Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan melalui Pemberdayaan Perawat PPJA dalam Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Naryati, Naryati; Aisyah, Aisyah; Widiastuti, Eni; Widakdo, Giri; Latipah, Siti; Hidayanti, Lia; Fadillah, Harif; Yuliawati, Yuliawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23106

Abstract

ABSTRAK Kualitas pelayanan keperawatan mencerminkan citra rumah sakit di mata publik, sehingga perawat dituntut untuk profesional. Untuk mencapai pelayanan berkualitas, diperlukan sistem pemberian asuhan keperawatan yang mendukung praktik profesional dan berpedoman pada standar yang ditetapkan, serta didukung oleh manajer yang kompeten (Patoding & Sari, 2022). Metode asuahan keperawatan (MAKP) adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan empat unsur yaitu: standar,proses keperawatan,pendidikan keperawatan, dan sistem MAKP nya.dalam menetapkan suatu model ,keempat hal tersebut harus menjadi bahan petimbangan karena merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan (nursalam,2022). Tujuan meningkatan mutu pelayanan melalui Pemberdayaan Perawat PPJA dalam Metode Asuhan Keperawatan Profesional” dengan cara edukasi dan latihan tentang Metode Asuhan Keperawatan Profesional, analisa kasus dan role play kegiatan asuhan keperawatan Primer. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dari penerapan MAKP terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan juga mengalami peningkatan, menunjukkan dampak positif pada mutu pelayanan. Masih terdapat beberapa hambatan implementasi, terutama yang berkaitan dengan beban kerja, budaya dokumentasi, dan supervisi yang perlu menjadi fokus perbaikan berkelanjutan. Saran untuk manajemen rumah sakit disarankan untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi peran PPJA secara berkala, pelatihan lanjutan dan mentoring rutin bagi PPJA perlu dilakukan agar kompetensi tetap terjaga, perlu adanya integrasi PPJA ke dalam indikator mutu keperawatan rumah sakit, sehingga keberadaannya menjadi bagian dari sistem yang terukur dan berkelanjutan, penguatan sistem reward dan feedback untuk perawat yang konsisten menerapkan prinsip asuhan keperawatan profesional. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Metoda Asuhan Keperawatan Profesional, Pemberdayaan PPJA. ABSTRACT The quality of nursing services reflects the image of the hospital in the public eye, so nurses are required to be professional. To achieve quality services, a nursing care delivery system is needed that supports professional practice and is guided by established standards, and is supported by competent managers (Patoding & Sari, 2022). The nursing care method (MAKP) is a framework that defines four elements, namely: standards, nursing processes, nursing education, and the MAKP system. In determining a model, these four things must be taken into consideration because they are an inseparable unit (Nursalam, 2022). The aim is to improve the quality of service through the Empowerment of PPJA Nurses in the Professional Nursing Care Method" by means of education and training on the Professional Nursing Care Method, case analysis and role play of Primary nursing care activities. The quality of nursing services reflects the image of the hospital in the public eye, so nurses are required to be professional. To achieve quality services, a nursing care delivery system is needed that supports professional practice and is guided by established standards, and is supported by competent managers (Patoding & Sari, 2022). The nursing care method (MAKP) is a framework that defines four elements, namely: standards, nursing processes, nursing education, and the MAKP system. In determining a model, these four things must be taken into consideration because they are an inseparable unit (Nursalam, 2022). The aim is to improve the quality of service through the Empowerment of PPJA Nurses in the Professional Nursing Care Method" by means of education and training on the Professional Nursing Care Method, case analysis and role play of Primary nursing care activities. Keywords: Service Quality, Professional Nursing Care Method, PPJA Empowerment.
Supervisi terhadap Kompetensi Perawat dalam Pelaksanaan Keselamatan Pasien Cuci Tangan Five Moment Puskesmas Palmerah Saharuddin, Saharuddin; Kurniati, Tri; Widakdo, Giri; Widiastuti, Eni; Suadmaji, Suadmaji
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14391

Abstract

ABSTRACT Five moment hand washing patient safety is an action to minimize the risk of services in an effort to prevent and control infection. The aim of this research is to determine the effect of supervision on nurses' competence in implementing five moment hand washing patient safety. uses a Quasi Experiment with a pre post test approach with control group design. The sampling technique used a total sampling of 34 respondents, 17 intervention respondents at the Palmerah Community Health Center and 17 control respondents in Kebon Jeruk. There was a difference in the average competency of nurses in the intervention group and the control in the post test value (p-value: 0.000). There is an increase in the competency of the intervention group which continues to increase from the 1st measurement to the 3rd measurement to the 5th measurement which is flet/same as in the control group, the increase in competency is not significant in the 2nd measurement to the 5th measurement. Supervision has an effect on increasing the competency of nurses in implementing five moment hand washing patient safety within an optimal period of 3 weeks. It is hoped that the function of supervision the quality    management of community health center nursing will carry out supervision in stages and programmed manner. Keywords: Hand Washing, Nurse Competence, Supervision  ABSTRAK Pendahuluan Keselamatan pasien cuci tangan five moment merupakan tindakan meminimalkan timbulnya risiko pelayanan dalam upayah pencegahan dan pengendalaian infeksi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh supervisi terhadap kompetensi perawat dalam pelaksanaan keselamatan pasien cuci tangan five moment Metode penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan pendekatan pre post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini 34 perawat dengan tehnik total sampling, 17 responden intervensi di Puskesmas Palmerah dan kontrol 17 responden di Kebon Jeruk   Hasil penelitian Ada perbedaan rata-rata kompetensi perawat kelompok intervensi dengan kontrol pada nilai post test (p-value: 0,000). Adanya peningkatan kompetensi kelompok intervensi yang terus meningkat dari pengukuran ke1 sampai pengukuran ke 3 sampai pengukuran ke 5 yang flet/sama pada kelompok kontrol peningkatan kompetensi secara tidak signifikan pada pengukuran ke 2 sampai pengukuran ke 5   Kesimpulan supervisi berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi perawat dalam pelaksanaan keselamatan pasien cuci tangan five moment  dalam waktu optimal 3 minggu. Diharapkan fungsi pengawasan manajemen mutu keperawatan puskesmas melakukan supervisi secara berjenjang dan terprogram Kata Kunci: Cuci Tangan, Kompetensi Perawat, Supervisi
Effektifitas penerapan modul ratu ceria terhadap pencegahan kejadian anemia pada remaja : Effectiveness of the ratu ceria module in preventing anemia among adolescents Setiyono, Erwan; Widiastuti, Eni; Dewi, Nurma; Ernirita; Zuryati, Masmun; Awaliah; Idriani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2974

