Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Pendamping Diabetes Self Manajemen Education (KP-DSME) Berbasis Keluarga di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Zuryati, Masmun; Rita, Erni; Widiastuti, Eni; Awaliah, Awaliah; Idriani, Idriani; Setiyono, Erwan; Rahayu, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.344

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dan penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh penduduk di dunia, salah satu jenis penyakit DM yang paling banyak dialami oleh penduduk dunia adalah DM tipe II, yaitu penyakit DM yang disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin. salah satu bentuk edukasi adalah Diabetes SelfManagement Education (DSME) yang dapat dilakukan secara mandiri maupun kelompok, baik di klinik ataupun di Rumah Sakit.Tujuan pengabdian Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan keluarga dalam melaksanakan perawatan mandiri pada anggota keluarga yang menderita DM, meningkatkan Self Care behavior pada pasien DM sehingga status kesehatan dan kualitas hidup masyarakat khususnya pada penderita DM meningkat.Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita Diabetes yang berobat poli penyakit dalam RS Islam jakarta Cempaka putih. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring pada tanggal 9 Mei 2025, Berdasarkan hasil uji Paired t test, terdapat pengaruh DSME/S terhadap peningkatan pengetahuan manajemen mandiri pasien DM tipe 2 yaitu dengan P Value 0,000.  Artinya Ada hubungan yang signifikan pengetahuan Pendamping Diabetes Self Manajemen Education (KP-DSME) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.  Rekomendasi dapat diberikan kepada pasien DM tipe 2 sebagai pendidikan manajemen diri untuk mencegah komplikasi.
Sapa Jiwa Bersama Keluarga Meringankan Beban, Menguatkan Harapan Dalam Perawatan ODGJ Slametiningsih, Slametiningsih; Widiastuti, Eni; Nursanti, Irna; Rita, Erni; Sukma, Bagja Angga; Kusmayadi, Yadi; Somana, Aan; Wahyuni, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21981

Abstract

ABSTRAK Keluarga memiliki peran utama dalam merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), namun kerap menghadapi beban emosional, sosial, dan ekonomi. Minimnya akses terhadap edukasi dan dukungan psikososial membuat peran ini menjadi semakin berat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga pengasuh ODGJ melalui edukasi psikososial, diskusi kelompok, dan fasilitasi akses layanan kesehatan jiwa di Kelurahan Leuwi Gajah, Bandung. Metode: Kegiatan melibatkan 11 responden yang merupakan keluarga ODGJ. Mayoritas berjenis kelamin perempuan (63,6%) dengan usia rata-rata 39,6 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar adalah SMA (45,5%) dan SMP (36,4%). Hubungan responden dengan ODGJ sebagian besar adalah orang lain (54,5%) dan saudara kandung (36,4%). Sebagian besar menggunakan BPJS (90,9%) dan telah merawat ODGJ lebih dari satu tahun (90,9%). Perawatan dilakukan secara bergantian (81,8%), dan sebagian besar rutin melakukan kontrol ke rumah sakit (63,6%). Hasil: Sebelum intervensi, rata-rata skor beban keluarga sebesar 27,5 dan menurun menjadi 25,7 setelah intervensi. Meskipun tidak signifikan secara statistik, peserta melaporkan peningkatan pemahaman dan rasa lebih kuat secara emosional. Kesimpulan: Program “SAPA JIWA” memberikan dampak positif dalam meringankan beban keluarga dan memperkuat peran mereka dalam perawatan ODGJ. Pendekatan komunitas yang partisipatif menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ketahanan keluarga. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, ODGJ, Beban Keluarga, Edukasi Psikososial, Kesehatan Jiwa Komunitas.  ABSTRACT Families play a central role in caring for people with mental disorders (ODGJ), yet often face emotional, social, and financial burdens. Limited access to education and psychosocial support further complicates their role. Objective: This community service activity aimed to ease caregiver burden through psychosocial education, group discussions, and access to mental health services in Leuwi Gajah, Bandung. Methods: The program involved 11 respondents who were family members of ODGJ. Most were female (63.6%) with an average age of 39.6 years. Educational backgrounds were mostly high school (45.5%) and junior high (36.4%). The majority were non-parental caregivers (54.5%) and siblings (36.4%). Most used BPJS insurance (90.9%) and had been caring for the patient for more than one year (90.9%). Caregiving was mostly done in shifts (81.8%) and 63.6% routinely visited mental health services. Results: The average caregiver burden score decreased from 27.5 to 25.7 after the program. Although not statistically significant, participants reported improved understanding and emotional resilience. Conclusion: The “SAPA JIWA” program had a positive impact on reducing caregiver burden and strengthening the family's role in supporting ODGJ. A participatory, community-based approach was key to fostering family resilience. Keywords: Community Service, Mental Disorders, Caregiver Burden, Psychosocial Education, Community Mental Health
Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan melalui Pemberdayaan Perawat PPJA dalam Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Naryati, Naryati; Aisyah, Aisyah; Widiastuti, Eni; Widakdo, Giri; Latipah, Siti; Hidayanti, Lia; Fadillah, Harif; Yuliawati, Yuliawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.23106

