Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : GreenTech

Analisis Nilai Tambah dengan Metode Hayami Produk Tablet Effervescent Bunga Telang (Clitoria ternatea) dan Bawang Putih (Allium sativum, L.) Novita Sari, Dini; Harahap, Siti Nurlani
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.36

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita masyarakat di seluruh dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), hampir satu miliar orang di dunia menderita hipertensi, dengan dua pertiga di antaranya berasal dari negara berkembang. Bawang putih dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman obat yang digunakan untuk memelihara kesehatan sistem peredaran darah. Kandungan senyawa aktif berupa allicin pada bawang putih memiliki kemampuan menurunkan tekanan darah. Selain itu, bunga telang juga memiliki potensi sebagai anti hipertensi karena mengandung antioksidan tinggi, seperti flavonoid, saponin, dan tanin, yang secara ilmiah berperan dalam menurunkan tekanan darah. Kombinasi keduanya tidak hanya berpotensi secara farmakologis, tetapi juga memberikan karakteristik warna dan aroma khas, sehingga diperlukan inovasi produk yang dapat diterima konsumen secara praktis. Berdasarkan hal tersebut, dikembangkan produk minuman fungsional dalam bentuk tablet effervescent yang tidak memerlukan proses pemanasan dalam pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai nilai tambah produk tablet effervescent dengan penambahan ekstrak bunga telang dan bawang putih menggunakan metode Hayami. Hasil analisis menunjukkan rasio nilai tambah sebesar 23,808%, setara dengan Rp 119.038/kg, yang tergolong tinggi. Kontribusi pendapatan tenaga kerja tercatat sebesar 2,344%, kontribusi input lain sebesar 70,241%, dan keuntungan usaha mencapai 92,124%.
Karakteristik Enzim Invertase dari Saccharomyces cerevisiae pada Berbagai Kondisi Rozalia, Rozalia; Permata, Deivy Andhika; Sari, Dini Novita; Sara, Ayulian
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.38

Abstract

Sukrosa merupakan disakarida umum yang banyak digunakan dalam berbagai industri, termasuk industri molase. Sukrosa dapat dihidrolisis menjadi fruktosa dan glukosa dengan bantuan enzim invertase. Gula invert sangat dibutuhkan dalam industri karena memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan sukrosa. Enzim invertase berperan penting dalam proses pemecahan sukrosa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara aktivitas enzim invertase dengan variasi konsentrasi substrat, pH, suhu, serta pengaruh penghambatan aktivitas enzim oleh CuSO₄. Tahapan penelitian dimulai dengan penyiapan larutan enzim invertase sebesar 0,04 g/L dan larutan sukrosa. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap pengaruh variasi konsentrasi substrat (0,0–3 mL), pengaruh pH (rentang pH 3 hingga pH 9), pengaruh suhu (18 °C, 30 °C, dan 95 °C), serta pengaruh penghambatan oleh CuSO₄ pada konsentrasi sukrosa 50 g/L dan 200 g/L terhadap aktivitas enzim invertase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemecahan sukrosa oleh enzim invertase memiliki pH optimum pada kisaran 3–4,5. Suhu optimum aktivitas enzim berada pada 30 °C. Peningkatan konsentrasi substrat menghasilkan peningkatan aktivitas enzim, ditandai dengan meningkatnya kadar gula pereduksi. Enzim menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi ketika jumlah substrat meningkat karena lebih banyak substrat yang dapat berikatan dengan sisi aktif enzim. Peningkatan konsentrasi CuSO₄ menunjukkan korelasi positif dengan peningkatan kadar gula sisa, yang mengindikasikan efek penghambatan terhadap aktivitas enzim.
Analisis Nilai Tambah dengan Metode Hayami Produk Mie Kering dengan Penambahan Ekstrak Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa, (Aiton) Hassk.) Sari, Dini Novita; Sembiring, Riani Sari; Asben, Alfi
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.19

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa, (Aiton) Hassk.) merupakan tanaman liar berkayu yang memiliki buah yang semula berwarna hijau berubah menjadi merah kecokelatan sampai hitam saat matang dan bagian dalam buah berwarna ungu dan lunak, buah karamunting sebagai salah satu bahan fortifikasi pada mie kering. Mie merupakan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat walaupun bukan merupakan makanan pokok, fortifikasi atau pengkayaan kandungan gizi terutama antosianin sebagai sumber antioksidan alami sehingga mie dapat dijadikan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah produk mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting dari perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting 100 ml. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai nilai tambah mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting kepada pembaca, serta dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi terkait agar mampu memberikan dukungan kepada pelaku usaha mie kering. Nilai tambah adalah selisih dari nilai output dengan biaya bahan dan pengolahan input, perhitungan nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil analisis nilai tambah yang dilakukan menunjukkan mie kering dengan penambahan ekstrak karamunting 100 ml mempunyai rasio nilai tambah sebesar 53,258% atau memberikan nilai tambah Rp 12.338/kg. Rasio nilai tambah yang diperoleh menunjukkan industri tersebut memiliki nilai tambah yang tinggi. Adapun perolehan pendapatan tenaga kerja mencapai 32,986%, kontribusi dari input lainnya mencapai 38,820%, dan keuntungan usaha mencapai 28,194%.