatul Ulama (NU) Medan Middle School. The method for implementing community service consists of 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the reporting stage. In the preparation stage, preparations are made for socialization, determining the location of Community Service, coordinating with the school principal, as well as preparing proposals and completing supporting documents. At the implementation stage, a pre-test was given to students on how to make bar soap. The socialization was carried out by the presenter. After the socialization was completed, a post-test was conducted on the soap, games were played, group photos were taken, and the soap that had been prepared was distributed. At the reporting stage, namely the preparation of documents in the form of activity results reports. The results of this activity have had a significant impact on increasing students' understanding, which can be seen from the pre-test and post-test data that have been carried out. Before the PKM activity was carried out, only 11% of participants knew that cooking oil could be used for other purposes besides frying. Only 9% of participants knew that cooking oil could be processed into soap, only 6% of participants knew the ingredients used to make soap, and only 14% of participants knew the process of making soap. After the PKM activity, 100% of participants knew that cooking oil could be used as a basic ingredient for making soap, 89% of participants knew that cooking oil could be processed into soap, 77% of participants knew the ingredients used in making soap, and 86% of participants knew the process of making soap.