Abstract

ABSTRAK Kualitas pelayanan keperawatan mencerminkan citra rumah sakit di mata publik, sehingga perawat dituntut untuk profesional. Untuk mencapai pelayanan berkualitas, diperlukan sistem pemberian asuhan keperawatan yang mendukung praktik profesional dan berpedoman pada standar yang ditetapkan, serta didukung oleh manajer yang kompeten (Patoding & Sari, 2022). Metode asuahan keperawatan (MAKP) adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan empat unsur yaitu: standar,proses keperawatan,pendidikan keperawatan, dan sistem MAKP nya.dalam menetapkan suatu model ,keempat hal tersebut harus menjadi bahan petimbangan karena merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan (nursalam,2022). Tujuan meningkatan mutu pelayanan melalui Pemberdayaan Perawat PPJA dalam Metode Asuhan Keperawatan Profesional” dengan cara edukasi dan latihan tentang Metode Asuhan Keperawatan Profesional, analisa kasus dan role play kegiatan asuhan keperawatan Primer. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh signifikan dari penerapan MAKP terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan juga mengalami peningkatan, menunjukkan dampak positif pada mutu pelayanan. Masih terdapat beberapa hambatan implementasi, terutama yang berkaitan dengan beban kerja, budaya dokumentasi, dan supervisi yang perlu menjadi fokus perbaikan berkelanjutan. Saran untuk manajemen rumah sakit disarankan untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi peran PPJA secara berkala, pelatihan lanjutan dan mentoring rutin bagi PPJA perlu dilakukan agar kompetensi tetap terjaga, perlu adanya integrasi PPJA ke dalam indikator mutu keperawatan rumah sakit, sehingga keberadaannya menjadi bagian dari sistem yang terukur dan berkelanjutan, penguatan sistem reward dan feedback untuk perawat yang konsisten menerapkan prinsip asuhan keperawatan profesional. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Metoda Asuhan Keperawatan Profesional, Pemberdayaan PPJA. ABSTRACT The quality of nursing services reflects the image of the hospital in the public eye, so nurses are required to be professional. To achieve quality services, a nursing care delivery system is needed that supports professional practice and is guided by established standards, and is supported by competent managers (Patoding & Sari, 2022). The nursing care method (MAKP) is a framework that defines four elements, namely: standards, nursing processes, nursing education, and the MAKP system. In determining a model, these four things must be taken into consideration because they are an inseparable unit (Nursalam, 2022). The aim is to improve the quality of service through the Empowerment of PPJA Nurses in the Professional Nursing Care Method" by means of education and training on the Professional Nursing Care Method, case analysis and role play of Primary nursing care activities. The quality of nursing services reflects the image of the hospital in the public eye, so nurses are required to be professional. To achieve quality services, a nursing care delivery system is needed that supports professional practice and is guided by established standards, and is supported by competent managers (Patoding & Sari, 2022). The nursing care method (MAKP) is a framework that defines four elements, namely: standards, nursing processes, nursing education, and the MAKP system. In determining a model, these four things must be taken into consideration because they are an inseparable unit (Nursalam, 2022). The aim is to improve the quality of service through the Empowerment of PPJA Nurses in the Professional Nursing Care Method" by means of education and training on the Professional Nursing Care Method, case analysis and role play of Primary nursing care activities. Keywords: Service Quality, Professional Nursing Care Method, PPJA Empowerment.
Supervisi terhadap Kompetensi Perawat dalam Pelaksanaan Keselamatan Pasien Cuci Tangan Five Moment Puskesmas Palmerah Saharuddin, Saharuddin; Kurniati, Tri; Widakdo, Giri; Widiastuti, Eni; Suadmaji, Suadmaji
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14391