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari tiga beban masalah gizi di Indonesia selain malnutrisi dan obesitas. Anemia terjadi akibat kondisi kekurangan zat besi (Fe) yang tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia tetapi juga banyak dialami negara-negara di Asia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganaliasa effektifitas dari penerapan Model Ratu Ceria dengan peningkatan pengetahuan Remaja dalam mencegah kejadian Anemia. Jenis penelitian adalah penelitian Kuantitatif dengan pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-test dan post-test design . Populasi dalam penelitian adalah siswa SMP sejumlah 60 siswa. Tehnik yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data di awali dengan pembagian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa terhadap pencegahan kejadian anemia pada remaja , kemudian di nilai tingkat pengetahuannya dan didokumentasikan sebagai data pre-test. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan penuyuluhan dan simulasi menggunakan Modul Ratu Ceria dan dilakukan penilaian kembali tentang pengetahuan siswa yang terlihat setelah 3 hari pelatihan dan data yang terekam disebut data post-test. Data di analisa dengan uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan terhadap anemia meningkat signifikan setelah dilakukan pelatihan dan simulasi Modul Ratu Ceria terhadap pencegahan kejadian anemia. Modul Ratu Ceria ini kedepannya dapat di terapkan pada siswa di usia remaja pada tatanan pendidikan khususnya di SMP untuk pencegahan anemia
Pemberdayaan Siswa Sebagai Peer Educator Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Peningkatan Kualitas Generasi Sadar Kesehatan di SMP Muhammadiyah 36 Jakarta Selatan Idriani, Idriani; Rita, Erni; Awaliah, Awaliah; Widiastuti, Eni; Zuryati, Masmun; Setiyono, Erwan; Rochanah, Siti; Sukma, Febi; Fatihah, Putri Regina; Suwasti, Enggar Ajeng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1141

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membentuk konselor sebaya terlatih dengan  membekali pengetahuan dan ketrampilan konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi remaja dan cara-cara menangani permasalahannya. Metode pelaksanaan adalah dengan membentuk konselor sebaya terlatih tentang kesehatan reproduksi. Konselor ini setelah mendapatkan pelatihan akan dikembalikan ke lingkungan sekolah dan diharapkan dapat menjadi Agent of Change untuk memberikan informasi tentang kesehatan resproduksi pada teman sebaya-nya di sekolah tersebut.  Hasil ketercapaian kegiatan dapat dinilai dari peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi Kesehatan Reproduksi dari 74,62 menjadi 87,69 dengan P Value 0,005, keaktifan peer edukator dalam kegiatan dan adanya kepuasan mitra terhadap kegiatan. Kesimpulan kegiatan yaitu terbentuk duta siswa sebagai peer edukator dan adanya peningkatan pengetahuan peer edukator setelah penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Rekomendasi adalah pentingnya pemberdayaan siswa sebagai Peer Educator kesehatan reproduksi remaja dalam upaya  peningkatan kualitas generasi sadar kesehatan
Efektivitas Model Discovery Learning  dan Model Simulasi terhadap Kemampuan Analisis Matematis Siswa Kelas X Widiastuti, Eni; Hidayat, Tomi; Ramadianti, Winda
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 9 No. 2 (2026): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/h65kt996

Abstract

This study aims to determine the differences in mathematical analysis abilities of students learning through Discovery Learning, simulation, and conventional methods in mathematics learning for grade 10 at SMA Negeri 7, Bengkulu City. The research method used was quasi-experimental. Based on the results of SPSS calculations, it can be concluded that there is an analytical effect of using the Discovery Learning model on students' abilities in mathematics learning for grade 10 at SMA Negeri 7, Bengkulu City. This is evidenced by the calculated t value = 2.921 with a significance value of 0.004 <0.05 and a significance level of 5% for a two-tailed test and df = n - 2 - 1 = 65. The t table obtained is 1.98. Therefore, it can be concluded that t = 2.921 > t = 1.98, which means that there is a significant partial effect of the Discovery Learning model on students' analytical abilities at SMA Negeri 7, Bengkulu City. In conclusion, the Discovery Learning model (X1) and the simulation method (X2) have an effect on students' analytical abilities (Y).   Keywords: Analysis, Discovery Learning, Simulation,