Abstract

ABSTRACT Five moment hand washing patient safety is an action to minimize the risk of services in an effort to prevent and control infection. The aim of this research is to determine the effect of supervision on nurses' competence in implementing five moment hand washing patient safety. uses a Quasi Experiment with a pre post test approach with control group design. The sampling technique used a total sampling of 34 respondents, 17 intervention respondents at the Palmerah Community Health Center and 17 control respondents in Kebon Jeruk. There was a difference in the average competency of nurses in the intervention group and the control in the post test value (p-value: 0.000). There is an increase in the competency of the intervention group which continues to increase from the 1st measurement to the 3rd measurement to the 5th measurement which is flet/same as in the control group, the increase in competency is not significant in the 2nd measurement to the 5th measurement. Supervision has an effect on increasing the competency of nurses in implementing five moment hand washing patient safety within an optimal period of 3 weeks. It is hoped that the function of supervision the quality    management of community health center nursing will carry out supervision in stages and programmed manner. Keywords: Hand Washing, Nurse Competence, Supervision  ABSTRAK Pendahuluan Keselamatan pasien cuci tangan five moment merupakan tindakan meminimalkan timbulnya risiko pelayanan dalam upayah pencegahan dan pengendalaian infeksi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh supervisi terhadap kompetensi perawat dalam pelaksanaan keselamatan pasien cuci tangan five moment Metode penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan pendekatan pre post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini 34 perawat dengan tehnik total sampling, 17 responden intervensi di Puskesmas Palmerah dan kontrol 17 responden di Kebon Jeruk   Hasil penelitian Ada perbedaan rata-rata kompetensi perawat kelompok intervensi dengan kontrol pada nilai post test (p-value: 0,000). Adanya peningkatan kompetensi kelompok intervensi yang terus meningkat dari pengukuran ke1 sampai pengukuran ke 3 sampai pengukuran ke 5 yang flet/sama pada kelompok kontrol peningkatan kompetensi secara tidak signifikan pada pengukuran ke 2 sampai pengukuran ke 5   Kesimpulan supervisi berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi perawat dalam pelaksanaan keselamatan pasien cuci tangan five moment  dalam waktu optimal 3 minggu. Diharapkan fungsi pengawasan manajemen mutu keperawatan puskesmas melakukan supervisi secara berjenjang dan terprogram Kata Kunci: Cuci Tangan, Kompetensi Perawat, Supervisi
Effektifitas penerapan modul ratu ceria terhadap pencegahan kejadian anemia pada remaja : Effectiveness of the ratu ceria module in preventing anemia among adolescents Setiyono, Erwan; Widiastuti, Eni; Dewi, Nurma; Ernirita; Zuryati, Masmun; Awaliah; Idriani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2974

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari tiga beban masalah gizi di Indonesia selain malnutrisi dan obesitas. Anemia terjadi akibat kondisi kekurangan zat besi (Fe) yang tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia tetapi juga banyak dialami negara-negara di Asia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganaliasa effektifitas dari penerapan Model Ratu Ceria dengan peningkatan pengetahuan Remaja dalam mencegah kejadian Anemia. Jenis penelitian adalah penelitian Kuantitatif dengan pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-test dan post-test design . Populasi dalam penelitian adalah siswa SMP sejumlah 60 siswa. Tehnik yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data di awali dengan pembagian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa terhadap pencegahan kejadian anemia pada remaja , kemudian di nilai tingkat pengetahuannya dan didokumentasikan sebagai data pre-test. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan penuyuluhan dan simulasi menggunakan Modul Ratu Ceria dan dilakukan penilaian kembali tentang pengetahuan siswa yang terlihat setelah 3 hari pelatihan dan data yang terekam disebut data post-test. Data di analisa dengan uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan terhadap anemia meningkat signifikan setelah dilakukan pelatihan dan simulasi Modul Ratu Ceria terhadap pencegahan kejadian anemia. Modul Ratu Ceria ini kedepannya dapat di terapkan pada siswa di usia remaja pada tatanan pendidikan khususnya di SMP untuk pencegahan anemia
A Comparative Study of Nursing Services Between MPKP and Non-MPKP Hospital in Tangerang Hajar, Ibnu; Hadi, Muhamad; Widiastuti, Eni; Fadhilah, Harif; Purwati, Nyimas Heny; Satinah, Satinah
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 13 No 04 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 13 Number 04 December 2
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiiki.v13i04.3910

Abstract

Background: Health services are increasingly competitive so that they carry out various development actions in the industrial era 5.0. Nursing is one that provides services. The services provided must meet predetermined service standards so as to achieve service quality which has an impact on patient satisfaction. There are various assignment methods in nursing services with their advantages and disadvantages and their use is adjusted to the characteristics of each institution. Objectives: To compare whether there is an average difference in patient satisfaction with the MPKP method with non MPKP. Methods: Research design descriptive analytic comparative study through surveys. The total number of samples is 60 respondents. Analysis using the T test Independent Test. Results: The average patient satisfaction with the MPKP method is better than the non-MPKP method. Statistical test results on the dimensions of satisfaction; reliability with P value = 0.000, assurance with P value = 0.004, tangibles with P value = 0.000, empathy with P value = 0.000 and responsiveness with P value = 0.000. So that the P value <0.05, which means that there is a significant positive difference in the average patient satisfaction in the dimensions of reliability, assurance, tangibles, empathy and responsiveness between the MPKP method and non-MPKP methods. Conclusion: There is a significant difference in the average patient satisfaction in the MPKP method with non-MPKP methods Keywords: Comparative, Nursing, PNPM, RATER, Team
Pengaruh Perawat Penanggung Jawab Asuhan pada Metode Asuhan Keperawatan Profesional terhadap Mutu Pelayanan Widiastuti, Eni; Naryati, Naryati; Aisyah, Aisyah; Widakdo, Giri; Aenah, Nur; Fadillah, Harif
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23277

Abstract

ABSTRACT The public's need for quality healthcare services is increasing along with technological advances in the healthcare sector. Professional nursing care is a necessity to improve the quality of nursing services and patient satisfaction through the responsibilities of a professional nurse, namely the Nurse in Charge of Care.The researcher's objective was to identify the influence of the Nurse in Charge of Care in the Professional Nursing Care Method on the quality of nursing services based on patient satisfaction and care documentation. The research method used a pre-experimental one-group pre-post test design. The population and sample in this study were nurses and patients in one medical-surgical inpatient ward totaling 22 nurses and 30 patients. The results showed a significant difference in patient satisfaction before and after the implementation of the Nurse in Charge of Care in the Professional Nursing Care Method (p = 0.025). There was a significant difference in the completeness of documentation between before and after the implementation of the Nurse in Charge of Care in the Professional Nursing Care Method (p = 0.001). The Responsibilities of the Nurse in Charge of Care in the Professional Nursing Care Model influence the quality of nursing services based on patient satisfaction and documentation of care which is part of the Patient's Medical Record.Further research is needed with repeated measurements of satisfaction and documentation to determine the effectiveness of the Nurse in Charge of Care in the Professional Nursing Care Method on service quality.  Keywords: Professional Nursing Care Method, Patient Care Documentation, Patient Satisfaction, Nurse in Charge of Care.  ABSTRAK Kebutuhan masyarakan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dibidang kesehatan. Asuhan keperawatan profesional menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien melalui tanggung jawab seorang perawat profesional yaitu Perawat Penaggung Jawab Asuhan. Tujuan peneliti mengidentifikasi pengaruh Perawat Penaggung Jawab Asuhan pada Metode Asuhan Keperawatan Profesional terhadap mutu pelayanan keperawatan berdasarkan kepuasan pasien dan dokumentasi asuhan. Metode penelitian pre eksperimen one group pre-post test design. Populasi dan sample pada penelitian ini adalah perawat dan pasien pada satu ruang rawat inap medikal bedah berjumlah 22 perawat dan 30 pasien. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kepuasan pasien sebelum dan sesudah penerapan Perawat Penaggung Jawab Asuhan pada Metode Asuhan Keperawatan Profesional ( p=0,025). Terdapat perbedaan yang signifikan kelengkapan dokumentasi antara sebelum dan sesudah penerapan Perawat Penaggung Jawab Asuhan pada Metode Asuhan Keperawatan Profesional (p=0,001). Tanggung Jawab Perawat Penaggung Jawab Asuhan pada Model Asuan Keperawatan Profesional mempengaruhi mutu pelayanan keperawatan berdasarkan kepuasan pasien dan dokumentasi Asuhan yang merupakan bagian dari  Rekam Medis Pasien. Penelitian lanjutan diperlukan dengan pengukuran kepuasan dan dokumentasi secara berulang untuk mengetahui efektifitas Perawat Penaggung Jawab Asuhan pada Metode Asuhan Keperawatan Profesional terhadap mutu pelayanan. Kata Kunci: Metode Asuhan Keperawatan Profesional, Dokumentasi Asuhan Pasien, Kepuasan Pasien, Perawat Penaggung Jawab Asuhan